
Seluruh Penonton dan beberapa Sekolah terkejut dengan hasil pertandingan yang di menangkan SMA barat dengan skor 120 vs 83. Mereka tidak menyangka akan menang dan mendapat selisih skor yang cukup jauh. Karena biasanya SMA barat berfokus pada Kirana sebagai Inti penyerangan dari Tim, tetapi kali ini mereka benar-benar seperti Tim baru dengan orang-orang yang berbeda dari biasanya.
“Yeah kita bisa menang pertadingan pertama tanpa kapten.”
“Iya aku tidak menyangka ini.”
Beberapa angota saling berpelukan karena merasa sangat senang. Setelah pertandingan selesai mereka kembali menuju Ruang tunggu dan mengambil perlengkapan mereka. Karena Sesi pertandingan Basket sudah berakhir untuk hari ini. Dan pertandingan SMA Utara vs SMA Timur dimenangkan Oleh Utara sesuai prediksi Arin.
“Kita akan menonton pertandingan Klub lain dan menyemangati mereka.”
“Iya, kalau gitu kita harus bersiap.”
Riana memberi arahan kepada anggota lainya dan mereka semua setuju. Mereka pergi meninggalkan ruangan dan mulai pergi ke tempat pertandingan Voli akan dimulai. Arin berjalan menjauh dari mereka dan berniat berkeliling sendirian.
“Rin mau kemana ?”
Akan tetapi Naila dan Maya menyadarinya.
“Ya kau melamun dari tadi, aku sudah berjanji dengan Intan jadi jangan bergerak sendiri.”
“Jika ingin ikuti saja.”
Arin menghela nafas dan terlihat kesal saat mereka berdua datang kepadanya dan mulai mengikutinya. Dia berkeliling melihat beberapa tempat dan mengenang beberapa masa lalunya. Di sini Di tempat ini dia pernah bertanding bersama sahabat baiknya yang saat ini sudah tidak ada. Kedua orang yang mengikutinya. memperhatikan sifatnya yang sedikit berbeda dari biasanya.
“Ada apa denganya.”
Naila bertanya kepada Maya.
“Entah lah tapi yang pasti,dia sedang memikirkan sesuatu.”
“Hmm mungkin mengenang masa lalunya.”
Mereka terus mengikuti Arin yang berjalan tanpa tujuan dan berkeliling ke berbagai tempat. Saat mereka berjalan mereka bertemu dengan beberapa orang dari Klub Basket dari SMA Selatan.
“Arin ?”
Saat mereka saling melewati salah satu dari mereka memperhatikan Arin dan mulai bertanya. Dia berhenti berjalan dan melihat kearah nya.
“Sudah kuduga Arin, tidak kusangka kamu bermain basket kembali.”
Gadis itu memegang tangannya dan memeluknya semua orang yang berada di tempat memperhatikan itu sembari memasang wajah yang kebingungan.
“Hey Citra kamu engga sopan.”
“Ah tidak apa-apa kami adalah kenalan lama Kapten.”
“Tetap saja ini tempat umum dan banyak orang.”
Gadis itu di tegur oleh seseorang yang berada disebelahnya.
“Karena banyak orang yang melihat kita lebih baik cari tempat sepi untuk berbicara.”
“Iya.”
Arin mengangguk dan mereka pergi menuju tempat sepi untuk berbicara. Maya yang mengikutinya dari belakang penasaran dan bertanya kepadanya.
__ADS_1
“Rin siapa ?”
Dia memperlambat jalannya.
“Citra, salah satu pemain Inti dari sekolah kami dulu.”
“Ah pantas saja dia mengenalimu.”
Akhirnya mereka sampai di sebuah taman di luar gedung tidak jauh dari tempat itu.
“Sudah lama engga ketemu ya Arin.”
“Iya.”
“Ngomong-ngomong mana Intan aku tidak melihatnya saat kalian bertanding.”
“Kalau dia ada di sini maka aku tidak akan menggantikannya.”
“Eh kenapa ?”
Citra adalah temannya dari sekolah Saat Smp dan juga pemain inti dari basket jadi dia cukup dekat dengan Arin, dan Saat kelas 3 mereka berada di kelas yang sama.
“Dia menjadi korban dari penyerangan terhadat beberapa murid yang terjadi di wilayah barat.”
“Eh beneran ?”
