
Seorang gadis memegangi tangan temannya yang berada di sebelahnya, tangan dan kakinya terlihat bergetar.
“Apa benar tidak apa-apa kita masuk kesana ?”
”Entahlah, aku juga baru pertama kali melihat tempat seperti ini.”
“Kak Maria mana ya ?, dia menyuruh kita menunggu di depan pintu lab kan.”
Mereka terkejut dengan penampakan gerbang utama dari labroratorium yang berada di Universitas Selatan. Hanya dengan melihatnya saja bisa di ketahui kalau hanya orang-orang tertentu yang dapat masuk ke dalam sana. Cctv, pintu yang di lengkapi akses keamanan ketat.
Kalia semakin takut saat melihat ada beberapa senjata yang terpasang di tembok dekat dengan cctv. Senjata itu akan menembaki siapa saja yang mencoba memaksa masuk ke sana.
Tiba-tiba saja pintu itu terbuka, seseorang mengenakan jas lab berjalan mendekati mereka.
“Maaf lama, kalau gitu ayo masuk.”
Maria berdiri di hadapan mereka sembari memakan sebuah lolipop, ketiga orang itu terlihat ragu dan hanya diam berdiri di hadapannya.
“Kenapa kalian diam ?, ayo masuk.”
“Apa benar tidak apa-apa kak ?”
“Tentu saja.”
Dengan cuek dia mengatakan itu.
“Tapi….”
Cindy berbicara dan melihat sekelilingnya.
“Ah ini, berkat kejadian kemarin, keamanan di perketat. Tidak akan ada apa-apa ayo masuk.”
Maria berjalan masuk.
Ketiga orang itu cukup ragu tapi akhirnya Alvan, Cindy, dan Kalia masuk mengikutinya karena tidak ada pilihan lagi.
Terlihat beberapa orang mengenakan jas lab sedang berbicara di koridor, lalu yang paling menakutkan bagi kalia adalah sekumpulan power suit yang berlalu lalang di sana. Itu membauatnya takut dan berjalan memegangi tangan Cindy dengan hati-hati.
“Apakah kemanannya selalu seperti ini kak ?”
Alvan bertanya setelah melihat robot keamanan yang biasanya digunakan oleh militer atau penjaga keamanan.
“Tidak, sudah ku bulangkan tadi… kalau semua ini terjadi akibat penelitianku yang di curi.”
__ADS_1
Sembari memakan permen di mulutnya Maria menjelaskan dengan santai.
“Profesor yang membimbingku mengetahui kalau salah satu penelitian di curi, dia sangat marah besar, karena pelakunya tidak di ketahui akhirnya menjadi seperti ini.”
Keamanan di dalam laboratorium Universitas Selatan menjadi sangat ketat, salah satu temannya, memberitahukan kepada profesor kalau penelitian milik Maria hilang. Para petinggi sangat marah akibat kelalaian ini lalu meningkatkan tingkat keamanan di sana.
Seharusnya Alvan, Cindy dan Kalia tidak akan dapat diperbolehkan masuk karena kejadian kemarin, tapi selama tiga hari Maria meyakinkan profesornya, setelah dia bilang ingin meminjam healingpod untuk 2 orang yang cukup dekat dengannya akhirnya di perbolehkan, karena ekspresi sedih yang gadis itu keluarkan, profesor akhirnya mengijinkan dia menggunakan healingpod tetapi dengan syarat biaya ditanggung olehnya.
“Yosh, di sinilah tempatku.”
Maria berhenti dan menghadap ke sebuah pintu, dia menempelkan pengenal miliknya dan pintu itu terbuka.
“Ayo masuk.”
Gadis itu masuk diikuti dengan Alvan, Cindy serta Kalia di belakangnya.
“Baru pertama kali aku melihat lab seperti ini.”
“Benar, sekolah kita seperti tidak ada apa-apanya.”
“Tentu saja, karena Universitas selatan salah satu tempat penelitian terbaik di dunia.”
Maria menjawab dan menunjukan lab miliknya.
Kalia yang sudah terlihat tenang bertanya.
“Banyak hal, tapi sekarang ini aku berfokus untuk membuat sebuah obat yang dapat menyembuhkan luka parah.”
Dengan ekspresi sedih dia menjawab.
“Bukannya ada healing pod kak ?”
Cindy bertanya lalu berjalan kearah 2 buah benda yang berbentuk seperti kapsul di hadapan mereka.
“Memang benar, dengan benda ini mungkin bisa, tapi Biaya yang di keluarkan cukup mahal, tidak bisa di akses oleh semua orang untuk saat ini.”
Maria berjalan mengecek alat itu.
“Mungkin tidak sopan tapi aku ingin bertanya !.”
Ekspresi Alvan menjadi serius .
“Apa itu ?”
__ADS_1
”A… Apakah Nia dapat sembuh, jika dulu di obati oleh Healingpod ?”
Terlihat cukup keraguan saat dia mengatakan itu, Maria menghela nafasnya dan berjalan menuju Alvan.
“Tidak, Kondisinya sangat parah saat itu, seluruh organ, tulang sudah hancur. Meskipun dia langsung di masukan ke Healingpod aku rasa kemungkinan dia selamat hanya 1%.”
Gadis itu berjalan menuju meja kerjanya.
“Oleh karena itulah aku ingin membuat obat yang dapat menyembuhkan hal seperti itu, Seperti Potion pada game fantasy.”
“Bukannya itu akan sulit.”
“Tentu saja, tapi manusia itu serakah.”
Maria berbalik dan tersenyum.
“Dahulu kala Galileo di sebut gila karena menyebut Matahari sebagai pusat pusat semesta.”
Ketiga orang itu memperhatikan Maria yang tersenyum tulus saat ini.
“Orang zaman dulu bahkan menertawakan para ilmuan, yang mencoba untuk terbang di langit seperti burung, Tapi bagaimana sekarang ?”
Dengan sangat percaya diri dia berbicara.
“Dengan usaha dan keringat yang mereka turunkan akhirnya semua itu dapat terbukti, Bumi berbentuk bulat mengelilingi matahari. Ada sebuah tranformasi bernama Pesawat dan roket yang dapat membawa manusia keluar angkasa, Meskipun sulit tapi aku akan berusaha membuat itu agar aku tidak menyesal kembali.”
(Tapi jika ada potion seperti dalam game yang dapat menyembuhkan segala macam luka, pasti akan digunakan untuk perang.)
Maria mengetahui hal ini dengan pasti, karena dia sudah pernah menyaksikan kegelapan dari Pulau Aurora yang membuatnya ragu untuk melanjutkan penelitian.
(Setelah kematian Nia banyak hal yang terjadi, Kami bahkan terlibat dengan berbagai macam insiden.)
“Kak Maria ?”
“Ah maaf, kalau gitu apakah kalian sudah menyiapkan uangnya ?”
“Tentu, ini.”
Cindy menyerahkan kartu yang berisikan uang sebesar 100jt kepada Maria.
“Di dalam kartu itu ada uang sebesar 100jt lalu paswordnya adalah 0 sebanyak 6 kali.”
“Baiklah.”
__ADS_1