TRIGGER

TRIGGER
BAB 1, Chapter 25 Pertempuran 2


__ADS_3

Maya mencari musuh yang bersembunyi dengan sangat berhati-hati. Dia berteleportasi ke tempat tempat yang sulit dilihat oleh musuh. Tidak lama kemudian dia menemukan keberadaan mereka. Ada dua orang yang sedang bersembunyi, 1 bersembunyi di semak-semak rumput, dan satunya lagi bersembunyi di atas pohon, sambil mengamati gerakan Arin dengan sangat serius.


Kemudian ia berjaga-jaga dan memperhatikan musuhnnya, karena jika bergerak dengan gegabah malah akan menyebaban sebuah kejadian tidak terduga.


(Seperti yang dikatakan oleh Arin kemungkinan mereka memiliki kemampuan Mind control dan telepati.)


Dia memperhatikan kedua orang tersebut dengan hati-hati.


(Kemungkinan besar orang yang berada di atas pohon mempunyai kekuatan telepati.)


Lalu dia memperhatikan pertarungan Antara Arin dan kedua pria yang berada di depannya.


(Dia seorang Trigger tetapi mampu mengendalikan Aerokinesis sampai seperti ini.)


Dia memperhatikan Arin dengan serius seluruh barang yang dilemparkan kearahnya semua dihalangi oleh Angin yang dikendalikan. Dia sedikit panik ketika melihat musuh mendekati. Akan tetapi musuh berhasil dikalahkan dengan mudah.


(Apa yang sebenarnya dia pikirkan, kenapa malah meperlihatkan Triggernya kepada mereka.)


Dia terkejut melihat Angin yang berputar di sekitar tangan Arin dan membentuk sebuah pedang, dan ketika Arin mengayunkan tangannya, angin besar menghepaskan kedua musuhnya dan membuat mereka terluka.


(Hahaha yang benar saja, seorang Trigger mampu memiliki kekuatan seperti ini, entah kenapa aku merasa kalau dia masih menyembunyikan kekuatan aslinya.)


Lalu dia memperhatikan semua keadaan disekitarnya dan mencari kesempatan untuk menyerang.


------------------------------------


Salah satu pria itu bangkit dan memasang mimik raut yang sangat kesal dan menatap kearah Arin, lalu dia berteriak dengan sangat keras.


“INA GUNAKAN KEKUATANMU, KENDALIKAN PIKIRAN DIA SEKARANG.”


Setelah musuh berkata seperti itu, entah kenapa Arin merasa sedikit pusing dan memegangi kepalnya.


(Sial apa yang terjadi.)


Musuh kembali menggunakan telekinesi, mengendalikan barang yang berada disekitarnya dan mulai menyerang Arin. Gadis itu melompat ke kanan dan berguling di tanah.


(Aku sulit untuk menggunakan kemampuanku, apakah ini Mind control ?, tapi mengapa efeknya seperti ini.)


Dia bangkit dan memegangi kepalanya. Tanpa dia sadari ada bangku taman yang menerjang kedepannya.


Brak.. Baam…


Dia berusaha menghindari itu dengan mundur satu langkah, akan tetapi benturan benda yang berada di depannya membuat dia terpental dan terjatuh, membuat Cutter yang dia pegang terlepas dari tanganya.


“HAHA SEKARANG KAU TIDAKAKAN BISA MENGENDALIKAN KEKUATANMU LAGI.”


Pria itu menggunakan kekuatannya dan menerbangkan Trigger milik Arin entah kemana.


(Aku lengah, tapi sepertinya kepalaku sudah tidak terlalu pusing.)


Pria itu berjalan mendekati Arin dan menyerangnya. Dia mengambil balok kayu dari pecahan kursi taman dan berdiri lalu menggunakanya untuk menangkis benda-benda yang terbang kearahnya.


Syut.. Brak.. Brak..


lalu dia berlari menuju musuh yang berada di depan sambil mengihindari serangan dan menangkisnya. Kemudian ia melemparkan kayu kepada musuh. Akan tetapi kayu itu berhenti tepat di depan wajahnya.


“KAU PIKIR MELEMPARKAN BENDA AKAN MENGENAIKU ?HAHAHAHA---”

__ADS_1


pria itu tertawa dan mengejek serangannya, akan tetapi Arin tidak melewatkan kesempatan ini dan berlari mendekati musuh lalu memukul kayu yang berada di melayang di wajah musuh sekuat tenaganya.


Musuh yang lengah terkena kepalanya terkena benturan dan mengeluarkan sedikit darah,


“AKAN KUBUAT KAU MENYE- .”


Saat dia memegang kepalanya dan berbicara tiba-tiba sebuah tinju melayang tepat menuju kepalanya.


Arin memukul bagian kepala musuh dengan sangat keras dan cepat. Dia memukul perut, bagian dada kanan, punggung kiri, dan dagu musuh. Itu adalah tempat dimana organ penting pada manusia berada, jika di pukul di daerah tersebut manusia akan pingsan dan terjatuh.


Dia memandangi pria yang terjatuh terkapar di depannya, orang itu memuntahkan sejumlah darah dari mulutnya akibat serangan yang diberikan oleh Arin.


Salah satu musuh akhirnya tersadar dan melihat temannya sedang menerima tinju beruntun, terjatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


“WOI APA KAU TIDAK APA-APA ?”


Dia berlari menuju temannya Akan tetapi Arin menghandang dia dan memukulnya, tinju pertama yang mengarah kearah dada kanannya berhasil dihindarinya, akan tetapi pukulan kedua berhasil mengenai hidungnya dengan sangat keras dan membuatnya mengeluarkan darah.


