
Hari sabtu sudah tiba, pertandingan Final antara klub dari bebagai sekolah untuk menentukan juara 1, 2, dan 3 akan segera di mulai. Klub Basket SMA Barat berangkat jam 08.00, akan tetapi pertandingan basket akan dimulai sore hari pukul 15.00. mereka datang pagi untuk menyemangati tim lain yang akan bertanding. Klub sepak bola, voli pria memasuki final dan klub voli wanita memperebutkan juara ke 3.
Terlihat Arin sedang berjalan bersama Intan, Maya, Riana.
Saat Arin bilang ingin membeli makanan mereka mengikutinya, karena mereka takut dirinya akan menghilang tiba-tiba. Di taman penuh sekali dengan berbagai penjual makanan. Mereka mengantri untuk membeli crepe.
“Banyak sekali yang mengantri.”
Maya mengeluh karena antriannya sangat panjang.
“Kalau kamu antri beliin kita menuman saja, biarkan aku dan Arin yang membeli crepe.”
“Kalau gitu aku akan mengantar Maya tan.”
“Kak Riana dan Maya ingin rasa apa ?”
“Aku Red mango.”
“Aku ingin yang manis jadi Oreo obesseion saja.”
“Baiklah.”
“Kalau gitu kalian ingin minuman apa ?”
“Green tea aja deh.”
“Kalau Arin ?”
“Kurasa cola.”
“Oke serahkan pada kami.”
Setelah mengatakan itu mereka pergi mencari penjual minuman di tempat lain. Arin dan Intan mengantri berdua.
“Rasanya aku sudah lama tidak berdua denganmu seperti ini.”
“Benarkah.”
“Iya Biasanya kita bertiga iyakan.”
“.……”
Perkataannya tidak dibalas dan Arin mengeluarkan handphone miliknya dan terlihat dia sedang melakukan Chat dengan seseorang.
“Siapa rin ?”
“Kak Maria, dia bilang akan datang siang nanti.”
Beberapa menit berlalu sekarang giliran mereka.
“Tokyo sundae 1.”
“Baik, apa lagi ya ?”
“Oreo Obsession 1, red manggo 1 dan-.
Intan kebingungan untuk memilih karena menurutnya semua menu terasa enak.
“S’mores 1.”
Mereka menganti menunggu hingga pesanan selesai. Setelah itu mereka pergi mencari tempat duduk. Saat mereka sedang berkeliling terdengar teriakan memanggil mereka.
“INTAN, ARIN DI SINI.”
Terlihat Maya dan Riana sedang duduk di sebuah meja yang berada di bawah pohon. Mereka datang menghampirinya
“Kalian nemu tempat yang bagus ya haha.”
“Kursi pada penuh, untung saja di sini kosong.”
“Kalau gitu ini milik kalian.”
Intan memberikan makanan mereka, lalu menarik kursi dan mereka duduk bersama. Mereka makan sambil berbicara menggabiskan waktu sebelum pertandingan voli wanita dimulai. setelah menghabiskan crepe miliknya Arin membuka Handphone miliknya dan menggunakan earbuds lalu menonton kembali video.
“Belakangan ini dia terus menonton video pertandingan SMA Utara, ada yang aneh emangnya ?”
“Entahlah, saat kita bertanya juga dia tidak mau memberi tahukannya.”
Riana penasaran dengan tingkah lakunya belakangan ini dan bertanya, Maya menjawabnya. Arin tidak mendengarkan dan fokus melihat handphonenya.
__ADS_1
“Memang skor pertandingan mereka saat ini memiliki selisih di atas 20 setiap pertandingan kan ?”
“Iya, tapi apa yang aneh dengan itu sih ?”
