WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Kegemparan di Dunia Kedokteran


__ADS_3

" memangnya kamu ketemu nak evan ini dimana." kata bu sri


" waktu itu saya kena serangan jantung di rumah, anak saya surya karena panik dia membawa mobil sendiri dan karwna ingin cepat cepat dia ngebut dan terjadi kecelakaan, kebetulan nak evan sama pacarnya wamtu itu ada dilokasi kecelakaan. Dia menolong saya disaat genting, tidak hanya menolong bahkan dia menyembuhkan penyakit saya itu yang seharusnya saya di operasi 1 minggu lagi, akhirnya enggak karena pengobatan nak evan ini. Itu awal ceritanya, dan tadi karena mendapat kabar dari dr. Helmi dan dr. Bambang bahwa nak evan ini sedang melangsungkan acara tunangan maka saya datang kesana, walaupun sedang ada acara bahagia itu, dia mau saya ajak kesini." kata pak handoko


" terus dr. Helmi sama dr. Bambang kenal nak evan ini dimana." kata pak akmal


" saya awalnya mendengar dari pasien yang dibawa kesini pak. Eh taunya saya sedang melakukan kerjasama sama ibunya nak evan ini untuk membangun perusahaan farmasi, saya di periksa sama nak evan ini dan memberikan pil hasil racikannya untuk saya teleti saya disuruh meminumnya, seketika sakit yang diderita saya sembuh, kebetulan kemarin kami melakukan pengujian produksi di pabrik dan ibunya bilang hari ini ada acara nak evan akan melangsungkan tunangan, jadi saya bilang sama pak handoko." kata dr. Helmi


" jadi kamu ini sedang melangsungkan acara tunangan, memangnya umur kamu berapa." kata ibu sri


" betul bu saya sedang bertunangan, umur saya saat ini jalan 19 tahun bu," kata evan


" kenapa kamu memutuskan bertunangan padahal umur kamu masih sangat muda." kata bu sri


" karena saya audah yakin akan pilihan saya, dan ini sebagai bentuk tanggungjawab saya untuk bukti keseriusan saya kepada dia." kata evan


" saya salut akan tanggungjawab kamu sebagai seorang cowok dan saya rasa kamu juga bertanggungjawab sebagai seorang dokter dimana disaat sedang ada acara bahagia kamu dituntut untuk menolong orang kamu bisa meninggalkan acara itu, itu namanya seorang dokter sejati. terus kamu rencananya kuliah dimana nak," kata pak akmal


" saya menunggu hasil ujian masuk universitas negeri K, dan minggu depan saya juga mau test di universitas swasta." kata evan


" sebenarnya kamu dengan yelah memiliki keahlian seperti ini tidak harus kuliah juga enggak masalah, tapi untuk menambah wawasan dan keilmuan enggak masalah juga, kamu daftar di jurusan kedokteran kan bukan yang lain," kata pak akmal


" iya pak, saya daftar di jurusan kedokteran, betul apa kata bapak saya ingin menambah wawasan dan ilmu pak." kata evan


" bagus... Begitu seharusnya anak muda walaupun sudah memilki keahlian kamu tidak merasa cukup. Saya dengar tadi dari dr. Helmi dan dr. Bambang bahwa beliau mau merekomendasikan supaya evan ini dapat surat izin praktek." kata pak akmal

__ADS_1


" betul pak, karena saya sendiri telah merasakan hasilnya dan untuk sebagai pemenuhan syarat supaya nak evan bisa bekerja di rumah sakit jadi kami berencana mengusulkannya." kata pak handoko


" memangnya rumah sakit mana yang mau mempekerjakan evan ini." kata pak akmal


" rumah sakit ini pak, karena saya yakin dengan kemamluan dan keahlian nak evan ini, pastinya rumah sakit ini akan banyak membantu orang dan bagi rumah sakit ini pula akan membawa dampak yang sangat baik, sebelum diambil orang pak." kata pak handoko sambil tersenyum


" dasar otak kamu ini ya, tapi saya setuju dengan pemikiran kamu handoko, keahlian evan ini akan membawa dampak yang sangat bagus buat rumah sakit ini, dan pastinya akan ada kegemparan di dunia kedokteran. Iya sudah buat surat rekomendasi dari rumahsakit ini nanti saya akan keluarkan izin prakteknya, toh saya sudah membuktikan keahlian evan ini sendiri." kata pak akmal


