TRIGGER

TRIGGER
BAB 1, Chapter 13. Arin vs Knigh Of Prince


__ADS_3

Terlihat empat orang siswa sedang berdiri di belakang sekolah, tempat itu sangat sepi karena hanya siswa atau petugas kebersihan saja yang datang. Itu pun setelah sekolah selesai.


“DENGAN IZIN SIAPA KAMU MENDEKATI PANGERAN KAMI ?.”


“HANYA KARENA KAMU DI PANGGIL RATU, BUKAN BERARTI BISA BERSAMA PANGERAN.


‘SEORANG RANK E YANG BAHKAN TIDAK MEMILIKI KEKUATAN TIDAK PANTAS DENGAN ALVAN.”


Arin diam melihat melihat tiga orang yang sedang berteriak kepadanya, ketiga nya tidak berhenti berbicara.


“DENGAR TIDAK SIH ?.”


“KARENA SANGAT KETAKUTAN SAMPAI TIDAK BERANI MENJAWA ?.”


Lama kelaman dia kesal mendengar ucapan mereka dan membalasnya


“Bodoh.”


“APA KATAMU ?.”


“BERANINYA MENGATAI KAMI.”


“Karena kenyataan kalian bodoh.”


Ketiga orang itu memasang wajah yang sangat marah


“Jika kalian memang menyukainya, ungkapkan saja. aku sama sekali tidak tertarik.”


Dengan tatapan tajam lurus kearah mereka, tanpa rasa takut Arin membalas perkataan.


“KURANG AJAR.”


“BAJINGAN.”


“KAU MEMBUATKU KESAL, JANGAN MENYESAL.”


Dengan amarah yang sudah tidak dapat terbendung Cindy mengangkat tangannya, air dari tanah dan sungai kecil sekitar daerah tersebut berkumpul di tangan membentuk bola kecil seukuran dengan kelereng. Kemudian ia mengarahkan tangannya kearah depan.


“SERANG.”


Splash, Splash, Splash…


Kemudian air yang terkumpul mulai menyerang ke arah Arin, dia diam tidak bereaksi, lengan kanan, paha, dan tubuhnya terkena serangan itu, akan tetapi tidak mengenai tubuhnya dan hanya menggores pakaian yang ia kenakan, akan tetapi salah satu dari serangan itu mengenai wajah Arin dan membuatnya mengeluarkan sedikir darah.


“JIKA BERANI BERBICARA TIDAK SOPAN LAGI KALI INI AKAN KU BUAT KAU MASUK RUMAH SAKIT.”


“HAHAHAHA”


“HAHAHAHAAHA”


Kali ini apa yang telah mereka lakukan sudah sangat keterlaluan dan membuat Arin kesal, tadinya jika hanya berbicara dia tidak akan melakukan apapun untuk membalas, karena tidak ingin membuat ibunya cemas.


“KALIAN YANG MEMINTANYA.”


Dia menggenggam sesuatu di saku jaketnya dengan tersenyum, kemudian angin mulai berhembus dengan sangat kencang.


“APA YANG KALIAN LAKUKAN.”


Seorang siswa wanita berlari dari belakang dan langsung menuju depan Arin dan mengambil posisi seakan melindunginya.


------------------------------------


Beberapa saat sebelumnya.


Itan dan Maya baru kembali dari kantin sekolah sehabis membeli minuman dan sandwich, di depan kelasnya berkumpul banyak orang dan sangat berisik. Mereka pun masuk ke dalam kelas.


“Hey kalian cepat lapor ketua kelas.”


Beberapa siswa dan siswi pun pergi keluar mencari Devina.


“Ya meskipun dia seperti itu tapi tidak jahat, dan teman sekelas kita loh.”


“Hey ratu itu sering membersihkan kelas tidak mungkin orang seperti itu jahat.”


Beberapa siswa dan siswi pun pergi keluar mencari Devina.


“Kenapa kau tidak membantunya ?.”


“Ah maaf tapi aku tidak ingin berurusan dengan mereka, dan kekuatan orang kaya menakutkan,”


“Kalau keluarga mereka campur tangan kita bisa dikeluarkan dari sekolah.”


