
Arin mendribble bola, musuh melakukan double team untuk menahannya, dia kesulitan untuk melakukan dribble dan melakukan passing, 30 detik lagi jika tidak mengumpan bola akan terkena pelanggaran.
Akhirnya dia memutuskan melakukan shoot, kedua orang itu melompat ke depan, Arin tersenyum kepada mereka karena belum melompat lalu dia melompat dan badan musuh menabrak bagian tubuhnya dan Arin memiringkan badannya kebelakang dan melakukan shoot. Wasit meniupkan peluit karena musuh melakukan foul dan dia mendapat kan 1 lemparan bebas.
Sebelum melakukan free trow dia melihat kearah Mika dan Riana, kedua orang itu menganggukan kepalanya. Saat Arin melemparkan bola Riana langsung mundur ke luar garis three poin, Mika melompat dan saling beradu badan dengan Center lawan, dia mendapatkan bola dan langsung mengopernya, Riana yang mendapakan dan melakukan shoot, itu memantul ke ring, dia memasang wajah kecewa, para center melompatuntuk melakukan rebound tapi bola itu masuk dan mereka mendapatkan 3 poin.
“Untung masuk, aku sudah kaget sekali.”
“Bagus Kak Riana.”
Naila menghampirinya dan menepuk bagian tubuhnya.
“Jangan senang dulu kita belum menyamakan skor.”
Maya berlari untuk melakukan deffend.
“Iya.”
Mereka berdua mengikutinya. Riana memandang papan skor, 38 vs 42 poin di menang kan oleh SMA Utara.
(Aku harus berjuang.)
Freya dan timnya melakukan Run and gun style, teknik serangan cepat yang biasa digunakan, karena presentasi mendapatkan poin lebih besar. Dia mengoper kepada temannya yang berada dihadapan Mika, Mika mendekati musuh dan mencoba merebut bola, saat tanganya ingin menyentuh bola, itu malah menembusnya lalu gadis itu sedah melakukan lay up tanpa ada yang menjaganya.
(Apa-apaan itu tanganku menembus bola.)
Arin mendekatinya.
“Tenang, aku sudah paham trik mereka, tapi sulit.”
“Baiklah aku serahkan padamu.”
------------------------------------
Alvan yang menunggu sinyal dari Arin untuk mengganggu pelatih musuh menggunakan kekuatannya terlihat sedikit kesal, karena sudah babak ke 3 berlalu tapi belum ada juga.
“Kapan Arin akan memberikan sinyal, apa mungkin aku ganggu saja sekarang.”
Maria yang mendengar itu dan menepuk punggungnya.
“Tenanglah, saat ini dia memang terlihat terdesak, karena aku juga mengajarkan dia seperti itu, tunggulah, Adikku tidak akan kalah, aku mempercayainya.”
Dia tersenyum menatap Arin yang sedang melakukan Driblble bola, dulu dia selalu menonton pertandingannya, dan saat ini dia sangat merasa nostalgia dengan pemandangan di depannya.
“Memang benar mereka sedang terpojok saat ini, secara tidak sadar mungkin Arin menikmati pertandingan untuk saat ini.”
__ADS_1
“Benar dan dulu juga hal seperti ini sering terjadikan.”
Chanan dan Haqi menambahkan penjelasan.
Para penonton terus berteriak menyemangati mereka, banyak sekali murid dari SMA Barat yang menonton, karena mereka mendengar Ratu Es sedang bermain, mereka berhasil menambahkan 3 poin, semua orang sangat bersemangat dengan pertandingan kali ini.
------------------------------------
Freya dan timnya kembali menyerang, mereka saling melakukan passing dengan sangat cepat untuk membuat musuhnya kebingungan. Arin diam dan memperhatikan gerakan musuh dengan hati-hati. Mereka melakukan hal sama, tiba-tiba seseorang sedang melakukan lay up, tetapi Arin mengantisipasi itu di langsung berlari ke belakang dan melakukan blok, bola memantul ke kaca Ring dan Riana berhasil mengambilnya, dia berlari dan saat ingin melakuan lay up shoot 2 orang melompat di depannya dia yang terdesak memutar badannya.
“Ke sini.”
Seseorang sudah berada di bawah ring, Riana yang melihat itu mengoper bola dan Arin melakukan Shot tanpa penjagaan.
“Tepat waktu Arin.”
“Jangan memaksakan diri waktil kapten, kita bermain sebagai tim.”
“Terima kasih.”
Dia melihat orang yang menjauh darinya dengan tersenyum.
(Dia emang terlihat dingin, tapi itu hanya luarnya saja.)
Freya membawa bola dan menantang Arin melakukan One on one, dia melakukan dribble tetapi berhasil diberhentikan, mereka berdua terlihat seimbang.
