
“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHA.”
Setelah melihat semua temannnya telah dikalahkan lelaki itu tertawa dengan keras seperti seseorang yang sudah lepas kendali.
“TIDAK DI SANGKA ADA ORANG SELAIN PRINCE YANG DAPAT MEMBUAT KAMI MENJADI SEPERTI INI HAHHAHAHAHAHAHA.”
Lalu pria itu mengambil sesuatu dari saku blazer.
“HENTIKAN, Aku sudah memanggil bantuan dan kita masih belum tau effek yang terjadi jika kau menggunakan itu !!”
Gadis yang tergeletak di depan mereka, berusaha menghentikan pria yang mencoba untuk memakan sebuah pil yang dia ambil dari saku.
Tanpa memperdulikan temannya dia langsung memakannya.
Maya perpindah ke sisi Arin dan bertanya sesuatu.
“Apa itu ?.”
“Entah lah.”
Hawa yang berada disekitar pria di hadapan mereka berubah, seketika seluruh pohon dan benda yang berada di sekitar daerah itu terangkat dari tanah dan menyebabkan sedikit getaran pada tanah.
Semua orang yang melihat terkejut dengan apa yang terjadi di sekitar mereka, karena tidak mungkin bagi pengguna telekinesis dapat mengangkat pohon yang tertanam di tanah dengan jumlah lebih dari 100 pohon dan dengan radius hampir 1 KM di jaraknya.
“Maya cari Trigger milliku, pasti tidak akan jauh dari sini.”
Arin menatap Maya dengan serius, dia tanpa mengeluh setuju karena apa yang terjadi di hadapan mereka adalah sesuatu yang dapat dilakukan oleh Rank S saja, dan Arin saat menggunakan Trigger miliknya, ia menjadi sangat kuat dan mungkin dapat menghentikannya.
“HAHAHAHAHAHAHAHA.”
Syung, Syung, Syung…….
Saat pria itu tertawa sejumlah benda terlempar kearah mereka, Maya memegang Arin dan menteleportasikan dia ke tempat dimana tidak Ada benda yang mendekat.
Lau dia Pergi untuk mencari Trigger.
Terlihat Arin yang sedang berlari dan melompat untuk menghindari sejumlah pohon yang terbang mengejarnya. Keadaan mulai terbalik sesaat pria itu memakan sebuah pil.
Dia sekarang seperti seekor tikus yang sedang dikejar oleh seekor kucing. ia dapat dengan mudah menghindari objek besar seperti pohon yang mengejarnya. Akan tetapi benda kecil seperti batu dan botol,mulai mengenai beberapa bagian di tubuh Arin karena memiliki kecepatan yang jauh berbeda.
Kaki kirinya dengan sangat keras terhantam oleh sebuah batu yang menyebabkan dia melambat dan kesusahaan berlari. Benda-benda tanpa henti terus mengejar.
Swosh…
__ADS_1
Dari sampingnya sebuah balok kayu dengan cepat mengarah ke kepalanya, akan tetapi sebelum benda itu mengenai wajahnya sebuah Air menghantam balok itu dan menerbangkannya kearah lain.
“LARI LAH.”
Cindy yang melihat dirinya sedang terdesak membantu dengan menghantam sejumlah benda dengan Air yang dia kumpulkan dengan susah payah.
------------------------------------
Di saat yang bersamaan, Maya berusaha mencari Trigger milik Arin dan melakukan teleportasi ke berbagai tempat. Akan tetapi dia dihadang oleh dua musuh di depannya. Bola Api dengan cepat menuju kepadanya dan dia menghindari itu dengan berpindah tempat ke belakang musuh dan berusaha membalas serangan musuh.
“TAK AKAN KUBIARKAN.”
Seorang gadis melemparkan batu beberapa batu kearah Maya, dia yang menyadari perpindah tempat kembali. Dan terjatuh ke tanah.
(Bahaya aku terlalu banyak menggunakan teleportasi hari ini, baru kali ini aku merasa kelelahan.)
Dia sudah melakukan teleportasi dari saat keluar dari sekolah dan mengawasi Arin yang menjadi umpan, saat ini tubuhnya sudah mencapai batas maksimal dalam penggunaan kemampuan Esper. Dan juga kelelahan karena latihan basket yang dilakukan.
Beberapa bola api dengan cepat mengarah kepadanya, dia melompat untuk menghindari itu akan tetapi salah satunya berhasil mengenai lengannya dan membuat sedikit luka bakar.
“HAHAHA KAU SEPERTNYA SUDAH MENCAPAI BATAS YA ?”
