TRIGGER

TRIGGER
BAB 2, Chapter 52. Pertandingan final (5)


__ADS_3

Saat Arin melangkah maju, para Murid pria dari SMA Barat sangat berisik melihatnya


“Hey Ratu mengikat rambutnya.”


“Dia terlihat sangat Cantik.”


“Benar, entah kenapa auranya menjadi sangat bagus.”


Melihat reaksi pria para murid wanita yang menonton terlihat kesal.


Maria, Haqi dan Chanan yang melihat model rambut Arin, tiba-tiba melamun dan memegang besi pembatas.


“Ada apa ?”


“Iya kalian memasang wajah seperti itu.”


Cindy dan Alvan melihat mereka yang bersikap aneh


“Ah tidak apa-apa kok.”


Haqi menjawab.


“Entah kenapa aku melihat Nia sekilas.”


“Benar, sekilas aku melihat dia berjalan.”


Maria dan Chanan masih memasang ekspresi terkejut.


(Nia, teman dekat Arin kan kalau tidak salah.)


Alvan seperti pernah mendengar nama itu.


“Aku memiliki kekuatan ingatan fotografis dan tidak pernah melupakan apapun yang aku lihat , tapi baru kali ini aku dapat salah mengenali seseorang.”


“Itu adalah bukti bahwa kita sangat merindukan Anak itu.”


“Iya, kita saja seperti ini apa lagi Arin yang sangat dekat dengannya.”


Ketiga orang itu memasang wajah sedih dan suasana menjadi sedikit canggung, orang disekitarnya melihat mereka kebingungan dengan situasi saat ini.


“Ah Arin juga tadi bicara menyuruhhku mengganggu wanita itu, menggunakan kekuatanku.”


Alvan berusaha mencairkan suasana.


“Kalau gitu jangan biarkan dia melakukan kekuatannya.”

__ADS_1


Bzzzzzzttttt…..


Terlihat tangan kanannya mengeluarkan sedikit listrik, jika tidak diperhatikan dengan serius tidak akan ada yang menyadarinya. dia akan mengganggu pelatih SMA Utara dengan mengaliri gelombang elektrik ke tubuhnya.


------------------------------------


Freya mendribble bola kehadapan Arin dan mulai mengejeknya.


“Apa dengan mengikat rambutmu akan membuatmu lebih kuat ?”


Dia tidak menanggapi itu dan memasang kuda-kuda defend, dan menutup matanya.


Musuh melewatinya dengan mudah, dan melakukan Lay up bola melambung dan sebuah tangan dengan keras memukulnya ke arah papan ring, Freya terkejut melihat Arin yang memblokirnya bola yang memantul Di rebound oleh Intan, dia melakukan berlari dengan cepat menuju wilayah musuh saat musuh kembali ke posisi bertahan, semua orang mewaspadainya ia mengoper bola kepada Arin yang berdiri tanpa penjagaan di tengah lapangan, dan melakukan long Shoot.


Saat bola masuk terdengar teriakan meriah. Tim mereka tidak kembali untuk melakukan defend dan menjaga musuh, Arin sudah memberi intruksi untuk terus menjaga dengan ketat lawan. Tim musuh kesulitan melakukan operan Karena dijaga, Freya terlihat sendiri tanpa ada yang menjaganya meminta bola, sebelum bola mencapai tangannya Arin mencurinya dan mengoper kepada Intan yang sudah berdiri di bawah ring.


“Sejak kapan ?”


Musuh terkejut dan merasa sangat kesal.


Arin dengan sengaja membiarkan salah satu musuh tidak di jaga, saat mereka lengah dia atau Intan akan melakukan Steal, Maya, Riana, dan Kirana ditugaskan untuk terus menerus menjaga orang yang sudah ditandai agar kesulitan bergerak dan mendapatkan bola. Semua orang menuruti perintahnya karena tau kemampuan  miliknya.


Intan mengambil bola yang dioper kepada orang yang ditahan oleh Maya Dan mengoperkannya kepada Arin. Dia melakukan Shoot dan Freya melompat menghalanginya.


“Tidak akan ku biarkan.”


Dengan strategi ini mereka sudah mendapatkan 6 poin.


Kana melihat permainan Duet antara keduanya melompat senang, Naila dan beberapa orang lainya melakukan hal yang sama.


“Tidak kusangka mereka bisa sebagus ini.”


“Hebat-Hebat keduanya sangat singkron.”


Lana dan Lina terkagum dengan permainan mereka.


