
Arin sedang berjalan menuju sekolah, terlihat orang yang sedang mengajak jalan-jalan Anjing peliharaan di pagi hari. Dia berjalan perlahan, sesampainya di gerbang sekolah, di sana anggota osis dan anggota komite disiplin sudah berjaga di depan gerbang,agar para murid tidak melanggar peraturan, seperti berpakaian yang tidak sesuai dan hal lainya, akan diberikan sanksi.
Dia berjalan melewati mereka dengan santai. para anggota dari berbagai klub sekolah terlihat sedang melakukan latihan pagi. Anggota basket juga sedang melakukan latihan di gedung olahraga, tetapi Arin hanya mengikuti latihan di sore hari saja. Dia berjalan langsung menuju kelas 1 F.
Sesampainya di sana dia langsung menyimpan tasnya di meja dan pergi ke depan kelas untuk membersihkan papan tulis, Lalu mengambil Sapu dan mulai menyapu kelas.
Beberapa murid kelas F mulai berdatangan satu per satu. Arin yang selesai menyapu pergi dan duduk kembali ke bankunya, dia membuka sebuah buku novel dan mulai membacanya.
Tidak lama kemudian Maya datang menyapanya di belakang ada seseorang yang mengikutinya.
“Pagi rin.”
“Pagi.”
Dia melihat seseorang dengan tangan yang di balut oleh perban berjalan mendekatinya.
“Selamat pagi Arin.”
“Kau sudah keluar Rumah sakit Intan ?”
“Iya diam di sana membosakan haha.”
Dia kembali ketempat duduknya dan menyimpan tasnya, Seluruh siswa dan siswi di kelas yang menyadari kehadiran Intan mulai menyapanya dan mendekati dia.
“Wah Intan sudah lama ya.”
“Hey kamu baik-baik saja ?”
“Akhirnya kamu keluar juga !”
“Apa lukamu sudah sembuh ?”
“Hey kalian bertanyanya satu-satu Intan kerepotan tau.”
Devina yang baru datang dari luar mendengar keributan di dalam kelas dan mengetahui apa yang terjadi.
“Ah ketua kelas sudah lama ya.”
“Selamat karena sudah keluar Intan, tapi Jangan memaksakan dirimu.”
“Iya.”
Kemudian banyak orang yang mengeruminya hinggal bel masuk sekolah berbunyi dan para murid duduk kembali duduk ke kursi masing-masing Intan merasa kelelahan, karena harus menjawab semua pertanyaan yang datang kepadanya, Maya yang melihat itu hanya menertawakanya. Intan kesal melihat sifat temannya itu.
------------------------------------
“ESP atau Extra Sensory Perception adalah kemampuan untuk menerima, merasakan, melihat dan menghasilkan sesuatu yang tidak nyata, semi nyata dan nyata menggunakan pikiran baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar.”
Guru itu berjalan dari depan kelas menuju belakang dan berputar mengelilingi kelas.
“Orang yang dapat menggunakan kekuatan ESP adalah para Esper, kemampuan setiap individu berbeda-beda, akan tetapi test dasar dari para esper adalah menebak gambar dan untuk para Esper yang sudah diketahui kekuatanya akan dilakukan test berbeda untuk mengetahui Rank masing-masing individu.”
Ting, Tong!!!
“Sudah tidak terasa kalau sudah waktunya makan siang, kalau gitu silahkan Istirahat.”
__ADS_1
Guru itu keluar para murid mulai pergi meninggalkan kelas. Intan mendekati Arin dan bertanya.
“Mau ke kantin ?”
Sebelum Arin menjawab pertanyaanya Tiba-tiba Naila berteriak dari arah pintu.
“Hey kalian ayo pergi ke kantin.”
Seluruh kelas sudah terbiasa dengan adegan ini, tetapi Intan yang baru masuk kembali sekolah terkejut.
“Iya, jangan berisik.”
Arin berdiri dan mulai berjalan, Maya yang melihat ekspresi temannya tertawa dan menarik tangannya dan mereka berempat pergi menuju kantin untuk makan bersama.
------------------------------------
Setelah selesai memesan mereka langsung duduk di tempat biasa. Lalu mengobrol bersama.
“Jadi Naila kamu selalu makan bersama Arin ?”
“Tentu saja bukan kan itu yang dilakukan oleh seorang teman ?”
“Hahaha.”
“Lama kelaman, saat aku mendengar Maya tertawa menjadi kesal Sungguh.”
Intan menatap temannya yang tertawa dengan sangat tajam. Saat sedang makan seperti biasa seluruh anggota Klub basket datang dan mulai duduk bersama mereka. Arin hanya diam dan melanjutkan makan. Tidak seperti biasanya ada dua wajah baru yang baru pertama kali dia lihat. Kedua orang itu menyapanya.
“Jadi kamu Arin ya, perkenalkan Aku Kirana Kapten dari klub Basket, maaf baru menyapamu.”
“Arin kelas 1 F.”
Seperti biasa dia menjawab itu seperti tidak peduli, para senior sudah di beritahu sifat Arin dan hanya bisa tertawa dan tersenyum melihat tingkahnya. Di Sisi lain Intan tiba-tiba tersenyum melihat keadaan yang terjadi di sekitarnya.
(Banyak hal yang berubah, tidak kembali seperti dulu.)
