TRIGGER

TRIGGER
BAB 4, Chapter 91. Penyergapan 3


__ADS_3

Setelah berpisah dari teman-temannya Haqi dan Chanan terus mengobrol soal game yang saat ini sedang mereka mainkan


“New expansion dari game Final fantasy udah keluarkan ?”


“Benar, liburan ini sepertinya kita akan begadang untuk raid nih qi.”


“Boleh saja, tapi kalau Arin udah sembuh.”


“Tentu.”


Mereka sambil bercanda hingga Chanan menyadari ada sesuatu yang tidak beres.


“Bukannya jalan ini terlalu sepi ya ?”


”Benar, dulu kita sering cari Arin, tapi biasanya jalan di sekitar sini cukup ramai.”


Haqi menyimpitkan matanya lalu memegangi kepala.


“Ah.. Apa kau ingat tentang Anime Katekyo Hitman Reborn.”


“Tentu saja..”


”Ingat adegan dimana Haru dan Kyoko di jadikan sandera oleh musuh ?”


“Ada apa tiba-tiba ?”


Haqi menyimpitkan matanya dan menatap kearah Chanan dengan serius.


(Kenapa dia tiba-tiba bertanya anime lama, dan apa-apaan ekspresi itu.)


Dia mencoba mengingat kembali adegan dari film tersebut.


(Saat itu Tsuna pergi untuk melawan Mukuro kan ?, sebelum pertemputan terakhir mereka kedua Heroin dijadikan sandera oleh salah musuh, Ah…)


Chanan yang menyadari sesuatu mengangguk lalu berjalan sembari berbicara.


“Tentu saja aku ingat adengan itu.”


Dia mengambil handphone yang berada di saku miliknya.


(Jalanan sepi… Handphone juga mati.. ini sama persis dengan apa yang Cindy ceritakan saat dia diserang iyakan.)


Chanan mengerti tujuan dari temannya, Jika dia tiba-tiba bilang ada orang yang mengikuti mereka dirinya pasti akan terkejut dan berteriak, yang mengakibatkan musuh mengetahui itu.


(Untung saja aku langsung mengerti jika itu Maria gimana coba, Apa yang harus kita lakukan.)


Mereka berdua berjalan sembari dengan hati-hati memperhatikan sekitarnya.


“Apa kita mau lari ?”


Haqi bertanya dengan pelan, sembari bersikap normal agar musuh tidak menyadarinya.


“Ada berapa orang yang mengikuti kita ?”


“Aku pikir 10 orang.”


“Kita akan berpura-pura lari lalu melawan mereka !”


Setelah Chanan berbicara, Haqi melihat kilasan masa depan tentang apa yang akan terjadi kepada mereka.


“Oke, di perempatan depan kita belok ke kanan lalu menyerang.”


Keduanya mengangguk lalu berlari sekuat tenaga mereka.

__ADS_1


------------------------------------


(Dengan ini aku akan bergabung dengan organisasi yang bisa membuat seseorang rank E menjadi Esper.)


Salah satu orang menjadi sangat senang karena diberikan tugas oleh seseorang yang selalu memberikan obat kepada orang-orang di kota barat,  jika mereka berhasil melakukan itu dia akan diangkat menjadi anggota remsi mereka.


Tetapi itu hanya delusi mereka semata, karena tidak mungkin akan semudah itu masuk ke dalam organisasi gelap yang tersebar di pulau Aurora, karena kepercayaan adalah nomer satu, agar tidak terjadinya penghianatan. orang-orang ini tidak sadar kalau diri mereka sedang dimanfaatkan lalu akan dibuang seperti sampah.


(Meskipun aku tidak tau nama dan organisasi apa itu, aku harus berhasil masuk.)


Saat ini dia sangat senang dan memegangi besi di tangannya,  dengan percaya diri dirinya yakin akan berhasil, tetapi orang yang mereka awasi saat ini tiba-tiba berlari.


“MEREKA MENYADARI KITA.”


“KEJAR.”


Orang-orang yang masih mengintai mereka melihat itu langsung mengejar.


“Sial kita ketahuan.”


“Tidak ada pilihan lain kejar sekarang.”


“Tapi ini masih di jalan utama.”


Mereka tidak menyerang karena masih berada di jalan raya, meskipun sepi karena kekuatan salah satu orang dari organisasi yang mengajak mereka, tapi mereka diberi peringatan untuk tidak menyerang langsung karena takut ada saksi mata.


