
“Haaaa… “
Seorang pria sedang berjalan menuju sebuah tempat, dari ekspresinya dapat di lihat orang itu sangat kesal.
“Di saat yang lain lagi liburan aku harus kerja ekstra.”
Dia masuk ke dalam gedung, di sana terlihat beberapa penjaga, pria itu masuk ke dalam lift lalu menuju lantai 10.
Di dalam lift hanya ada dirinya seorang, dia menguap karena masih cukup pagi, sekarang pukul 07.00.
Pria itu keluar dari lift, terlihat beberapa orang, kecuali dirinya semua orang di sana memakai pakaian rapih, sedangkan dia hanya memakan celana jeans serta jaket putih polos. Dia langsung berjalan menuju ruangan yang miliki pintu paling besar, jika disimpulkan tempat itu terlihat seperti dimana orang-orang yang memiliki pangkat tinggi diam.
“Oh… Chanan akhirnya kamu datang!”
Ada seorang pria sedang duduk di sebuah kursi, dia melihat kearah pintu dan menyapa Chanan yang berjalan masuk perlahan.
“Sekarang hari liburkan, sebaiknya jangan ganggu aku, aku habis begadang bermain game bersama teman-temanku, mereka masih tidur terlelap sedangkan aku di suruh datang ke sini!”
Dari sorot matanya dapat terlihat dia sangat kesal kepada orang yang berdiri di hadapannya.
“Jadi ada apa kau memanggilku ketua!”
orang itu bernama Adam, dia adalah salah satu pemimpin dari shield, yang menjadi ketua tim yang di ikuti oleh Chanan. Pria itu terkenal karena berhasil memecahkan, mengungkap kasus kriminal dan teror*s yang terkait dengan Esper. Jika di lihat dari penampilannya pria itu berusia sekitar 40 taun. Ada bekas luka goresan pada wajahnya, yang membuat tampilannya sedikit menyeramkan.
“Haha, maaf karena sudah mengganggu masa mudamu.”
Chanan berjalan lalu duduk di kursi yang berada dihadapannya.
“Kau juga taukan belakangan ini kasus kejahatan yang terkait dengan pengguna kekuatan menjadi semakin meningkat, pihak media dan para atasan sangat berisik, sampai-sampai aku ingin memukuli mereka dengan tanganku haha!”
Meskipun orang itu tertawa, tetapi senyuman tidak menyenangkan di keluarkannya, dapat di lihat dengan jelas dari sorot matanya, seolah-olah pria itu sedang sangat kesal.
“Semalam terjadi beberapa kejadian, ada sebuah jalan raya yang terlihat retak, terlihat beberapa lubang pada tembok, pohon serta benda-benda lainnya. Seperti habis terkena sejata lares !”
“Ah…”
Sembari bergumam kecil Chanan mengingat kembali cerita dari Devina, kemungkinan besar kejadian itu adalah tempat dimana gadis itu di serang.
“Lalu yang paling menyita perhatian media adalah soal Bank yang terbakar, petugas keamanan yang telah membaca gerak gerik para pelaku, tetapi tidak dapat mencegahnya dan membiarkan mereka melarikan diri!”
Sembari menoleh kearah layar besar di sebelah kanan mereka.
Terlihat beberapa media sedang mengolok-olok kinerja para petugas keamanan termasuk Shield.
“Yang aku paling kesalkan adalah para atasan yang selalu mengeluh kepadaku, padahal tim kita tidak terlibat dalam insiden kali ini!”
“Jadi kenapa aku di panggil hari ini ?”
“Mungkin kamu juga sudah tau kan ?”
__ADS_1
Adam menyimpitkan matanya dengan tajam sambil tersenyum.
“Hmmm…”
Chanan hanya dia menatap itu, dia sudah terbiasa dengan tatapan dari bosnya, jika orang lain yang melihat itu mungkin akan salah paham lalu mulai ketakutan.
“Apa mungkin aku harus turun langsung ke lapangan mencari tersangka ?, atau mungkin terkait dengan obat sialan itu ?”
Dia berbicara dengan wajah datar sembari mengungkapkan isi pikirannya saat ini.
”Hoo kenapa kau memikirkan, bahwa aku akan memerintahkan mu mencari orang-orang yang menyebarkan drugs itu ?”
“Tentu saja, aku dan teman-temanku beberapa kali terlibat dengan mereka, terlebih lagi kami di targetkan, penyadapan dan penyergapan juga sudah terjadi!”
Dengan percaya diri dia berbicara sembari membuka handphone miliknya.
“Lalu hacker mereka juga sudah sering kali berusaha menyusup ke dalam sistem miliku!”
“Haha, sudah kuduga kamu sungguh jenius!”
