WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Evan Emosi


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 27 menit evan sampai di area kampus fakultas ekonomi, evan turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu nazwa, tak lama nita datang kesana setelah turun dari ojeg onlinenya. evan pun mengobrol terlebih dahulu dengan nazwa dan nita membahas perekrutan karyawan. Sedang asyiik mengobrol datang 4 orang mahasiswa kesana.


" pakai ilmu pelet darimana yaa.. Bisa menggaet seorang primadona." kata mahasiswa itu


" kalau mau ngobrol itu ajak di cafe bukan diparkiran seperti ini." kata mahasiswa lainnya sambil tertawa


" apaan sih rio, pagi pagi bikin ulah gini, terserah aku mau ngobrol dimana." kata nazwa ketus


" duuuh yang udah kena pelet, sampai membela seperti itu, kalau kamu enggak punya uang nih aku kasih, ajak ceweknya ke cafe sana." jata rio


" siapa lagi yang dipelet... Memangnya aku apaan." kata nazwa


" udah sayang jangan dilayani, kita bahas lain waktu aja ya." kata evan


" so sweet... Kamu tuh enggak layak tau sama nazwa, kamu harusnya malu siapa kamu dan siapa nazwa." kata rio


" kok kamu ngomong gitu rio, apa hak kamu bicara sama calon suami aku kaya gitu, ini pilihan aku, malahan aku yang enggak layak buat kak evan. Kamu yang enggak layak buat aku, cowok yang hanya mengandalkan orangtua." kata nazwa emosi


" tuh lihatkan semuanya dia udah dipelet, mana ada cewek cantik kaya gitu mau sama cowok miskin, pasti mobilnya itu pun dikasih pinjam sama orangtua ceweknya makanya pakai sopir. Apalagi kuliah di jurusan kedokteran tau sendiri kan berapa biaya kuliah disana, sadar woy kalau memang mau belagu dan kelihatan keren, udah melet anaknya mau memanfaatkan kekayaan orangtuanya pula, apa orangtuanya enggak malu ya punya anak yang memanfaatkan orang lain supaya kelihatan keren, perlu lw tau ya sehebat apapun lw di tempat kuliah enggak akan bisa dapat izin praktek dokter dan nilai lw disini juga bakalan anjlok karena paman gw dosen disana dan orangtua gw kerja di dinas kesehatan yang mengeluarkan dan mencabut izin praktek dokter. Ngaca dong lw mau tampil keren tapi lw enggak modal, kasian orangtua lw." kata rio. Kejadian itu membuat heboh di kampus itu semua orang ingin melihat kejadian itu. Evan masih bisa menahan emosinya.

__ADS_1


" cukup rio, kamu udah bikin malu saya dan kak evan, apa buktinya kamu bilang kaya gitu, mobil ini dan semua biaya kuliah kak evan dia yang bayarnya sendiri bahkan kuliah aku aja kak evan yang bayarin. perlu kamu tau ya rio aku sama kak evan sebentar lagi mau nikah jadi tolong jangan pernah urusin kehidupan aku, urus aja hidup kamu sendiri." kata nazwa


" apa kamu bilang sebentar lagi mau nikah, apa gara gara diguna guna kamu sampai menyerahkan kesucian kamu ke orang ini, sadar naz, mau makan apa kamu dikehidupan selanjutnya, dia ini cowok miskin, lihat aku naz aku kesini pakai mobil sendiri, orangtua aku sudah menyiapkan perusahaan buat aku kalau aku sudah lulus, ayolah naz, kamu harus sadar itu, aku akan bahagiakan kamu naz enggak kaya anak miskin ini yang kehidupan kedepannya juga enggak tau menjadi apa, bahkan keluarganya sendiri mungkin gembel." kata rio.


