TRIGGER

TRIGGER
BAB 2, Chapter 36. Diskusi


__ADS_3

Langit sudah gelap seorang gadis berjalan menuju apartemen Star menuju lantai 3 Kamar nomer 16, setelah menonton pertandingan klub lain, beberapa ada yang menang dan kalah, mereka kembali menggunakan bus menuju sekolah. Dia kembali menuju rumah lalu mandi dan berganti pakaian, makan bersama ibunya. dan meminta izin menuju kamar Maria untuk mengerjakan sesuatu sebagai alibi dari Amalia.


Dia berjalan perlahan menaiki tangga dan menekan Bel kamar nomer 16.


“Iya tunggu sebentar.”


Yang membukanya ternyaa bukan Maria melainkan Gina penghuni kamar nomer 13.


“Eh kak Gina, selamat Malam.”


“Malam rin, Ayo masuk-masuk.”


Keduanya berjalan masuk menuju ke dalam dan menutup pintu, di sana terlihat Maria sedang fokus melakukan sesuatu di depan komputer miliknya.


“Udah makan rin ?”


“Baru saja selesai makan bersama ibu kak.”


Gina dan Arin duduk di karpet yang berada di pinggir kasur.


“Woah Arin udah dateng, aku tidak menyadarinya maaf-maaf.”


Maria memasang wajah terkejut saat melihat Arin yang sedang duduk di dalam kamarnya.


Akhirnya mereka pun memulai diskusi.


“Baiklah kalau gitu, maaf sudah menyuruh ke sini malam hari.”


“Tidak apa-apa, lagi pula ini di pinggir rumah, jadi apa yang ingin kakak tanyakan ?”


“Apa kamu tidak salah lihat kalau musuh yang kamu hadapi memakan sebuah pil lalu kekuatannya meningkat drastis ?”


Dia memasang muka serius dan bertanya.


“Iya aku yakin itu semacam obat, dan kekuatannya benar-benar melonjak ketingkat yang sangar mengerikan.”


“Aku tidak percaya, bukan berarti aku tidak mempercayai Arin dan Maya, tapi aku tidak pernah mendengar sebuah obat dapat meningkatkan kekuatan Esper.”


“Mungkin semacam obat perangsang seperti Afrodisiak ?”


Gina ikut dalam pembicaraan mereka.


“Secara teknis itu tidak mungkin gin, Karena Seorang Esper terikat dengan Personal reality mereka.”


“Eh ?”


“Huuuh baiklah aku akan menjelaskan lagi sedikit untuk kalian berdua.”


Kemudian dia duduk di dekat mereka dan meletekan kertas serta pulpen dan mulai menggambar sesuatu.


“Kalian tau kalau Seorang Esper terikat kuat Dengan Personal Reality mereka ?”


“Iya.”

__ADS_1


“Itu adalah sumber dari kekuatan mereka, secara tidak sadar Esper akan memancarkan sebuah gelombang difusi. Gelombang itu akan bisa kita ketahui menggunakan semacam alat khusus atau kemampuan tertentu.”


“Jadi apa hubungannya ?”


“dengankan dulu penjelasanku Gin.”


“.…..”


“Gelombang difusi itu akan semakin kuat jika seorang Esper mengalami Gangguan bawah sadar yang menyebabkan Medan di sekitarnya menjadi kuat, dan itu akan menyebabkan beberapa fenomena seperti poltergeist dan hal lainya.”


“Poltergeis ? bukannya itu fenomena ketika ada hantu yang menggangu manusia ?”


“Tidak tapi itu adalah fenomena yang disebabkan oleh Esper yang sedang mengalami depresi atau hal lainya.”


“Aku baru mengetahui itu.”


“Oleh karena itu banyak penelitian yang dilakukan terkain Gelombang difusi yang di pancarkan Esper,untuk mengetahui Realitas pribadi, Kepribadian dan sifat perilaku dari masing-masing individu.”


Arin mendengarkan penjelasan Maria dengan serius agar tidak melewatkan setiap kata.


“Jaringan gelombang otak manusia berbeda-beda, akan tetapi jika beberapa individu dapat menyamakan gelombang pikiran para Esper disaat bersamaan apa yang akan terjadi ?”


“Mana kutahu.”


Gina langsung menjawab tanpa berpikir terlebih dahulu.


“Jadi apa yang ingin kak Maria katakan adalah, Jika mereka dapat menyamakan Gelombang otak, atau memanipulasi itu, Kekuatan dari Kelompok itu akan meningkat secara drastis ?”


“Iya secara garis besar itu yang inginku sampaikan, Bagus ya Arin mengerti tidak seperti gadis bodoh ini.”


