WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Berhutang Budi


__ADS_3

Setelah evan menancapkan jarum jarum akupunturnya, Darah yang keluar dari luka sang pasien pun berhenti, Evan pun menyalurkan energi ke dalam tubuh sang pasien untuk menstabilkan energi yang ada di tubuh pasien, keringat keluar dari dahi evan, untung saja kemarin evan telah memperkuat tubuh dan energi di tubuhnya kalau tidak dia bisa pingsan. Setelah sekitar 37 menit, evan mencabut jarum jarumnya dan merapihkannya kembali, evan meminta ke perawat untuk menyiapkan bahan bahan obat yang di butuhkan dan menyuruh perawat untuk melakukan tranfusi darah. tak lama perawat itu pun tiba lalu.memberikannya kepada evan, evan meminumkan obat yang diberikan perawat ke pasien dan dia membuat cream untuk mengobati luka pasien, setelah itu membalurkannya keluka dan tubuh pasien, evan memperbaiki tulang tulang yang retak sambil mengoleskan ramuan yang dia buat tadi sambil memberikan energi pemulihan ke tubuh sang pasien.


Setelah selesai evan pergi ke ruang dokter. Dr. Helmi melihat Elektrokardiogram pasien sudah stabil, " kamu membuat keajaiban lagi nak, hal yang mustahil buat saya kamu bisa menciptakan keajaiban." kata dr. Helmi di dalam hatinya.


" dokter, kapan pasien akan sadar." kata dr. Helmi


" sekitar 7 menit lagi, coba lakukan pemeriksaan CT scan dan Rontgen." kata evan


" baik dokter kita akan melakukannya setelah pasien siuman." kata dr. Helmi. Benar saja setelah 7 menit pasien siuman, dr. Helmi melakukan pemeriksaan. Lampu di ruang UGD pun mati, evan dan dr. Helmi keluar, evan pamit ke dr. Helmi mau ke ruangannya.


" bagaimana dokter, apa dokter evan sudah datang, gimana kondisi anak saya dok." kata pak Sandi, dia melihat wajah dr. Helmi tidak setegang tadi.


" alhamdulillah pak, berkat dr. Evan anak bapak tertolong dan kondisi anak bapak sudah stabil tinggal pemulihan saja sebentar lagi kami akan memastikan kondisi di dalam tubuhnya dengan melakukan CT Scan dan Rontgen.." kata dr. Helmi


" alhamdulillah ya Allah. kapan dokter evan masuk dokter, dari tadi saya tidak melihat ada dokter laun yang masuk, apakah ada pintu lain selain ini." kata pak Sandi


" dr. Evan tadi masuk bersama saya pak dan barusan dia keluar bareng saya juga." kata dr. Helmi


" yang barusan keluar sama dokter kan anak muda dokter." kata pak Sandi


" iya dokter evan memang masih sangat muda pak, dia baru umur 19 tahun, tapi tenang saja pak, dia sudah memiliki izin praktek dokter kok pak, yang emmberikannya juga langsung dokter kamal dari dinas kesehatan pusat. Silahkan bapak mendaftar untuk ruangan rawat inapnya" kata dr. Helmi, tak lama perawat mendorong blangkar pasien untuk dilakukan CT Scan dan Rontgen.


" pak, bu maafkan aku ya," kata sang pasien setelah meilhat keberadaan orangtuanya.

__ADS_1


" gimana kondisi kamu, yang penting kamu tidak mengulanginya lagi." kata pak Sandi


" aku baik baik pak, kata dokter aku tinggal menstabilkan kondisi tubuh aku aja," kata sang pasien.. Lalu suster pun mendorong blangkar pasien lagi untuk dilakukan pemeriksaan. Pak sandi pun meminta asistennya untuk melakukan pendaftaran ruangan rawat inap.


" dokter apa boleh saya bertemu dengan dokter evan." kata pak Sandi


" saya akan tanyakan dulu pak, soalnya dia disini hanya ada kalau ada panggilan darurat saja." kata dr. Helmi


" baik dokter, terimakasih, saya hanya mau mengucapkan rasa terimakasih secara langsung saja dokter." kata pak sandi


" baik pak, nangi saya ajak dia ke ruang rawat inap sekalian mengecek kondisi anak bapak." kata dr. Helmi. Setelah itu dr. Helmi pamit pergi ke ruangan evan. Pak sandi dan keluarganya juga pergi ke ruangan perawatan. Di ruangan evan dr. Helmi memberitahukan siapa pak sandi, pak sandi adalah seofang pengusaha sukses di negara ini. Evan dan dr. Helmi pun membicafakan masalah ramuan untuk luka, dr. Helmi menyarankan supaya perusahaan DFG memproduksi obat untuk luka tersebut, baik untuk luka dalam maupun untuk luka luar, karena peluang pasarnya cukup besar.