Gadis itu memasang wajah terkejut saat mendengar temannya menjadi korban.
“Iya.”
“Tidak apa-apa mungkin minggu depan dia akan ikut melihat pertandingan.”
“Syukurlah, aku mendengar kalau Tim basket kalian kehilangan beberapa pemain inti, aku tidak menyangka kalau salah satunya adalah Intan.”
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba teman yang mengikuti mereka berbicara.
“Hey engga baik loh ngobrol tanpa memperkenalkan kami terlebih dahulu.”
“Ah maaf kapten, ini Adalah Arin temankku saat SMP.”
“Perkenalkan Aku Danti Kapten dari SMA Selatan, dan kalian berdua ?”
“Maya teman Arin.”
“Aku Naila, mohon bantuanya.”
Setelah berkenalan mereka terlihat asik mengobrol dan berbincang sesaat.
“Tapi ya sangat disayangkan Kirana dan dua anggota lainya Menjadi korban penyerangan aku ingin sekali melawannya untuk terakhir kali.”
“Haha kapten juga sangat kecewa karena dia tidak bisa ikut bertanding untuk terakhir kalinya, tapi kayanya dia akan memaksa untuk bermain minggu depan.”
Naila dan Danti berbincang seperti seseorang yang sudah kenal lama.
“Tapi aku beneran terkejut karena Arin menggantika Intan, meski hanya menjadi pemain cadangan, tapi aku senang melihatmu bermain basket kembali rin.”
__ADS_1
Citra memasang wajah senyum dan menatap Arin, Dari sekian banyak orang Dia adalah salah satu orang yang tau apa yang menimpanya, Tentu saja dia juga sangat terpukul saat mendengar Kematian Nia dari Wali kelasnya saat SMP.
“Iya, tapi aku tidak pernah ada niatan untuk kembali bermain seperti dulu.”
“Aku tau, tapi rasanya aku sangat ingin bermain lagi denganmu.”
“Jika bukan karena Intan aku tidak akan Pernah menginjakan kaki di sini.”
“.…..”
(Apa yang mereka bicarakan ?, sepertinya anak ini tau sesuatu.)
Maya yang mendengar percakapan mereka memperhatikan setiap ucapan dengan teliti tanpa melewatkan sedikit pun kata.
“Kalau gitu maaf ya sudah mengganggu waktu kalian, Aku senang bisa bertemu denganmu lagi rin, kalau kita bertemu di lapangan aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku untuk mengalahkanmu.”
“Iya.”
“Kami tidak akan kalah nantikan saja.”
Citra dan Danti pergi meninggalkan ketiganya dan melambaikan tangan.
“Cit, apa orang itu Athena ?”
“Haha, sudah lama aku tidak mendengar julukan itu.”
“Jadi benar ?”
“Iya tentu saja dia adalah orangnya.”
“Hmmm.. tapi entah kenapa dia terlihat seperti orang yang berbeda dari Athena yang aku tau.”
Dia melihat ke belakang dan memasang wajah penasaran.
“Banyak hal yang terjadi kapten, melihatnya kembali bermain Basket saja aku sudah senang ko.”
“Sepertinya aku lebih baik tidak bertanya lebih jauh.”
“Maaf ya kapten.”
“Tidak apa-apa, tapi kalau bertanding melawan mereka aku pasti akan menang.”
“Tentu saja.”
“Kalau gitu Ayo kembali yang lain pasti sedang mencari kita.”
Mereka berdua berlari menuju gedung dan sosoknya menghilang dari pandangan Arin.
Mereka bertiga kembali menuju gedung olahraga dan menuju tempat pertandingan Bola Voli dilaksanakan, Terlihat para murid dari SMA barat sedang mendukung mereka yang sepertinya sedang terpojokoleh tim lawan.
Para anggota klub basket terlihat bersorak ikut mendukung klub dari SMA Barat yang sedang bertanding. Arin Maya dan Naila menghampiri mereka ikut menonton pertandingan.
Arin mengeluarkan Handphonenya dan melihat ada sebuah pesan masuk Dari Maria.
“Rin, Malem ke kamar ya, Ada yang ingin aku tanyakan terkait insiden kemarin.”
__ADS_1
Setelah membaca pesan dia langsung membalasnya dan memasukan kembali Handphone ke dalam saku jaket dan melihat pertandingan yang sedang berlangsung.