
Suara burung berkicau mulai terdengar, menandakan pagi hari telah tiba. Seorang gadis tengah melakukan pemanasan di depan rumahnya untuk melakukan olahraga pagi, karena ini hari sabtu jadi sekolah libur, kemudian dari dalam rumah terdengar suara orang memanggil dan membuka pintu.
“Rin pulang sebelum jam 9, karena ibu akan berangkat.”
“Baik.”
“Hati-hati.”
Lalu Arin pun melakukan aktivitas di hari liburnya, yaitu itu olahraga di pagi hari. dia biasa berlari mengelilingi kota barat dengan jarak 2 sampai 6 km setiap pagi, tubuhnya cukup terlatih, karena dari kecil dia suka berolahraga. dan saat SMP ia adalah pemain inti dari ekskul basket.
Ia mengangkat tangan kananya melihat jam pukul 06.05 dan mensetting smart watch ke mode olahraga lari. Setelah semua persiapan selesai dia mulai berlari.
Suasana kota di sabtu pagi cukup ramai, ada berapa orang berlari bersama dengan temannya, ada juga yang bersama hewan peliharaan mereka biasa berolahraga di sekitaran taman. tetapi Arin tidak pernah berolahraga di taman karena banyak orang dan dia biasa berlari mengelilingi kota lalu beristirahat di perbataskan kota utara.
------------------------------------
Saat target lari paginya tercapai dan alarm dari smart watchnya berbunyi, ia menuju sungai dan melakukan gerakan peregangan, agar otot pada tubuhnya tidak tegang dan kaku.
Ketika Arin sedang melakukan peregangan, 2 orang berbicara dan menghampirinya.
“Wah seperti biasa kamu cepat ya, hari ini berapa km rin ?”
“5 km.”
“Woah setelah lari seperti itu ga keliatan cape, lama-lama kamu makin mengerikan loh.”
Mereka adalah Haqi dan Chanan.
Chanan adalah penghuni nomer 2 di apartemen, dia sedang berkuliah di jurusan teknologi dan sudah mulai magang di perusahaan programing karena keahlianya.
“Yang mengerikan itu kamu, dengan sekali melihat bisa menghapal semuanya.”
Arin menjawab memegang ujung kakinya.
“Eh bukanya tidak ada kaitannya dengan olahraga.”
“Tidak, yang dikatakan oleh Arin itu benar, di saat orang lain berusaha untuk menghapal sesuatu kau dengan sekali lihat bisa tahu semuanya.”
Chanan terkenal dengan kekuatanya, banyak perusahaan yang berusaha merekrutnya karena memiliki ingatan fotografis.
Ingatan fotografis adalah kemampuan untuk mengingat peristiwa, gambar, angka, suara, bau, dan hal lainya dengan sangat terperinci. Ingatan yang sudah terekam dalam otak kemudian bisa dengan mudah ditarik kembali kapanpun informasi dibutuhkan, cara kerja dari kekuatan ini mirip dengan fotografi dengan kamera. Ketika memotret suatu peristiwa atau objek dengan pikiran. Kemudian foto tersebut disimpan dalam album foto, ketika kita membutuhkan informasi tertentu, tinggal membuka kembali album itu.
“kukuku benar kamu itu, mesin foto copy sialan.”
Dari belakang seorang wanita menghampiri mereka dia adalah Maria.
“Aaakkkhhh, kenapa kalian selau mengejek ku dengan sebutan itu sialan.”
“Hahaha.” ketiganya mentertawakannya
“Kekuatan ini tidak enak tau, jika kamu melihat novel, anime, dan komik ingatan itu tetap tersisa sampai sekarang.”
“Bukannya itu bagus.” Sindir Maria.
“Kalau ceritanya menyenangkan dan happy ending itu bagus.”
__ADS_1
“.…..”
“Tetapi jika akhir endingnya tragis ini menyakitkan hatiku, aku ingat dimana karakter yang aku suka mati dibunuh oleh orang yang sangat dia sayangi dan percayai, sampai sekarang itu membuatku trauma dan tidak bisa dilupakan. INI SANGAT MENYIKSAKU TAU”
Chanan jatuh ke tanah dan berlutut lalu memukul mukul tanah dengan tangan kananya.
