WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Membuka Usaha Farmasi


__ADS_3

Yasmin melihat kedatangan Bu Marni dan evan, dia pun berteriak memanggil


" Bu... Kak... Ayo sini main, aku tadi di kubur pasir sama kak ella." kata yasmin


" gimana kamu senang sayang liburannya." kata bu marni


" senang banget bu, bisa main pasir." kata yasmin. Evan membuka kaosnya lalu pergi berenang.


" kak, aku ikut berenang ya." kata ella


" ayo dek, nanti kakak jaga kok, enggak usah takut." kata evan


" aku juga ikut kak, aku pengen berenang juga." kata yasmin


" iya ayo... Kakak jagain kalian." kata evan, bu marni bahagia melihat anak anaknya gembira dan saling menjaga. Pak budi, bi siti, pak braja dan bu surti pun ikutan main basah basahan, melihat itu bu marni pun tertarik jadi dia ikutan juga.


" kak nazwa, jaka ayo sini main sama sama." teriak ella yang melihat kedatangan nazwa dan jaka serta kakek baskoro.


" iya sana main sama nak evan, ella dan yasmin, tapi jangan ketengah mainnya." kata kakek baskoro, nazwa dan jaka pun mendatangi ella dan yang lainnya. Mereka saling bepegangan tangan dikala ada ombak menerjang mereka.


" kak ini seru banget..." kata jaka


" iya ini seru banget kak." kata yasmin


" udah lama, istirahat dulu ya... Nanti main lagi." kata evan


" sini, minum dulu, ini ada kelapa muda juga.." kata bu marni yang sudah ke pantai dari tadi


" ayo nak sini gabung sama kita aja, jangan kemana mana." ajak bu marni kepada nazwa dan jaka.


" iya bu, terimakasih." kata nazwa


" maaf ya bu kita jadinya merepotkan, terimakasih udah mau mengajak kami ikut bermain bersama." kata kakek baskoro


" sama sama pak, kita juga senang kok jadi ada teman baru." kata bu marni

__ADS_1


" iya kak nazwa nanti kalau di rumah kakak sepi, main aja ke rumah kita, kita main bareng." kata ella


" iya ella makasih ya." kata nazwa


" jaka sekolahnya dimana." kata bu marni


" aku di sekolah dasar negeri 7 tante." jawab jaka


" yasmin juga mau sekolah disana, jadi bisa bareng nanti mainnya." kata bu marni. Tak lama ibu citra dan pak hadi datang kesana.


" maaf ya tadi saya ketiduran, habis di pijat nak evan tubuh rilex banget, nyaman rasanya." kata bu citra


" enggak apa apa bu, lagian kan ibu cape habis jagain jaka semalam, terus gimana rasanya sekarang." kata bu marni


" saya merasa tubuh ini nyaman banget. Terimakasih loh nak." kata bu citra


" iya nih saya juga, biasanya jam segini suka kerasa sakit di perut, tapi ini nyaman." kata pak hadi


" ayo pak, bu, ini ada kelapa muda, kita sama sama minum." kata bu marni


" saya senang kok pak, bu jadi punya teman baru apalagi satu komplek kita bisa sering bertemu." kata bu marni


" iya bu, saya juga jadi tenang kalau saya dan isteri ada kerjaan, bisa nitip dulu anak anak." kata pak hadi


" enggak apa apa pak, bu, suruh aja ke rumah." kata bu marni


" iya kak nazwa, jaka main aja ke rumah jadikan aku sama yasmin punya teman main." kata ella


" berkah dari kejadian kemarin, kita mendapatkan banyak keuntungan yang enggak akan ternilai, saya senang sekali akhirnya memiliki tetangga yang saya rasa udah seperti keluarga sekarang, saya dan isteri juga enggak akan khawatir kalau meninggalkan nazwa dan jaka di rumah." kata pak hadi


