TRIGGER

TRIGGER
BAB 3, Chapter 59. Pergerakan


__ADS_3

Terlihat seorang gadis sedang duduk di pinggir sungai dan menatapi arus air yang mengalir. Dia duduk sambil memeluk lututnya. Sudah lebih dari 50 menit, tidak ada tanda-tanda gadis itu akan bergerak. Keempat orang yang berada di belakangnya hanya duduk diam dan menghabiskan waktu nya dengan mengobrol.


“Arin tidak bergerak sama sekali ya.”


“Benar, bahkan dia datang ke sini jam berapa aja kita tidak tau.”


Gina dan Chanan memandanginnya.


Sejak kemarin malam dia sangat kesulitan untuk tidur, karena mengingat kembali kejadian yang menimpa sahabat baiknya, Setelah Intan membahas kembali Nia, di kepala Arin adegan mobil yang menimpa Nia yang mendorongnya mulai menghantui kembali dirinya. Saat meihat jam menunjukan pukul 06.00, dia mengganti pakaiannya dan pergi menuju sungai.


(Jika saja dulu aku memiliki kekuatan.)


“In”


Dia sama sekali tidak menyadari kalau ada orang yang sedang memanggilnya dari belakang.”


“Rin”


“.…..”


“ARIN.”


Maria menyentuh bahunya dari belakang dan Arin terkejut.


“Huh Kak Maria, jangan mengagetkanku.”


“Kamu dipanggil dari tadi tau.”


“.….”


“Mau sampai kapan melamun di tempat seperti ini, lihat sekarang jam berapa.”


Arin melihat ke jam yang berada di tangan kanannya.


“11:23.”


“Ayo kembali, tidak baik berdiam di sini sendiran.”


Setelah melihat tatapan Maria, dia tahu orang di depannya sangat mencemaskan dia dari ekspresi yang dikeluarkannya.


“Ya.”


Arin berdiri dan mengikuti mereka.


“Sebenarnya aku sangat penasaran dengan Arin yang dulu, saat pindah ke apartemen star dia sudah seperti ini.”


Gina Berjalan di depan bersama dengan Haqi dan Chanan.


“Aku hanya tau ceritanya dari Maria dan kalian saja.”


Dia melihat ke belakang di sana Arin berjalan bersama Maria.


“Bukannya kau sudah melihat dari foto yang kami berikan ?”


Chanan bertanya.

__ADS_1


“Tapi aku penasaran dengan perubahan sifat miliknya, Memang benar ekspresinya yang dulu terlihat ceria dibandingkan saat ini.”


“Sudah lah bahas yang lain saja.”


Haqi merasa pembicaraan ini sangat tidak menyenangkan.


“Baiklah… baiklah…”


Mereka berjalan dan mulai membicarakan hal lain.


“Arin hari ini Gym sudah di buka mau latihan ?”


“Boleh.”


Maria mencemaskannya dan mengajak untuk berlatih Boxing, karena Arin membutuhkan sesuatu untuk mengalihkan pikirannya saat ini.


“Kalau gitu berangkat jam 5 ya.”


“Ya.”


Mereka berjalan perlahan menuju rumah.


------------------------------------


Sesampainya di rumah Arin menyalakan waterheater dan pergi menuju kamarnya, dia melepaskan jaket yang dikenakan dan menggantungnya di bekakang pintu. Lalu duduk di kasur dan membuka Handphone miliknya.


“MPV ya ?”


Dia melihat sebuah berita, di sana dikatakan bahwa Athena sang dewi di lapangan telah kembali bermain basket dan mendapatkan MVP di pertandingan musim panas.


“Minggu depan adalah hari terakhir masuk sekolah, Akan ujian dan tes untuk para esper.”


------------------------------------


Langit sudah mulai gelap, suasana Gym Monarch terlihat sangat ramai, Terlihat Arin sedang memukul samsak tinju di sudut ruangan sendirian, para anggota melihat dia dan tergeran.


“Ada apa dengan Arin ?”


“Dia terlihat seperti saat pertama kali datang ke sini.”


Ekspersi wajah yang dia keluarkan sangat menakutkan, tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya.


“Raut wajahnya benar-benar menakutkan.”


Arin memukul samsak terus menerus dan semakin cepat dan keras.


“Ria ada apa dengan Arin ?”


“Gimana aku menjelaskannya ya, tapi dia bertengkar dengan salah satu temannya, mungkin.”


“Mungkin ?”


“Yang benar yang mana sih.”


Sebagian besar orang di Monarch mengetahui garis besar apa yang terjadi kepadanya, Maria menceritakan kalau dia baru saja kehilangan orang terdekatnya dan selalu menyalahkan diri sendiri, oleh karena itu dia mengajaknya berlatih. Tetapi performa yang Arin tunjukan saat berlatih boxing sangat bagus dan menjadi anggota tetap.

__ADS_1


“Eh dia punya teman ?”


“Bukannya dia pendiam ya ?, aku mendengar dari adikku yang bersekolah di SMA Barat kalau Arin menjaga jarak dari semua orang.”


Reaksi terkejut keluar saat mendengar kalau Arin sedang bertengkar dengan temannya.


“Ini adalah kenalan lamanya dan ini terkait kejadian dulu yang membuat dia menjadi seperti sekarang.”


Maria memasang ekspresi sedih dan seluruh orang melihat itu.


“Baiklah dari pada bersedih bagaimana kita mengadakan pertandingan yang kalah teraktir.”


“Aku setuju.”


“Ayo, siapa takut.”


Demi mencairkan suasana pelatih wanita bernama Emma mengajak mereka untuk mengadakan pertandingan singkat. Lalu dia berjalan mendekati Arin yang sedang fokus dan tidak mendengarkan apapun saat ini.


“ARIN.”


Dia berteriak dan Arin menghentikan gerakannya menoleh ke belakang.


“Ah… maaf ada apa pelatih ?”


“Kami akan mengadakan pertandingan hiburan apa kau ingin ikut ?, yang kalah teraktir minuman.”


Emma tersenyum dengan lembut, Arin menarik nafasnya dan memukul wajahnya dengan kedua tangannya.


Plak!!!…


Tamparan itu cukup keras dan membuat kedua pipinya menjadi merah, semua orang melhat kearahnya karena mendengar suara keras.


“Baiklah, aku akan ikut.”


“Yosshhh… kalau gitu mari ke sana.”


Arin dan Emma berjalan menuju ring dimana Maria dan anggota lain sudah berkumpul dan tersenyum kepadanya.


------------------------------------


Di suatu tempat di daerah Kota Utara Telihat ada 5 orang yang sedang berbicara di gang kecil di tengah kota.


“Jika kalian mendengarkan dan memakan obat ini kalian bisa menjadi seorang Esper.”


Seseorang menjulurkan tangannya dan memberikan sebuah flasdiks dan sebotol obat kepada 3 orang di depannya.


“Bohong mana mungkin.”


“Itu benar lihat ini teman-teman.”


Salah satu temannya yang mengundang mereka mengangkat tangannya dan keluar api dari tangannya.


“Hey bukannya kamu itu Rank E ?”


“Sudah ku bilang dia tidak bohong, aku sendiri sudah mencobanya.”

__ADS_1


Ketiga orang yang asalnya ragu, dengan sangat cepat mengambil benda tadi dan memasang wajah senang karena akhirnya mereka akan menjadi seorang Esper.


(Dengan ini semuanya akan berjalan ke tahap selanjutnya.)


__ADS_2