WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Uji Coba Produksi


__ADS_3

Keesokan harinya evan memberitahukan nazwa bahwa dia akan menjemputnya untuk lari pagi. Evan pun siap siap lalu pergi ke rumah nazwa, Setelah bertemu dengan nazwa, mereka pun pergi ke lapangan, setelah dirasa cukup melakukan lari, evan mengajak nazwa untuk istirahat di warung yang biasa. Evan mengambilkan minuman untuk nazwa.


" kak aku udah bilang sama ayah dan ibu, kata mereka acara besok itu sore aja, supaya tidak terlalu malam." kata nazwa


" iya sudah kalau begitu, nanti aku bilang sama ibu." kata evan


" nanti jadi kan kita pergi ke pabrik, aku juga udah bilang sama ayah dan ibu, oh iya kak, kakak kapan mau memberitahu ke pak braja dan ibu surti." kata nazwa


" untung kamu ingatkan, iya udah sekarang aja ya, dekat kok dari sini." kata evan


" iya udah kak takut kalau dinanti nanti lupa lagi." kata nazwa, evan pun membayar minuman yang tadi diambilnya setelah itu mereka berjalan kaki ke tempat pak braja dan bu surti, setelah berjalan kaki 7 menitan mereka tiba di toko. Terlihat pak braja sedang membuka tokonya.


" pak, kok udah buka aja tokonya." tegur evan


" eh kamu nak, tumben kesini, bapak memang selalu jam segini membuka toko, supaya orang orang yang membutuhkan di pagi hari sudah bisa berbelanja." kata pak braja


" bapak dan ibu sehat kan." kata evan


" bapak sama ibu sehat, iya udah ayo masuk." kata pak braja mengajak evan dan nazwa


" bu ada nak evan dan nak nazwa nih, oh iya kalian mau minum apa," kata pak braja


" udah tadi pak, nanti saja." kata evan


" tumben nih kamu kesini nak, darimana." kata bu surti

__ADS_1


" aku dan nazwa habis lari bu, maaf ya pak bu aku baru kesini, soalnya aku lagi mengurus kuliah dan bantu ibu buka usaha baru." kata evan


" enggak apa apa nak, itu lebih penting buat masa depan kamu. Maaf ibu dan bapak enggak kesana, karena disini sudah mulai rame jadi terkadang audah cape duluan. Ngomong ngomong kalian hanya berdua, jangan jangan anak ibu ini sudah jadian sama nak nazwa ya." kata bu surti


" iya bu, dan kita kesini mau ngasih tau ke ibu dan bapak bahwa besok aku mau melamar nazwa dan kita akan bertunangan dulu." kata evan


" kamu benar benar ya udah gede, ini serius nak." kata bu surti


" iya bu, supaya kita tidak menjadi bahan gosip orang orang dan ini sebagai bentuk keseriusan aku." kata evan


" kapan pastinya nak." kata pak braja


" besok sore bu di rumah nazwa, bapak dan ibu harus bisa datang ya." kata evan


" iya nak, ibu dan bapak akan datang, ini momen kamu masa bapak dan ibu enggak datang, besok siang bapak dan ibu akan datang ke rumah dulu." kata bu surti


" kamu darimana aja nak, tumben siang datangnya." kata bu marni


" aku tadi lari bu, terus ke toko bapak dan ibu memberitahu acara besok. Oh iya bu kata nazwa besok acaranya sore aja." kata evan


" iya sudah kalau begitu, terus pak braja sama bu surti kapan mereka kesininya." kata bu marni


" besok siang bu, katanya toko sedang rame soalnya." kata evan. Evan pun ikut sarapan. Ella dan yasmin pamitan pergi ke sekolah. Bu marni dan evan juga sama siap siap mau ke pabrik.


Jam 7.30 menit nazwa datang, bi siti menyuruh dia menunggu di ruang keluarga dulu. Tak lama bu marni dan evan keluar kamar.

__ADS_1


" kamu sudah lama nak, kamu udah sarapan belum, kalau belum kamu sarapan dulu." kata bu marni


" baru bu, sudah bu tadi di rumah bareng yang lain, oh iya bu untuk acara besok itu sore ya." jawab nazwa


" iya nak, evan udah bilang ke ibu tadi." kata bu marni, mereka pun mengobrol lalu mereka siap siap pergi. Jam 8.07 menit mereka pergi ke pabrik, setibanya di pabrik mereka disambut sama tim disana, lalu di ajak melihat lihat pabrik, evan menanyakan sumber air dan penampungan air yang akan di gunakan untuk proses produksi, evan pun memeriksanya, tanpa sepengetahuan orang orang, evan menuangkan air dari botol ke sumber air dan penampungannya.


Tak lama dr. Helmi dan dr. Bambang datang, mereka siap untuk melakukan ujicoba Produksi, evan melihat proses produksi obat itu sambil merasakan apakah ada perbedaan yang mencolok dari khasiat obat yang dia buat dengan hasil dari proses produksi mesin. Evan merasa puas akan hasil dari produkai obat tersebut karena tidak beda jauh khasiatnya dengan yang dia buat. Setelah ada hasil obat itu, dr. Helmi dan dr. Bambang membawanya ke laboratorium untuk di test.


" gimana menurut kamu nak, apakah ada perbedaan hasil buatan kamu dan hasil produksi disini." kata bu marni


" ada bedanya sih bu, tapi tidak signifikan, aku rasa sudah bisa dimulai produksi masalnya. Tapi apakah bahan bahannya sudah ada." kata evan


" bagus kalau begitu, untuk bahan bahannya sudah ada di gudang, jadi kalau memang sudah layak beroperasi, sekarang juga akan di mulai produksi masalnya." kata bu marni


Dr. Helmi dan dr. Bambang pun datang, mereka memberikan hasil test laboratorium ke bu marni.


" ini bu hasil dari test laboratorium obat yang tadi kita produksi, tidak ada perbedaan hasilnya dari obat yang nak evan buat, menurut kami, kita sudah mulai bisa jalan produksi." kata dr. Helmi


" iya sudah kalau begitu, kita mulai produksi hari ini, untuk kemasannya juga sudah siap kan." kata bu marni


" sudah bu, ini obat yang sudah dikemasnya." kata dr. Bambang sambil memberikan obat yang sudah dikemas. Ada 2 kemasan yang pertama dikemas 4 buah pil, ada yang 10 strip.


" oke bagus, saya percaya ke dr. Helmi dan dr. Bambang untuk mengawasi ini, semoga usaha kita ini berjalan dengan lancar dan bisa diterima dipasaran." kata bu marni


" aamiin." jawab mereka

__ADS_1


" untuk tahap awal kita akan belerjasama dengan apotik apotik dan saya akan membawa ke rumah sakit juga." mata de. Helmi


" besok saya tidak akan datang kesini, mudah mudahan minggu depan bisa, besok saya ada acara keluarga yang enggak bisa ditinggalkan, anak saya ini akan bertunangan dengan nazwa, jadi sekali lagi saya mohon ke dr. Helmi atau dr. Bambang mengawasi proses awal produksi ini sebelum sepenuhnya kita bisa lepas, tapi jika ada hal hal mendesak enggak masalah memberitahu saya." kata bu marni. Karena sudah siang bu marni pun berpamitan kepada mereka.


__ADS_2