
Namaku Ina, Aku Seorang Gadis dari keluarga Biasa saja, akan tetapi kekuatan Esper ku bangkit dan akhirnya pergi menuju Pulau Aurora. Pulau Impian dimana Teknologi sangat maju, berkumpulnya para Esper dari berbagai dunia, dan masih banyak yang sangat bagus di pulau itu.
Kekuatan ku adalah Mind Contol, dapat mengendalikan pikiran Seseorang atau hewan yang sudah ditargetkan, cara menggunakannya cukup menepuk tanganku, menjetikan jari ketika taget sudah dipilih. Akan tetapi jika orang itu memiliki mental atau pikiran yang kuat akan sulit untuk mengendalikan mereka, dan aku beberapa kali gagal.
Saat pertama kali Sampai di sana aku terkejut dengan pemandangan Indah bagaikan Pulau Impian, aku berharap mendapatkan banyak teman di sini.
Awalnya dia berteman dengan semua orang seperti biasa, akan tetapi ketika beberapa temannya mengetahui kemampuan miliknya mereka mulai memanfaatkannya. Ina yang tidak mau dipaksa dan akan di bully jiga tidak menuruti keinginan mereka jadi terpaksa dia mengikuti keinginan jahat teman-temannya.
Pertama mereka mulai dengan menjahili siswa lain dan merubah pikiran dan menertawakan mereka, lalu tindakan mereka mulai semakin parah.
“Hey bagaimana jika kita Mencuri soal Ujian ?.”
“Ide yang bagus tuh.”
“Dengan kekuatan ini tidak akan ada Saksi mata sama sekali.”
Mereka pun mulai mencuri soal Ujian dan menjual itu kepada beberapa murid yang mencari jalan singkat dan mendapatkan banyak keuntungan. Setiap kali dia melakukan kejahatan dengan kekuatanya Ina akan menangis. ketika dia sedang sendirian, Ketika berada di kamarnya Dia selalu merenungkan perbuatannya dan meminta maaf terus menerus sambil menangis.
Kemudian tiba-tiba para siswa dan siswi dari SMA Utara merencanakan sebuah Penyerangan, untuk membuat cidera para perwakilan untuk pertandingan Antar sekolah.
Ina sudah menolak untuk tidak ikut kali ini, tetapi dia di ancam oleh mereka, jika dia tidak ikut semua orang akan menyebarkan tidak kejahatan yang telah dilakukan olehnya.
“Jika kamu tidak mau membantu, kami akan memberi tahu guru kalau kau mencuri soal ujian dan menjualnya.”
“Dan semua kejahatan yang kau gunakan saat mengguakan mind control HAHAHAHA.”
Mendengar ucapan itu dia takut, meski memang benar kalau Ina tidak melakukan itu atas kemauannya sendiri akan tetapi tidak ada bukti nyata kalau orang-orang itu menyuruh dia dan memaksanya, sebaliknya jika di laporkan hanya dirinya yang akan kesulitan dan akan di keluarkan dari sekolah.
__ADS_1
(Apa yang harus aku lakukan.)
Dia hanya bisa berdoa agar tidak di keluarkan dan tidak mengecewakan orang tuanya.
------------------------------------
Hari penyerangan di mulai, lebih dari 50 siswa dan siswi menyebar ke berbagai tempat dan targetnya adalah para murid dari SMA BARAT, mereka mulai mengintai kebiasaan, tindakan dari para target yang sudah dipilih, ketika berada di tempat sepi penyerangan akan segera di mulai dan membuat musuh tidak sadarkan diri.
Tugas Ina adalah memastikan agar semua orang pergi dari tempat yang sudah di tentukan, dan ketika sudah sepi dia juga akan mempengarui pikiran dari target penyerangan agar tidak bisa keluar dari lokasi dan menghapus ingatan soal mereka
.
Saat penyerangan pertama selesai dia melihat darah keluar dari Pria yang tergeletak tak berdaya kakinya kanan dan tangan kirinya patah. Darah yang terus keluar dari belakang kepalanya.
(Sampai seperti ini, mereka benar-benar jahat dan hanya menikmati penyerangan kepada.)
Teman-temannya memiliki EMP yang mampu mengganggu benda elektrik agar tidak menyisakan bukti penyerangan, dia kebingungan dari mana mereka mendapatkannya. Lalu tiba-tiba dia di beri sebuah pil, katanya pil itu dapat meningkatkan kekuatan Esper seseorang.
SMA Barat membentuk sebuah Kelompok untuk melakukan Patroli dan itu membuat kami sedikit sulit untuk bergerak.
