
Terlihat seorang Gadis sedang duduk di atap kursi sekolah, dia menatap kearah langit dan merenungkan sesuatu.
“Apa yang sebenarnya ingin aku lakukan ?”
Semenjak Cindy melukai Arin bersama Anggota Knight Of Prince Alvan Mendatangi mereka dan memarahinya. Baru pertama kali dia melihat Alvan semarah ini dan benar-benar meluapkan semua emosinya.
“AKU SUDAH BILANG PADAMU UNTUK MEMBUBARKAN SEKELOMPOK ORANG TIDAK JELAS INI, SUDAH LAMA AKU MENAHANNYA KARENA CINDY ADALAH SAHABAT BAIKKU, TAPI APA YANG KALIAN SEMUA LAKUKAN ITU SUDAH SANGAT KETERLALUAN, BUKAN HANYA MEMBULLY SECARA KATA, TETAPI JUGA MELUKAI PARA SISWI, AKU JUGA DENGAR SAMPAI ADA YANG MENGALAMI TRAUMA DAN PINDAH SEKOLAH, AKU SUDAH MENGINGAT WAJAH KALIAN SEMUA, MENJAUHLAH DARIKU MULAI DETIK INI.”
Saat mendengar perkataan ini, para anggota menangis dan ketakutan melihat amarahnya, sejak saat itu Alvan menghindari para gadis yang mengaku sebagai fans dia, Karena bingung harus berbuat apa, knight of prince akhirnya menyalahkan Cindy.
“KARENA MU PRINCE MENGHIDARI KAMI.”
“KAU KETERLALUAN MELUKAI ORANG LAIN.”
“JIKA SAJA KAU TIDAK MENYURUH KAMI MEMBULLY.”
“SEMUA INI SALAHMU.”
“GADIS SIALAN.”
Padahal baru kali ini dia menggunakan kekuatan kepada seseorang yang mendekati Alvan, orang yang biasa membully dan menyiksa para gadis adalah mereka, akan tetapi saat ini semua kesalahan itu diarahkan kepada Cindy seorang.
“Memang benar kalau yang membuat peraturan untuk menjauhkan para gadis itu adalah aku.”
Lalu dia mengambil handphone di dalam saku roknya dan melihat fotonya bersama Kalia.
“Kalau tidak salah, dulu Kalia juga pernah menyuruhku membubarkan fans klub.”
Lalu dia mencoba mengingat kembali apa yang dikatakan oleh sahabatnya.
“Cindy lebih baik kamu membubarkan klub itu, mereka sudah sangat keterlaluan, aku mendengar seseorang mengalami trauma dan pindah sekolah, kau mungkin akan menyesalinya suatu saat nanti.”
Setelah mengingat perkataanya dia sedikit tersenyum melihat layar di handphone nya.
“Aku menyesalinya sekarang, Jika saja aku mengikuti apa katanya.”
Cindy mengeluarkan air mata dan menatap kearah langit.
“Hiks… hiks…. bahkan sekarang Al menjauhiku hiks…”
Lalu dia menangis untuk beberapa saat.
5 menit berlalu dan Cindy sudah mulai tenang, terdengar langkah kaki dari arah tangga dan membuka pintu atap.
“Ah jadi kamu ada di sini Cindy, Aku mencarimu, pembagian tempat sudah selesai kita akan segera melakukan patroli.”
“Baiklah tunggu sebentar.”
Kemudian ia berdiri dan menghampiri Daniel. Mereka berdua berjalan menuruni tangga tan menuju gerbang sekolah, di sana terlihat seorang anggota komite disiplin sedang menunggu.
__ADS_1
“KALIAN BERDUA SANGAT LAMA.”
“Maaf.. maaf..”
“Kalau gitu ayo pergi.”
“Baiklah ketua.”
Seseorang yang menunggu mereka adalah Devina, semenjak kejadian itu dia selalu mengawasi Cindy entah itu di sekolah atau saat melakukan patroli.
Mereka bertiga pergi menuju jalanan sepi dan mulai mengobrol.
“Jadi kita akan pergi kemana saja ?.”
“Pertama jalanan sepi dekat sekolah dan pusat perbelajaan, lalu yang terakhir adalah Taman yang berada di perbatasan kota selatan.”
“Taman ?.”
“Ya, di sana adalah tempat dimana Kapten dari ekskul basket diserang saat malam hari.”
“Apakah mereka akan melakukan penyerangan di tempat yang sama ?”
“Entahlah, tapi kita harus tetap waspada, dan jangan sampai lengah.”
Mereka memperhatikan sekitarnya dengan serius dan waspada tanpa melewatkan akan tetapi Cindy tidak fokus dan kebanyakan melamun, Daniel yang menyadari itu memperhatikannya.