Pria itu tertawa kesenenangan melihat bawahannya yang mampu menganalisisa situasi.
“Tapi sangat beresiko jika kita membuat dirimu menjadi umpan!”
Adam menjelaskan apa yang ingin dia lakukan.
“Huh.. sialan.”
Chanan terlihat kesal sembari mengacak-acak rambut bagian gelakangnya.
“Jika misi ini berhasil, aku akan memberimu banyak uang!”
Adam berbicara serius dan menatap lurus kearahnya.
“Bukan masalah itu, kali ini taruhannya nyawa, aku sangat tidak ingin mengambil resiko!”
“Benar, tapi jika ini terus di biarkan mungkin akan menjadi lebih parah, sampai detik ini banyak sekali orang-orang yang terbangkit dan meningkatkan kekuatan mereka.”
Pria itu menggenggam kedua tangannya.
“Kita bahkan belum tau efek samping panjang dari penggunaan obat itu, cepat atau lambat public akan mengetahuinya, aku ingin bertindak sebelum itu terjadi.”
“Aku sudah bilang, saat pertama kali anda rekrut, aku tidak ingin melakukan tindakan berbahaya, aku ini cocoknya dengan pekerjaan yang menggunakan otak.”
Keraguan terlihat dari ekspresi Chanan, dia benar-benar tidak ingin mengambil resiko, dia tidak pandai berkelahi seperti Maria, meskipun dengan senjata yang di bawanya, tetap saja sangat beresiko.
“Aku akan belikan game yang kamu inginkan!”
Dengan wajah licik Adam mencoba membujuk Chanan.
__ADS_1
“Cih, meskipun aku suka bermain game, tapi aku tidak ingin mempertaruhkan nyawaku untuk itu!
“Baiklah kalau begitu, Semua game, konsol serta gacha untuk beberapa bulan!”
Mendengar perkataan itu ekspresi rumit dikeluarkan oleh Chanan, Pria dihadapannya menatap dengan serius.
Tentu saja dia sangat tergiur dengan persyaratan itu, tapi resikonya sangat berbahaya, bukan berarti Chanan tidak peduli dengan orang-orang yang sudah memakan obat yang di berikan oleh organisasi itu. Dia sudah mendengar sendiri dari Arin dan Maya, kalau seorang Pria bernama Kevin dari Mata, hidung serta mulut mengeluarkan darah setelah kekuatannya meningkat drastis. Lalu obat yang dianalisis oleh Maria dan Obat yang di analisis oleh Pihak Shield terlihat berbeda.
Setelah Chanan memberitahukan kepada atasannya kalau dia sedang meneliti obat itu bersama temannya, Pihak shield juga berhasil menangkap orang yang sedang melakukan transaksi obat tersebut. Obat yang diberikan oleh Ina berwarna Merah tua, sedankan obat yang ada di Shield berwana Kuning.
(Ada kemungkinan ada berbagai obat yang berbeda, kita baru menemukan 2 jenis saja.)
“Bagaimana ?”
“Hmmmm.”
“.….”
“.….”
Keheningan terjadi diantara mereka, Chanan berpikir dengan waktu yang sangat lama, sampai akhirnya Dia berdiri lalu menatap Adam.
“Baiklah ketua, aku setuju tapi dengan syarat !”
“Apa itu ?”
“Aku ingin teman-temanku ikut membantu !”
Sembari menjulurkan tangan kanan miliknya.
Teman-teman di sini adalah semua penghuni Apartemen star, termasuk Arin. Dengan kemampuan Haqi mereka bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Lalu dengan kemampuan pendeteksi milik Arin serta Alvan, mereka bisa menemukan Chanan jika sesuatu terjadi kepadanya.
(Arin, Maria, Haqi, Alvan. Mereka pasti akan membantu, terlebih lagi Maria sangat kesal dengan orang-orang itu. Gina tidak usah dihitung karena dia mungkin akan ketakutan. Aku tidak tau apakah Alvan akan membantu atau tidak!)
“Teman-teman dari apartemen Star ya ?”
“Benar!”
“Haha, mereka sering terlibat masalah dengan mu kan!”
“.…”
“Jika mereka setuju aku tidak masalah, lagi pula ini bukan pertama kalinya mereka membatu dirimu serta anggota shield menuntaskan berbagai masalah!”
Adam mengetahui alasan Kenapa Chanan akhirnya menerima permintaanya untuk bergabung dengan shield, setelah itu terjadi mereka beberapa kali terlibat insiden yang cukup besar.
“Tapi kalian harus berhati-hati, aku juga akan mengutus beberapa orang untuk menyelidiki kasus ini di tempat lain!”
Adam meraih tangan Chanan lalu bersalaman.
__ADS_1