Sudah lebih dari 5 orang yang di serang oleh kelompoknya. Saat ingin menyerang target ke 6 Gadis itu berhasil melarikan diri Kevin, Hera, dan Blaise terlihat kesal dan mulai menyalahkanku karena membuatnya meloloskan diri.
kami menargetkan seorang gadis bernama cindy yang katanya teman Baik dari Pangeran Alvan. Mereka menargetkan dia karena kesal dengan sikap sombongnya. Dia berhasil aku pengaruhi dengan mudah dan memisahkan dia dari teman-temannya.
(Aku tidak tau kenapa tapi dia pasti banyak pikiran yang membuat aku dapat dengan mudah memanipulasinya, Maafkan Aku tapi aku tidak punya pilihan lain.)
Saat dia sudah sendirian seperti biasa penyerangan di mulai, gadis itu menyerang dan berusaha melarikan diri dari Kevin dan Blaise, aku hanya bisa mengepalkan tanganku dan menutup mata berdoa agar dia tidak mendapatkan luka yang sangat serius.
__ADS_1
Akan tetapi percuma saja, mereka saat ini sedang bermain-main dengan nyawa manusia, lama kelamaan mereka melukai musuh sembari mempermainkan mereka, padahal di awal pertemuan bilang hanya akan membuat mereka cidera agar tidak dapat mengikuti pertandingan. Cindy gadis itu memegangi bahunya dan sudah dalam keadaan terpojok.
Tiba-tiba ada seseorang datang menyelamatkannya. Aku sedikit lega ketika melihat apa yang terjadi.
(Semoga mereka berhasil melarikan diri.)
Betapa terkejutnya aku setelah mengetahui kalau orang itu datang bukan untuk menyelamatkan Cindy, tetapi datang untuk menghajar kami semua, Kenvin dan Blaise di hajar olehnya sampai terpojok menyuruhku untuk menggunakan Mind Contol lagi. Tapi Gadis itu sangat kuat dan tidak terpengaruh sama sekali akhirnya aku mengerahkan seluruh kemampuanku dan itu hanya membuatnya menjadi pusing. Lalu aku hanya bisa melihat dan meminta maaf.
Beberapa saat setelah itu tiba-tiba bajuku ada yang menarik. Di sana ada seorang Gadis dari Tim Basket dia ada dalam targer kami jadi aku mengetahui itu, aku menangis dam memohon meminta maaf kepadanya, gadis itu memasang ekspresi heran dan mengikatku.
(Sudah sewajarnya karena aku melukai orang lain, ini adalah karma.)
Dari jauh aku mendengar bahwa Kevin memakan pil untuk meningkatkan kekuatan dan aku terkejut dengan efek yang terjadi. Kekuatanya meningkat sangat pesat, bahkan mampu mencabut pohon dari tanah dengan jumlah yang sangat banyak yang mengakibatkan tanah bergetar seperti gempa bumi. Sekarang keadaan berbalik kembali dan mereka sedang terpojok.
Tiba-tiba kilatan cahaya menyambar dan membuat semua benda yang Kevin kendalikan Hancur. Di sana berdiri Prince melindungi mereka.
(Harusnya aku panik, tapi aku bersyukur mereka baik-baik saja.)
Meski samar aku melihat Kevin yang tiba tiba terjatuh ketika musuh mendekatinya dan mengeluarkan darah yang sangat banyak dari mulutnya, Blaise dan Hera yang panik dan mendekatinnya. Hera berkata kalau itu mungkin Efek samping dari pil yang di makan sebelumnya saat ini kami sedang terpojok dan aku sudah pasrah karena pasti akan masuk ke dalam penjara tapi disisi lain entah kenapa merasa sangat lega.
Beberapa menit kemudian sebuah Flash Bang meledak dan membaut pandangan kami semua kabur dan telinga tidak bisa mendengar dengan jelas, tapi aku tau badanku saat ini sedang di bawa oleh seseorang. Ina pingsan karena kelelahan dalam berbagai hal
Saat dia sadar Ina sudah berada di SMA Utara dan di sana banyak murid yang melihat keadaan Kevin, kondisinya cukup parah tetapi tidak di bawa ke rumah sakit.
------------------------------------
Ina kembali menuju Apartemennya untuk beristirahat, tidak lama setelah dia selesai membersihkan diri, bel kamarnya berbunyi di sana terlihat beberapa orang sedang memegang senjata dan menunggu di depan kamarnya, dia yang membuka pintu terkejut dan di tahan oleh mereka. Dia di bawa ke kantor departemen pertahanan dan di introgasi.
__ADS_1
Ina memberitahu semua yang terjadi dari awal hingga akhir tanpa sedikit pun informasi yang terlewat termasuk pil yang di makan oleh Kevin kepada petugas. di dalam dirinya dia merasa lega karena sudah bisa menceritakan semua itu dengan benar, akan tetapi dirinhya ingin sekali meminta maaf kepada orang tuanya saat ini.