“Jika kita gagal, Kita tidak akan bisa jadi esper.”


Mereka pun berlari mengejar sekuat tanaga mereka, tetapi kedua orang itu berlari cukup cepat. Hanya 5 orang dari mereka yang memiliki fisik kuat berhasil untuk memperpendek jarak.


“APAPUN YANG TERJADI HARUS DI TANGKAP.”


Target itu berbelok di sebuah tikungan.


Lalu saat kedua rekan mereka berbelok, tiba-tiba saja terpental mundur terjatuh ke tanah berteriak kesakitan.


------------------------------------


Haqi dan Chanan yang berlari berbelok ke kanan, lalu saat musuh berbelok keduanya langsung menendang mereka dan mengambil besi yang mereka pengang.


“Apa yang selanjutnya kita lakukan ?”


“Aku ingin menangkap mereka semua, tapi handphone milikku mati.”


“Punyaku juga, pasti mereka menggunakan EMP.”


Tiga orang sisanya lari menuju mereka dan mengayunkan benda yang mereka bawa.


“Beraninya kepada teman kami.”


Haqi melompat ke kiri menghindari itu, Chanan melompat mundur lalu melempatkan besi yang dia pegang.


“Ukhh.”


Besi itu mengenai kepala musuh, membuatnya terjatuh.


Saat ini dua orang datang mendekat ke Haqi  berusaha memukulnya, Tapi dia dapat dengan mudah menghidari setiap serangan demi serangan.


Swosh….. Swoosh….


(Kanan, Kiri, Kanan, Kanan, Lompat.)


Dia menggunakan prekognisi untuk mengetahui arah serangan musuh.

__ADS_1


“SIALAN TIDAK KENA-KENA.”


“HAQI KAU TIDAK APA APA.”


“Khawatirkan saja dirimu bodoh.”


Musuh berlari menuju Chanan lalu berusaha menyerangnya.


Dia berlari menjauh dan menendang menjatuhkan tempat sampah yang berada di sana.


“KALIAN TIDAK AKAN BISA LARI.”


“Haha coba saja.”


Chanan berlari lalu melompat saat musuh melemparkan besi yang di bawanya. Musuh terus mengejarnya.


(Sial jika terus seperti ini bisa gawat.)


Dia melompati sebuah kursi yang berada di pinggir jalan, lalu melihat kalau Haqi sangat terdesak  di kepung oleh musuh.


Orang-orang yang mereka tendang diawal sudah bangkit berbalik menyerang.


(Tak ada pilihan lagi.)


Dia mencoba meraih benda di sembunyikan di belakang pingggang tubuhnya yang ditutupi oleh baju.


Saat musuh mendekat dan berusaha memukulnya, dia menodongkan benda berbentuk pistol kearah mereka.


Szzzttttttt….


“Ahhhhhh…..”


Salah satu musuh terkena serangan  lalu terjatuh, terlihat orang itu sedang menahan sakit seluruh tubuhnya kaku seakan terkena sengatan listrik yang cukup besar.


“SIAL DIA MEMILIKI TASER GUN.”


“Tenang benda seperti itu hanya sekali tembak.”


Mendenga itu Chanan tersenyum lalu mulai menembaki lagi.”


“Akhhhh…”


“Akkkkhhh.. katanya cuman sekali tembak.”


“Haha jangan remehkan senjata buatanku.”


Musuh yang kesal melihat itu melemparkan benda yang mereka pegang.


(Ukh sialan.)


Dia menunduk lalu melompat ke samping untuk menghindari serangan, lalu menodongkan lagi senjatanya kearah musuh. Musuh yang sudah mengira itu melompat ke depan lalu mengayunkan kayu kearah kepalanya.


Szzzzttt….. DUG…….


“Ukkkkkkhhhhh….”


Musuh terkena serangan miliknya, tergeletak di tanah akibat listrik yang mengalir dari peluru yang di tembakan, Tetapi Chanan juga terkena serangan pada kepala, dia merasa sangat pusing akibat serangan itu dan memegangi kepalanya.


“Ini sakit sialan… ahhh darah.”


Saat memegangi kepalanya dia merasakan sensai cairan lalu melihatnya.


“Yang lebih penting Haqi.”

__ADS_1


Dia langsung berlari menuju temannya.


__ADS_2