TRIGGER

TRIGGER
BAB 4, Chapter 97. Mimpi yang berulang


__ADS_3

Dua orang gadis sedang belari di pinggir jalan pada sebuah kota, salah satu dari mereka adalah Arin, saat ini tangannya sedang di tarik oleh seorang Gadis, yang memiliki rambut ponytail. Mereka mengenakan seragam sekolah dari SMP Barat.


Dapat dilihat senyuman pada wajah mereka, tetapi tiba-tiba saja gadis itu menghilang entah kemana. Padangan di sekitar Arin menjadi putih dan tidak ada siapapun di sekitarnya.


“NIA, KAMU DIMANA ?, JAWAB AKU !!!”


Dia terus mencari gadis yang menghilang itu.


Sampai saat dia berbalik tiba-tiba pemandangan kota hancur muncul kembali di hadapannya. Arin berlari mencari temannya itu ke berbagai tempat, Di depannya ada seorang gadis yang tertimpa oleh mobil, dari mata dan mulut gadis itu keluar darah yang terus mengalir.


“NIA.”


Dia bergegas berlari untuk menolong temannya.


Saat dia sedang berusaha mendorong mobil itu tiba-tiba pemandangan di sekitarnya menjadi sangat hitam, tidak ada cahaya satupun di sana. Bahkan Arin sendiri tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri.


Terasa hawa keberadaan seseorang dari belakangnya, Arin ingin membalikan badan, tapi tubuhnya tidak bisa digerakan sama sekali, karena ketakutan dia memejamkan matanya. Lalu terdengar sebuah bisikan pada kuping sebelah kanan.


“KENAPA KAMU YANG SELAMAT ?”


Terdengar suara itu dipenuhi dengan dendam seolah sedang mengutuknya.


Arin yang terkejut membuka matanya, Nafas yang tidak beraturan, tubuhnya  dipenuhi dengan keringat dingin.


“Huh…. huh…. huh… Ini…”


Dia melihat sekelilingnya untuk memastikan lokasinya saat ini.


Dia melihat Maria dan Gina yang sedang berbaring di sofa, Lalu Alvan yang sedang tertidur dekat jendela sebelah kasurnya.


“Ini di kamar rumah sakit.”


Dia mencoba menenangkan dirinya lalu mengatur nafasnya.


(Mimpi ini lagi, Setiap aku memejamkan mata ini, mimpi yang sama akan kembali terus menerus.)


Terlihat matanya sedikit mengeluarkan air, dia langsung mengelap itu menggunakan tangannya.


(Gadis itu pasti tidak mungkin mengatakan hal itu kepadaku, tapi mimpi ini terasa sangat nyata dan menakutkan.)


Arin menggengam kedua tangannya dengan sekuat tenaga lalu menundukan kepalanya.


------------------------------------


Suara burung mulai terdengar, langit mulai terang. Seorang gadis bangun dari tidurnya dan meraih hanphone miliknya yang berada di atas meja.


“Jam 05.20.”

__ADS_1


dia bangkit dari sofa lalu duduk, dia meregangkan tangannya lalu berdiri menuju kamar mandi.


“Arin ?”


Gina melihat kearah Kasur, di sana terlihat Arin yang sedang duduk dan melamun sembari menatap keluar jendela.


(Dia tidak tidur ?)


Dia masuk ke kamar mandi.


“Huh.”


“Pada akhirnya, tidak bisa tidur.”


Handphone miliknya bergetar, ia mengambilnya lalu memeriksa pesan.


Pesan itu dari ibunya, ia menanyakan kabarnya. Kemudian dia mengetik balasan.


Gina keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju kulkas dan mengambil air mineral.


“Rin mau minum ?”


“Boleh, sekalian ambilin puding.”


“Oke.”


“Ini rin.”


“Makasih kak.”


”Pesan dari siapa ?”


Gina yang melihat Arin sedang mengetik pesan di handphonenya bertanya.


“Ibu, menanyakan kondisku.”


“ohh… Kapan katanya dia akan kembali ?”


“Ibu bilang dia akan berada di sana selama 2 minggu.”


Setelah mengirim pesan Arin meminum air yang diberikan Gina, lalu membuka puding dan memakannya.


“Ga bisa tidur ?”


“.…..”


Gina menggaruk kepalanya lalu berjalan menuju pintu.

__ADS_1


“Aku keluar dulu ya, cari angin.”


“Baik.”


(Lebih baik membiarkannya untuk saat ini.)


Setelah mengatakan itu Gina pergi keluar.


------------------------------------


Setelah keluar dari rumah sakit, Gima melihat kearah taman yang berada di sana. Terlihat beberapa orang sedang melakukan olahraga pagi.


“Kak Gina ?”


Dari belakang terdengar suara seseorang memanggilnya, diapun menoleh.


“Ah, Maya.”


“Olahraga kak ?”


“Engga, nyari angin aja, kalau kamu ?”


“Karena ga ada kerjaan aku akan berlari sebentar.”


“Ga ada kerjaan, bukannya tugas sekolah tetap ada ya ?”


“Ukhh.”


Maya mengkerutkan keningnya mendengar perkataan itu.


“Jangan ingatkan aku, baru juga mulai libur.”


“katanya ga ada kerjaan haha.”


“Nanti saja, lagi pula aku ingin berlibur.”


“Hahaha.”


Setelah cukup lama mengobrol, Maya pamit sebentar untuk berlari di sekeliling taman, sedang kan Gina mencari tempat duduk.


Setelah menemukan tempat yang cocok dia duduk di sana dan memandangi langit.


(Pengen kasih saran ke Arin-, tapi takut salah ngomong.)


Dia mengangkat tangannnya dan mencoba meraih awan.


(Tiap hari Arin pasti mimpi buruk, aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa.)

__ADS_1


__ADS_2