Intan sudah mengenal Arin yang memimpin klubnya untuk menjuarai setiap pertandingan basket selama dua tahun, sedikit memahaminya, di saat seperti ini pasti terjadi sesuatu. Tapi berbeda dengan dulu saat ini Arin benar-benar tidak memberitahu kepada siapapun, saat dia bertanya kepada Devina yang sepertinya mengetahui sesuatu, tetapi tidak mendapatkan jawaban. Dia bertanya kepada Alvan juga tapi jawabannya sama mereka seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Alasan terbesar Arin tidak memberitahu Intan dan klub Basket karena tidak ingin membuat kepanikan yang tidak perlu, takutnya mereka malah memperburuk keadaan dengan melaporkan tanpa bukti yang nyata.
“Apa mungkin dia meneliti tentang bola yang menghilang seperti sulap ?”
Riana berbicara sambil meminum jus mangga.
“Mungkin saja sih, aku juga dengar dari beberapa tim lawan, mereka bilang bola tiba-tiba menghilang.”
“Dan katanya orang yang berada di depannya juga menghilang saat mereka sadar.”
Intan yang belum menghabiskan makanan miliknya ikut dalam pembicaraan.
“Dulu juga Arin seperti ini saat melawan Tim yang benar-benar kuat, dan itu sangat membatu kami dan-.”
Dia tidak melanjutkan bicaranya dan melihat kearah Arin.”
“Dan apa ?”
“Mereka yang melakukan kecurangan.”
“Maksudmu SMA Utara melakukan kecurangan ?”
“Tidak tau, mungkin karena itulah dia tidak memberitahu kita, karena Arin sendiri belum yakin sepenuhnya.”
“Tapi bukan setidaknya dia memberitahu kita ?, liat dia bahkan tidak mendengarkan pembicaraan kita.”
“Benar bukan lebih baik kita mencarinya bersama.”
“Alasannya terbesarnya mungkin tidak ingin membuat anggota di klub panik, dan membuat laporan tanpa bukti yang jelas, kalau hal itu terjadi bukannya malah kita yang dirugikan ?”
“Benar sih, tapi kalau seperti itu dia seperti tidak mempercayai kita.”
Riana sedikit mengeluh, mereka pun menghabiskan waktunya dengan mengobrol untuk beberapa saat. Sampai mereka sadar kalau pertandingan sudah dimulai selama 20 menit.
“Hey Pentandingan sudah di mulai 20 menit yang lalu.”
“Kalau gitu ayo cepat
“Arin ayo, pertandingan sudah dimulai dari tadi.”
Intan menepuk bahu Arin.
“Apa ?, aku terlalu fokus.”
Dia menarik tangannya dan mulai berlari menuju gedung tempat pertandingan Voli berlangsung.
------------------------------------
Di lapangan 1 pertandingan voli wanita untuk memperebutkan Juara 1 antara Sekolah Utara dan Timur laut berlangsung berlangsung, di lapangan 2 pertandingan Antara Sekolah Barat dan Barat daya.
Keempat orang itu berlari sekuat tenaga mereka karena pertandingan sudah dimulai.
Mereka berlari menuju lantai 2, karena kursi penonton berada di atas. Terlihat hampir semua kursi sudah penuh, mereka pergi menuju kelompok SMA barat yang berdiri di dekat pagar pembatas dan sedang memberi dukungan
“Kalian lama loh dari mana?”
Kirana menegur keempat orang yang datang terlambat.
“Maaf-maaf kami tidak melihat waktu.”
Riana yang terlihat kelelahan menjawab.
“Bagaimana pertandingannya ?”
“Saat ini seimbang, semakin seru.”
Suasana di sangat meriah dan banyak sekali murid yang menonton dan memberi dukungan.
Arin mengenakan jaketnya dan menutup kepalanya dengan hodie dan berjalan menuju lapangan ke 1 untuk melihat pertandingan Antara sekolah Utara dan Barat.
“Mau kemana tidak akan mendukung mereka rin ?”
“Aku akan menonton pertandingan sebelah.”
__ADS_1
Dia pergi dan berjalan sendirian.
“Padahal sekolah kita sedang bertanding dia malah pergi.”
“Biarkan saja, Arin punya alasannya sendiri
Riana memberi tahu Kirana yang sepertinya terlihat kecewa. Intan dan Mengikutinya dari belakang
Sesampainya di sana Arin melihat Cindy, Alvan dan beberapa teman lainya sedang menonton. Dia tidak menghampiri mereka dan memulai melihat kearah lapang. Dia menyadari kalau Kedua temannya berada di belakang dia.
