
“Ada apa denganmu Alvan ?”
Maria melihat ekspresi anak itu mencemaskannya, lalu melompat dari tumpukan dan berjalan mendekatinya.
“Eh.. hah… eh…. Apa kak Maria yang melakukan itu ?”
“Hmmm… ah, maksudmu orang-orang itu ?”
Alvan menunjuk kearah tumpukan manusia.
“Tiba-tiba saja mereka muncul, lalu berkata, ikut dengan kami, bermain dengan kami, jika tidak akan bersikap kasar kepadaku.”
Sembari memperagakan gerakan yang dilakukan pria yang mengepungnya dia berbicara.
“Ehh….”
“Karena mereka keras kepala, jadi aku hajar saja semuanya.”
“Hahaha sungguh ?”
Alvan hanya bisa berdiam diri menertawakan kejadian ini.
“Sudah kuduga.”
Dari belakang dua orang muncul, berjalan mendekati mereka.
“Sudah kubilangkan jangan khawatir.”
“Hahaha, sungguh konyol, percuma saja aku menghawatirkan dirimu Maria.”
Chanan berbicara.
“Ada apa sih dengan kalian, Haqi kenapa dengan dirimu ?”
Maria yang tidak dapat memahami situasi bertanya karena melihat penampilan teman-temannya yang terlihat babak belur.
“Intinya kami di serang sepertimu.”
“Ohhhh…. hahhh ?”
“Target utama mereka adalah dirimu ria.”
“Setelah mendengar itu dari musuh, Alvan dengan panik langsung mencarimu tau hahaha.”
Haqi tertawa dengan semua yang terjadi.
“Tapi ya, syukurlah kamu baik-baik saja.”
“Tentu saja, kamu pikir aku ini siapa ?”
Dengan percaya diri Maria menjawab.
“Hmmmm… Kak Maria bisa ceritakan apa yang terjadi di sini ?”
Alvan yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat bertanya lagi.
“Baiklah.”
__ADS_1
------------------------------------
Setelah berpisah dengan semuanya, Maria menggunakan earbus mendengarkan sebuah musik. Dia berjalan sambil bersenandung.
Tanpa dia sadari beberapa orang telah memperhatikannya dari beberapa gang dan mencari kesempatan untuk menculiknya.
Karena dia keasiksan mendengarkan musik dia tidak menyadari kalau orang-orang itu sudah berjalan keluar lalu mulai mengelilinginya.
“HEY IKUTI KAMI.”
Setelah mendengar teriakan Maria berhenti, melihat sekelilingnya.
Dia melepaskan earbuds lalu memiringkan kepalanya sembari memasang ekspresi bingung.
“Kamu harus ikut dengan kami.”
“Dengan begitu kami tidak akan menyakitimu !”
Dua orang pria dihadapannya berbicara sembari mendekat.
Seolah tidak mengerti dengan situasinya, gadis itu diam sembari mengeluarkan ekspresi bingung.
“Ah…”
Sambil menepuk kedua tangannya dia mulai berbicara.
“Ini adalah adegan yang sering keluar di Anime, yang Chanan lihatkan ?”
Pria yang mengelilinginya saling memandang 1 sama lain.
“Sekumpulan gangster menggoda wanita yang pulang sendirian ? hahaha.”
“Tentu saja karena aku cantik, hal seperti ini akan terjadi.”
“Oi sepertinya gadis ini sedikit gila !”
“Dia tidak sadar dengan situasinya saat ini.”
Beberapa pria terlihat kesal dengan tawa dari Maria.
“Sepertinya kamu belum menyadari situasi saat ini ya !”
Salah satu orang berbicara sembari mendekat perlahan.
“Kami di sini datang untuk menculikmu loh hahaha.”
“Sayang sekali, padahal kamu cantik.”
“Benar, padahal kamu juga ingin bermain dengan mu.”
Beberapa pria mulai tertawa, menghina nya.
“Tenang saja, kalau kamu ikut kami dengan tenang, aku tidak akan melakukan apapun.”
“Huh.. kalian meremehkan seorang wanita ya !”
Mendengar ocehan mereka, Maria sedikit kesal lalu menyimpitkan matanya.
__ADS_1
“.….”
“Hahaha, tidak akan ada yang bisa dilakukan oleh seorang wanita, seorang diri melawan 50 pria kan ?”
Pria itu berusaha meraih tangan Maria untuk membawanya.
“Kalian akan menyesal loh.”
DUG!!!!!!
Pria itu tiba-tiba terkapar karena di pukul pada bagian perutnya dengan sangat keras, orang-orang di sekitarnya terkejut karena tidak bisa melihat gerakan dia yang sangat cepat.
“Apa yang kau lakukan ?.”
Musuh menyimpitkan mata mereka.
“Padahal kami ingin membawamu secara damai !”
Setelah mengatakan itu mereka mulai bersiap untuk membawanya dengan paksa, meski harus menggunakan kekerasan.
“Kukukukuku, sudah lama sekali rasanya.”
Saat 5 orang mendekati mereka, Maria mulai tertawa lalu tersenyum dan berlari kearah mereka.
Gadis itu melompat, memegangi kepala musuh lalu membenturkannya ke lutut.
“Akh.”
Darah keluar dari hidung.
Dak, Dug, Dak , Dug …..
Dia memukul dagu dari pria yang mencoba menangkapnya, lalu memutar badan dan menyikut kepala musuh yang berada di belakangnnya.
“Kukuku.”
Dia berlari lalu melompat, menendang dada musuh,
“Ahhhh….”
Pria itu terjatuh, terpental cukup jauh.
Melihat anggota yang dikalahkan oleh seorang wanita, orang-orang itu mulai merasa kesal.
“CIH …”
“JANGAN KALAH DARI SEORANG WANITA.”
“SERANG DIA.”
“TIDAK USAH BERSIKAP LEMBUT LAGI.”
Mereka langsung berlari dan mulai menyerangnya secara bersamaan.
Maria melihat itu tersenyum lalu tertawa dengan sangat keras.
“Kukukukukukuku, MAJULAH AYO BERSENANG-SENANG.”
__ADS_1
Matanya mengeluarkan aura berwarna merah dan dia belari menerjang musuh yang mencoba mengeroyoknya.