TRIGGER

TRIGGER
Cerita sampingan 4. Yang mereka lakukan


__ADS_3

Setelah Badai berhenti dan para siswa sudah pulang, para guru berkumpul dan melakukan evalusasi dengan hasil yang mereka dapatkan dari tes kemampuan ESP.


“Bagus.. ini sangat bagus.”


“Aku tidak menyangka, banyak dari mereka yang ranknya meningkat.”


“Bahkan yang asalnya Rank E sekarang dia menjadi A.”


“Tes tahun ini hasilnyasanga bagus.”


Beberapa guru sangat senang karena murid didik mereka tiba-tiba mendapatkan kekuatan Atau meningkat dengan pesat.


“Karena hari ini ada sebuah bencana dan para murid di pulangkan, oleh karena itu besok juga akan dilakukan tes dari pagi hari, mohon untuk diberitahukan kepada murid-murid ya.”


Seorang koordinator guru berbiara didepan ruangan dan berdiri.


“Jika terus seperti ini mungkin saja sekolah kita akan menjadi sekolah terbaik karena dapat mendidik para esper dengan benar.”


Para guru sangat senang karena hasil yang diperoleh mereka kali ini.


------------------------------------


Amalia sedang duduk di dalam sebuah ruangan hotel berbintan 5, setelah di jemput oleh bawahan orang tuanya Alvan mereka bertemu dan mengobrol sebentar. Karena pesawat yang akan dinaiki nya mengalami kendala. Oleh karena itu Ayah dari Alvan saat inisedang menyiapkan sebuah pesawat jet pribadi untuk mengantar Amalia untuk bertemu dengan suaminya, yang saat ini sedang bekerja diluar pulau Aurora.


“Baru pertama kalinya aku beristirahat di tempat seperti ini.”


Dia sangat terkejut dengan luas dan perabotan dari kamar yang di sewa untuk menyuruhnya menunggu sampai pesawat tiba di bandara.


Beberapa menit kemudian seseorang mengetuk pintu.


“Bu pesawat sudah siap.”


“Baiklah.”


Amalia pergi keluar membawa barang bawaanya.


Sesampainya di bandara dia melihat sebuah pesawat yang cukup besar dan  sangat berbeda dari sebuah pesawat pada umumnya lalu yang akan menaikinya hanya dia dan pengawal Alvan saja yang menaikinya.


(Berapa banyak uang yang dikeluarkan oleh keluarga Alvan hanya untuk mengantarkan aku.)


Wajahnya sangat terkejut dan membuat dia tidak bisa berbicara lagi.


------------------------------------


Dalam sebuah ruangan terlihat seorang gadis sedang duduk di meja dan mengerjakan sebuah soal ujian. Di belakangnya ada seorang pengawas yang sedang duduk dikasur dan menatap kearah jam.


“Waktumu 10 menit lagi.”


“Baik.”


Saat ini lembar jawaban gadis itu hanya tersisa 2 soal dan dia cukup bersemangat untuk segera menyelesaikan ujiannya.


5 menit berlalu dan gadis itu berdiri.


“Akhirnya selesai juga, ini bu.”


“Baiklah, mungkin nilainya akan sedikit terlambat jadi tunggu ya.”

__ADS_1


“Tidak apa-apa bu.”


Pengawas itu mulai merapihkan kertas ujian dan menyimpannya dalam tas.


“Aku sangat bosan diam terus di apartemen ini, aku ingin berbicara dengan Arin.”


Gadis itu duduk di kursi dan berbicara sendiri.


“Arin.. Apa Arin dari SMA Barat ?”


Pengawas yang sudah merapihkan barang bawaannya ingin pergi, tetapi setelah mendengar nama yang dia kenal akhirnya diam dan bertanya.


“Iya apa ibu mengetahuinya ?”


“Benar, Arin sempat membantu klub kami saat pertandingan Basket beberapa saat yang lalu.”


“Ahh.. aku menonton itu lewat internet, permainan Arin sangat hebat.”