“Wah mulai lagi, kalau udah begini dia tidak akan berhenti sampai 20 menitan loh.”
“Sulit yah.”
Haqi menjelaskan situasi saat ini kepada Maria dan Arin, Chanan terus bergumang tidak jelas.
“Oh iya Rin latihan Boxing hari senin di majukan jadi besok. Katanya mau ada renovasi gedung hari selasanya jadi selama 3 minggu ke depan bakal ga ada.”
“Baik kak Maria.”
“Kalian masih melakukannya ?, mau jadi sekuat apa kamu Maria, lagian kamu itu mau jadi dokterkan.”
“Haha tak ada hubungannya dengan itu, ini cuman hobi.”
“Oi oi, hobi bisa sampai mejuarai beberapa kejuaraan gila dasar.”
“Ya kak Maria sangat kuat, selama aku berlatih belum pernah sekalipun menang.”
“Haha karena kamu baru memulainya selama satu tahun rin, aku kan dari dulu.”
“Iya Rin perkembangan kamu sangat cepat.”
Dengan begitu ketiganya mengobrol, sementara Chanan yang bergumam akhirnya bangkit dan berbicara.
Ketiganya menatap kearah Chanan.
“Monster sebenarnya adalah penghuni baru itu kan, si pangeran yang katanya adalah renkarnasi dari Dewa Thor, sang pengendali petir.”
“Meskipun begitu dia tetap peringkat ke 2 tau.”
“Ya kalau dibandingkan dengan itu semua kita tidak ada apa-apanya kecuali satu orang kan.?
Lalu ketiga orang tersebut menatap Arin dengan senyuman, tetapi ketika topik tentang Alvan diangkat, ia seakan tidak peduli dan melanjutkan pemanasannya. Beberapa saat kemudian alarm di tangannya berbunyi. Waktu menunjukan pukul 8.30 dan kemudian ia berdiri.
“Udah mau pulang ?”
“Ya, ibu mau pergi jadi di rumah tidak ada orang.”
“Ya karena kita juga sudah selesai bagaimana jika kembali bersama.”
“Oke.”
Akhirnya mereka berempat kembali bersama.
------------------------------------
Dari kejauhan terlihat Amalia yang sedang menunggu di depan rumah dengan membawa tas berukuran besar.
Kemudian mereka pergi mengampirinya.
__ADS_1
“ARIN, lama tau bakal terlambat ini.”
“Emang ibu biasa tepat waktu ya ?.”
“Berisik.”
“Halo tante.”
“Mau kemana tante.”
“Ah ini mau pergi sama perkumpulan ibu ibu dari kota barat.”
“Banyak gitu bawaanya tante.”
“Ah mau nginep satu hari.”
mereka mengobrol dan bencanda sebentar.
“Gimana kalau Maria menginap di rumah temenin Arin.”
“HA..?”
Arin melihat kearah ibunya
“Boleh juga tuh, gimana kalau kita semua begadang dan bermain game, saat mau tidur laki-laki tidur di bawah atau kembali ke kamar masing-masing .”
“Nah gitu aja, jadi tante bisa tenang.”
Kemudian Amalia melihat kearah Haqi dan Chanan.
“Gimana ?, boleh aja sih kalau Arin nya mau.”
“Iya.”
Lalu mereka berdua melihat ke arah Arin.
“Terserah.”
Setelah mengucapkan itu Arin berjalan dan membuka pintu rumah lalu masuk ke dalam.
“Kalau gitu, untuk hari ini jaga Arin ya. Tante pergi dulu.”
“Baik tante.”
“Ya.”
“Serahkan Arin pada kami.”
Ketiganya menjawab, lalu Amalia pergi dan melambaikan tangan.
“Kalau gitu nanti sekitar jam 5 kita berkumpul di rumah Arin ya.”
“Hoho kita akan beli makanan yang banyak.”
“Aku juga akan membawa konsol game untuk bermain.”
__ADS_1
Setelah itu ketiganya kembali ke apartemen masing masing untuk membersihkan diri dan beristirhat .