TRIGGER

TRIGGER
BAB 2, Chapter 45 Diskusi 2


__ADS_3

Sudah 4 hari berlalu dan Arin benar-benar fokus dan meneliti video pertandingan antara SMA Utara. Dia memperhatikan gerakan setiap pemain dan juga orang yang berada di luar lapangan. Saat ini dia berada di ruangan Chanan bersama Maria. Chanan memperhatikan gerakan setiap orang, dia akan dengan mudah mengingat apa yang dia lihat. Karena itulah dia di undang oleh departemen khusus Shield.


“Aku yakin kalau bukan pemain yang melakukan sesuatu.”


Selama empat hari ini dia meneliti video yang Arin berikan, semakin dia melihat video itu dia menyadari kalau emang ada sesuatu yang aneh, saat seseorang berhadapan dengan pemain dari SMA Utara.


“Mungkin apa yang Arin katakan benar, memang aneh melihat para pemain ada yang di lewati dengan mudah, tapi dia tetap dalam posisi bertahan di depan sana, Kalian tau anime yang aku tonton ada kekuatan semacam itu.”


“Ya, aku juga menonton itu.”


Arin yang duduk di pinggir Chanan melihat ke layar monitor. Saat ini mereka sedang memperlambat video dan mencari gerakan yang mencurigakan.


“Iya dia memiliki hawa keberadaan yang tipis dan mempraktikkan konsep sulap ke dalamnya, apa mungkin mereka melakukan hal serupa ?”


“Jika begitu, kenapa bukan dalam basket saja mereka melakukannya ?, hampir dalam semua pertandingan mereka melakukan itu.”


“Benar juga, kalau gitu kekuatan apa yang mereka gunakan ? Mind control tidak mungkin, karena di SMA Utara yang memiliki kekuatan itu hanya satu orang dan dia saat ini menjadi tahanan rumah, sudah pasti akan di awasi oleh Shield.”


Ketika kedua orang ini sedang serius dan fokus. Maria duduk di kasur dan memakan sebuah kripik kentang.


“Kalian berdua sudah melakukan itu dari hari sabtu kemarin, sekarang hari kamis, sudah 6 hari melakukan hal yang sama apa tidak bosan ?”


Chanan berbalik.


“Kalau bicara bosan atau tidak, kau juga melakukan hal yang sama selama 6 hari ini hanya makan dan terus makan.”


“Hahaha jangan memujiku begitu.”


“AKU TIDAK MEMUJIMU.”


Arin tidak peduli dengan kelakuan Maria dan hanya fokus melihat layar.


“Apa ada kekuatan utuk memanipulasi, menghilangkan, menhapus suatu objek.”


“Kurasa ada, aku pernah melihat Bank Data dan di sana ada berbagai jenis kekuatan seperti itu, aku sudah mengecek seluruh data murid SMA Utara tapi tidak ada yang memiliki kekuatan itu rin.”


Chanan menggaruk kepalanya sambil menatap layar monitor kedua dan menujukan data kepada Arin. Komputer Chanan memiliki 3 monitor, karena pekerjaan miliknya dan dia adalah maniak game sama seperti Haqi.


“Ya sebenarnya tidak masalah juga kalau kita tidak bisa mengetahui tipu muslihat musuh, apapun yang terjadi aku pasti akan berjuang untuk menang.”


“Masih ada dua hari lagi sebelum pertandingan, jadi semangatlah.”


“Berjuang lah kalian berdua.”


Saat mereka berdua sedang berbicara serius Maria sudah menghabiskan beberapa makanan dan menyemangati mereka. Terdengar suara seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam.


“Maria.”


“Kenapa gin ?”

__ADS_1


Gina datang dengan terhuyung-huyung dan membaringkan badanya di kasur milik Chanan.


“Tugas kuliah milikku tidak selesai-selesai, Aku ingin beristirahat.”


Dia memeluk perut Maria seolah-olah akan menangis. Kemudian Maria mengelus kepalanya.


“Haha sabar-sabar, kerjakan saja dari yang kamu bisa dulu.”


“Masalahnya aku tidak mengerti.”


“Memangnya tentang apa ?”


“Quantum Stealth, aku benar-benar tidak mengerti tentang itu.”


Chanan dan Arin mendengar Gina mengeluh berbalik.


“Quantum stealth, bukannya itu Bahan untuk membuat kita menjadi tidak terlihat ?”


