
Sesuai dugaan Arin Klub Voli wanita Sekolah utara memenangkan pertandingan dengan mudah, tapi banyak orang yang tidak menyadari dengan kecurangan yang mereka lakukan. Arin sedang berjalan menuju taman, tempat dimana dia janjian bersama Maria, di belakangnya Intan, Maya, Alvan, Cindy dan beberapa temannya mengikuti dia.
Setelah pertandingan selesai mereka langsung pergi, karena Maria sudah dalam perjalanan menuju pusat kota.
Intan dan Maya sangat penasaran dengan apa yang ingin Arin katakan, jadi mereka berdua mengikutinya.
“Sekarang baru jam 1 masih ada 2 jam lagi sebelum pertandingan.”
“Iya kita masih memiliki banyak waktu, selain itu aku sangat penasaran dengan apa yang ingin dia katakan.”
“Dan bertanya pada mereka tidak akan ada yang menjawab.”
Intan menengok ke belakannya di sana ada Alvan dan teman-temannya. Dia sedikit cemburu karena orang lain mengetahui sesuatu yang dia tidak.
(Keliatan banget Intan cemburu dengan mereka, tapi ini lucu haha.)
Maya menahan tawanya saat melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh teman baiknya.
Sesampainya di sana Maria belum datang dan Akhirnya mereka menunggu dan duduk di meja yang kosong. Dan karena lokasi lumayan jauh dari gedung olahraga jadi di daerah ini lumayan sepi, dengan alasan itu Arin memilih tempat ini untuk membicarakan hal penting.
10 menit kemudian terlihat Maria datang bersama dengan Haqi dan Chanan.
“Maaf-maaf awalnya Chanan bilang tidak bisa ikut tapi karena penasaran dia akhirnya ikut juga.”
“Maaf tapi aku ingin melihat sendiri apa yang terjadi.”
“Kalau gitu Kenapa Arin mengumpulkan kita semua di sini ?”
Haqi bertanya.
“Baiklah karena semuanya sudah berkumpul.”
Semua orang mengerumuninya dan Arin memandangi mereka satu persatu.
“Apa kamu sudah memahami sesuatu ?”
“Iya kurang lebih seperti itu.”
Intan dan Maya sedikit menebak-nebak dengan apa yang terjadi.
“Sepertinya kita semua sudah melewatkan sesuatu yang penting.”
“Apa itu ?”
“Chanan, jelaskan fungsi dari alat untuk mendeteksi ESP kepada semuanya,”
“Hmm baiklah, Banyak sekali bentuk, dan yang paling umum dipasang bersamaan dengan Kamera pengawas, dan dalam pertandingan olahraga jika ada pemain atau seseorang dari luar lapangan menggunakan kekuatan Esper mereka, Gelombang ESP akan terdeteksi.”
“Kalau gitu Kak Maria, kemarin menggunakan Angel Eyes untuk mengengamati mereka kan ?”
“Apa yang salah dengan itu ?”
Maria dan beberapa orang terlihat kebingungan, tetapi Chanan, Haqi Dan Alvan memahami apa yang ingin Arin katakan.
“BENAR KENAPA AKU TIDAK TERPIKIRKAN HAL ITU.”
Chanan tiba-tiba berteriak dan mengejukan beberapa orang, Haqi memukulnya dari belakang
“Sialan jangan berisik.”
“Apa kau memahami sesuatu ?”
__ADS_1
“Sepertinya beberapa dari kalian sudah memahaminya.”
“Iya, aku juga kenapa tidak menyadari hal itu, tapi bagaimana jika kekuatan yang di keluarkan itu lemah dan tidak terdeteksi oleh alat itu ?”
Alvan menggenggam tangannya dan berpikir.
“Tidak itu, hal seperti itu tidak mungkin terjadi, karena pekerjaaku aku terbiasa dengan hal seperti ini, kekuatan apapun itu pasti akan terdeteksi.”
Chanan membantah perkataan itu.
“HEY JELASKAN KEPADA KAMI YANG TIDAK MENGERTI.”
“Benar, jangan berbicara sendiri.”
Maria marah karena tidak dapat memahami alur pembicaraan Cindy juga sama dengannya.
“Kak Maria menggunakan kekuatan saat aku meminta untuk mengamati pertandingan SMA Utara iyakan.”
Arin mulai menjelaskan kepada mereka yang tidak mengerti.
“Benar.”
“Kenapa alat pendeteksi itu tidak berbunyi ?”
“AHHHH.”
Beberapa orang yang akhirnya mengerti berteriak secara spontan.
“Jika apa yang dikatakan Prince sebenarnya sedikit masuk akal, jika kekuatan terlalu lemah ada kemungkinan tidak akan terdeteksi oleh alat itu, Jadi tadi saat pertandingan Voli berlangsung aku menggunakan kekuatanku untuk mendeteksi ESP.”
“Benar kah, bukannya itu berbahaya ?”
Kalia yang berada disamping Cindy mencemaskannya.
Intan mendekatinya dan memegang tangannya.
“Tadi itu pertaruhan, dan Prince kau juga merasakannya iyakan ?”
“Iya meski tanpa menggunakan Elektrokinesis milikku memang benar seperti katamu dan itu terjadi saat mereka sedang dalam posisi menyerang, tapi aku tidak mengetahui siapa itu.”