Keduanya yang baru datang ke kelas tidak tau apa yang terjadi dan menanyakan kepada teman lainya.


“Ada apa sih ?.”


“Meributkan apa kalian ?.”


“Ah Intan, Maya.”

__ADS_1


“Tadi Arin di bawa pergi oleh Knight of prince.”


“APA ?.”


“KEMANA ?.”


Dengan terkejut mereka berteriak kencang membuat seisi kelas melihatnya


“Ga tau.”


Intan langsung berlari keluar kelas


“INTAN TUNGGU.”


Maya mengikutinya dari belakang dan bertanya.


“Mau cari kemana?”


“YANG PENTING CARI, MAYA PAKAI KEKUATANMU AGAR CEPAT KETEMU.”


“Baiklah, aku pergi dulu.”


Dalam sekejap Maya menghilang dari hadapanya dan Intan mulai berlarian mengelilingi sekolah.


(Udah kemana-mana tapi ga ketemu, semoga kamu baik-baik saja Rin)


Tiba-tiba Dia teringat tempat yang tidak dikunjungi orang saat istirahat sekolah.


(Pasti di sana, tidak ada tempat lain selain tempat pembuangan sampah)


Intan pun berlari sekuat tenaga menuju halaman belakang sekolah.


------------------------------------


“Rin ga apa-apa.?”


Intan melihat kebelakang untuk memeriksa kondisinya, ia melihat jaket yang dikenakan oleh Arin robek, lalu dia melihat kearah wajahnya, dia terkejut karena melihat pipinya mengeluarkan darah. Setelah melihat itu dia sangat marah dan menatap ke arah Knight of Prince.


“BERANINYA KALIAN KEPADA TEMANKU ?.”


“SIAPA KAU, JIKA KAU MELINDUNGINYA AKAN KU MULAI DARIMU ?.”


Setelah memberi peringatan Cindy mulai mengumpulkan sejumlah air  dan mulai menyerang kearah Intan. Air itu melesat dengan kecepatan tinggi.  dengan percaya diri bahwa itu akan mengenai musuhnya ia pun berteriak.


“RASAKAN LAH.”


“Cindy apa yang terjadi ?.”


“Aku tidak tahu, apa mungkin dia juga memiliki kemampuan memanipulasi Air sepertimu.”


“Tapi bukanya water manipulation yang memiliki Rank A di sekolah kita hanya Cindy, jadi tidak mungkin dapat membatalkan control seseorang yang memiliki rank lebih tinggi.”


Setelah berbicara seperti itu Cindy mencoba terus menerus menyerang ke arah musuh akan tetapi hasilnya sama saja. sesaat sebelum mengenai Intan semuanya jatuh ke tanah dengan sangat cepat.


“KALI INI GILIRAN KU”


Dengan tatapan tajam Intan menatapnya dan dia terjatuh ke tanah.


“Cindy kenapa dengan mu.”


Tiba-tiba dirinya jatuh ke tanah.


“Apa ya terja- .”


DUG….


Seseorang yang berada di sebelah Cindy tiba-tiba terjatuh ke tanah.


“Akh.. apa-apaan ini tubuhku terasa sangat berat.”


“Apa yang terjadi kepada kalian berdua.”


Salah satu fans Alvan terkejut melihat kedua temannya terjatuh sesaat gadis di depanya melihat mereka. Keduanya terlihat seperti sedang ditekan oleh sesuatu.


“BE… RAT.”


“GRAVITASI, GRAVITOKINESIS ADALAH KEKUATANYA DIA MEMBERATKAN MASA KITA KETIKA DIA MELIHAT CEPAT GANGGU DIA.”


Intan Dapat mengendalikan Gravitasi di sekitarnya dengan jarak 5 meter, dan dia harus menatap target tersebut, target itu tidak terbatas terhadap manusia. Semua benda yang memiliki masa dapat dia kendalikan.


“Ba..  baiklah.”


Gadis itu mencoba bergerak melangkah menuju kearah Cindy untuk mengganggunya mengendalikan Gravitasi.


