
Terlihat dua orang wanita sedang sarapan di meja makan. Mereka makan sembari menyalakan TV dan menonton berita di pagi hari.
“Sebuah taman di Kota barat terlihat hancur seluruh pohon yang tertanam di daerah rubuh dan terlihat beberapa hancur, bangku taman dan beberapa mesin minuman juga hancur seperti terkena sebuah badai besar. Seperti yang diketahui kalau kemarin malam tidak ada hujan jadi sangat tidak mungkin kalau ini akibat terkena badai, tidak ada saksi mata juga menjadi keanehan dalam insiden ini, padahal ada sebuah Mini market yang berada di dekat taman tapi tidak ada satu pun orang yang melihat apa yang terjadi di sekitar itu, CCTV juga mati dan tidak merekam apa pun, jadi tidak ada bukti terkait apa yang terjadi di taman tersebut, tapi beberapa orang seperti melihat kilatan cahaya saat malam hari di taman itu.”
Amalia memandangi Arin yang sedang makan dan mulai mengajaknya berbicara.
“Kamu sungguh tidak terlibat dalam Insiden ini kan ?”
“Ya, Kak Haqi sudah bilang kalau aku membantunya untuk mengerjakan tugas kan ?”
“Tapi kamu jaket kamu ada sedikit darah loh, jangan berbohong.”
“Kalau ibu tidak percaya, tanyakan saja kepada Kak Maria.”
Setelah mengatakan itu ia berdiri dan mengambil tas sekolahnya yang ia simpan di sofa.
“Aku berangkat.”
“Baiklah hati-hati di jalan.”
Dia pergi keluar rumah dan berjalan menuju ke sekolah.
------------------------------------
Setelah kembali ke kamar Maria, dan menjelaskan situasi Amalia kepada semuanya, Chanan bertanya kepada Maya tentang musuh yang mereka hadapi.
“Apa kamu tau siapa yang kalian lawan, Ciri-ciri atau semacamnya.”
“Aku tau mereka, setelah Intan membertahu kami ciri-ciri musuh dan kekuatan yang digunakannya aku mencari tahu mereka, Kevin pengguna Telekinesis dengan Rank A, Hera telepati Rank C, Blaise pyrokinesis Rank A dan satu lagi adalah pengguna Mind Control, namanya aku tidak tahu.”
“Apa kau yakin itu mereka ?”
Haqi bertanya .
“Ya tidak mungkin salah, setelah melihat ekspresi mereka ketika aku memanggil nama-nama itu.”
Chanan pergi menuju meja belajar Maria
“Aku pinjam sebentar komputermu.”
Lalu dia membuka Bank Data. Di sana tersimpan semua data Seluruh orang yang tinggal di pulau Aurora terutama para esper, karena dia tergabung dalam Shield dia dapat dengan bebas dengan mudah mengaksesnya untuk mencari informasi ini.
“Apa mereka adalah orang yang kau maksud ?”
Kemudian Chanan membuka Data dari SMA Utara dan dia membuka data siswa dan siswi bertama Kevin, Blaise dan Hera.
“Iya benar mereka bertiga.”
“Kalau gitu tinggal mencari orang yang menggunakan kekuatan Mind Control.”
Mulai mencari setiap data dengan teliti.
“Aku dengar kalau tidak salah kakak adalah anggota Shield ya ?”
__ADS_1
“Ya sudah 1 tahun lebih aku menjadi anggota mereka.”
“Maya kau tidak perlu hormat kepada orang menjijikan sepertinya.”
Maria mengejek Chanan yang sedang mencari data.
“Jahat sekali kau Ria, kalian selalu saja mengejeku seperti ini.”
Kemudian dia menemukan sebuah data tentang penggunaan kekuatan pengendali pikiran, dan menampilkan datanya.
“Apa kah orang ini ?”
Seluruh orang yang berada disekitarnya berkumpul dan menatap layar komputer.
“Iya benar itu dia tidak salah lagi.”
“Baiklah terima kasih atas informasinya.”
“Tapi ada yang aneh dengan gadis ini ?”
“Aneh ?”