Dia merasa nostalgia dengan keadaan saat ini, karena saat SMP dia selalu makan bersama Arin dan Seluruh anggota dari Klub basket.
Mereka melanjutkan makan dan mengobrol hingga jam Bel sekolah berbunyi.
------------------------------------
Setelah sekolah selesai Arin, Maya dan Intan pergi menuju Gedung olahraga untuk berlatih. Mereka melakukan rutinitas seperti biasa. Arin yang kakinya sudah mulai membaik pun berlari dengan temponya yang seperti biasa. Kirana dan Lana sudah mendengar kalau kekuatan fisiknya di atas rata-rata, akan tetapi saat melihat secara lansung mereka terkejut. Intan juga yang melihat temannya berolahraga setelah sekian lama terkejut.
“Aku tidak menyangka kalau Stamina yang dia miliki seperti ini, aku sudah mendengar dari yang lain tapi tetap saja, Athena nama Dewi dari Yunani sang kebijaksanaan, saat dulu melawannya sangat kesulitan, tapi melihat dia berlatih aku tau kekuatan itu berasal dari mana.”
“Iya hampir setiap hari Lina bercerita tentangnya saat berlatih aku jadi bosan mendengarnya, tapi setelah melihat langsung, aku lansung berpikir pantas saja dia setiap hari membicarakan anak ini, Hebat ya temanmu Intan.”
Kirana tubuhnya masih dibalut dengan perban dan seluruh tubuhnya masih terasa sakit, dan masih di larang berlatih selama 1 minggu, Lana yang kakinya keseleo sudah mulai melakukan latihan ringan. Dan Intan meski sudah keluar Dia dilarang berlatih oleh Kana, dia menyuruh mereka bertiga untuk fokus untuk pemulihan terlebih dahulu.
“Tidak tapi Arin dulu tidak seperti ini.”
“Eh ?”
Kedua orang itu terkejut dan melihat Intan.
__ADS_1
“Dulu kami berlatih seperti biasa, porsi latihan tidak jauh berbeda dari yang diberikan pelatih, Arin yang sekarang benar-benar berbeda dengan dulu, kekuatan fisiknya meningkat sangat drastis.”
“Betul kah ?, aku pikir dia dari dulu sudah seperti ini.”
Kirana yang kebingungan memiringkan kepalanya dan bertanya.
“Aku mendengarnya dari Kak Maria, dia mulai melatih Arin bermain Boxing dari 1 Tahun yang lalu, mungkin stamina yang dia dapatkan dari sana.”
“Boxing ?”
“Iya sekarang Arin sedang menjalani latihan di Gym Monarch, Dan katanya dia salah satu pemain terbaik, akan tetapi dia tidak mau mengikuti perlombaan.”
“Tunggu dulu, Maria, Monarch ?, bukannya itu adalah Gym terkenal yang melahirkan para petinju ?, Dan Maria adalah sorang juara bertahan yang di juluki Dewa petarung iya kan ?”
“Kau tau banyak ya Lana ?”
“Tentu saja Kapten, seluruh penggemar Boxing pasti akan mengetahui itu, aku tidak tau ternyata Arin adalah orang yang di akui oleh pelatih dari Monarch.”
“Apa sebegitu terkenalnya itu ?”
Intan bertanya karena dia tidak tahu apa-apa.
“Kau sungguh tidak tau ?”
“Aku sudah kenal Kak Maria dari SMP, aku tahu kalau dia berlatih Boxing akan tetapi aku baru tahu kalau dia begitu terkenal.”
“Seluruh orang yang mendengar namanya pasti akan meminta tanda tangan atau berfoto dengannya, Hey intan lain kali kenalkan aku dong.”
Riana dan Lina yang sudah selesai berlari mendekati mereka yang sedang mengobrol.
“Maria ?”
“Ada apa dengan Kak Maria Lan ?”
“Kak Maria ?, Hey apa kamu pernah bertemu dengannya ?”
“Tentu saat kami lari pagi hari minggu kemarin, kami betemu dengannya dan berkenalan.”
“APA ?, Kalian semua licik tidak mengajaku.”
Lana membentak saudari kembarnya dan memegang bahunya lalu menggoyangkannya dengan sekuat tenaga.
“Kau masih cidera iyakan, apa boleh buat.”
“Haha tenang saja Lana, Kak Maria bilang akan mendukung kita di pertandingan Sabtu nanti.”
“Benarkah Riana ?”
“Iya orang nya sendiri yang berbicara kepada kami.”
“ASIK, tidak menyangka aku akan bertemu dengan idola ku, aku tidak sabar, Ayolah cepat hari sabtu.”
Semua orang tertawa melihat tingkah laku Lana seperti anak kecil yang akan bertemu dengan super hero. Intan diam dan menatap kearah Arin yang sedang berlari.
(Setelah kejadian satu tahun yang lalu Sifat Arin berubah, dia menjadi seperti orang yang berbeda, dia juga menjadi seorang Trigger yang sangat kuat. Aku pikir penampilannya saja, tapi ternyata tidak sesederhana itu, andai saja aku bisa bertanya kepada seseorang, Penghuni apartemen pasti tau tapi mereka seperti menyembunyikannya dariku.)
__ADS_1
Intan yang berpikir melihat kearah langit, Dan latihan pun berlanjut hingga Sore hari.