(Semenjak kejadian kemarin dia jadi sering melamun, aku tidak bagus dalam memberi saran jadi lebih baik diam saja.)
“Kalian fokuslah, jangan memikirkan hal lain untuk saat ini.”
Setelah mengatakan itu mereka terus berkeliling, dan jika ada siswa dari SMA Barat yang terlihat sedang berkumpul di suatu tempat Devina mendatangi mereka dan membubarkannya, jika ada murid yang tidak menurut dia akan memarahi mereka dan menulisnya di dalam buku hukuman agar nanti diserahkan kepada guru.
------------------------------------
Setelah berkeliling ke berbagai tempat akhirnya mereka sampai di Taman, tempat ini terlihat sepi. Emang pada dasarnya tempat ini sangat sepi di hari biasa, kecuali hari Sabtu dan Minggu, karena akan banyak orang yang berolahraga entah itu di pagi hari atau di sore hari.
“Tempat ini sangat sepi, pantas saja kalau kapten diserang di sini.”
“Iya karena itu kita harus memeriksa dengan teliti, dan jika ada murid yang terlihat kita harus bubarkan mereka.”
Daniel memperhatikan sekitarnya lalu melihat jam di lenganya.
“Ketua sudah saatnya kita kembali, ini bahkan sudah lebih dari waktu yang ditentukan.”
“Oke baiklah kita akan kembali ke sekolah terlebih dahulu.”
Akhirnya mereka mengakhiri patroli untuk hari ini dan kembali menuju sekolah untuk mengambil tas dan berkumpul kembali, akan tetapi Devina dan Daniel tidak menyadari kalau Cindy tidak bersama mereka sampai di sekolah, itu pun diingatkan oleh teman-temannya yang lain.
------------------------------------
__ADS_1
Sementara itu Cindy tetap berputar di taman dia melamun sambil mengikuti temannya, dimatanya saat ini Daniel dan Devina masih berjalan, dia terus mengikutinya. Akan tetapi saat ini dia tidak mendengar percakapan dari mereka berdua.
“Ini sudah mulai gelap bukannya kita harus kembali ?”
“..….”
“.…..”
“Hey kalian.”
Karena kedua orang di depannya tidak menjawab dan hanya berjalan, akhirnya Cindy mendekati mereka berdua dan mencoba meraih tangan Daniel.
“EH… ?”
Akan tetapi saat tangan dia ingin menyentuh bajunya, tanganya menembus tubuh Daniel dan itu sangat membuat Cindy terkejut.
“Apa yang terjadi ?, saat aku menyetuh Daniel itu menembusnya dan sekarang mereka menghilang.”
Lalu dia menyadari kalau temannya sudah tidak ada, Cindy memperhatikan Sekitarnya dengan sangat teliti.
(Ini sangat sepi, Aneh.)
Akhirnya dia menyadari kalau dirinya sudah berjalan menuju Sudut taman dan di sini sangat sepi.
(Kalau tidak salah, dari beberapa penyerangan ada kondisi dimana tempat sangar Sepi dan tidak ada satu orang, dan tidak mungkin Daniel dan Devina akan meninggalkanku sendiri.)
Ia mengingat informasi yang diberikan saat berkumpul dengan para anggota komite disiplin.
(Jadi bisa dikatakan kalau musuh memiliki kekuatan Mind Control dan membuat orang lain untuk menjauh, karena aku lengah mereka pasti mengincar kesempatan ini.)
Saat Cindy sedang berpikir dan berusaha untuk tidak panik, memperhatikan sekitarnya.
WOSH….
Tiba-tiba Bola api datang kearahnya dari samping kanan dan ia menghindari itu dengan menundukan badannya.
(Api ?, dari mana ?, ada berapa banyak orang yang menyerang.)
Dengan berhati-hati agar tidak diketahui oleh musuhnya dia mengumpulkan Air yang berada di selokan taman dan sisa air hujan.
Syuung…
Ada lima batu yang terbang dengan sangat cepat mengincar beberapa titik di tubuhnya, lalu dia melompat ke kanan menghindari batu pertama, dia mengayunkan tangannya kearah kedua batu yang mengincar kepalanya, lalu Air segera berkumpul dan memblokirnya. Dengan reflek dia berguling dan menghindari batu keempat.
Brak!!..
Akan tetapi saat dia mau memblokir batu terakhir dengan Air yang dia kendalikan batu itu sedikit lebih cepat dan menghantam bahu kanannya dengan sangat keras dan membuat kontrol Air lepas kendali dan jatuh ke tanah.
(Aaaaaaakkkkhh sial ini sangat sakit)
__ADS_1
Cindy memegangi bahu nya dan mengeluarkan sedikit air mata.