“COBA SAJA BERGERAK, KAU AKAN MENDERITA LEBIH DARI MEREKA BERDUA.”


Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakangnya.


“SEJAK KAPAN.?”

__ADS_1


“AKU TIDAK SEBAIK ANAK DI DEPAN SANA, SEBAIKNYA KAU BERHATI-HATI JIKA TIDAK AKU AKAN MEMBUAT TUBUHMU BERLUBANG.”


Gadis itu ketakuan melihat Maya yang tiba-tiba berada di belakangnya, dan gadis itu membawa tongkat besi ditanganya.


“HENTIKAN.”


Devina datang untuk menghentikan Pertarungan mereka.


“Intan lepaskan kekuatanmu, dan Maya buang tongkat besi itu.”


“APA YANG KAU KATAKAN KETUA KELAS ?.”


“Tenang lah.”


“TENANG ? LIHAT APA YANG MEREKA LAKUKAN KEPADA ARIN.”


“YA MEREKA MELAKUKAN INI KEPADA SEMUA SISWA WANITA, JIKA TIDAK DIBERI PERINGATAN MEREKA AKAN MELAKUKAN SEENAKNYA TERUS.”


Intan Dan Maya Berteriak kearah Devina


“TENANG LAH, jika dilanjutkan kalian juga akan terkena masalah, biarkan kami yang mengurus ini.”


Dengan kata-kata dari Devina, beberapa anggota komite disiplin  memegangi tangan Cindy dan teman-temannya, kemudian Intan melepaskan kekuatan gravitasinya.


“May turunkan Tongkat itu.”


“Baiklah.. baiklah.”


Setelah setuju tongkat itu menghilang dari tangannya, gadis yang berdiri di depanya terkejut dan ketakutan.


(Teleportasi, Jika tadi aku mengabaikannya dan menyerang, tongkat itu pasti telah menusuk tubuhku)


Maya memiliki kemampuan Teleportasi, dia dapat memindahkan benda dan makhluk hidup yang dia sentuh.


Dia baru mengerti maksud dari perkataan Maya, jika tadi langsung menyerangnya atau Intan, mungkin sekarang gadis itu sudah masuk rumah sakit.


“Maaf Tapi kalian kembali lah ke kelas karena bel sudah berbunyi, sisanya serahkan padaku.”


“Lakukan dengan benar.”


Kemudian komite disiplin membawa ketiga gadis itu sesaat melewati Intan dan Maya Cindy berbicara.


“INGATLAH AKAN KU BALAS SEMUA INI.”


“COBA SAJA.”


Dengan marah Intan membalas perkataanya. Dan menatap mereka hingga tidak terlihat.


“Rin kamu engga apa apa ?.”


Dengan cemas ia bertanya.


“Ya, tidak apa-apa.”


“Syukurlah kami tepat waktu.”


“Ya kalian tepat waktu.”


Lalu Arin sedikit menaikan nadanya saat berbicara.


“KARENA JIKA TIDAK, MUNGKIN AKU SUDAH MEMBUNUH MEREKA SEMUA.”


Intan dan Maya terkejut melihat ekspresi Arin saat ini, tanpa sadar mereka mundur satu langkah dan ketakutan untuk sesaat. Senyumannya saat ini seolah bahwa dia akan benar-bentar membunuh ketiga gadis itu. Dan ia mengucapkan itu tanpa ragu sedikit pun.


(Eh arin ?.)


(Sepertinya mereka membangunkan singa yang sedang tertidur dari sekolah kita.)


“Kalau gitu aku kembali dulu.”


Kemudian Arin berjalan meninggalkan mereka berdua.


“TUNGGU RIN, setidaknya kita harus ke Ruang kesehatan untuk memberihkan luka itu.”


Intan datang mengerjarnya dan menarik tanganya


“Aku tidak peduli.”


“Kau itu wanita jadi dengarkan saja.”


“Baiklah.”


“Kalau gitu ayo May.”


“Ya.”


(Sudah kuduga sikapnya terhadap Intan berbeda.)


Intan berjalan di depan sembari menarik tangan Arin dan Maya mengikutinya dari Belakang.

__ADS_1


__ADS_2