
“Aku tidak menyangka kalau masakan Arin sangat enak !”
Ina yang selesai memakan, memasang wajah sangat puas lalu memandangi gadis yang duduk dihadapannya.
Arin memasak Steak burger, menggunakan daging giling yang dia beli, pelengkapnya adalah potato salad serta wortel, buncis. Pada salad nya juga terlihat ada sebuah daging asap.
“Benarkan, kalau Arin buka restoran pasti bakal laku.”
Gina yang duduk disebelah Ina menjawab.
“.….”
Arin tidak menjawab apapun, ia makan dengan perlahan. Di sampingnya ada Maria yang terus menambah porsi makannya, dia sudah menghabiskan 3 piring steak burger.
“Jadi, kenapa kak Maria makan potato salad bersama dengan nasi ?”
Nasi dan kentang sama-sama memiliki sumber karbohidrat yang tinggi, oleh karena itu makan keduanya secara bersamaan secara tertus menerus, tidak akan baik bagi kesehatan.
“Sebaiknya kamu jangan tiru dia, tidak sehat makan seperti itu !”
“Baik kak Gina.”
Arin yang sudah menghabiskan makan, meraih gelas lalu meminumnya.
“Arin tambah !”
Tanpa ada rasa malu Maria ingin menambah porsi lagi.
“Ya.”
Arin berjalan menuju dapur membawa piring serta gelas yang habis digunakannya.
“Jangan lupa acarnya rin !”
“Ria masih pagi, jangan terlalu banyak makan !”
“Benar kak.”
Gina cukup kesal lalu memarahinya.
“Satu porsi lagi aja ko !”
Sembari tersenyum dia memandang kearah lawan bicaranya.
“Ngomong-ngomong, tidak terjadi sesuatu kepadamu kan ?
Maria menatap kearah Ina, setelah terjadi penyerangan terhadap mereka, dia meneleponya untuk menanyakan kabarnya serta memberikan sebuah peringatan, karena tentu saja orang-orang yang menyerang mereka mungkin saja menargetkan Ina, karena dia terlihat waktu saat Maria meledakan sebuah drone saat di atap rumah sakit.
__ADS_1
“Ya sejak itu aku tidak pernah keluar dari apartemen, terlebih lagi anggota shield melarangku keluar !”
“Gitu ya ?”
“Syukurlah kamu tidak apa-apa, aku takut kamu juga di serang saat itu !”
Setelah berbicara dengan Ina, Gina mengambil piring mereka lalu menumpukannya, setelah itu membawannya ke dapur untuk dibersihkan.
“Biar aku bantu kak.”
“Tidak usah, kamu tamu jadi diam saja !”
Ina sangat ingin membantu tetapi dihentikan oleh Gina, dia bilang gadis itu adalah tamu, tetapi posisi keduanya sama, karena tuan rumah di sini adalah Arin. Mereka hanyalah penghuni dari Apartemen yang dikelola oleh orang tua Arin.
“Baiklah.”
Arin yang selesai masak untuk tambahan porsi Maria datang lalu memberikannya.
“Makasih rin.”
“Ya, aku mandi dulu !”
Gadis itu berjalan menuju kamar mandi.
Selang beberapa menit, Gina yang sudah selesai mencuci piring berjalan kembali kearah meja makan.
“Tapi-, tidak ku sangka kalau Arin akan mengajakmu untuk makan bersama.”
“Iya awalnya aku juga cukup terkejut dengan ajakan Arin.”
Ina memandang kearah lorong dimana Kamar mandi berada, Banyak orang yang berkata Kalau Arin adalah Ratu Es, yang bahkan tidak peduli dengan orang di sekitarnya, tetapi saat bertemu langsung dengan gadis itu Ina merasa kalau semua itu hanyalah rumor, memang benar kalau Arin jarang berbicara. Tetapi ia baik kepada Ina, yang menyebabkan salah satu temannya masuk ke rumah sakit. Setelah itu bahkan dia menerima dirinya sebagai temannya.
“Tapi aku sangat bersyukur kalau Arin memang menganggapku sebagai teman .”
Sembari tersenyum gadis itu melihat kepada dua wanita di depannya.
“Gitu ya !”
“Sebaiknya kamu jangan pulang dulu, Karena nanti siang Haqi dan Chanan akan membawa game ke sini.”
“Game ?”
“Iya kita akan bermain game sampai malem !”
Maria dan Gina mengajaknya untuk tetap tinggal bersama, keduanya tau kalau Arin tidak mungkin akan mengajak seseorang yang tidak dia anggap, entah itu karena merasa kasihan atau apa, tapi Arin sudah mengakui Ina sebagai temannya.
“Kalau tidak merepotkan tidak apa-apa sih, tapi aku akan meminta izin dulu.”
__ADS_1
“Tidak apa, biarkan si foto copy aja yang mengerjakan tugas itu.”
Maria yang sudah selesai makan mengambil handphonenya lalu menghubungi Chanan.
“Foto copy ?”
Ina memiringkan kepalanya karena mendengar perkataanya, matanya terlihat terheran-heran.
“Ah itu julukan Chanan tak usah dipikirkan hahaha !”
“Eh ?,… ahhhh.”
Awalnya gadis itu tidak mengerti, tetapi setelah mengingat kembali kekuatan dari Chanan dia akhirnya tau mengapa julukan itu dapat diberikan.
------------------------------------
Seorang pria sedang duduk di depan komputer, dia terlihat begitu kelelahan, rambutnya cukup berantakan. Dia sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasannya. Pria itu diperintahkan untuk mengecek semua CCTV yang mati saat perampokan terjadi di wilayah Barat.
“Sial, orang lain libur, bermain game, bersenang-senang.”
Dia memegangi kepalanya.
“Kenapa aku harus mengerjakan tugas seperti ini.”
Tiba-tiba telepon yang berada di sebelah mouse bergetar.
“Iya halo ?”
’Chanan, Ina sekarang berada di rumah Arin dan akan bermain dengan kita sampai malam, kamu sebaiknya beritahu atasanmu untuk meminta izin !’
Terdengar suara wanita, dengan nada memerintah.
“Hey aku masih sibuk, ada pekerjaan !”
“Intinya kasih tau saja atasanmu, dan jangan telat bawa semua gamenya !”
“Kau ini ya, sudah kubilang masih sibuk, mungkin aku akan telat.”
Dengan nada kesal Chanan berbicara sembari menggaruk kepalanya.
“Iya salahmu sendiri kenapa lelet !”
“Ah sial, baiklah jangan banyak bicara !”
Karena tidak ingin berdebat akhirnya dia setuju.
Bukan karena Chanan lambat mengerjakan tugas itu, tetapi hal yang harus dia cek begitu banyak, dia harus memeriksa semua sistem jaringan CCTV yang terhubung dengan kejadian perampokan. Dia menemukan kalau sistem telah disusupi seseorang dan menghilangkan beberapa video yang ada. Ini lah hal yang menambah pekerjaanya.
__ADS_1
“Baiklah sebelum jam 2 siang aku harus segera membereskan semua ini.”
Sambil memukul kedua pipinya dia berbicaram terlihat noda merah berbekas.