Saat Arin berbicara seperti itu dia berhenti dan memasang wajah kaget, dia tidak melewatkan kesempatan itu dan melakukan Steal, dengan cepat berlari dan freya mengejarnya sekuat tenaga. Lalu Arin menghentikan langkahnya secara tiba-tiba, lawanya yang melihat itu menghentikan langkahnya tetapi tubuhnya tidak seimbang dan terjatuh , dia langsung melakukan shooting dan mendapatkan 3 poin. Freya yang terjatuh melihatnya dari bawah dengan tatap memusuhi.
------------------------------------
Para penonton yang melihat Arin melakukan Angke Break. Mengeluarkan berbagai reaksi.
“Fakenya sangat alami.”
“Hebat aku tidak menyangka Ratu kita dapat melakukan itu.”
“Ratu kamu hebat.”
“Athena kau memang hebat.”
Terdengar banyak mendukungnya dan meneriakan berbagai julukan yang dimilikinya.
(Aku tidak menyangka orang yang aku remehkan, ternyata seorang Trigger dengan rank tinggi, dan skills yang dia gunakan saat ini jauh berada di atas rata-rata.)
Cindy melamun melihat lapangan.
__ADS_1
(Mulai saat ini aku tidak akan melihat seseorang dari luarnya, dan aku juga tidak ingin menjadi seperti dulu, dan membuat Kalia dan Alvan kecewa.)
Dia tersenyum kearah lapangan dan sangat merasa berterima kasih, dan ucapannya saat di kamar Maria sangat bermakna bagi Cindy.
------------------------------------
SMA Utara melakukan serangan, tetapi sulit dilakukan Maya dan semua pemain berjuang sangat keras saat ini karena skor mereka unggul 46 vs 44 poin. Freya berjuang untuk mendapatkan angka terakhir, tatapi langkahnya selalu dihentikan oleh Arin, dia melakukan Fake step, tapi gadis dihadapanya semakin lama malah semakin kuat, insting Arin dalam bermain basket perlahan mulai kembali, gerakan dia semakin tajam dan malam membuat musuh terdesak.
“Aku salah lihat atau Gerakan Arin semakin lama malah semakin bagus dan kuat.”
Kana yang melihat dari pinggi lapangan berbicara.
“Benar pelatih, ini sangat hebat.”
Kirana memiliki pendapat yang sama. Semua anggota klub yang duduk di kursi cadangan melihatinya.
“Bukan seperti itu.”
Intan terlihat sangat senang dan berbicara. Semua orang menatapnya.
“Dia bukan semakin bagus, melainkan kembali menjadi Arin yang ku kenal, selama ini dia bermain tetapi masih belum mencapai titik dimana dia mengeluarkan semua kemampuannya, dengan kata lain dia yang sudah tidak bermain basket selama satu tahun melupakan hal-hal itu, Secara perlahan Instingnya kembali, dan sekarang dia mulai menjadi seperti Athena yang diketahui semua penonton.”
“Jadi Aku dikalahkan olehnya yang belum mengerahkan semua kemampuannya ?”
Tina merasa terhina tetapi dia tahu betul kalau orang di depannya sangat berbakat dan hebat.
“Sayang sekali dia berhenti bermain basket, aku benar-benar ingin gadis itu bergabung dengan klub kita.”
Kana tersenyum gembira melihat permainan timnya.
Freya melihat waktu yang tersisa hanya sedikit, menatap kearah pelatihnya. Arin menyadari itu dan bersikap dengan tenang dan menarik nafasnya. Tiba-tiba Freya sudah melakukan Back step shoot, meski telat dimelompat dan jarinya mengenai bola. Bola itu melambung dan memantul ke ring. Mika dan Nailla melompat untuk melakukan Rebound dan bersaing dengan Center musuh, tapi bola yang memantul itu masuk dan mereka mendapatkan poin. Bel tanda pertandingan ke tiga berhenti dengan skor 46 vs 46 poin.
Seluruh pemain kembali untuk beristirahat sebentar dan meminum Air.
------------------------------------
“Bukan kah ini bahaya ?”
“Aku tidak menyangka kalau mereka akan bisa menyamakan kedudukan bahkan SMA Utara sudah menggunakan kekuatan untuk memanipulasi padangan mereka.”
“Tapi jika kita ikut capur dari ini akan berbahaya, dan jika Shield turun tangan, akan berbahaya bagi organisasi.”
“Kalau gitu lebih baik kita diam saja, karena juara ke dua juga sudah bagus.”
“Benar, apapun yang terjadi kita harus menaikan nama SMA Utara agar dapat memudahkan rencana kita.”
__ADS_1
Terlihat beberapa orang sedang mengobrol di sebuah ruangan.