
Arin menggunakan kekuatan Aerokinesis untuk merasakan hawa keberadaan musuh, dia dapat merasakan keberadaan seseorang dengan radius 400 km, tapi saat ini dia tidak dapat merasakan sesuatu di sekitarnya.
(Cih… Mereka kabur, tapi ini aneh biasanya di daerah ini tidak pernah sampai sepi seperti ini, bahkan di mini market tidak ada orang sama sekali.)
Dia memasang wajah sangat kesal dan marah.
(Tidak mungkin pengguna mind control itu dapat menggunakannya sampai seperti ini, sudah kuduga ada yang salah dengan petugas keamanan.)
Alvan memperhatikannya dia tahu kalau Arin sedang sangat kesal dan tidak ingin mengganggu nya, lalu dia berbalik badan dan mulai mendekati Cindy.
“Apa kau baik-baik saja ?.”
“Hahahahaha prince Bodoh ya, menanyakan sesuatu yang sudah jelas terlihat.”
Terlihat Maya tiduran di tanah dan menertawakan ucapan Alvan. Keduanya melihat kearahnya.
“Ya maaf, maaf.”
“Aku tidak bisa merasakan Bahu kanan milikku.”
Kemudian dia mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengelap darah dimuka Cindy.
“Maaf aku terlambat.”
“Tidak apa-apa.”
“Bagaimana kau bisa sampai disini.”
Arin berjalan mendekati Maya dan bertanya kepada Alvan.
“Haqi dan Chanan yang memberitahuku.”
Terdengar alarm dari mobil petugas keamanan menghampiri mereka, terlihat lebih dari 20 petugas menghampiri sambil memegang pistol.
“DIAM DI TEMPAT.”
“Apa yang terjadi di sini ?.”
Beberapa petugas memeriksa keadaan Cindy dan Alvan.
“Hahahaha apa yang terjadi ?, sunggguh lucu.”
Semua orang melihat Arin yang tertawa, lalu dia mendekati Maya dan menarik tangannya dan berdiri.
“Kau sudah pulih kan cepat pakai kekuatanmu, antar aku pulang.”
“Tenang lah, aku masih ingin beristirahat sebentar lagi.”
“Kalian berdua, jika tidak mau bekerja sama akan kami akan menangkap kalian.”
Petugas di depannya terlihat kesal dan mulai mengancam Arin, dia sangat kesal dan Angin mulai berhebus disekitarnya.
“Eh Arin bohong kan, jangan lakukan itu.”
Maya yang berada di pinggirnya tau kalau Gadis itu saat ini tidak bercanda.
“Karena kalian tidak ingin bekerja sama maka.”
petugas itu menghampirinya, saat sudah dekat dengan Arin tiba-tiba sebuah besi panjang terbang kearahnya lalu dia melompat menghindari itu, petugas disekitarnya melihat kearah besi itu dilemparkan dan mengambil posisi siaga.
__ADS_1
“COBA SAJA KAU SENTUH DIA, NYAWAMU AKAN BERAKHIR HARI INI.”
Terlihat seorang wanita mengenakan sarung tangan besi menghampiri mereka, sarung tangan besi yang digunakannya mampu menambah kekuatan dan cengkraman serta masih ada fiture lainnya, di sana juga terlihat 2 orang pria mendekati mereka.
“Hentikan Maria mereka itu petugas keamanan.”
“Kalian berdua tenanglah aku akan tangani ini.”
Chanan dan Haqi yang menuju ke taman bertemu dengan Maria, lalu kemudian mereka pergi bersama.
Chanan menghampiri petugas, tetapi dihentikan karena tindakan awal temannya. Lalu dia mengambil sesuatu dari sakunya dan melemparkan ke salah satu dari mereka.
“Lihat itu.”
Petugas melihat benda yang dilempar dan terkejut lalu memberi hormat kepadanya.
“Salam kepada Inspektur.”
“Kenapa kau memberi hormat kepadanya.”
“Lihat sendiri bodoh ini lencana dari departemen Khusus untuk penyelidikan khasus yang berhubungan dengan Esper.”
“Shield ?”
“Ya dan pangkatnya lumayan tinggi.”
Semua petugas memberi hormat. Lalu mulai menjelaskan apa yang terjadi di sini. Maria dan Haqi mendekati Arin dan bertanya keadaanya.
“Rin kamu gak apa-apa kan ?”
“Maya juga tidak apa-apa ?”
“Ya.”
