TRIGGER

TRIGGER
BAB 4, Chapter 92. Penyergapan 4


__ADS_3

Haqi saat ini berhadapan dengan 5 orang musuh, dia cukup hebat dapat menghindari semua serangan musuh, tapi dia kesulitan karena dia terus menerus menggunakan kekuatan miliknya.


Swooshhh….


(Bahaya.)


Dengan panik dia melompat ke samping lalu terjatuh ke tanah.


Musuh melihat itu langsung berlari kearahnya dan menendang perutnya sekuat tenaga.


“UKhh…”


Dia terdorong karena tendangan itu dan berguling, dia berusaha bangkit dan menahan rasa sakitnya.


(Ayo bangkit, jika di bandingkan dengan tendangan Maria ini tidak ada apa-apanya.)


Sembari memegangi perutnya dia berdiri.


“Hahaha lemah.”


salah satu pria mengejek dan berlari sembari mengayunkan tinjunya.


Haqi menghindari itu lalu memukul perutnya sekuat tenaga.


“Ukhhh.”


“Sekarang kita impas.”


Empat musuh yang berada dihadapannya langsung berdiri menerjangnya.


DUG…. DUG….. DUG.…


Haqi menerima pukulan di beberapa bagian pada tubuhnya, tetapi dia juga membalas pukulan musuh, tidak hanya diam saja.


Saat ini dia mengepalkan tangannya dan memasang kuda-kuda.


“HAHA KAU BELUM MENYERAH ?”


“Kau pikir dirimu siapa memasang posisi seperti petinju hahaha.”


Musuh mengejeknya, salah satu musuh berlari kearahnya dengan mengayunkan tinjunya.


DUUUUGG…..


“AKKHHHH.”


Saat musuh sudah cukup dekat dengannya dia menghindari serangan musuh dengan memiringkan kepalanya ke kanan, lalu mengayunkan kaki kanannya dan menendang musuh dengan kuat, yang mengakibatkan pria itu terjatuh.


Setelah musuh jatuh dia langsung menghajar musuh lalu memukul dagu lawan agar tidak sadarkan diri.


“Beraninya kamu !!!”


“Jangan meremehkanku, Aku sudah diajari oleh guru yang kejam.”


Haqi menjawab itu sembari tersenyum.


“Kita serang sekaligus.”


Ketiga pria di hadapannya sedang bersiap-siap menyerangnya.


(Sial, kepalaku mulai pusing, lemah sekali aku.)

__ADS_1


Akibat terlalu banyak menggunakan kekuatan prediksi masa depan miliknya, sekarang kepalanya mulai terasa sakit, tetapi dia berusaha berdiri sekuat agar tidak terlihat lemah oleh musuh.


Kedua musuh menyerangnya, Haqi menghidar itu lalu memukul dada musuh dan melompat mundur.


“Sial.”


Kepalanya terasa sangat sakit, dan seluruh badannya melemas seperti akan jatuh.


Musuh melihat itu langsung menendangnya dan membuat dia terjatuh ke tanah.


“HAHA Sekarang kamu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”


“Kalau saja kamu tidak berlari dan mengikuti kita.”


“Karena kamu berlari jadi kami harus menggunakan kekerasan.


Dua orang berdiri dihadapannya sembari mengejek.


Haqi merasa kesal dengan ejekan itu dan menatap wajah mereka dari bawah. Dia tidak sebodoh itu sampai percaya akan di bawa tanpa dilukai oleh orang-orang yang membawa senjata di tangan mereka, dia juga dapat melihat masa depan dimana dia dan Chanan di siksa hingga berdarah di tempat ini, karena itulah dia berlari.


(Meskipun sudah berlatih aku masih saja lemah.)


Dia sangat terpukul dengan situasinya saat ini.


(Dibandingkan dengan Maria yang seorang wanita aku jauh berada di bawahnya.)


Haqi menggigit bibir bawahnya dan mengeluarkan darah.


“Tinggal 1 lagi.”