(Gadis ini pasti sangat terbiasa akan pertarungan, gerakan yang dia keluarkan untuk memukul dan menghindari serangan bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang.)


Cindy yang duduk di tanah melihat pertarungan di depannya dan tidak bisa mengatakan apa-apa.


(Apa-apan anak ini, saat kami menyerangnya dulu dia tidak seperti ini dan hanya diam, gerakan itu bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh pemula, mungkin dia dapat menghajar kami semua waktu itu.)


Dia menatap dan tersenyum pahit kearah depannya.


“SIAPA SEBENARNYA KAMU INI?.”


Sambil memegangi hidungnya pria yang terjatuh berteriak kepada Arin.


“Kalian pikir dengan membuang Trigger milikku, akan dapat mengalahkanku?.”


“Kalian terlalu meremehkan musuh dalam pertarungan.”


Lalu seorang Pria yang berada di belakangnya kembali berdiri dan Berteriak kencang.


“CEPAT GANGGU PIKIRANNYA.”


Akan tetapi tidak ada apapun yang terjadi kepada Arin, dan orang itu makin terlihat kesal.


“APA YANG TERJADI CEPAT LAKUKAN, DAN JAWAB .”


Setelah pria itu berteriak tiba-tiba seorang gadis muncul dan tersungkur di depannya dengan keadaan terluka.


------------------------------------


Setelah musuh berteriak Arin terlihat terhuyung huyung,  Maya menyadari kalau musuh yang bersembunyi di semak-semak itu melakukan sesuatu, lalu dia mencoba menghentikannya dan melakukan teleportasi kebelakang musuh.


Akan tetapi hal yang terjadi dihadapannya membuat dia kebingungan, wanita itu menggenggam kedua tangannya dengan posisi berlutut dan terus bergumam.


“MAAFKAN AKU, MAAFKAN AKU, MAAFKAN AKU, MAAFKAN AKU, MAAFKAN AKU.”


(Apa-apaan wanita ini, meminta maaf kepada siapa dia, aah tidak ada urusannya denganku, dia ini musuh.)


Lalu dia memegang bagian kerah belakang musuhnya dan menarik sekuat tenaga dan melemparkannya kebelakang,


“AAAAHHHHHH.”

__ADS_1


Maya menatap gadis itu dengan sangat tajam, dia terlihat sangat ketakutan dan tidak berdaya.


“Maafkan aku, Maafkan aku, Ini bukan keinginanku, Maafka aku, Aku terpaksa, Maafkan aku.”


Gadis itu menatapnya  dan mengeluarkan air mata. Maya yang bingung dan tidak harus menanggapi musuh akhirnya mengeluarkan tali yang dia temukan sebelumnya dan mengikat musuh.


“Aku tidak tau kau terpaksa atau tidak, tapi yang kau lakukan telah melukai sahabatku, jadi setidaknya diam jangan mengganggu kami.”


“Hiks… hiks… maafkan aku kumohon.”


Gadis itu hanya terus meminta maaf kepadanya.


Maya berdiri dan melihat kembali pertarungan Arin.


(Oi oi ini bohongkan ?, tanpa Trigger miliknya dia bisa menghajar musuh hingga seperti itu,…. Baiklah tinggal tersisa yang berada di atas pohon.)


Setelah itu dia menatap kearah musuh yang bersembunyi di atas pohon, lalu dia berpindah tepat ke belakangnya dan menendang sekuat tenaga


“AAHHH.”


Gadis itu terjatuh dari atas pohon dengan jarak 3 sampai 4 meter ke tanah, dia melindungi bagian kepalanya agar tidak terbetur.


“SIAPA KAU ?.”


Dia terbentur ke tanah cukup keras dan menahan rasa sakitnya. dia melihat kearah pohon tapi di sana tidak ada siapa-siapa.


“MUSUH MU.”


Lalu terdengar suara di belakangnya, dan sebuah tendangan di daratkan ke perutnya. “UKKKHHHH, SIALAN.”


“Karena kau tidak seperti gadis yang satunya, aku bisa menghajarmu dengan leluasa.”


“Seharunya aku langsung sadar kalau musuh tidak sendirian.”


Gadis itu memegangi perutnya dan menatap tajam kepada musuh yang berdiri tepat di depannya.


Dia mengambil tanah dan melemparkannya kepada Maya, dengan reflek tangannya melindungi kepala dia. Lalu gadis itu berlari melarikan diri.


(Aku harus bersembunyi dan memberi tahu ada musuh lainnya.)


Dia bersembunyi di belakang pohon lalu duduk menyenderkan punggungnya.


(SIALAN PERUTKU SAKIT, sulit untuk melakukan telepati saat ini.)


Saat dia memegangi perutnya tiba-tiba seseorang muncul di hadapannya dan memukul wajah dengan sangat keras.


“Kau pikir bisa bersembunyi dari ku?”


Maya memandangi musuhnya yang tergeletak di depannya yang mulai menangis kesakitan.


“Baru segini udah nangis ?, gimana mereka yang kalian lukai hingga patah tulang, dan banyak yang menderita luka berat ?”


Dia terus menampar gadis yang menangis itu terus menerus, sampai Gadis itu akhirnya meminta maaf dan menyuruhnya berhenti.


“Maafkan aku, aku akan berhenti maafkan aku.”


Maya menjadi semakin kesal setelah mendengar gadis itu. Lalu dia menendangnya sekali lagi dan menghampirinya.

__ADS_1


“Karena di sebelah sana juga sudah selesai jadi .”


Lalu dia memegang gadis itu dan menteleportasikanya ke depan musuh yang ada di hadapan Arin.


__ADS_2