
Pertandingan Antara sekolah Barat dan Timur laut sangat sengit, banyak sekali yang menonton pertandingan mereka. Quarter pertama di menangkan oleh SMA Barat akan tetapi saat Quarter kedua keadaan berbalik dan selisih skor 40 vs 33 poin kemenangan bagi SMA TImur laut.
Pertandingan mereka sangat sengit kedua tim tidak mau menyerah dan Saling membalas skor yang di dapat. Seluruh penonton mendukung Tim yang mereka favoritkan dan berteriak untuk menyemangati mereka.
Kirana, Lana dan Intan mendukung mereka dari banku penonton. Mereka paling berisik dan berteriak terus menerus untuk mendukung timnya.
Saat ini quarter ketiga sedang berlangsung dan Skor saat ini adalah 60 vs 58 kekahalan bagi SMA Barat. Arin tidak bisa fokus menonton pertandingan Sekolah Utara vs Selatan, karena saat ini mereka sedang terdesak jadi dia fokus melihat pertandingan timnya. Para pemain terlihat sangat kelelahan karena musuh kali ini sangat kuat dan tidak bisa diremehkan.
(Sudah kuduga kalau tanpa Kirana akan sulit.)
Riana mulai fesimis. dia dengan mudah dilewati oleh musuh dan melakukan langsung melakukan Three poin shoot. Meski saat ini selisih angka tidak jauh tapi dia sudah sangat kelelahan. Dan waktu quarter ketiga tinggal 2 menit lagi.
Bola dimulai dari Maya melakukan dribbling akan tetapi sangat sulit untuk melewati musuh yang ada di depannya, lalu dia mengoper bolanya kepada Lina yang berada di bawah Ring, Lina mendapatkan bola dan melakukan Shoot fake Dribble. tetapi bola berhasil diblok oleh musuh. Musuh berlari dengan sangat cepat dan melakukan Lay up dan mendapatkan angka. Quarter ketiga dimenangkan oleh SMA Timur laut dengan skor 65 vs 58 poin.
Mereka kembali mendekati kana dengan memasang wajah kecewa dan terlihat sangat kelelahan. Riana menundukan kepalanya dia merasa sangat bertanggung jawab sebagai wakil kapten dan terlihat sangat ingin menangis. Semua orang yang melihat itu diam termasuk Kana dia bingung ingin mengatakan sesuatu, karena takut salah bicara dia lebih memilih diam. Arin berdiri dan mulai melepaskan jaket yang dia kenakan dan melipatnya.
“Quarter keempat aku akan bermain.”
Seluruh pemain yang mendengar itu terkejut dan menatap kearahnya.
“Benarkah ?”
“Iya.”
Dia melakukan pemanasan ringan hingga bel tanda pertandingan dimulai.
“Baiklah Karena kalian semua terlihat kelelahan Arin, Naila, Olivia, Tina sisanya.”
“Aku akan bermain.”
Maya yang selesai meminum Air mengajukan dirinya untuk bermain. Kana menatapnya
“Kau bisa lanjut ?”
“Tentu saja.”
“Aku juga akan bermain.”
“Tidak Riana, Sheila, Mika, Dan Lina kalian sebaiknya beristirahat saja dulu, serahkan kepada mereka untuk saat ini.”
“Tapi pelatih?.”
Riana bersikeras mengajukan dirinya agar dapat bermain kembali.
“Istirahatlah untuk saat ini, Kau harus mempercayai teman satu tim mu.”
Kana dengan tegas menyuruh dia untuk beristirahat, anggota yang lain pasrah dan duduk di bangku karena mereka sudah sangat kelelahan.
__ADS_1
Arin berjalan mendekati Raina.
“Istirahatlah, Serahkan padaku.”
Dengan percaya diri dia berkata dan melihat kepada para pemain, lalu melangkah ke lapangan bersama dengan yang lainya. Intan yang melihat itu memasang wajah terkejut.
“Aku akan menjadi Point Guards, Bermain lah seperti latihan.”
“Iya.”
Mereka semua menuruti perkataan Arin, karena mereka tau kemampuan yang dimiliknya, setelah latihan bersama mereka sadar kalau dia sangat hebat bahkan melebihi Kirana.
Bola di mulai dari SMA Barat. Tina mengoper bola ke Arin dan mereka semua dengan hati-hati menyerang ke wilayah musuh. Para pemain SMA Timur Laut terlihat kesal, karena hampir seluruh pemain kelas 1 mereka merasa sangat diremehkan.
“Kalian meremehkan kami, seluruh pemain hampir kelas 1 atau kalian sudah menyerah ya hahaha ?”
Mereka mengejek Arin. Tetapi dia tidak peduli dengan perkataan musuh dan melangkah mundur untuk menciptakan ruang dan melakukan Three poin shoot. Seluruh pemain dan penonton yang melihat gerakan tipuannya sangat natural terkejut. Bola itu masuk dengan mudah. Saat seluruh tim bergerak kembali untuk melakukan Deffend Arin menyelinap diantara musuh. Saat musuh mengoper bola dia langsung mencuri bola dan melakukan Shooting. Penonton bersorak dengan sangat keras. Pertandingan baru saja di mulai Arin sudah mencetak 2 angka dengan waktu yang sangat cepat. Musuh yang awalnya meremehkan dia memasang wajah sangat kesal.
“Sial kita lengah.”
“Ayo kita balas.”