" kamu boleh menghina saya seperti apa, tapi jangan pernah menghina orangtua saya, dan perlu kamu tau apa selama ini saya minta minta sama kamu, dan saya tegaskan kalau saya enggak pernah memaksa siapun untuk suka sama saya apalagi sampai main guna guna untuk menarik simpati orang, saya datang ke kampus ini itu hak saya dan saya enggak pernah minta bantuan kamu juga untuk membayar kuliah saya, saya hanya ingin belajar disini bukan untuk mencari musuh. Kalau memang kamu suka sama nazwa silahkan itu hak kamu, dan kalau memang nazwa terpaksa suka sama saya, saya juga enggak akan menahannya untuk dia mencintai dan dicintai, saya bertunangan dengan nazwa pun enggak akan menjadi penghalang kalau memang benar benar nazwa sudah tidak menginginkan saya lagi. perlu kamu ingat silahkan kamu mengatai saya orang miskin jelek enggak punya pendidikan, gembel, tapi jangan sekali kali kamu mengatai orangtua saya, karena itu udah melebihi batas kesabaran saya, Silahkan tanya ke nazwa kalau kamu memang enggak suka sama saya karena dia, saya ikhlas dan enggak akan marah kalau dia memang memilih kamu." kata evan emosi, tapi dia masih bisa menahannya jangan sampai kekerasan terjadi


" tuh naz, dia sadar sendiri, kamu mau kan jadi pacar aku dan calon isteri aku, akan jauh bisa membahagiakan kamu." kata rio


" maaf rio, aku engbak pantes sama kamu, aku sudah pilih kak evan jadi calon suami aku dan sebentar lagi akan jadi suami aku, perlu kamu tau ya rio sebenarnya aku enggak mau ngomong ini, tapi kamu yang maksa, tadi kamu bilang orangtua kamu.menyiapkan kamu perusahaan setelah lulus kuliah, kamu ketinggalan jauh dari kak evan, dia enggak butuh kuliah, karena dia udah punya surat izin praktek dokter, terus dia udah jadi komisaris perusahaan dan kemarin aku dan kak evan sudah tandatangan akta pendirian perusahaan, dia enggak mengandalkan orangtuanya seperti kamu. makanya aku bilang tadi mungkin aku enggak layak untuk kak evan, aku suka kak evan karena dia lebih dewasa dan tanggungjawab, dia mau berusaha dan bekerja keras untuk bahagiakan keluarganya, makanya orangtua aku juga merestui hubungan kami, dan mereka yang mengusulkan supaya aku cepat cepat nikah sama kak evan." kata nazwa, nita pun mau bicara tapi ditahan sama nazwa.


" kamu pasti sudah dibohongi tuh, mana ada dia belum kuliah sudah punya surat izin praktek dokter, jadi komisaris.." kata rio masih belum percaya


" perlu saya apakan anak ini dokter." kata pak johan


" gaya sampai sandiwaranya diatur, sopurnya pun panggil dia dokter." kata rio. Pak johan pun mau memukul rio tapi di tahan evan. disaat itu pula handphone pak johan berbunyi, pak johan melihat siapa yang memanggilnya lalu mengangkatnya. Pak johan memberitahu keberadaannya kepada pihak rumah sakit.


" ada apa pak." kata evan


" itu dokter, ada pasien darurat di rumah sakit, jadi dokter disuruh kesana." kata pak johan

__ADS_1


" haaaa...haaaa....haaaa..... anak baru kuliah sudah kerja di rumah sakit." kata rio


" iya sudah kita kesana sekarang." kata evan mengambaikan ejekan rio dan yang lainnya


" enggak akan keburu dokter, jadi pihak rumah sakit sudah mengirim helikopter kesini untuk jemput dokter." kata pak johan


" sayang aku harus ke rumahsakit kamu nanti sama pak johan aja ya pulangnya." kata evan


" aku jadi malas kuliah kak, aku ke apotik aja ya sama pak johan enggak apa apa kan." kata nazwa


" sama aku juga jadi malas kuliah, ikut nazwa aja deh." kata nita


" iya udah kalian ke sana aja, atur persiapan penerimaan karyawan. nanti kabari kalau ada apa apa." kata evan


" iya kak, kakak juga harus tenang ya, maaf ya karena aku kakak jadi begini." kata nazwa


" aku udah biasa kok, kamu tenang aja, oh iya pak johan cari tau nama pamannya dan orangtua si rio itu, dia akan selalu berbuat seperti itu kalau enggak kita kasih pelajaran." kata evan


" siap dokter, nanti saya cari tau dan tenang aja non nazwa akan aman sama saya." kata pak johan. Tak lama terdengar gemuruh suara helikopter. Helikopter pun mendarat dilapangan yang enggak jauh dari sana. Evan pamitan ke nazwa setelah melihat logo rumah sakit di helikopter tersebut. orang orang yang berada disana pun melihat kejadian itu, setelah evan naik helikopter pun terbang kembali menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2