
Suara burung berkicau, terlihat Empat orang sedang melakukan lari pagi bersama, setelah berkumpul semalam, Maria menyarankan untuk melakukan Lari pagi. Saat mereka sedang berkumpul di depan Apartemen Star Haqi keluar dari kamar dan sudah menggunakan setelan olahraga. Akhirnya mereka pergi bersama.
“Oh iya Chanan mana qi ?”
Gina berlari di pinggir Haqi dan bertanya.
“Entahlah dari kemarin malem dia tidak kembali, sepertinya sedang menyelidiki kasus kemarin.”
Arin dan Maria berlari di depan mereka, dan menuju sungai yang berada di perbatasan Kota Selatan. Setiap melakukan olahraga mereka sudah pasti beristirahat di pinggir sungai karena di sana udara lumayan sejuk dan tidak terlalu banyak orang. Mereka berdua berlari terlebih dahulu dan meninggalkan Haqi dan Gina yang terlihat kelelahan.
“Sudah kuduga Arin semakin lama menjadi seperti Maria.”
“Iya lama-lama fisiknya menjadi semakin kuat, Meski itu bagus tapi entah kenapa menakutkan.”
Mereka melihat dua orang yang berlari di depannya dan membicarakan mereka sosok kedua orang itu pun perlahan-lahan menghilang dari hadapan mereka.
“Oh iya Haqi aku dari dulu pernasaran dengan kekuatanmu untuk melihat masa depan.”
“Prekognisi ya, apa yang membuatmu penasaran ?”
“Kekuatan milikmu itu melihat apa yang terjadi di masa depan atau memprediksi sesuatu yang akan terjadi ?”
“Hmm.. kalau di bilang begitu, dari yang dibicarakan para guru mereka mengatakan kalau kekuatan milikku adalah untuk melihat kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang.”
“Kalau begitu kau bisa merubahnya sesuai keinginanmu dong ?”
Gina sangat penasaran dengan kekuatan milik Haqi dan mulai bertanya, mereka berbicara sambil berlari.
“Tidak segampang itu.”
“.…..”
“Aku saat ini memiliki Rank B, dan aku hanya dapat melihat 1 sampai 5 menit ke depan saja, kekuatan ini juga tidak bisa langsung melihat apa yang aku ingin lihat
“Gitu ya, tapi bukannya tetap saja memiliki kekuatan seperti itu sangat berguna ?”
“Berguna ya, asal kau tau, aku dapat mengontrol kekuatan ini baru belakangan ini, setelah kejadian itu aku melatihnya setiap hari berkat bantuan dari Chanan dan Maria aku mulai terbiasa menggunakannya.”
“Setelah kejadian 1 tahun yang lalu ?”
“Iya, dulu kekuatan ini hanya akan muncul secara tiba-tiba, tapi saat ini jika aku memfokuskannya aku mulai bisa melihat masa depan, dan juga aku bersyukur kekuatan akan aktif ketika aku atau orang yang dekat dengaku akan mengalami sebuah kejadian.”
“Oh apa ada syarat untuk menggunakan kemampuanmu itu ?”
“Tergantung semua Esper memiliki syarat berbeda, ada beberapa orang yang harus menyentuh objek target untuk mengaktifkan kekuatannya, kalau aku terbatas hanya kepada makhluk hidup dan hanya orang-orang yang pernah bertemu denganku saja.”
“Setelah bertanya aku malah jadi semakin bingung dengan kekuatan milikmu itu.”
“Iya meski kekuatan Esper bisa dijelaskan secara ilmiah tapi aku juga tetap merasa bingung dari mana kekuatan ini berasal dan untuk apa haha.”
__ADS_1
Karena keasikan mengobrol mereka tidak sadar sudah dekat dengan tujuan dan mulai berlari ke sana, di sana terlihat Maria dan Arin yang sedang melakukan pemanasan ringan setelah lari agar ototnya tidak tegang.
“Kalian lama tau.”
“Jangan samakan kemampuan setiap orang, Kau dan Arin yang aneh.”