Gadis yang sedang mengobrol dengan seorang guru adalah Ina, Dia tidak dapat mengikuti ujian di sekolah Utara karena masih menjadi tahanan dari Shield. Dia juga sudah di daftarkan untuk pindah sekolah ke SMA Barat. Oleh karena itu saat ini dia mengerjakan soal Ujian di dalam kamar yang disediakan oleh Shield sampai dia mendapatkan tempat tinggal baru. Alasan utama Ina tidak dikembalikan ke SMA Utara karena perlakuan guru dan murid kepadanya. Setelah mendengar penjelasan darinya Shield melakukan investigasi terkait kebenaran kalau dirinya selalu dipaksa untuk menyalahgunakan kekuatan Mindcontrol miliknya.


Mereka menemukan beberapa bukti kalau murid di sekolah itu mengancam dan beberapa guru juga terlibat di dalammnya. Kana ditugaskan untuk mengawasinya saat ujian berlangsung.


“Semoga saja luka yang diderita Arin cepat sembuh.”


Kana tiba-tiba saja berbicara.


“Eh… ada apa dengan Arin ?”


“Apa kau tidak melihat berita ?, muncul sebuah angin yang kencang di sekolah kami Arin dan Temannya menjadi korban, saat ini sedang di rawat di rumah sakit.”


“Gimana kondisinya saat ini bu ?”


“Aku tidak tau, setelah ini aku akan berkumpul bersama anggota klub basket untuk menjenguknya.”


“Bolehkah aku ikut ?”


“Boleh saja, tapi apakah Shield akan membiarkannya ?”


Kana menyilangkan tangannnya.


“Sepertinya tidak apa-apa asalakan aku meminta izin terlebih dahulu.”


“Oh… baiklah kalau gitu.”


“Aku akan bersiap-siap dulu.”


“Kalau gitu aku tunggu di luar ya.”


Setelah kana pergi meninggalkan kamarnya dia mengambil handphone miliknya dan meminta izin untuk bisa pergi menuju SMA Barat.


------------------------------------


Terlihat seorang gadis sedang berdiri di sebuah kamar dan melakukan video call dengan seseorang. Lawan bicaranya berbicara dengan layar proyeksi yang cukup besar.


“Uang untuk apa lagi kali ini ?, Apartemen tempat kamu tinggal saja sudah 50jt untuk 1 bulannya.”


“Tapi kak kali ini bu-.”

__ADS_1


“Sebaiknya kamu mulai memperhatikan gaya hidupmu Cindy, sebagai kakak Aku harus mendidikmu menggantikan orang tua kita yang sangat sibuk.”


“KAKAK.”


Cindy berteriak dan menatapnya dengan serius.


“Setidaknya dengar dulu penjalasannku.”


“Baiklah.”


Karena melihat tatapan adiknya Cale mendengarkan penjelasan darinya. Cale Berambut pendek dan memiliki tinggi sekitar 175 cm, dia dan Cindy memiliki jarak umur sekitar 5 tahun. Dia bekerjadi perusahaan yang diurus oleh keluarganya.


“Begitu ya..jadi banyak hal yang terjadi kepadamu ya Cindy.”


Dia menatap adiknya yang sedang murung, menundukan kepalanya.


“Tapi apakah kamu sudah berpisah dengan grup sialan itu ?”


Cale memasang ekspresi marah karena adiknya telah dibully.


“Tentu saja.. ini semua berkat Arin.”


Mata Cindy mulai memerah.


“Tapi sekarang penyelamatku sedang berada di rumah sakit, kondisinya cukup parah, aku ingin membalas budi dengan cara apapun kepadanya.”


Baru kali ini dia melihat Adiknya seperti ini.


“Baiklah.”


“Benar kah ?”


Cindy merasa senang.


“Tapi ada syaratnya.”


“Apa itu ?”


Cale tersenyum dan berbicara.


“Jangan boros dalam menghabiskan uang lagi seperti dulu, dan…”


“.….”


“Jangan sampai membuat temanmu kecewa lagi kali ini !!”


Mendengar perkataan kakanya Cindy sangat senang dan melompat-lompat.


“KAK CALE AKU SUKA KAMU.”


“Hahaha.. kalau gitu sampai jumpa lagi ya masih banyak kerjaan.”


Mereka memutuskan komunikasinya.


Cindy yang senang melompat ke kasur dan memeluk guling.


“Aku harus segera memberitahu kak Maria.”

__ADS_1


__ADS_2