TRIGGER

TRIGGER
BAB 4, Chapter 110. Berbelanja.


__ADS_3

“Bosan, ini benar-benar membosankan !”


Intan sedang berguling-guling di kasur kamarnya, dengan ekspresi kecewa dia mengeluh.


Setelah mendengar kalau Maya akan olahraga pagi bersama Riana dan Naila, dia bersikeras ingin ikut, tetapi Almya langsung menatap tajam kepadanya, Intan yang merasa takut akhirnya diam dan masuk ke kamarnya.


“Pada aku sudah pulih, Kakak terlalu berlebihan !”


Kekecewaan terlihat dari raut wajah gadis itu, dia memeluk guling lalu melihat kearah foto yang berada di atas meja belajarnya. Dia memandangi foto klub basketnya saat SMP. Intan kembali mengenang masa lalunya saat bersama dengan seluruh teman-teman.


“Hey Nia, apa yang harus aku lakukan !”


Intan benar-benar ingin berbaikan dengan Arin, dia sedang berpikir cara seperti apa yang akan membuat Gadis itu memaafkanya.


“Secara tidak sadar aku bahkan bertengkar dengan Arin.”


Karena emosi yang meluap dia benar-benar melampiaskan semuanya, bahkan menurut penjelasan Alvan, dia melewati batas kekuatanya. Jadi ada kemungkinan saat Intan melawan Arin, dia mengeluarkan kekuatan Esper yang setara dengan Rank A.


“Aku benar-benar tidak bisa memikirkan apapun, tolong aku Nia !”


Air mata perlahan keluar, dia menutup wajahnya menggungakan bantal. Tiba-tiba handphonenya bergetar. Gadis itu meraihnya dan melihat pesan yang di kirim oleh Maya.


“Sebuah video, apa ini ?”


Intan melihat video yang di kirim oleh temannya, di sana terlihat Arin sedang melakukan gerakan boxing.


“Arin ?”


Dia terpana dengan video itu, tanpa sadar gadis itu mulai tersenyum.


“Tidak ku sangka kalau mereka bakal ketemu Arin, Kalau saja aku ikut, aku bisa bertemu langsung dengannya !”


------------------------------------


Arin berjalan menuju super market untuk membeli bahan-bahan untuk memasak, sesampainya di sana dia mengambil keranjang menuju area bahan makanan, dia membeli daging giling, dan mencari beberapa sayuran.


“Arin ?”


Tiba-tiba saja seseorang menepuk punggungnya dari belakang, dia menoleh, di sana ada Ina.

__ADS_1


“Kau ?”


“Aku tidak menyangka kalau kamu sudah keluar rumah sakit, awalnya aku ragu untuk menyapa !”


Wajah Arin saat ini masih di tutupi oleh hodie, Ina memperhatikanya untuk beberapa waktu sampai akhirnya dia yakin kalau gadis itu adalah orang yang dia kenal.


“Ya, berkat Cindy dan yang lainya !”


“Ah benar, mereka pernah berbicara tentang healingpod, padahal aku ingin sekali melihat alat itu secara langsung.”


“Hmm…”


“Apa yang kamu lakukan jam segini ?”


Sembari melihat tangan kanan Arin yang membawa keranjang, Daging giling, rempah-rempah, serta sayuran.


“Masak !”


“Gitu ya, tapi engga kebanyakan, kamu hanya tinggal dengan ibumu kan ?”


Melihat betapa banyak daging yang di beli gadis itu, Ina bertanya sembari memiringkan kepalanya.


“Kak Maria ya ?, hahaha!


Mendengar kata Maria, Ina tertawa tetapi matanya mengatakan hal lain seolah-olah tawaan yang terpaksa, dia kembali mengingat saat menginap di rumah sakit, Hampir 80% makanan di makan habis oleh satu orang.


“Kau sendiri, apa yang kamu lakukan di sini ?”


Melihat Ina yang tidak membawa apapun Akhirnya dia bertanya.


“Ah, aku mau beli cemilan untuk ngemil sih, tapi aku melihat kamu !”


“Hmm.”


Ina tersenyum.


“Kalau gitu aku pergi dulu ya.”


Gadis itu membalikan badannya sembari melambaikan tangan.

__ADS_1


“Gimana kalau kamu ikut makan bersama kami !”


“Iya ?”


Terkejut mendengar perkataan Arin, dia berbalik dengan ekspresi bodoh karena tidak percaya akan di ajak makan bersama.


“Engga ngerepotin nih ?”


“Tidak, terserah padamu !”


“Iya, belakangan ini aku juga bosan hanya diam terus, benar-benar seperti seorang tahanan !”


Tentu saja tahanan, saat ini dia masih belum bebas karena keterlibatannya dalam penyerangan terhadap SMA Barat, setelah melakukan penyidikan lebih jauh, semakin banyak  orang yang terlibat. Shield memutuskan kalau Mereka tidak boleh membiarkan gadis dengan kekuatan Mind Control bebas sebelum kasus yang terjadi belakangan ini selesai. Mereka takut kekuatan dari Ina akan disalah gunakan lagi oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.


“Karena aku sudah selesai, ayo beli cemilan !”


Setelah berbicara Arin berjalan, Ina melihat itu mengikutinya dari belakang.


“Sebaiknya nanti kembali ke apartemen mu dulu !”


“Eh, kenapa ?”


“Apa kau mau makanan yang telah kamu beli habis oleh kak Maria !”


“Hahaha kau benar, tapi bukannya malah muter lagi ?”


“Tak apa !”


Dengan nada datar Arin berbicara tetapi Ina merasa tidak terganggu dengan sikap itu, dia malah sangat senang karena Arin mengajaknya untuk makan bersama, ini pertama kalinya dia merasakan apa yang namanya teman.


Arin juga mengambil beberapa makanan ringan untuk dia makan nanti malam, Ina sedang memilih cemilan yang akan dia beli. Gadis itu terlihat sangat senang, Arin memandangimya dan mengingat dengan perkataan Chanan.


Ina pindah ke pulau Aurora seorang diri, kekuatannya selalu dimanfaatkan oleh orang-orang dari SMA Utara, semua orang memandang rendah gadis itu, mungkin saja Arin mengajak gadis itu karena merasa kasihan. Tetapi tentu saja dia tidak membenci Ina, menurutnya gadis itu baik, dan saat malam hari bertemu mereka akhirnya berteman.


“Ayo rin, aku sudah selesai.”


“Ya !”


Mereka berjalan menuju kasir untuk membayar, setelah selesai mereka menuju apartemen Ina untuk menyimpan belanjaan, lalu mereka menuju rumah Arin.

__ADS_1


__ADS_2