Maria bertanya karena melihat Maya memasang wajah yang kebingungan.
“Ya dia terus meminta maaf, dan menangis. Sepertinya dia di paksa dalam melakukan itu, jadi aku tidak tau harus berbuat apa saat menghadapinya.”
“Mau di paksa atau tidak, dia akan diintrogasi terlebih dahulu, kalau gitu aku akan menghubungi atasanku dulu.”
Kemudian Chanan kembali menelepon seseorang dan mulai memberikan informasi yang dia dapatkan.
------------------------------------
Guru itu sedang menjelaskan kepada para murid di kelasnya.
“Akan tetapi jika esper trauma atau stres mereka mungkin akan kehilangan kendali atas diri mereka sendiri kemudian tidak dapat melihat kenyataan dengan benar.”
Ting, Tong…
“Baik cukup sekian untuk hari ini.”
Guru kembali kemeja dan membawa kembali tas dan peralatan lainya lalu pergi keluar kelas. Para murid membereskan buku mereka dan mulai pergi meninggalkan kelas, seseorang datang menghampiri Arin.
“Ayo pergi Ke ruang Klub.”
“Ya tunggu sebentar.”
Setelah seluruh kelas kosong Arin mengambil beberapa sampah dan mulai membuang mereka ketempat sampah, kemudian seseorang masuk ke kelas mereka.
“Arin, Maya Ke ruang Klub bareng yu.”
Naila datang mengajak mereka untuk pergi bersama.
“Ya tunggu Arin dulu, sibuk beresin kelas tuh.”
__ADS_1
“Haha seperti biasaya.”
Setelah Arin selesai membersihkan kelas mereka pergi menuju Ruang klub untuk mengganti baju mereka. Di sana mereka bertemu Raina dan Mika yang sedang ganti baju.
“Selamat datang, eh Maya, Arin kenapa kalian ?”
“Apa kalian berkelahi ?”
Keduanya sedikit terkejut karena beberapa bagian di tubuh mereka di tutupi hansaplast dan kaki kanan Arin di balut oleh perban.
“Haha tak apa-apa ko.”
“Ya.”
“Benar kah ?”
“Aku juga menanyakan hal sama saat makan siang tadi tapi mereka mengatakan hal yang sama, padahal terluka apanya yang tidak apa-apa.”
Mereka pergi mengganti pakaian untuk segera memulai berlatih. Setelah mengganti baju mereka pergi menuju ruang olahraga, Seluruh anggota klub termasuk pelatih mengeluarkan reaksi yang sama saat melihat Maya dan Arin.
“Hey kalian kenapa ?”
Lalu Kana menghampiri Arin dan melihat kakinya.
“Apa kakimu tidak apa-apa ?”
“Ya tapi untuk hari ini aku tidak akan bisa berlari, mungkin dalam 2 atau 3 hari akan segera kembali normal.”
“Huuuh, ya tenang saja, aku sudah mendengar apa yang terjadi, Untung kau dan Maya tidak terluka serius, Sebaiknya kamu jangan memaksakan diri.”
Pelatih sangat mencemaskannya.
“Mendengar dari siapa ?”
“Orang yang kalian selamatkan tentunya.”
“Apa orang itu masuk sekolah ?”
“Ya dibandingan dengan kalian lukanya cukup parah.”
Naila yang mendengar percakapan Arin dengan Kana mulai mengerti arah pembicaraan karena dia 1 kelas dengan Cindy.
“Ah jadi gitu ya, kenapa kalian harus menyembunyikan kebenarannya ?”
Dia bertanya kepada Maya yang berada di sebelahnya.
“Pertama kami tidak menyelamatkan gadis sialan itu, dia hanya ada di sana saat kami ingin melakukan balas dendam kepada orang yang melukai Intan.”
Semua orang di sekolah tau Insiden yang terjadi diantara mereka dengan Knight of Prince, jadi Naila tidak bertanya lebih lanjut karena takut menyinggungnya.
“Baiklah kalian semua mulai lah berlari.”
“Ya pelatih.”
__ADS_1
Dengan instruksi dari pelatih seluruh anggota klub mulai melakukan latihan.