“Ya bahkan lebih bagus dari pada duet kalian berdua loh, mereka terlihat seperti berbagi pikiran.”


Berbeda dengan  SMA barat yang terlihat senang, pelatih dari SMA Utara terlihat kesal.


(Sial setiap kali aku ingin menggunakan kekuatan ku badanku terasa seperti tersengat sesuatu, Bagaimana ini.)


Alvan tertawa melihat kearah wanita yang sedang kesal itu.


Freya berhasil melakukan serangan balik, dia sangat bersusah payah untuk mendapatkan poin, mereka sudah mulai terbiasa dengan pola yang Arin dan Intan lakukan.

__ADS_1


------------------------------------


Kedua Tim bersaing dengan ketat Skor saat ini 70 vs 73 SMA Utara masih unggul, dengan waktu yang tersisa sedikit mereka saling berlomba mencetak angka.


“Majulah aku tidak akan kalah.”


Freya dan Arin saling berhadapan.


Waktu yang tersisa tinggal 1 menit 30 detik, dia menghela nafasnya dan melakukan Dribble rendah dekat dengan lantai dan memainkan bolanya ke kanan dan ke kiri, Lawan yang berada di depannya kesulitan melihat dia melakukan Dribble dengan cepat. Lalu tangannya yang memegang bola ke belakang, lalu dia melompat untuk melakukan Shooting,  Freya melompat untuk melakukan bloking, dia terkejut ternyata bola tidak ada di tangannya.


“Apa ?”


Lalu dia melihat kebelakang bola itu sudah melambung kearah Ring dan masuk.


Saat Arin tangannya ke belakang dia melemparnya, itu biasa digunakan oleh para pemain streestball.


“Itulah Ilusi yang sebenarnya.”


Arin memandanginya dan berbicara.


Freya pergi untuk mengambil bola dan melakukan serangan balik. Waktu yang tersisa hanya sedikit.


(Waktu kurang dari 1 menit, Kekuatan pelatih entah kenapa tidak bekerja dan dari tadi dia terlihat kesal, karena selisih satu angka kita masih menang, aku hanya perlu mengulur waktu.)


Mereka melakukan Pasing dan berusaha mengulur waktu.


Terlihat Riana dan Maya sudah sangat kelelahan karena terus bermain dari Quarter pertama. Kirana berusaha merebut bola,tapi mereka terus menerus melakukan pasing tanpa melakukan Shoting.


(Sialan mereka mengulur waktu, 40 detik lagi gimana ini.)


Terdengar suara wanita dengan kencang dan membuat para penonton melihat kearahnya.


“ARIN, INTAN BERJUANG LAH.”


“KALIAN PASTI BISA.”


“MASIH ADA WAKTU.”


Maria berteriak sekuat tenaganya.di sana terlihat Cindy, Alvan, Haqi, Chanan dan Daniel juga menyemangati mereka semua. Para pemain yang mendengar itu mendapatkan kembali semangat mereka dan tersenyum.


Arin melihat ke belakangnya. Anggota timnya menganggukan kepala mereka.


(Bertahanlah diriku sebentar lagi.)


Riana memukul pahanya karena sudah terasa lemas, saat musuh melakukan operan kepada orang yang di hadapannya, dia dengan sigap mendekati itu dan mencoba untuk menahannya. musuh terlihat panik dan mencoba mengoper kepada Freya yang berada di luar garis three poin. Tetapi bola itu terkena tangan Riana, Kirana dan Freya saling berebut bola yang berada di hadapannya. Dia memukul bola itu ke belakang dimana Maya berdiri, lau dia mengoper kepada Intan, karena waktu sudah sangat tipis hanya tersida 10 detik Intan melemparkan bola sekuat tenaganya. Bola melambung dan seluruh pemain dan penonton memandangi itu.

__ADS_1


bola memantul dan Seluruh pemain dari SMA Utara berteriak kesenangan, tetapi Arin berlari sekuat tenaganya dan meraih bola, Freya mengejarnya mereka beradu badan di udara, tangan kanan Arin mendapatkan bola itu dan melakukan dunk. Freya terjatuh ke ke lantai. saat waktu tinggal satu detik bola itu masuk dan mereka mendapatkan 2 poin. Pertandingan berakhir dengan Skor 74 vs 73, kemenangan bagi sekolah Barat, Naila berlari menuju Arin dan langsung memeluknya diikuti dengan anggota lainya.


__ADS_2