" terimakasih banyak pak, apa ini tidak berlebihan pak." kata evan


" berlebihan bagaimana toh saya merasakan keahlian kamu, bahkan saya mau tanya ke dr. Helmi dan dr. Bambang yang memegang surat izin praktek dokter dan sudah senior apa dengan kondisi saya saat itu bisa menyembuhkan saya." kata pak amal


" tidak pak, saya tadi bilang ke nak evan bahwa kami sudah angkat tangan." kata dr. Helmi


" tuh kamu dengar sendiri kan." kata pak akmal


" saya yang berterimakasih, karena kamu saya masih bisa menghirup udara kehidupan." kata pak akmal.


" oh iya terus bagaimana acara pertunangan kamu, bagaimana tanggapan tunangan kamu dan keluarganya." kata bu sri


" acaranya kebetulan sudah selesai bu, dan ibu sama tunangan saya ada di rumah sakit ini juga, mereka istirahat di ruangan pak handoko." kata evan.


" boleh saya bertemu mereka." kata bu sri


" boleh bu, sebentar saya panggilkan." kata evan

__ADS_1


" udah biar perawat saja yang memanggil ibu kamu sama nak nazwa kesini." kata pak handoko, lalu menyuruh perawat untuk memnaggil ibunya evan dan nazwa di ruangannya. Tak lama bu marni dan nazwa datang kesana ditemani perawat yang memanggilnya tadi.


" selamat malam bu, nak, mohon maaf ya saya mengganggu acaranya. Salam kenal saya akmal dan ini isteri saya ibu sri dan disana itu anak dan mantu saya." kata pak akmal


" malam juga pak, enggak apa apa pak, salam kenal juga saya bu marni ibunya evan dan ini nazwa tunangannya evan." kata bu marni memperkenalkan nazwa


" aduh cantiknya, pantas saja nak evan mau langsung mengikatnya." kata bu sri


" terimakasih bu." kata nazwa


" sekali lagi saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya karena izin ibu dan nak nazwa, evan biaa mengobati saya, enggak tau harus seperti apa mengungkapkan rasa itu karena nyawa saya bisa tertolong, saya mendengar dari dr helmi bahwa ibu membangun perusahaan farmasi ya." kata pak akmal


" betul pak, saya, evan, dr. Helmi dan de. Bambang mendirikan perusahaan farmasi, selain tujuan kami mendirikan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan, kami memiliki tujuan supaya bisa banyak membantu orang pak, dengan kemampuan evan ini sekarang sedang produksi obat obatan baru 4 jenis obat. Obat masalah perut, kepala, darah dan jantung." kata bu marni


" bagus itu, saya rasa ini akan meledak dipasaran. Oh iya nak nazwa apakah kamu akan ksberatan jika evan bekerja di rumah sakit." kata pak akmal


" enggak keberatan pak, karena disitu keahlian kak evan." kata nazwa


" jadi kapan pak handoko evan akan mulai kerja di rumah sakit ini." kata pak akmal


" mulai saat ini pak, walapun belum secara resmi karena masih terbentur masalah syarat untuk menjadi dokter." kata pak handoko


" besok surat itu akan keluar, saya jaminannya, oh iya evan apa kamu mau kerja di rumah sakit." kata pak akmal


" bersedia saja pak, tapi saya tidak bisa datang setiap saat karena saya harus kuliah, akan tetapi jika rumah sakit ini membutuhkan saya, saya siap setiap saat dipanggil." kata evan.

__ADS_1


" oke kalau begitu deal ya, nanti kita urus kontrak kerjanya, untuk masalah gaji tenang saja, saya akan memberikan gaji yang pantas untuk keahlian kamu ini, dan apa yang kamu minta saya juga setuju." kata pak handoko. Bu marni dan nazwa pun ikut senang dan terharu bahwa anaknya audah bisa bekerja di rumahsakit internasional. Begitu pula nazwa sangat senang bahwa calon suaminya itu sudah bekerja walaupun kuliah saja belum.


__ADS_2