“Wah lebih banyak penontonnya di sini.”
“Tentu saja karena ini memperebutkan juara ke 1, kenapa tidak di pisah saja ya haha pasti banyak yang ingin menontonkan.”
Intan dan Maya melihat sekitar dan terkejut. Arin memandangi kursi penonton yang berada di sebrangnya, terlihat beberapa orang dari klub basket SMA Utara berada di sana.
(Sudah kuduga orang itu ada di sana.)
Orang yang dia maksud adalah pelatih dari SMA Utara yang nama dan data dirinya tidak berada dalam Bank Data.
Terlihat pemain sekolah Utara mencetak angka dan para penonton meributkan itu.
“Hey kenapa orang orang dari sekolah Timur laut tidak memblokir pukulan itu.”
“Sayang sekali tidak ada yang memblok mereka.”
“Kalian tidak tau ?, Utara menggunakan semacam teknik untuk mengecoh mata lawan dan mereka tidak menyadarinya.”
“Serius ?, padahal dari sini kita hanya melihat mereka melakukan hal biasa.”
“Benarkan ?, sungguh hebat mereka dapat melakukan teknik seperti itu.”
Berbagai reaksi penonton keluarkan Arin terus memandangi orang yang berada di sebrangnya.
(Alat pendeteksi Aktif, tapi kenapa tidak menyala apa yang sebenarnya terjadi.)
Arin memikirkan sesuau lalu dia menyadari kesalahan terbesar miliknya.
(Tidak aku melewatkan sesuatu yang sangat penting, Minggu kemarin aku menyuruh Kak Maria menonton pertandingan dan mengamatinya, dia pasti menggunakan kekuatan miliknya dan tidak terdeteksi, aku yakin itu. Baiklah aku akan nekat)
Arin memasukan tangannya ke dalam saku, di sana ada Trigger miliknya, dan dia mulai menggunakan kekuatan miliknya untuk merasakan sekitarnya. Dan saat sekolah Utara melakukan serangan dia mendeteksi dari arah sebrang ada sebuah gelombang EMP yang keluar, dia dapat merasakannya melalui Kekuatan Aerokinesis miliknya.
(Sudah kuduga kekuatanku tidak terdeteksi dan aku merasakan ada kekuatan yang di akifkan.)
Setelah yakin dengan apa yang terjadi dia berjalan menghampiri Alvan yang sedang duduk dan tidak jauh darinya Kedua temannya mengikutinya dari belakang.
“Prince.”
“Eh Arin, Ada apa ?”
“Apa kau merasakan sesuatu tadi ?”
“Hmmmm, Ya beberapa kali, ini sangat menggangguku.”
“Jadi apa dugaanmu benar ?”
Cindy bertanya.
“Setelah pertandingan selesai, kalian ikut aku dan berkumpul bersama Kak Maria dan yang lainya.”
Arin menyuruh dia untuk berkumpul bersama setelah pertandingan, dia mengeluarkan handphone miliknya dan mengirim pesan kepada Maria untuk berkumpul di taman tempat kemarin mereka mengobrol.
“Sejak kapan kalian menjadi dekat ?”
Maya yang bingung dengan situasi saat ini bertanya.
“Aku tidak dekat dengannya, dia hanya membayar hutang.”
Cindy dan kalia yang mendengar itu hanya tersenyum dan berdiri.
“Maaf aku belum sempat meminta maaf kepada kalian berdua, maafkan aku.”
Dia menundukan kepalanya kepada Intan dan Maya.
“Sudahlah, tidak sudah mengungkit masa lalu, tapi aku hanya ingin bilang jangan sesekali kamu melakukan itu lagi.”
Intan menjawabnya dengan senyuman.
“Iya terima kasih banyak.”
__ADS_1
Arin berjalan kembali menjauhi mereka dan mulai menonton pertandingan.