
Setelah makanan datang, evan mempersilahkan untuk makan siang terlebih dahulu, selesai makan siang mereka melanjutkan pekerjaan untuk mempersiapkan acara pembukaan rumah kecantikan E&N besok. Nazwa, nita dan bu surti melakukan luluran, bu surti awalnya menolak akan tetapi dipaksa sama evan supaya mau, akhirnya bu surti pun mau untuk melakukan perawatan. Setelah nazwa dan nita selesai mereka pun membahas masalah tarif di rumah kecantikan E&N. Setelah dihitung dan sepakat, nita membuat daftar harga obat dan tarif luluran disana.
Jam 3 sore dina meminta izin untuk pulang terlebih dahulu karena mau mengambil pakaian dan yang lainnya. Evan memberikan uang ke nazwa supaya diberikan ke dina untuk ongkos dan memberi orangtuanya.
Sore hari Pak braja dan bu surti datang kesana sambil membawa minuman yang akan di jual di rumah kecantikan E&N, evan memikirkan supaya disana ada semacam cafe yang menjual makanan dan minuman supaya tamu yang akan melakukan perawatan bisa makan dan minum terlebih dulu sambil menunggu giliran mereka. Tak berselang lama bagian pengiriman DFG datang mengirimkan obat dan cream wajah serta cream untuk luluran, nazwa dan yang lainnya pun menata barang barang tersebut di rak display yang sudah ada, evan memberikan intruksi ke sella supaya nanti mencatat pembelian tersebut dan membayarnya.
Jam 5 sore mereka pulang ke rumah baru, pak braja dan bu surti pun disuruh ikut kesana, evan meminta mereka supaya tidur disana jadi mengantar mereka mengambil pakaian di ruko terlebih dahulu, evan ingin apa yang dia rasakan pak braja dan bu surti pun harus ikut merasakannya.
Sesampainya di rumah mereka pergi ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan ganti pakaian. Di malam hari makan malam bersama dan mengobrol, nazwa mendapat pesan dari nita bahwa ada yang mengirim karangan bunga ucapan atas pembukaan rumah kecantikan E&N dari ibu sofie dan bu Fitri, nita juga memberitahu bahwa dina sudah datang kesana. Setelah itu mereka langsung pergi istirahat karena keesokan harinya mereka harus pagi pagi ke rumah kecantikan E&N.
keesokan paginya mereka pun sarapan dan siap siap pergi ke rumah kecantikan E&N. Jam 7.17 menit mereka semua pergi ke rumah kecantikan E&N. Sesampainya disana mereka langsung melakukan pengecekan akhir.
Jam 9 bu sofie tiba disana disusul bu fitri, evan dan yang lainnya menyambut kehadiran mereka, evan memperkenalkan ibunya dan calon ibu mertuanya sama calon isterinya, tak lupa memperkenalkan bu surti juga dan keluarga lainnya.
" saya iri sama ibu, lihat kulitnya mulus banget pastinya habis dirawat disini ya," kata bu sofie
" iya bu kemarin evan menyuruh kami untuk mencobanya terlebih dahulu sebelum ke orang lain, kaya kelinci percobaan aja bu." kata bu marni
" berarti kamu ya nak, enggak menganggap ibu kalau begitu." kata bu sofie sambil memasang muka cemberut
" bukan begitu bu, ini kan udah aku undang dan kemarin masih tahap uji coba." jawab evan. Evan dan nazwa pun melakukan acara ceremony pembukaan rumah kecantikan E&N karena dari pihak panti asuhan yang di undang sudah hadir. Evan dan nazwa membagikan bingkisan beserta uang kepada anak anak yatim. Evan memanggil yasmin yang bengong sama ella juga supaya mereka bisa merasakan bagaimana rasanya berbagi.
" de sini, bantu kakak bagi bagi ini ke teman temannya ya." kata evan
" iya kak." jawab mereka semangat. Yasmin dan ella pun membagikan bingkisan, terlihat mereka sangat gembira terutama yasmin
" gimana dek kalian senang enggak." kata evan
__ADS_1
" seneng banget kak, makasih ya kak udah bolehin aku bagi bagi sama teman teman. Aku bahagia banget deh bisa merasakan berbagi seperti ini." kata yasmin
" iya nanti nanti kita pergi ke tempat mereka ya." kata evan
" iya kak, aku mau nabung supaya bisa ngasih mereka juga." kata yasmin
" siiip.. Ini baru adik kakak." kata evan sambil memeluk yasmin.
" aku juga mau nabung kak, supaya bisa berbagi." kata ella
" iya dek, kakak bangga sama kalian." kata evan, dia pun memeluk ella.
" adik adiknya kamu cantik cantik ya, baik lagi...." kata bu sofie
" terimakasih bu." kata yasmin dan ella
" enggak apa apa bu, doanya saja, semoga usaha ini berjalan lancar." jawab evan
" ini yang akan jadi mantu ibu itu.... Cantiknya...pantas aja kamu mau." kata bu sofie
" iya bu, insyaAllah." kata nazwa
" untungnya dia mau bu." kata evan
" kalau dia enggak mau, ibu jodohkan kamu sama ponakan ibu, ibu kalah start, jadi kapan rencana kalian akan menikah." kata bu sofie
" rencana akhir semester bu, doakan ya." kata evan
__ADS_1
" wah harus siapkan hadiah istimewa dong ya." kata bu sofie
" doakan saja bu, itu yang paling utama." kata evan
" iya bu, yang terpenting doanya." kata nazwa
" nanti teman teman ibu akan kesini juga, merrka iri banget loh nak waktu kita ketemuan sehabis kamu kasih ibu pil dan cream itu ke ibu." kata bu sofie dengan wajah yang gembira
" syukur kalau begitu, terimakasih banyak atas bantuan ibu." kata evan
" ibu yang harus berterimakasih, karena ibu jadi begini." kata bu sofie
" ayo ah nak, ibu udah enggak sabar nih mau perawatan juga." kata bu fitri
" Rara dan Nabila tolong ya beri perawatan yang terbaik buat bu sofie sama bu fitri." kata bu marni
" baik bu, ayo silahkan bu ke ruangan untuk mulai perawatannya." kata rara mengajak bu sofie dan bu fitri untuk pergi ke ruangan perawatan. Tak lama bu siska dan bu sri datang, bu marni menyuruh zahra dan salva untuk merawat mereka. Bu anne isteri pak joko pun datang kesana. Karena hanya ada 4 ruang perawatan jadi bu marni mengajak bu anne untuk mengobrol terlebih dahulu
" saya dengar dari bibi bahwa ibu pindah rumah ya." kata bu anne
" enggak pindah bu, kita masih akan tetap tinggal disana kok, alhamdulillah evan ada yang memberi rumah, jadi kami ingin menginap di rumah baru tersebut." jawab bu marni
" saya ikut senang bu, hebat ya nak evan itu, masih muda sudah bisa sukses seperti ini." kata bu anne
" alhamdulillah, mungkin ini balasan dari tuhan untuk evan karena waktu kecilnya dia enggak merasakan kasih sayang saya. Ini juga berkat bantuan pak joko dan ibu." kata bu marni
" sama sama bu, berkat nak evan suami bisa tertolong dan sembuh dari penyakitnya, itu malahan yang sangat berharga dibandingkan bantuan kami." kata bu anne. Setelah melakukan perawatan bu sofie dan bu fitri mendatangi evan kembali dengan senyuman bahagia.
__ADS_1