
DUAAAAR!!!!….
“Suara apa itu ?”
Terdengar suara ledakan dari luar ruangan, terlihat sebuah cahaya bersinar dari arah langit di dekat rumah sakit barat.
Arin yang sedang berbaring sembari menonton televisi melihat kearah jendela.
Gina mendekati jendela lalu memandangi sekitarnya.
“Ledakan lagi ?”
Haqi berbicara.
“Lagi ?”
Mendengar ucapan itu , Arin mengkerutkan keningnya sembari bertanya.
“Ah tidak apa-apa ko rin.”
Mendengar pertanyaan Arin, Gina terlihat panik lalu menutup jendela dan tirainya.
(Mereka menyembunyikan sesuatu dariku.)
Dari luar ruangan terdengar suara orang sedang berlari, mereka sangat berisik. Orang-orang sedang panik, karena hari ini terjadi lagi ledakan misterius itu.
Arin dapat merasakannya dengan Aerokinesis kalau banyak sekali orang yang sedang berlari keluar dari gedung rumah sakit. Dia mengambil handphone miliknya, lalu mencari berita hari kemarin saat dia tidak sadarkan diri.
(Kemarin malam juga terjadi ledakan ya ?)
Gadis itu melihat kearah sofa, di sana terlihat Gina yang sedang gelisah sedang berbicara dengan Haqi..
“Kenapa Maria belum kembali ?, apa terjadi sesuatu pada mereka ?”
“Tidak apa-apa, aku rasa yang tadi perbuatan Alvan atau Maria.”
“Benarkah ?, aku mencemaskan mereka.”
“Karena kekuatanku tidak aktif, berarti mereka baik-baik saja.”
Mereka berbisik agar tidak terdengar oleh Arin. Tapi gadis itu mampu mendengarnya meskipun tidak terlalu jelas. Kedua orang itu menyadari kalau Arin sedang menatap kearah mereka dengan tatapan sinis.
“Cih….”
Arin yang merasa kesal menarik selimut untuk menutupi seluruh badannya.
“Ngambek tuh gin.”
“Uuuuhhhhhh, Maria lama banget ini.”
------------------------------------
“Minggir-minggir.”
__ADS_1
“Awas jangan menghalangi jalan.”
“Cepatlah.”
”Hati-hati, banyak orang sakit juga.”
Karena panik, Pasien dan anggota keluarganya pergi meninggalkan kamar menuju luar gedung rumah sakit. Lorong, tangga serta lift menjadi sangat padat.
Dug….
Terlihat seorang gadis terjatuh akibat menabrak seorang pria tua.
“Uwaaaa, Hiks, Hiks.”
“Gadis sialan, kalau jalan.”
Pria itu malah memarahinya lalu berlari.
“Apa kamu tidak apa-apa ?”
Beberapa orang mendekatinya, dan membantunya berdiri.
“Sudah tidak usah menangis.”
“Apa kamu mau ini ?”
Seorang pria memberikan sebuah lolipop, gadis itu mengangguk.
“Terima kasih.”
“Gara-gara kamu tau ini.”
“Jadi panik gini ya.”
“Karena kemarin juga terjadi hal yang sama kan.”
“Mau gimana lagi, aku kesal melihat drone itu terbang mengintai kita terus.”
Maria menggaruk kepalanya dan berjalan, diikuti oleh Chanan, Ina, dan Alvan di belakangannya. Ketika orang lain berlari menuju tanggan dan lift, mereka berempat dengan santainya berjalan menuju kamar Arin di rawat.
Ketika Maria membuka pintu, Gina sudah berada di sana.
“Kalian lama tau.”
Gadis itu terlihat sangat marah dan melototi mereka.
“Maaf ya.”
”Kalian tidak apa-apa kan ?”
“Tidak kok.”
”Ledakan yang tadi apa ?”
__ADS_1
”Itu drone yang aku hancurkan.”
Gina dan Haqi saling memandang lalu menghela nafas mereka.
“Arin ngambek tuh.”
Mereka melihat ke kasur, Di sana terlihat Arin yang seluruh tubuhnya di tutupi oleh selimut.
Maria mendekatinya lalu berusaha mengajaknya berbicara.
“Rin…. Arin.”
Tetapi tidak ada jawaban sama sekali darinya.
------------------------------------
Setelah mendengar sebuah ledakan. Almya ingin membawa adiknya pergi keluar rumah sakit karena takut akan terjadinya aksi ******* di rumah sakit Barat. Tetapi Intan menggelengkan kepalanya karena tidak kuat untuk bergerak dari kasur itu. Maya juga menghentikannya karena takut kondisi sahabatnya akan memburuk. Karena sekolah sudah libur, dia menginap untuk membantu Almya merawat adiknya.
Almya akhirnya setuju diam di kamar. Dia menjadi semakin panik karena melihat orang-orang yang mulai berlarian keluar ruangan. Dia melihatnya dari pintu kamar.
(Kondisi Intan tidak memungkinkan untuk di bawa keluar, dan juga mungkin akan semakin parah jiga tersenggol oleh mereka, kita bisa saja menggunakan teleportasi milik Maya, tapi aku takut kondisi Intan malah semakin memburuk.)
Maya yang melihat Almya panik berusaha menenangkannya.
“Gimana kalau aku mencari tau situasinya terlebih dahulu kak ?”
“Jangan May, bahaya.”
“Kalau gitu aku akan bertanya kepada Chanan atau kak Maria.”
“Kenapa Chanan.”
Almya memiringkan kepalanya.
“Tidak apa-apa kok kak Mya, kurasa mereka mungkin mengetahui sesuatu.”
Karena Maya dilarang pergi keluar ruangan. Akhirnya dia mengirim sebuah chat kepada Maria dan Chanan untuk menanyakan apa yang terjadi.
(Karena Chanan adalah anggota Shield pasti dia tau sesuatu kan ?)
Beberapa menit kemudian chat masuk dan dia mengeceknya.
“HAAAA ?”
Almya dan Intan terkejut melihat teriakan Maya lalu melihat kearanya.
“Kenapa Maya ?”
“Ah engga kok kak.”
Dia terkejut dengan jawaban dari Maria.
(Maaf Maya, itu perbuatanku hahaha.)
__ADS_1
Maya menggelengkan kepalanya dan menatap keluar jendela.
(Apa yang mereka lakukan sampai membuat ledakan seperti itu.)