“Gina benar.”
Keduanya yang baru datang langsung membaringkan badan mereka di rumput dan mengatur mulai mengatur nafas. Setelah selesai melakukan pemanasan Arin duduk mendekati mereka.
“Rin gimana pertandingan basketnya ?”
“Ku dengar sekolah kalian menang kan ?”
Maria dan Haqi bertanya.
“Iya minggu depan kita akan bermain kembali.”
“Apa kau akan bermain ?”
“Mungkin.”
“Hahaha kalau gitu Aku pasti akan datang, sudah lama juga tidak melihat Arin bermain Basket.”
“Tentu saja aku juga akan datang.”
“Oh apa itu ?”
“Aku ingin kau menonton pertandingan Dari SMA Utara ?”
“Boleh saja, tapi kenapa ?”
“Tidak apa-apa cuma, Aku ingin memastikan dengan kemampuan Prekognisi dan Mata milik Kak Maria.”
Arin berbicara dan mulai berwajah serius.
“Apa mereka melakukan kecurangan ?”
“Aku belum yakin, tapi Aku merasa ada yang menggunakan Kekuatan saat sedang bermain.”
“Bukannya di pertandingan resmi tidak boleh ?”
“Iya karena itu aku ingin memastikannya, Bukan berarti aku tidak percaya kemampuan mereka, tapi aku merasa sesuatu yang aneh saat melihat mereka bermain dan seluruh Klub Dari SMA Utara maju ke babak selanjutnya.”
“Gitu ya, kalau gitu aku pasti akan datang nanti.”
“Hey kalian tidak mengajakku ?”
Gina merasa dirinya dikucilkan dan marah.
__ADS_1
“Haha bukan gitu, lagian kau selalu sibuk kan ?”
Haqi menjawab sembari bercanda.
“Memang sih, tapi aku tidak sesibuk Penghuni yang lain mereka bahkan sekarang jarang kembali.”
“Iya, jadi kamu akan ikut ?”
“Pertandinganya hari Sabtu kan ?, Lihat nanti hari kamis atau jumat, Semoga saja aku memiliki waktu luang, Aku juga ingin beristirahat.”
“Baiklah hahaha.”
Saat mereka sedang Asik mengobrol tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang mengobrol dan berjalan kearah mereka.
“Eh bukannya itu Arin ?”
“Wah iya di sana juga ada Kak Maria dan juga Haqi.”
Ternyata orang yang mendekati mereka adalah Klub Basket, lalu Maya menghampiri mereka.
“Hai kak Maria.”
“Oh Maya, Kamu juga sedang olahraga ?, dan mereka ?”
“Iya nih, Ah mereka Anggota dari klub Basket !”
“Rajin ya ?, haha”
“Oh iya kak Ini Riana, Sheila, Tina, Olivia, Naila, Mika dan Lina.”
“Aku Maria, Gadis yang di sana Gina, dan pria itu Haqi.”
Setelah Asik mengobrol Maya memperkenalkan seluruh anggota Klub basket yang hadir kecuali Kirana dan Lana, Mereka berkenalan dan mulai mengobrol bersama. Langit pun semakin cerah dan panas, Mereka semua memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.
“Kalau gitu Kalian semangat untuk pertandingannya, Minggu depan aku pasti akan menonton.”
“Makasih kak, Kalau begitu kami pamit dulu.”
Seluruh anggota berjalan menjauhi mereka dan kembali menuju rumah masing-masing.
“Kita juga kembali, sudah panas juga.”
“Iya aku memiliki tugas yang belum aku selesaikan, Karena semalam terlalu Asik mengobrol bersama Maria dan Arin.”
“Hahaha semalam sampe jam 12 lebih ya.”
“Iya.”
Haqi berdiri terlebih dahulu dan membersihkan celananya karena beberapa rumput menempel. Maria, Gina dan Arin bangkit. Mereka berempat kembali menuju rumah. Di perjalanan kembali mereka mampir ke mini market untuk membeli minuman dan beberapa roti.
__ADS_1