
Waktu menunjukan pukul 17.30, langit sudah mulai gelap, sekolah sangat sepi tidak terlihat satu pun siswa. Terlihat seorang gadis tengah berjalan menuju ruangan guru untuk menyimpan kunci dari ruangan klub Basket. Sesampainya di sana ia menyimpan kunci itu.
Seluruh kunci ruang klub, lab dan ruangan lainya tergantung rapih dan bertuliskan setiap nama ruangan. Setiap siswa diwajibkan untuk menyimpang kembali setiap kunci yang dipinjam.
Gadis itu berjalan sendirian keluar sekolah, saat melewati gerbang sekolah terlihat penjaga gerbang.
“Hati- hati di jalan.”
“Iya pak.”
Mereka saling menyapa.
Langit sudah mulai gelap, jalanan yang ia lewati juga terlihat sangat sepi dan sunyi.
“Ko hari ini jalannya sepi ya, mereka semua ninggalin jahat banget sumpah, besok pasti akan ku omeli semuanya.”
Intan ditinggalkan sendiri oleh teman teman, saat sedang menyimpan bola ke gudang di ruangan olahraga. Mereka mengira kalau Intan dan Maya izin bersama hari ini.
Padahal saat latihan mereka membagi menjadi dua tim dan saling memanggil nama satu sama lain. Sesaat Intan membawa keranjang bola ke dalam gudang, teman- temannya lupa kalau dia ikut berlatih dan kembali terlebih dahulu.
“Tapi ini benar benar aneh, sangat sepi padahal biasanya masih ada yang lewat meski di malam hari.”
Ia memperhatikan sekitarnya dengan waspada dan menyadari kalau ada seseorang yang sedang memperhatikanya.
(Dimana, berapa orang ,aku tahu mereka sedang mengawasi.)
Kemudian Intan berjalan dengan waspada dan memastikan kalau mereka adalah orang yang belakangan ini menyerang siswa dari SMA barat atau bukan.
Swosh, Swoosh..
Beberapa barang terbang kearahnya dan ia menghindari itu dengan melompat ke depan dan berguling.
(Oke sekarang aku tau mereka musuh, sekarang bagaimana caranya keluar dari sini dengan selamat.)
Swosh, swoosh, swosh!!!!..
Intan berlari sembari menghindari batu dan barang lainya yang terbang kearanya. Dia masih mewaspadai musuh dan belum menggunakan kekuatan gravitasinya untuk berjaga jaga.
Saat ia fokus berlari sambil menghindari benda-benda yang terbang kearahnya, sebuah bola api dengan cepat mendekati wajahnya.
Swish, Bam…
lalu dia menangsiknya dengan tangan kanan dan menyebabkan luka bakar.
(Akkhh panas dan ini menyakitkan.)
Kemudian ia melompat ke belakang untuk menghindari tempat sampah yang terbang kearahnya.
(Sejauh ini ada dua orang yang menyerang, kemungkinan kekuatanya adalah telekinesis dan pyrokinesis)
__ADS_1
Telekinesis adalah kemampuan mengendalikan benda melalui pikiran penggunanya, semakin tinggi kemampuan pengguna, semakin banyak benda yang dapat dikendalikan.
Pyrokinesis adalah kemampuan memanipulasi api, selama ada oksigen pengguna akan selalu bisa membuat api dimana pun dan kapan pun.
Swoosh,..
Tempat sampah, kaleng, botol kaca, dan bebatuan kecil terbang dengan kecepatan tinggi kerahny.
Prang, Klang..
Karena semua itu tidak dapat dihindari akhirnya dia menggunakan kekuatanya dan membuat semua benda itu jatuh ke tanah.
“APA ?.”
Terdengar suara teriakan dari jauh melihat adegan di depannya.
Lalu Intan yang mengetahui arah suara itu meringankan semua benda yang ada di depannya dan menendang mereka kearah itu.
Terlihat orang itu menghindari serangann ya dan keluar dari tempat persembunyian nya. Seorang pria berdiri di tengah jalan tingginya sekitar 180 cm berambut pendek dan mengenakan seragam sekolah.
“Oh tak ku sangka kau dapat membuat ku keluar, baru kali ini ada seseorang yang bisa melakukannya.”
“Jadi kau yang selama ini yang menyerang siswa dari sekolah kami ?.”
“Oh buktinya mana ?, haha.”