Dengan mengejek Pria mentertawakan Maya yang kelelahan.
“Tapi tidak ku sangka setelah dia memakan Pil itu kekuatannya meningkat pesat sampai seperti ini.”
“Sebaiknya hentikan, karena kita masih belum tahu efek samping setelah memakan itu.”
Kedua musuh itu melihat kearah temannya yang sedang menyerang Arin dengan membabi buta. Maya yang mendengar obrolan mereka kesal dan berbicara.
“Hahaha kalian dari tadi tidak memanggil nama satu sama lain sungguh hebat, apa takut karena kami mengetahui nama kalian ?.”
“APA KAU BILANG ?.”
“Hentikan itu.”
Saat salah satu pria terprovokasi oleh ucapannya akan tetapi dihentikan oleh rekannya.
“Dia berusaha memprovokasi kita.”
“Haha jadi kalian pikir aku tidak mengatahui identitas kalian ?”
Dengan mengejek Maya terus berbicara kepada kedua musuh yang ada di depannya.
__ADS_1
“Jika kau berbicara tentang SMA Utara, tentu saja ada seorang pengguna Telekinesis yang sangat kuat.”
Musuh menyimpitkan matanya.
“Orang itu bernama Kevin Benarkan Hera, Blaise?”
Setelah mendengar nama mereka disebut oleh Maya mereka memasang Wajah sangat terkejut dan Marah. dengan amarah Blaise mengumpulkan Api dengan sangat besar di tangannya dan melemparkan itu.
Maya tidak melewatkan kesempatan ini dan berteleportasi kehadapan Hera lalu menaparnya dengan sangat keras, setelah itu dia berpindah lagi ke belakang Blaise dan menendang kepala bagian belakangnya, membuat musuh terkapar di tanah tidak sadarkan diri.
“Sudah berapa kali aku melakukan teleportasi hari ini, benar benar melelahkan.”
Dia pergi mencari Cutter milik Arin.
Beberapa menit kemudian dia berhasil menemukannya diantara pepohonan yang menumpuk di tanah, setelah itu dia berlari menuju Arin karena sudah sangat lelah untuk melakukan teleportasi.
Dari kejauhan dia tekejut melihat Arin yang terdesak karena jumlah benda banyak sekali.
(Kalau aku menteleportasikan Cutter ini saja sepertinya bisa, akan tetapi kalau gagal dan malah menusuk tanggannya bisa bahaya, dengan kondisiku saat ini tidak mungkin.)
Lalu dia melihat Arin terjatuh dan berteriak dengan kencang.
“ARIN AWAS.”
------------------------------------
Meski kakinya terluka Arin masih sanggup menghindari serangan musuh yang datang, dan melakukan lompatan ke kanan atau ke kiri, dan Berkat Cindy yang menyerang beberapa benda juga dia berhasil menghindari luka besar.
“HAHAHA BAGAIMANA JIKA HINDARI INI.”
Lebih dari 20 pohon besar datang dengan kecepatan tinggi kepadanya, dia kesusahan mengindari semua serangan dan kemudian Cindy memasang perisai Air di depan Arin untuk menahan Serangan yang akan menhantamnya.
Perisai itu berhasil mengurangi dampak serangan yang diterima, akan tetapi Arin terpetal cukup jauh dan mengelinding di tanah menuju arah Cindy .
“BAIKLAH SEKARANG WAKTUNYA UNTUK SELESAI BERMAIN.”
Seluruh Pohon besar, Bangku Taman, Tiang listrik, Batu dan benda lainya diangkat oleh Kevin.
“RASAKAN.”
Tangan kananya berayun ke depan dan lebih dari 150 benda mengarah menuju mereka berdua yang tergeletak di tanah. Cindy terlihat sangat pasrah serta kelelahan terjatuh ke tanah dan Arin berusaha melindungi kepalanya agar tidak terluka, karena luka dibagian kepala bisa membuatnya tidak sadarkan diri dan tidak bisa bertarung kembali.
SZZZZTTT!!!….. BAAM…..
__ADS_1
Saat seluruh benda mau menghantam mereka berdua, Sejumlah kilatan cahaya dari arah langit menghantam seluruh benda dan menghancurkannya menjadi kepingan kepingan kecil.
Arin dan Cindy yang mendengar suara keras seperti sebuah petir yang menyambar dan tanah disekitar mereka bergetar. Seluruh benda yang menyerangnya sudah menghilang, sekarang dihadapan mereka berdiri seorang pria.