
Arin pergi menuju kamarnya, menyimpan tas dan membuka lemari, ia mengambil pakaian sehari-hari yang biasa dia kenakan dan mulai pakaiannya dan mulai menggantinya.lalu turun menuju dapur dan mulai memasak bersama ibunya. Di sana Amalia sedang memotong beberapa sayuran, Arin langsung membantunya memasak.
Setelah selesai memasak mereka menyiapkanya di atas meja makan dan mulai makan bersama.
“Oh iya Sabtu ini kan pertandingan ? aku ingin pergi melihatmu bermain.”
Setelah pulang dari rumah sakit untuk menjenguk Intan, Arin menjelaskan situasi yang terjadi kepada Amalia, dia mengizinkanya, tidak dia malah kesenangan saat anaknya bilang akan mulai bermain basket kembali.
“Iya, tapi aku adalah pemain cadangan dan mungkin tidak akan bermain.”
“Eh gitu ya ?”
Dengan memasang wajah kecewa dia melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan Arin pergi ke dapur untuk membersihkan piring kotor dan Amalia menyalakan water heater untuk mandi.
“Huh hari ini cukup panas.”
Arin duduk di sofa dan menyalakan Televisi. Tidak ada acara yang membuatnya tertarik dan akhirnya melihat berita.
“Beberapa anggota keamanan dari wilayah barat diperiksa oleh devisi pertahanan khusus Shield.”
Dia mulai fokus melihat berita itu dan mulai mencari hal serupa di internet.
“Dikatakan mereka menyalahgunakan posisi mereka dan melakukan beberapa kejahatan, sekitar 20 petugas dan 3 atasan sekarang sedang dalam pemeriksaan, diduga mereka menutupi masalah kasus penyerangan terhadap beberapa SMA yang terjadi belakangan ini.”
(Sepertinya mereka sudah mulai ditangkap, sepertinya Chanan melaporkan mereka kali ini.)
Semua orang di Apartemen Star mengetahui kalau Chanan tergabung dalam Shield. Akan tetapi Arin tidak mengetahui kalau Alasan dia masuk ke sana adalah untuk mencari tahu apa yang terjadi pada dia 1 tahun yang lalu.
Dia mematikan televisi dan kembali ke kamarnya, mengambil earbuds yang berada di laci meja belajar dan memakainya. Kemudian mengambil beberapa cemilan dan membawa tas dan membukanya dia mengambil beberapa buku dan mulai mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.
------------------------------------
Ting, Tong…
Bel istirahat sekolah berbunyi, terlihat beberapa murid keluar kelas dan pergi ke kantin untuk membeli makan. Arin sedang merapihkan mejanya dan Maya menghampirinya dan mengajaknya untuk ke kantin.
“Ayo pergi makan.”
“Ya.”
Awal dia selalu menolak, tapi lama kelamaan dia malas karena mereka selalu duduk di meja yang sama dengannya. Di tengah jalan dia bertemu dengan Naila dan Olivia, akhirnya mereka pergi bersama untuk membeli makan.
Setelah selesai mengantri dan memilih makanan mereka akhirnya memilih duduk di sudut kantin, di sana adalah tempat yang biasa di pilih oleh Arin karena sepi dan tidak terlalu banyak orang tapi belakangan banyak orang yang makan bersamanya dan malah mengundang banyak perhatian.
“Tidak terasa kalau pertandingan 2 hari lagi.”
“Ya dan banyak yang terjadi juga kali ini.”
Naila membuka pembicaraan dan Maya menjawabnya.
Di saat mereka sedang asik mengobrol, seluruh anggota Klub basket menghampiri mereka.
“Kita akan makan di sini juga.”
Riana bertanya dan menatap kepada Arin
“Ya.”
Mereka menarik dan merapihkan seluruh meja agar cukup untuk semua orang. Lalu mereka duduk dan makan bersama.
“Oh iya kalian mendengar berita semalam kalau beberapa petugas ditangkap.”
Sheila bertanya kepada semua orang.
“Ya aku melihat.”
“Aku melihat itu sungguh mengerikan.”
“Di saat petugas malah melindungi penjahat, mengerikan yah.”
“Katanya mereka menutup soal pelaku kasus penyerangan kepada SMA kita.”
__ADS_1
“Semoga saja semuanya cepat kembali seperti semula.”
Beberapa dari mereka mengeluarkan beberapa reaksi berbeda, di seluruh sekolah sudah menjadi bahan pembicaraan mulai dari guru, tukang bersih sekolah, keamanan, dan seluruh murid.
“Oh iya mulai Hari ini tidak ada latihan dulu sampai pertandingan hari sabtu.”
Riana sebagai wakil kapten diberitahu oleh Kana untuk menyampaikan pesannya ke seluruh anggota.
“Tapi sebagai gantinya kita akan ke rumah sakit dan menjenguk anggota yang sakit.”
“Iya sudah lama kita tidak bertemu kapten.”
“Nanti kita akan membeli beberapa makanan jadi setelah pulang sekolah berkumpul di gerbang ya.”
“Baik.”
“Bagaimana dengan mu rin ?, mau ikut ?”
Dia menatap Arin yang sedang makan.
“Ya, aku akan menjenguk Intan juga.”
“Kalau gitu semuanya ikut.”
Mereka kembali melanjutkan makan. sampai Bel sekolah berbunyi mereka mengobrol dan menghabiskan waktu bersama.
------------------------------------
Seluruh anggota Klub basket termasuk Arin sedang membeli makanan di super market untuk di berikan sebagai oleh-oleh, setelah selesai membeli makan mereka kembali melanjutan perjalanan menuju rumah sakit pusat.