Orang itu tertawa dan mulai mengangkat semua benda yang berada di sekitarnya. Mulai dari tempat sampah, bangku yang berada di pinggir jalan, bahkan mesin penjual minuman pun ia terbangkan.
Setelah mengatakan itu, semua benda menuju kearah Intan, dia berlari menjauh dan berusaha menhindari semuanya. Dia menggunakan kekuatan Gravitasinya untuk menghindari serangan yang datang.
akan tetapi mesin penjual minuman dengan cepat menuju kearahnya dari atas kanannya. Dia menghindari
BANG.. Prang!!…
Saat benda itu menghantam tanah dan hancur. Pecahan kaca dan minuman mengenai kakinya dan mengakibatkan luka.
(Ini sakit)
“HAHAHA TERUSLAH BERLARI.”
Larinya melambat dan serangan mulai mengenainya, botol kaca yang terbang mengenai bahu kanan dan saat tempat sampah menuju wajahnya dia menangkis menggunakan tanganmya.
(Gawat kalau seperti ini terus.)
Tangannya terasa sangat sakit akibat menahan serangan itu
(Ini pasti retak, mau bagaimana lagi akan ku gunakan semua kemampuanku.)
Setelah mengatakan itu dia diam dan memejamkan matanya lalu rambutnya sedikit melayang.
__ADS_1
“Bodoh haha apa kau sudah menyerah ?”
Sesaat sebelum serangan mengenainya, ia berlari dengan sangat cepat dan meloncat ke atas rumah meninggalkan lokasi penyerangan tersebut dengan sangat cepat.
“CIH …. dia bisa melarikan diri apa apaan itu.”
“Wah ternyata mangsa kali ini kabur.”
“Ayo pergi sebelum ada yang datang.”
------------------------------------
Intan meringankan berat tubuhnya menjadi sangat ringan dan mulai melompati rumah dan gedung menuju keramaian untuk meminta pertolongan. Dia hanya bisa menggunakan kemampuan ini sekitar 2 menit karena kekuatan Gravitokinesis yang dia miliki belum cukup terlatih.
Jika dia meringankan tubuhnya sendiri dan bukan objek yang dilihatnya akan membuat dia merasa pusing dan pingsan.
Akhirnya Intan mencapai keramaian. Orang-orang di sekitarnya melihat dia dengan heran, Karena luka dan pakaian yang robek di sekitar tubuhnya.
Tidak jauh dari sana ada mobil petugas keamanan sedang patroli melihat, dan berhenti lalu menghampirinya.
“Hei apa kau tidak apa apa ?.”
Petugas yang melihat itu menanyakan kondisinya
“To… long.”
Intan pingsan dan tubuhnya jatuh ke tanah. Polisi yang melihat itu membantu nya.
“Anak ini mengenakan seragam dari SMA barat.”
“Apakah dia juga korban ?.”
“Kalau gitu cepat bawa dia ke rumah sakit terlebih dahulu, sepertinya lengan kanannya patah.”
Setelah mengatakan Itu mereka mengangkat Intan dan memasukannya ke dalam mobil lalu mengantarnya ke rumah sakit. Di jalan polisi itu menggunakan alat komunikasi dan memberi tahu petugas keamanan lainnya untuk melalukan investigasi.
“Di sini polisi yang bertugas berjaga di Distrik pusat perbelanjaan,
“Apa yang terjadi ?.”
“Mohon segera kirimkan semua petugas yang sedang patroli ke sana.”
“Baik jelaskan situasinya.”
“Terjadi lagi penyerangan terhadap siswi dari SMA barat, saat ini kami sedang mengantarkanya menuju rumah sakit, dia tidak sadarkan diri dan tubuhnya penuh dengan luka. Saat ditemukan dia masih sadar dan meminta pertolongan. Pelaku mungkin masih ada di sekitar sana”
“Baik terima kasih atas laporanya, aku akan segera mengirimkan petugas menuju ke sana.”
------------------------------------
__ADS_1
Petugas berhasil mencapai lokasi yang diduga tempat penyerangan terhadap gadis itu dan di sana terlihat benda yang berserakan dimana mana dan sangat kacau, akan tetapi sepertinya para pelaku sudah melarikan diri dari tempat kejadian. Polisi dan petugas setempat mencari di daerah tersebut. Semua CCTV di daerah itu mati dan tidak ada satu pun bukti yang tersisa.