
Cindy melihat seseorang yang tampak familiar berdiri depannya, saat ini tampak dia bingung dengan keadaannya, karena yang dia tahu orang yang berada di depannya adalah seseorang yang tidak memiliki kemampuan Esper Rank E.
“Bagaimana mungkin.”
Dengan memasang wajah kebingungan dia melihat, lalu gadis yang ada di depannya berbalik dan menatapnya dengan tajam.
“MENYEDIHKAN.”
Setelah mengatakan itu seluruh angin yang menyelimuti mereka berhenti, semua serangan berhasil dihindari tanpa satu pun luka.
“APA YANG TERJADI ?.”
“SIAPA KAU ?, BERANINYA MENGGANGGU KAMI.”
Kedua pria yang seranganya digagalkan oleh Arin berteriak dengan sangat marah.
“Telekinesis dan pyrokinesis, sudah ku duga itu kalian.”
Arin menatap mereka dengan sangat tajam.
“Dia tiba-tiba muncul di hadapan kita, pasti itu teleportasi.”
“Tapi bagaimana dengan Angin yang melindungi mereka.”
Setelah mengatakan itu kedua pria di depannya diam dan tidak mengatakan apa pun untuk beberapa saat, dan terlihat mengangguk beberapa kali.
(Dari apa yang ku dengar dari Intan, musuh sekitar 3 sampai orang, jika kedua orang ini adalah penyerangnya, berarti dua lainnya adalah pendukung, mungkin kekuatanya itu telepati.)
“JADI KAU DI SINI UNTUK MENYELAMATKAN ANAK ITU ?”
Setelah mendengar perkataan itu, ekspresi yang ia buat kali ini benar-benar sangat menyeramkan sampai membuat keduanya sedikit takut.
“MENYELAMATKAN ? ….. BAJINGAN INI ?…. JANGAN MEMBUATKU TERTAWA.”
Lalu Arin memandang lurus dan berjalan beberapa langkah mendekati musuhnya.
“Aku tidak memiliki kewajiban untuk menyelamatkan bajingan ini, TETAPI AKU MEMILIKI DENDAM YANG HARUS DI BAYAR KEPADA KALIAN SEMUA.”
“MAKA AKAN KAMI MULAI DARI MU GADIS SIALAN.”
Swososh,,,
__ADS_1
Kursi taman, tempat sampah, dan beberapa batu terbang menuju Arin.
Cindy yang melihat adegan di depannya hanya bisa diam dan tidak mengatakan apapun, tiba-tiba dari belakangnya muncul angin yang sangat besar menerbangkan seluruh benda yang menuju kearah dia.
Benda-benda yang terbang menuju ke Arin malah berbalik menyerang kedua pria yang berada dihadapannya, mereka berusaha menghindar dengan melompat ke samping dan ke belakang.
“Aerokinesis, adalah kekuatannya.”
“Tapi bagaimana dia bisa muncul sekejap mata di hadapan kita ?.”
(Kalian tenanglah untuk saat ini, aku akan mengamati musuh dan memberikan intruksi kepada kalian)
Arin melihat kedua orang di depannya mengangguk, lalu berlari mengelilinginya sembari terus menyerangnya menggunakan bola api dan beberapa batu. Dia dengan santai menangkis semua serangan dari musuh.
(Sialan gadis ini benar benar mengejek kita)
(Dia tidak bergerak sedikitpun dan berdiri santai di sana.)
(Dari awal kedatangannya tangannya masuk ke dalam jaket dan gayanya santai sekali, kali ini kita benar-benar diejek.)
Mereka berbicara melalui telepati salah satu rekannya yang bersembunyi di balik semak-semak.
(Tidak tunggu kalian berdua, ada yang aneh.)
(Apanya yang aneh?)
(Kurasa dia adalah seorang Trigger, jadi itulah alasan tangannya diam berada di saku jaketnya.)
(Begitu ya jadi kita cukup membuat benda itu hilang lepas dari tangannya kan)
(Pancing dan provokasi dia.)
------------------------------------
Arin diserang dari dua arah, depan dan belakang, pada awalnya kedua orang itu hanya berputar dan menyerang dia sambil menjaga jarak, akan tetapi saat ini mereka menyerang sambil mendekati dia, Batu yang terbang kearahnya makin sulit di tahan oleh pelindung Angin, karena jarak semakin dekat dan cepat.
Batu besar terbang ke wajahnya dan ia menunduk, dari belakang seseorang mengayunkan kayu kearahnya.
“AWAS... BELAKANG MU…”
Cindy yang melihat itu berteriak untuk memberikan peringatan.
__ADS_1
Setelah menunduk untuk menghindari batu yang akan menyerangnya, dia berjongkok, kemudian dia memutar badannya dan menyerang musuh menggunakan kaki kananya dan membuat dia jatuh, lalu dia berdiri dan melihat kepada pria yang sedang berlari kearahnya dan berusaha memukulnya.
“RASAKAN INI.”
Tapi dengan mudah dia menghidari itu dan membalas pukulannya tepat ke perut lawan. akan tetapi musuh yang terjatuh malah tertawa terbahak-bahak.
“HAHAHAHAHA”
“JADI BENAR BEGITUYA.”
Mereka bangkit dan memprovokasinya.
“JADI BENAR KAU ADALAH SEORANG TRIGGER YA.”
“SAAT TANGANMU TIDAK ADA DI DALAM SAKU ITU KAU TIDAK BISA MENGGUNAKAN KEKUATANMUKAN HAHAHAHA.”
“DENGAN BEGINI KAU SUDAH KALAH.”
Setelah mengetahui kalau Arin Adalah seorang Trigger Akhirnya musuh yang ada di depannya percaya kalau kemenangan mereka sudah di depan mata dan mendekralarikan kemenangan mereka.
“Hahaha, jadi kenapa kalau aku seorang Trigger ?”
Arin malah menjawab musuh dengan santai dan mengambil sesuatu dari saku jaketnya, dia mengambil Cutter kecil berwarna merah.
“AKHIRNYA KAU MENYERAH YA.”
“DENGAN MUDAHNYA MENGELUARKAN TRIGGERMU SENDIRI CARI MATI.”
Lalu mereka mendekat kearah nya, menggunakan kekuatan telekinesisnya dan melemparkan benda ke Arin sembari mendekatinya dan mencoba merebut Trigger. Tanpa menanggapi ejekan lawan dia melemparkan cutter ke atas lalu mengambilnya kembali, dan mengeluarkan Bilah pisaunya. Angin di sekitarnya mulai berubah menjadi sangat cepat lalu berkumpul di tangan Arin seperti sebuah pedang.
Saat jarak musuh sudah cukup dekat, Dia mengayunkan tangan kananya dai kiri ke kanan seolah sedang mengayunkan sebuah pedang 1 tangan.
WOSH!!!
Angin yang besar keluar dan menerbangkan seluruh benda yang ada di depannya kedua musuh terbang cukup jauh dan pakaian yang mereka kenakan robek. Tubuh mereka terluka seperti terkena sayatan benda tajam.
“AKKKHHHHH”
“SIALAN.”
Kedua musuh terlempar 5 meter dan berteriak dengan kencang.
__ADS_1
Cindy yang menatap itu terkejut dan berbicara dengan suara yang cukup keras.
“Kamaitachi”