Maria yang terus melihat keadaan Arin dari atas rambut sampai bawah kakinya dengan teliti, dia bahkan tidak peduli dengan hal lainnya.
Setelah mendengar penjelasan dari petugas tentang keadaan saat ini Chanan bertanya.
“Oh jadi Arin tidak mau memberi penjelasan, kenapa rin ?”
Arin berjalan ke depan Chanan dan memasang wajah yang sangat kesal.
“Jangan berlagak hebat dihadapanku foto copy.”
“Hey baca suasananya dong.”
Chanan merasa malu karena sedikit takut saat di dekati olehnya.
“Untuk apa aku memberi penjelasan ?.”
“.……”
“Lagi pula mereka akan tetap tidak menangkap pelaku.”
“.……”
“Korban sudah mengatakan melihat indentitas dari pelaku, kenapa masih tidak ada tindakan lanjut ?”
Semua orang yang melihat Arin berbicara diam.
__ADS_1
“Dan bukannya aneh kalau petugas baru datang setelah kekacauan sebesar ini selesai ?, padahal keributan yang kami buat membuat seluruh tempat ini hancur seperti ini, ahhh… APA MUNGKIN KALIAN DAPAT SESUATU ?”
“APA KATAMU ?”
Salah satu petugas yang tidak dapat mengontrol emosinya marah dan menondongkan pisan kearah Arin.
Sing…
Pistol di pegang oleh petugas itu terbelah dan terjatuh ke tanah, semua orang yang melihat terkejut dan bersiaga.
“Setelah mendengar pelaku dari korban aku datang sendiri ke sini untuk menangani mereka, karena untuk apa meminta bantuan kepada organisasi yang tidak berguna.”
Beberapa petugas terlihat marah saat sebuah angin memotong pistol dan mulai mengarahkan senjata mereka, Maria mengambil posisi penyerang dan Alvan berdiri. Chanan mengambil Handphone dan menelepon seseorang.
“Ketua kau bisa membantuku.”
“Ada apa ?.”
“Terkait Khasus Penyerangan terhadapat SMA BARAT, Saat ini petugas dari Kota Barat menodongkan senjata mereka kepada kami.”
“Apa maksudmu ?”
“Sepertinya ada beberapa Tikus di dalam petugas kepolisian dan telah memaninpulasi laporan terkait pelaku penyerangan.”
“Baik dan hati-hati aku akan menelepon menghubungin petinggi petugas keamanan.”
Beberapa petugas yang mendengar percakapan Chanan mengeluarkan reaksi berbeda,terlihat 5 orang mengeluarkan Eskpresi ketakutan dan sisanya biasa saja, lalu kapten mereka mendapat Sebuah telepon dan menyuruh anak buahnya untuk mundur.
Setelah semua petugas mundur dan saat ini hanya tersisa mereka. Maria mengajak semuanya kembali untuk mengobati luka Arin.
“Ayo cepat kembali Aku akan mengobati kaki Arin.”
“Sebaiknya kau obati dia juga !”
Haqi menunjuk kearah Cindy yang sedang duduk di tanah.
“AHHH GADIS YANG MELUKAI ARIN KAN ?, UNTUK APA AKU MENGOBATI DIA.”
Cindy terkejut dengan teriakan yang dikeluarkan oleh Maria.
“Hey, tapi akan lebih jika kamu mengobatinya.”
“Ya, kau bahkan lebih baik dari pada dokter yang ada di rumah sakit.”
Alvan yang mendengar ucapan Chanan kemudian mendekati Maria dan menundukan kepalanya.
“Kak aku mohon tolong rawat Cindy, aku akan melakukan apapun.”
Cindy yang melihat hanya diam dan tidak bisa berbicara apa-apa.
“Mengapa ?”
“Aku tau dia sudah keterlaluan, ini salahku karena tidak menghentikan dia dari dulu, bagaimana pun juga dia adalah sahabatku.”
Kemudian Maria mendekati Alvan dan memegang bahunya.
“Baiklah untuk saat ini kau berhutang kepadaku, DAN AWASI DIA JIKA SAMPAI MELAKUKAN SESUATU AKAN AKU HABISI KALIAN BERDUA.”
Bahunya tiba-tiba di cengkrang dengan sangat kuat.
__ADS_1
“Kalau gitu ayo kembali.”
Setelah mengatakan itu Alvan membantu Cindy berdiri, lalu Arin, Maya, Maria, Haqi, serta Chanan kembali ke apartemen star, menuju kamar Maria untuk memberikan Pengobatan terhadap yang terluka.