“Kau tau tentang itu Chanan ?”


“Iya aku pernah membaca tentang perusahaan yang mengembangkannya.”


“Kumohon jelaskan padaku apa yang kau ketahui.”


“Tentu, Cara kerjanya sama dengan teknologi pada kabel serat optik, menekuk gelombang cahaya di sekitarnya, sehingga pemakainya nampak mengilang dari pandangan kita, dan digunakan oleh tentara, teknologi ini juga digunakan untuk menyembunyikan pesawat, tank dan kapal selam.”


“Enak ya kamu bisa menghapal itu dengan sangat mudah.”


“Ingin ku lanjutkan tidak ?”


“Maaf-maaf.”


“Mereka terinpirasi dari kekuatan Esper Visual Inhibition, pengguna kekuatan itu dapat membuat kehadirannya kurang terlihat oleh orang lain. Tapi kekuranganya kekuatan itu akan terdeteksi oleh kamera atau cermin.”


Arin merndegarkan penjelasan dan memikirkannya.


“Apa pengguna itu dapat menggunakan kekuatan mereka ke benda atau orang lain yang berada disekitar mereka ?”


“Tergantung level kekuatan mereka, aku dengar peringkat A dapat dengan mudah menghapus dirinya, mereka juga dapat memanipulasi penghelihatan orang lain dengan mudah.”


Setelah mengatakan itu Chanan menyadari sesuatu.


“Ada kemungkinan besar orang itu menggunakan Penghambatan Visual, itu kan maksudmu rin ?”


“Ya.”


“Tapi tidak ada Siswa yang memilki kekuatan itu kau juga sudah lihat.”


“Bagaimana dengan panitia.”

__ADS_1


“Tidak ada.”


Setelah menjelaskan tentang Quantum Stealth kedua orang dihadapan Gina kembali berdebat dan melupakannya.


“Apa mereka berdua melakukan itu dari sabtu ?”


“Ya, dan belum menemukan titik terang.”


“Hmmm.”


Dia tau masalah tentang SMA Utara, tapi tidak bisa membantu karena tugasnya semakin menumpuk. Mendengar perdebatan Arin dan Chanan dia mengajukan pendapat miliknya.


“Bukannya kalian berdua terlalu fokus kepada Murid dan Panitia.”


Kedua orang itu memdang Gina yang tiduran di kasur.


“Bukan kah ada orang di lapangan selain murid.”


“Apa maksudmu guru ?”


“Mungkin saja, kalau panitia saja di pihak mereka, kemungkinan besar guru juga termasuk di dalamnya, setelah mendengar masalah ini pertama kali itu yang terpikir di dalam pikiranku.”


Dia mengambil makanan yang berada di tangan Maria dan mulai memakannya. Chanan langsung mengecek kembali Bank data, mencari daftar guru yang melatih klub.


“Tunggu sebentar ada yang aneh.”


Saat dia mencari data ada orang yang seharusnya di sana tetapi tidak terdaftar.


“Pelatih dari Klub basket mereka, datanya tidak ada.”


“Maksudmu ?”


“Dia tidak terdaftar sebagai guru, dan anehnya lagi data dirinya tidak ada di Bank data ?”


“Bukannya itu tidak mungkin ?, karena data setiap orang yang masuk ke pulau Aurora pasti terdaftar apa lagi mereka yang tinggal, melakukan pekerjaan, sekolah.”


Maria membantah pernyataannya.


“Tapi bukannya di ruangan ini juga ada yang datanya tidak terdaftar dengan benar ?”


Chanan menatap Arin.


“Benar, tapi orang itu tidak terdaftar dalam Bank data, dan Arin itu terdaftar iya kan.”


“Iya dan ini benar, benar membuatku bingung.”


Lalu dia mengecek berbagai data dan mulai mencarinya karena sangat penasaran dan tidak mungkin dilakukan. Mereka menghabiskan waktu hingga jam 12 malam tetapi hasilnya tidak memuaskan. Arin, Maria dan Gina kembali menuju rumah masing-masing untuk beristirahat, karena besok bukan hari libur.


Di jalan menuju rumahnya dia berpikir dan memandang ke langit yang gelap.

__ADS_1


(Mulai dari pil yang dapat meningkatkan kekuatan, sekarang seseorang tidak terdaftar, semakin lama semakin membingungkan saja.)


__ADS_2