Arin kembali untuk memperkuat pertahanan. Point Guard musuh berhadapan dengannya saat ini. dia mencoba melewati dengan melakukan Langkah tipuan kearah kiri. Arin bergerak seolah tertipu olehnya dan saat musuh mencoba melewatinya. Tangan kiri menepis bola dan Olivia mengambil itu, mereka langsung berlari tetapi dirinya terlihat kesulitan, akhirnya dia mengoper bola ke Naila dian langsung memberikan bola kepada Arin. lalu dia melemparkan Bola dengan sangat cepat ke bawah Ring lawan, di sana Tina sudah bersiap dan tidak ada orang yang menjaganya, dengan mudah dia melakukan shooting dan mencetak angka.
Kana sangat terkesan dengan permainan Timnya dia memiliki ekspresi sangat bahagia.
Raina menatap kearah lapangan dan tersenyum dengan puas. Dari dulu dia sangat mengagumi gadis yang memimpin timnya saat ini.
“Keputusan yang dia ambil sangat cepat dan bagus.”
“Sejujurnya aku tidak menyangka mereka akan mengambil Alih tempo pertandingan dengan mudah seperti ini.”
“Benar, meskipun itu Arin aku berpikir dia akan kesulitan karena musuh sangat kuat.”
Sheila, Lina dan Mika terlihat senang karena Timnya saat ini sedang membalikan keadaan.
Dari kursi penonton Kirana, Lana dan Intan bersorak kesenangan dan terus menerus menyemangati mereka. Tiba-tiba Intan mengeluarkan Air matanya tanpa dia sadari. Kedua orang yang berada disampingnya melihat itu dan mencemaskannya.
“Intan kamu kenapa ?”
“Apa lukamu sakit lagi ?”
“Ah tidak ini.”
Dia menghapus air matanya dan menatap Arin yang sedang bermain dan tersenyum.
“Entah kenapa aku merasa senang melihat dia bermain basket kembali, Saat pertama kali bertemu dengan Arin, setelah sekian lama dia menjadi orang yang berbeda, bahkan aku tidak menyadari itu. Saat ini aku sangat merasa senang melihat dia kembali menjadi dirinya yang dulu.”
__ADS_1
Kedua orang yang mencemaskan dia tersenyum dan menepuk punggung dan kepalanya.
“Iya aku juga mendengar dari pelatih kalau ada pemain terkenal yang masuk ke SMA kita tetapi dia menolak untuk bermain basket, Tidak kusangka kalau orang itu adalah Athena sang bintang saat SMP.”
Kirana mengelus kepala Intan dan berbicara kepadanya.
“Senangnya nanti dulu karena kita belum menang.”
Lana tersenyum dan melanjutkan dukunganya kembali.
------------------------------------
Pertandingan berbalik arah, SMA Barat saat ini sedang memimpin dengan Skor 83 vs 71 poin . mereka mencetak angka sebanyak 25 poin dan Arin menyumbang 14 poin. sedangkan musuh hanya melakukan shot sebanyak 3 kali saja. Pertandingan hanya tersisa 1 menit lagi. Tim musuh belum menyerah dan sedang bertahan.
Arin yang di jaga oleh dua orang dia mengoper kepada Maya. Setelah mendapatkan bola ia melakukan Shoot akan tetapi bola tidak masuk, Naila melakukan rebound lalu mengoperkannya ke Tina yang berada di luar garis 3 poin. Karena waktu yang tersisa sedikit, dia panik dan akhirnya dia melakukan shoot. Arin yang menyadari kalau bola itu tidak akan masuk berlari sekuat tenaganya dan melompat, sesaat bola memantul di Ring dia meraihnya dan melakukan Dunk Shot.
Semua orang yang menyaksikan itu berteriak dengan keras dan bertepuk tangan. Dan akhir Bel pertandingan berakhir dibunyikan. Naila yang senang langsung datang menghampirinya dan memeluknya sekuat tenaga. Tina dan Olivia juga berpelukan karena senang mereka berhasil memenangkan pertandingan. Maya yang kelelahan duduk di lantai dan tersenyum.
“Hahaha tidak kusangka dia akan melakukan Dunk di saat terakhir.”
“Arin kau hebat bisa melakukan Dunk shot aku tidak menyangka itu.”
Naila terus menggoyangkan tubuh Arin. Dia hanya diam dan mengatur pernapasanya. Lalu dia menghampiri Maya dan membantunya berdiri.
“Berdirilah.”
“Iya-iya.”
Mereka semua berkumpul di tengah lapangan dan bersalaman dengan tim musuh.
“Lain kali aku tidak akan kalah.”
Kapten tim lawan bersalaman dengan Arin dan mentapanya dan tersenyum.
“Iya.”
Setelah itu mereka kembali menuju pelatih. Para senior yang senang memeluknya.
“Arin kau hebat.”
“Haha terima kasih berkatmu tim kita akan bertanding di final.”
Semuanya terlihat sangat senang, kemudian dia melihat ke kursi penonton di sana Intan melihat kearahnya dan tersenyum. Arin membalas senyuman itu. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke lapangan sebelah dimana pertandingan Antara SMA Utara melawan Selatan berlansung. Dia sangat terkejut dengan hasil Skor pertandingan 105 vs 61 poin.
(Perbedaan skornya adalah 40 poin, aku tidak menyangka Citra akan kalah dengan selisih yang sangat jauh.)
Arin memasang wajah sangat serius.
__ADS_1