" iya pak, ibu juga tenang apalagi ada dokter muda disisi kita." kata bu citra, pak hadi dan bu citra sebagai orang tua nazwa dan jaka senang bisa kenal dengan evan dan keluarganya, begitu pula kakek baskoro. Disaat orang tua mereka mengobrol yasmin dan jaka main pasir, mereka membuat istana pasir. Karena sudah siang mereka kembali ke hotel, mereka pergi ke restoran untuk makan siang, keakraban 2 keluarha itu pun terjalin, nazwa mengagumi sosok evan, selama ini dia belum pernah melihat teman sebayanya memiliki keahlian, sedangkan evan memiliki keahlian dan berprikebadian yang sangat baik, sopan, dan tidak sombong. Ella melihat nazwa mengangumi kakaknya, ella selama ini juga mengagumi nazwa karena sebagai primadona di sekolah, aktif di organisasi dan pintar secara akademik. Ibu marni dan bu citra saling bercerita dan mereka menjadi akrab. Dari obrolan itu pula bu citra tau kenapa evan memiliki orangtua angkat dan yasmin menjafi anak angkatnya.


" ngomong ngomong bu, bapak dan ibu pekerjaannya apa ya." kata bu marni


" saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil, kalau bapak sebagai notaris, kalau ibu." kata bu citra

__ADS_1


" saya karyawan biasa bu, saya meneruskan usaha peninggalan ayahnya anak anak." kata bu marni


" usahanya di bidang apa bu." tanya bu citra


" perusahaan kita begerak di bidang property, dan ini mau coba usaha lainnya di bidang farmasi, karena tau sendiri di bidang property ini tidak selalu mulus dan resiko juga sangat besar." kata bu marni


" kok bisa jauh gitu ya expansi usahanya." kata bu citra


" betul bu, ini juga berkaitan dengan evan, saya suka melihat dia kalau ikut ke kantor, dia suka baca majalah tentang manajemen perusahaan, peluang usaha, marketing, sewaktu saya melihat tulisan dia di meja kerja saya, saya lihat kok menarik juga kita buka perusahaan farmasi, di tulisan itu dia membuat sampai analisanya segala, terus ada juga obat yang mau di produksi, target pasarnya segala. Saya baca tulisan itu dan akhirnya saya diskusikan dengan tim perusahaan mereka sangat positif karena memang kondisi pasar property sedang menurun." kata bu marni


" hebat betul anak pak devano ini, tapi memang cocok dengan keahlian nak evan, dia bisa mengobati jadi dia tau obat apa yang cocok di pasaran, apalagi kalau obat yang di produksinya obat herbal." kata kakek baskoro


" ibu baca tulisan aku, pantes aku cari enggak ketemu, aku iseng aja sih bu, karena kalau menunggu ibu rapat suntuk juga kalaunhanya diam." kata evan


" maaf ya nak, ibu enggak bilang sama kamu." kata bu marni


" enggak apa apa bu, kalau ibu memang serius aku udah buat di laptop aku, aku juga udah buat 3 formula untuk obat yang akan di produksi. Nanti tinggal cari bahan bahan obat tersebut dan nanti aku bantu untuk meraciknya, kalau udah bisa di uji klinis sebelum di produksi masal." kata evan


" serius nak." kata bu marni semangat


" iya bu, ada obat buat sakit lambung, sakit kepala dan cream perawatan kulit." kata evan


" akhirnya terpecahkan juga masalah obat apa yang akan di produksi. Kalau memang formula kamu ini berhasil, ibu yakin akan laris dipasaran. Pulang liburan ini ibu akan bawa ke rapat selanjutnya, untuk pembentukan peruaahaan baru secepatnya, karena selama ini hanya wacana aja." kata bu marni semangat


" nanti aku kasih ke ibu semuanya, tapi untuk meracik obatnya harus aku coba dulu yang buatnya, karena khawatir komposisinya berbeda." kata evan


" iya udah apa saja yang kamu perlukan bahan bahannya nanti ibu akan cari." kata bu marni


" boleh bu." kata evan


" kamu bukan bilang ke ibu dari kemarin." kata bu marni


" ibu juga enggak pernah tanya, memang rencananya aku mau cari bahan sendiri dulu, setelah itu baru aku mau diskusi sama ibu." kata evan


mereka pun selesai makan siang, mereka pergi ke kamarnya masing masing.

__ADS_1


__ADS_2