“Rin jangan bilang ?”
Haqi bertanya.
“Seperti dugaan kita.”
Dia memandangi Chanan dan Haqi secara bergantian.
“Tapi ini menjadi masalah, meski kita tahu pelakunya kita tidak bisa melakukan apapun bagaimana ini.”
“Tidak apa-apa, Aku sudah pernah terkena Mind control, sepertinya ada beberapa alasan kenapa kekuatan itu tidak terlalu terpengaruh terhadapku, benar kan ?”
Arin memandang kearah Maya.
“Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti dengan pembicaraan ini, Waktu menyelamatkan gadis itu kan ?, tapi kau terlihat sedikit terhuyung-huyung waktu itu.”
Intan mendengar perkataan mereka dan memikirkan sesuatu.
(Jadi memang benar kalau Arin terbangkit dan menjadi seorang Trigger, sejujurnya aku masih tidak mempercayai itu, tapi melihat dia sekarang aku merasa sangat nostalgia sekali.)
Dia teringat saat Arin sedang memberikan Instruksi kepada Klub Basket saat SMP.
__ADS_1
“Sebenarnya aku tidak ingin meminta ini, Prince jika kami nanti terdesak karena kekuatannya, apa kau bisa melakukan sesuatu kepada orang yang menggunakan kekuatan itu.”
“Boleh saja tapi siapa dan kemampuan apa yang dia gunakan?, jika aku tau target dengan listrik milikku mungkin akan sedikit berguna, karena sepertinya kekuatan tidak akan terdeteksi, tapi semisal itu aktif aku percaya diri kalau mereka tidak akan bisa mendeteksiku.”
Alvan berbicara dengan percaya diri.
“Pelakunya adalah Pelatih Tim mereka.”
“Apa benar ?”
“Ya apa yang Arin katakan benar, dan ada beberapa hal yang mencurigakan darinya, tapi untuk saat ini kami tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut kepada kalian.”
Chanan menjawab dan melihat Arin, dia mengangguk.
“Tapi sebaiknya kita semua hati-hati, karena sekarang kita tau kalau panitia berada dipihak mereka, sebaiknya kita hati-hati.”
“Tunggu Chanan jangan asal menyimpulkan kalau panitia berada dipihak mereka.”
Haqi dengan cepat memotong perkataan.
“Kalian ingat yang terjadi terhadap beberapa penyerangan di SMA Utara ?, mereka menggunakan semacam EMP untuk mematikan alat elektronikkan ?, mungkin saja saat ini juga hal ini terjadi.”
“Qi, itu tidak mungkin karena pasti ada orang yang dia di ruang monitor.”
Mereka berdua berdebat.
“Baiklah kalau gitu saat pertandingan dimulai nanti, Aku dan Kalia akan pergi ke ruang Monitoring dan melihat apakah ada orang dan sistem menyala.”
“Cindy benar meski kami tidak bisa masuk tapi dari pintu masuk terlihat.”
Cindy mengajukan dirinya untuk pergi melihat ruangan pengawas dan Kalia setuju dengannya.
“Ya, kalau gitu Intan, Maya ayo kembali sekarang sudah jam 14.20, jangan sampai terlambat seperti tadi.”
“Wah iya, pelatih pasti mencari kita.”
“Tenang lah, Kak Riana tau kita kemana jadi tidak perlu lari.”
Kemudian mereka bertiga pergi terlebih dahulu menuju ruang tunggu, dimana semua anggota klub basket berada.
Saat Arin sudah pergi cukup jauh beberapa orang masih berdiskusi dengan apa yang ingin mereka lakukan. Daniel mendekati Kalia dan bertanya.
“Lia, apa aku tidak salah lihat ya ?”
“Apa maksudmu ?”
“Orang yang tadi mengumpulkan kita itu Arin si Ratu Es kan ?”
“Jangan berbicara begitu.”
“Tidak-tidak aku tidak mengejek atau semacamnnya, dan julukan Ratu Es itu juga bukan hinaan melainkan dari fans yang terpesona dengannya.”
Daniel menatapi Arin yang bejalan menjauh bersama kedua temannya.
“Aku tidak menyangka dia banyak berbicara seperti itu.”
“Haha kalau kamu belum mengenal seseorang, jangan menyimpulkan sesuatu, Kurasa dia itu sangat sopan dan baik, Meski rumor mengatakan kalau Ratu Es tidak akan menjawab pertanyaan seseorang dan sangat cuek, tapi kenyataannya semua orang di kelasnya sangat menghormati dia.”
“Apa benar ?, aku tidak tau itu.”
Semua orang yang tersisa berkumpul dan membagi tugas untuk membantu Arin, meski sangat sulit untuk melakukan sesuatu tapi mereka tetap berjuang untuk melawan Tim yang sangat licik. Dan berjalan menuju Gedung olahraga dimana pertandingan akan dimulai. Chanan berjalan di belakang semua orang dan memikiran sesuatu.
__ADS_1
(Tapi ada satu hal yang benar-benar aku tidak mengerti, Bagaimana orang itu tidak bisa terdaftar dalam Bank Data Semoga saja tidak ada pihak lain yang terlibat.)