“Karena kalian kabur, Kami akan membuat kaki itu tidak dapat berlari lagi hahaha.”


Kedua orang itu berjalan perlahan mendekati Haqi yang tergeletak di tanah tidak berdaya, mereka sudah yakin akan kemenangannya terus menerus mengejek.


Sebuah cahaya dari langit turun dan menghantam kedua orang itu dengan sangat cepat dan kuat. Membuat kedua orang itu terkapar di tanah mengeluarkan asap.


“HAQI”


Seorang pria berlari mendekatinya.


“Kamu tidak apa-apa ?”


“Alvan, Kenapa kamu di sini ?”


”Itu tidak penting, gimana keadaanmu ?”


“Tenanglah, kepalaku sakit karena terlalu banyak menggunakan kekuatan.”


Haqi berusaha bangkit di bantu oleh Alvan yang mengangkatnya.


“Gimana dengan Cindy dan Kalia ?”


“Tenang saja mereka sudah di tempat yang aman.”


Dari jauh Chanan berlari menuju mereka.


“Hey kau tidak apa-apa, eh kok ada Alvan ?”


Salah satu musuh yang masih sadar melihat itu.


“HAHAHAHAHAHAHAHAHA.”

__ADS_1


Dia tertawa dan melentangkan tubuhnya memandang kearah langit.


“Sepertinya kelompok 3 juga gagal ya, tapi-.”


Mendengar perkataan itu mereka melihat kearah pria itu.


“Tapi yang penting kelompok 1 pasti akan menangkap wanita itu,”


“Itu tidak akan terjadi.”


Chanan berdiri mendekatinya.


“Tidak mungkin ? hahahahahaha, seorang gadis di serang oleh 50 orang pria pasti tidak akan selamat hahahahaha.”


Mendengar perkataan itu Alvan menyimpitkan matanya.


“Karena target utamanya adalah wanita itu, sudah pasti akan tertangkap hahaha.”


Pria itu terus tertawa.


Chanan yang kesal menembakan teser gun kepadanya.


“Cih, aku tidak tahan dengan tawaan itu.”


Haqi serta Alvan mendekatinya.


“Kita harus cepat kak Maria dalam bahaya.”


“Tenang lagi pula itu Maria van.”


Dengan santai Haqi menjawab.


“SEORANG WANITA DI SERANG 50 ORANG TIDAK MUNGKIN AKAN BAIK-BAIK SAJA.”


Mendengar jawaban itu Alvan terlihat kesal dan berteriak, kemudian seluruh tubuhnya diselimuti electro dan berlari sekuat tenaganya untuk mencari Maria.


“Di situasi saat ini kamu berbicara begitu qi.”


“Tapi-.”


“Aku tau, akan bahaya jika dia tertangkap, tapi kita susul mereka untuk saat ini, aku juga sangat mencemaskan Maria.”


Haqi menundukan kepalanya lalu mengejar Chanan yang berlari mengejar Alvan.


------------------------------------


Saat ini Alvan berlari sekuat tenaganya, dia mencari di setiap jalan dan terus berlari menuju ke Apartemen Star.


(Aku harus cepat, kak Maria seorang diri.”


Kecepatannya terus meningkat hingga dia merasakan ada hawa keberadaan seseorang pada sebuah tempat.


(Di sana, aku dapat merasakan ada kurang lebih 50 orang berkumpul.)


Dia langsung berlari menuju sebuah tempat, lalu saat dia berbelok dia terkejut dengan pemandangan di hadapannya.


“A… apa yang terjadi ?”


“Oh Alvan. Ngapain kamu di sini ?”


Dia melihat orang-orang yang di tumpuk seperti sebuah gunung, seorang gadis menduduki mereka sedang mengelap tangannya dengan kain, membersikan noda darah.

__ADS_1


Alvan tidak dapat mengeluarkan perkataan apapun, hanya dapat terkejut dengan pemandangan di depannya saat ini.


__ADS_2