" suster gimana kondisi anak saya." kata bu Lela isteri pak sandi


" oh iya sus, siapa dokter evan itu." tanya pak sandi penasaran


" dokter evan, dia dokter spesialis disini biasanya dia datang kalau ada keadaan yang urgent yang tidak bisa ditanggulangi sama dr. Helmi atau dr. Bambang, dia yang sudah menyembuhkan pak handoko selaku pemilik rumah sakit ini, dr. Helmi juga, pak kamal, pak gubernur dan terkahir kemarin pak menteri, ada juga rujukan dari rumah sakit lain yang sudah tidak bisa diatasi disana." kata suster


Tak lama dr. Helmi dan evan datang ke ruangan tersebut. Suster menyerahkan hasil CT scan dan Rontgen ke dr. Helmi. Setelah melihat hasilnya dr. Helmi geleng geleng kepala.


" kenapa dokter ada masalah tentang kondisi anak saya." kata pak sandi


" anak bapak sudah sembuh tinggal pemulihan saja selama 1 hari disini." kata dr. Helmi

__ADS_1


" nanti jangan mengangkat beban yang berat dulu dan olahraga atau aktifitasnya juga jangan terlalu cape, khawatir organ dalam yang terkena benturan akan terluka kembali." kata evan menambahankan penjelasan dr. Helmi


" terimakasih dokter, atas pertolongannya, berkat dokter anak saya bisa terselamatkan." kata pak sandi


" iya nak terimakasih, eh dokter. Maaf soalnya dokter kelihatan lebih muda dibanding anak saya ini. Kalau boleh tau umurnya berapa dokter." kata bu lela


" sama sama pak itu sudah kewajiban kami sebagai dokter untuk menyelamatkan nyawa pasien dan mengobatinya. enggak apa apa bu, lagian saya belum pantas untuk disebut dokter seperti dr. Helmi ini, saya baru 19 tahun bu, dan saya baru semester pertama di kedokteran, tapi Alhamdulillah saya sudah mendapatkan surat izin praktek kok bu, panggil nama saja jangan panggil pakai kata dokter." kata evan lalu membuka dompetnya menyerahkan surat izin praktek dia. Evan selalu membawa photo copy surat izin tersebut karena untuk jaga jaga jikalau ada yang menanyakannya sewaktu waktu.


" saya percaya dokter, rumah sakit ini tidak akan mempekerjakan dokter abal abal apalagi tanpa memiliki lisensi. Terimakasih banyak, seandainya anak petempuan saya sudah besar saya enggak keberatan menikahkan kamu dengan dia, sayang dia masih kecil." kata pak sandi


" makasih pak, tapi saya juga sebentar lagi mau melaksanakan pernikahan tapi untuk saat ini kita hanya akan melaksanakan ijab qobul terlebih dahulu." kata evan


" berita baru lagi nih, kok saya belum ada udangannya nih." sindir dr. Helmi


" wacana ini baru tadi malam dibicarakan, bukan apa apa dokter, dari pihak keluarga saya dan pihak keluarga nazwa ingin mengantisipasi fitnah, apalagi sekarang kami selalu bersama kemana, walaupun kami tidak melakukan hal hal yang tidak baik, tapi akan beda tanggapan orang kepada kita." kata evan


" luar biasa kamu itu, benar benar bertanggung jawab. jadi kapan rencananya." kata dr. Helmi


" tanggal 7 bulan 7 ini dokter, InsyaAllah saya undang kok." kata evan


" wah kamu ini ya, bakalan banyak keluarga yang kecewa loh. Mudah mudahan enggak seperti waktu tunangan ya." kata dr. Helmi


" doakan saja doktet supaya berjalan lancar." jawab evan

__ADS_1


" tuh lihat evan, dia umurnya dibawah kamu, tapi rasa tanggung jawabnya seperti itu, dia enggak mau pacaran tapi berani menikahi anak orang. sungguh beruntung keluarga calon isteri kamu nak, sungguh saya berhutang budi, bahkan nyawa karena kamu sudah menyelamatkan anak saya ini." kata pak Sandi. Tak lama datang pak handoko dan bu sofie ke ruangan tersebut.


__ADS_2