Sesampainya di sana anggota yang lain mulai menuju kamar Kirana. Arin dan Maya tidak ikut bersama mereka dan langsung menuju Ruangan Intan. Terlihat Intan yang sedang memainkan Handphonenya
“Hey kita datang loh.”
“Wah rasanya sudah lama sekali ya.”
“Baru juga beberapa hari.”
“Oh iya aku melihat kalau petugas yang melakukan introgasi kepadaku ditangkap.”
“Hahaha sepertinya Chanan itu menepati janjinya ya.”
“Kak Chanan, emangnya kenapa ?”
Maya menjelaskan Situasi yang terjadi hingga saat ini kepada Intan, Temannya malah memasang wajah marah.
“HEY KENAPA KALIAN BERDUA MELAKUKAN HAL BERBAHAYA SEPERTI ITU ?”
“Huuuh, sudah ku bilang jangan beri tahu dia.”
“Maafkan aku.”
Intan memarahi keduanya.
“Untungnya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, aku sangat berterima kasih melakukan itu untukku, tapi kalian juga harus mengkhawatirkan diri kalian sendiri terutama kau Arin, kau bahkan tidak memiliki kekuatan.”
Sesaat Intan sedang berbicara mengenai Arin, Maya yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak.
“HAHAHAHHAHA.”
“Kenapa kamu may tiba-tiba ketawa seperti itu.”
“HAHAHA, lucu saja sih kau benar-benar tidak tahu ya.”
“Apanya ?”
“Kan aku sudah pernah bilang kepadamu kalau anak ini kemungkinan seorang Trigger.”
Lalu Intan menatap Arin yang duduk sambil membaca buku.
“Jadi dia beneran ?”
“Ya dan bahkan kau akan terkejut jika mengetahui Dia Rank apa hahaha, aku sendiri terkejut Bahkan Anak bernama Cindy dan Prince tidak bisa berkata apa-apa hahaha.”
__ADS_1
Arin yang mendengar perkataan Maya menutup buku dan mengehla nafas.
“Sudah kuduga kau pasti akan mengatakannya.”
“Hahaha lagi pula kenapa sih harus disembunyikan.”
“Apakah itu benar Arin ?”
“Ya.”
“Gitu ya jadi kamu dapat menggunakan kekuatan Esper, kalau gitu Rank apa kamu ?”
“Entah lah, aku hanya melakukan test bersama kak Maria dan lainnya, jadi aku tidak tau peringkat aslinya.”
“Kenapa kau menyembunyikannya ?, kau akan mendapatkan tunjangan tambahan, dan aku pikir kau itu berada di peringkat tertinggi yaitu S, meski aku tidak tau kau akan beradadi peringkat berapa.”
“HA ?”
Intan berteriak mendengar ucapan temannya yang pernah melihat kekuatan Asli Arin.
“Keuntungan yang kalian bilang itu aku tidak menyukainya, Lagi pula seluruh esper yang berkumpul di pulau ini diberi pelatihan seperti otak mereka sedang di cuci oleh para guru dan peneliti aku tidak pernah membiarkan mereka melakukan penelitian terhadapku.”
“Tidak sampai seperti itu kan rin ?”
“Yang kalian lihat bukan lah dunia yang sebenarnya, dimana ada cahaya di situ ada kegelapan, sebaiknya kalian ingat itu, kalau gitu aku pergi ke toilet dulu.”
Arin pergi meninggalkan ruangan dan mencari toilet.
“May aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi kepada Arin.”
“Ya aku juga, dan para penghuni Apartemen sangat terlihat kalau melindungi anak ini.”
“Aku sudah mencari tahu apa yang terjadi 1 tahun yang lalu, tapi seluruh orang yang ku tanya malah balik bertanya.”
Dia memasang wajah kecewa karena gagal mencari tahu masa lalu yang terjadi kepada sahabat baiknya.
“Iya aku juga sudah bertanya kepada beberapa orang dan mereka bilang tidak tau apa-apa.”
“Apa benar kekuatan Arin mungkin Rank S ?”
“Iya dia bahkan bisa menerbangkan semua benda yang dilempar kearahnya, tapi menurutku yang lebih mengerikan itu kekuatanya, tanpa trigger miliknya dia bahkan bisa menghajar dua orang lelaki yang berusaha menyerangnya !.”
Maya menjelaskan apa yang dia lihat dan mulai menggaruk kepalanya.
“Saat latihan aku mendengar pelatih bertanya apa yang dia lakukan saat ini, Arin menjawab bahwa dia Berlatih boxing.”
“Boxing ?, kalau tidak salah kak Maria itu juara bertahan.”
“Iya aku juga mencari tahu setelah itu, jadi ya pastinya dia berlatih dibimbingan orang yang tepat.”
Lalu Maya mengingat perkataan Arin terhadap Cindy yang sedang menangis di kamar Maria.
“Teman itu bukanlah mereka yang selalu bersama kita, Tapi mereka yang datang mengulurkan tangan ketika kita sedang kesulitan.”
“Ada apa tiba-tiba berkata-kata bijak seperti itu.”
“Tidak haha, lagi pula itu perkataan Arin.”
“Arin berkata seperti itu ?”
“Ya ,setelah mendengar itu aku selalu penasaran dengan hal yang terjadi kepadanya.”
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba ada orang yang membuka pintu kamar dan masuk ke dalam.
“Hey Intan sudah lama ya.”
“Dicariin ga ada ternyata benar di sini.”
“Eh Arin ga ada ?”
“Ah da lagi ke toilet.”
Seluruh anggota klub basket datang dan menyapanya, mereka mengobrol bersama, Arin yang kembali ke sana kembali duduk dan mulai membaca buku kembali. Mereka menghabiskan waktu di kamar Intan hingga Jam besuk berakhir.
__ADS_1