“Tapi itu akan menjadi bahaya kepada para Esper, Karena menyamakan gelombang otak individu akan menyebabkan gangguan pada otak mereka, dan saat seseorang dapat mengendalikan gelombang otak dan mengontrolnya.”


Maria menggaruk kepalanya sendiri karena sulit menjelaskan apa yang ingin dia sampaikan.


“Pokoknya itu akan menjadi semacam Super komputer yang terdiri dari Jaringan otak Para esper, itu lah yang menyebabkan kekuatan mereka dapat meningkat. Ini lah penelitian yang sedang kami lakukan saat ini.”


“Aku tidak terlalu paham tapi intinya Obat tidak mungkin membuat seseorang tiba-tiba mendapatkan kekuatan besar, begitu kan yang ingin kau bilang ?”


“Iya.”


“Kalau gitu kak, Bagaimana jika orang yang memakan Obat menjadi dalam keadaan mabuk dan gelombang otak mereka menjadi bercampur.”


Maria memikirkan apa yang di katakan oleh Arin.


“Kenapa aku tidak memikirkan itu.”


Dia secara spontan berdiri dan mulai berbicara sendiri.


“Saat gelombang pikiran mereka sama, Secara otomatis akan terhubung dan menjadi singkron, tentu saja itu bisa terjadi dan membuat pikiran mereka menjadi sangat kuat.”


Kedua orang yang mantapnya berbicara sendiri mendengarkan tanpa mengganggunya.


“Tidak, tapi aku yakin ada semacam alat untuk membuat gelombang pikiran mereka sama, dan obat itu adalah perangsang untuk masuk lebih dalam ke dalam sistem itu.”

__ADS_1


“Kalau dia sudah berbicara sendiri seperti ini bakal Lama rin.”


“Iya.”


“Ah aku akan mengambil beberapa cemilan di kamar untuk kita makan, tunggu sebentar ya.”


“Baik.”


Gina pergi meninggalkan Arin, dan Maria terus berbicara sendiri dan memikirkan sesuatu.


“Tapi kak-.”


Mendengar perkataan Arin dia akhirnya tersadar dan kembali duduk di depannya.


“Eh kemana Gina ?”


“Ambil makanan, Efek samping yang terjadi setelah memakan obat, itu adalah hal yang harus kakak pikirkan juga.”


“Efek samping yah.”


“Iya, orang itu memang benar kalau kekuatanya meningkat drastis secara tiba-tiba. Tapi itu tidak berlangsung lama dan juga dia memuntahkan darah yang sangat banyak, Matanya memerah dan seluruh urat yang ada di kepalanya terlihat.”


“Tentu saja, mendapatkan sesuatu secara instan akan mendapatkan resiko yang sangat besar.”


“Iya dan aku rasa kekuatan orang itu langsung menghilang seakan dia tidak memiliki kekuatan Esper sama sekali.”


Maria memasang wajah serius dan mentap lurus kearahnya.


“Rin kamu tau, setelah penyerangan malam itu Maya memberitahukan informasi musuh kepada Chanan, malam itu juga petugas dan beberapa orang dari SMA Utara ditangkap.”


“.…..”


“Akan tetapi dari empat orang yang melakukan penerangan kepada Cindy, hanya satu orang yang tertangkap. orang yang memakan obat itu dan kedua temannya sampai saat ini belum ditemukan, menurut penjelasan dari gadis bernama Ina, Mereka mendapat obat itu dari seseorang yang terikat dengan SMA Utara.”


“Apa ada semacam Organisasi yang terlibat ?”


“Iya mungkin, kau juga tau kan kalau Kasus ******* itu sudah terjadi sejak lama, banyak organisasi yang menginginkan keuntungan mereka sendiri, dan para petinggi pulau Aurora juga tidak jauh berbeda dengan mereka.”


Keduanya memasang wajah serius dan mengepalkan tangannya.


“Arin, sepertinya Kasus ini lebih rumit dari yang kita lihat, sebaiknya kamu lebih berhati-hati.”


“.……”


“Aku tau kau memiliki kekuatan yang cukup kuat saat ini, tapi ingat jangan sampai lengah, karena-.”


“Lengah adalah kesalahan terbesar manusia iyakan ?”


“Iya.”


Sesaat dia belum selesai berbiacara Arin memontongnya, dan pintu kamar Maria terbuka Gina kembali membawa sekatung plastik penuh dengan makanan.


“Hey aku bawa beberapa cemilan nih, ngobrolnya sambil makan biar ga bosen.”

__ADS_1


Lalu dia menaruh itu di atas meja, dan kembali duduk di karpet dekat Arin, Mereka bertiga terus berdiskusi dan bercanda hingga malam hari.


__ADS_2