WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Mencari Tempat untuk Apotik Nazwa


__ADS_3

Evan setelah beristirahat, dia pamitan ke dokter helmi untuk pulang. Di pejalanan evan menelepon ibunya.


" bu, aku lagi dijalan, mau dibelikan makanan apa." kata evan


" sebentar ibu tanya adik adik kamu sama nazwa juga dia masih disini." kata bu marni, dia memberi tau ella, yasmin, nazwa dan jaka mau dibelikan makan apa. Mereka mau martabak, lalu evan meminta pak johan untuk pergi membeli martabak terlebih dahulu. selain untuk di rumah dan penjaga keamanan di rumah, evan juga membeli untuk keluarga nazwa dan pak johan juga. Setelah selesai membeli martabak dia pun lekas pulang, evan menyuruh pak johan pulang lalu memberikan martabak, setelah itu dia masuk dengan membawa martabak ke dalam rumah.


" asyiiiik, kakak bawa makanan." kata yasmin, langsung mengambil makanan yang ada di tangan evan.


" sabar dong nak, nanti tumpah loh." kata bu marni. Evan memberikan 1 kantung yang berisi martabak untuk nazwa bawa pulang. Evan pergi ke kamar untuk bersih bersih dan ganti pakaian. Setelah bersih bersih evan datang kembali ke ruang keluarga.


" gimana nak tadi di rumah sakit." kata bu marni membuka obrolan


" alhamdulillah baik bu, aku bisa mengobati pasien, terus bagaimana bu kondisi DFG sekarang." kata evan sambil makan martabak


" sangat diluar preduksi awal, apotik yanh sudah mengambil sebelumnya sekarang sudah mengajukan lagi pesanan, untuk produk yang kamu minta kemarin ke dr. Helmi sudah berjalan produksinya. ibu dapat kabar dari nazwa bahwa kamu mau buka apotil dan rumah kecantikan apa benar." kata bu marni


" iya bu benar, mungkin besok mau cari tempat yang cocok untuk apotik dan rumah kecantikan itu. Nanti yang mengelola itu nazwa dan ibu mengawasinya saja sekalian nazwa belajar bu." kata evan


" bagus kalau kamu ada pemikiran kesana, terus untuk perawatan kecantikan perlu obat obatan juga, itu bagaimana." kata bu marni


" aku udah ada formula bu, nanti ibu boleh coba kalau sudah jadi, kulit ibu akan lebih lembut kaya kulit bayi, putih mulus deh pokoknya, aku minta bahan bahannya saja, nanti aku tulis apa saja, dan itu akan di produksi di DFG jadi saling menguntungkan satu sama lainnya.." kata evan


" kamu benar benar punya bakat bisnis sayang, seandainya saja ayah kalian masih ada pasti dia akan bangga dan bahagia." kata bu marni, dia merasa sedih tetingat suaminya " pah, lihat anak kita, dia benar benar memiliki bakat sama kaya papah," gumam bu marni


" iya bu, kita doakan aja ayah, kita besarkan usaha ini pasti ayah juga bahagia." kata evan lalu memeluk ibunya itu.


" iya bu, ayah pasti bahagia disana, ibu jangan sedih ya, kalau ibu sedih aku pasti ikutan sedih juga, sekarang kan ada kak evan yang gantiin ayah." kata ella dia pun memeluk ibunya itu, yasmin pun enggak mau ketinggalan dia pun memeluk bu marni. " iya bu jangan sedih, aku suka doain ayah juga kok." kata yasmin

__ADS_1


" iya nak, kalian memang anak anak yang pintar, kalian juga yang membuat ibu bahagia." kata bu marni.


" sekarang juga kan ada aku bu," kata nazwa


" iya sayang, makasih ya kamu mau menjadi keluarga ibu." kata bu marni sambil memeluk dan mengelus rambut nazwa.


" iya udah besok kita cari tempat buat apotik dan rumah kecantikan itu, kalian enggak ada acara kan." kata bu marni


" boleh bu, mudah mudahan aja enggak ada panggilan darurat lagi." kata evan


" iya bu aku enggak ada acara kok." kata nazwa


" rencananya mau kalian kasih nama apa tuh apotik." kata bu marni


" apa ya, aku belum kefikiran kesana sih bu." kata evan


" E&N aja kak gimana, inisial kita." kata nazwa


" iya bagus juga tuh, mudah diingat juga E&N." kata bu marni


" bu, aku pamit ya udah malam, kasian jaka udah ngantuk dia, katanya ayah sama ibu sudah diperjalanan pulang sebentar lagi sampai." kata nazwa


" iya udah aku antar kamu sama jaka pulang kalau begitu." kata evan


" iya nak, biar evan aja mengantar kamu." kata bu marni,


" iya udah bu aku antar nazwa sama jaka pulang dulu kalau begitu." kata evan, nazwa san naka pun salam ke bu marni, lalu ke ella dan yasmin. Evan pun mengantar mereka pulang naik motornya, jaka di depan sedangkan nazwa di belakang dibonceng. Hanya 5 menitan mereka sudah sampai di rumah nazwa. Evan mengantarkan nazwa dan jaka masuk ke rumah. Nazwa sambil membawa martabak yang dibelikan evan tadi. Setelah itu evan pamitan pulang dan meminta supaya nazwa menyampaikan salam ke orangtuanya. Enggak lama berselang orangtua nazwa datang.

__ADS_1


" wah martabak dari siapa ini." kata pak hadi


" kak evan yah, tadi pulang dari rumah sakit dia membelikan ini buat ayah dan ibu." kata nazwa


" oh dari calon menantu toh, memangnya tadi evan pergi ke rumah sakit lagi, kayanya sering banget ke rumah sakit." kata bu citra


" iya bu, ada pasien darurat tadi yang membutuhkan kak evan datang ke rumah sakit." kata nazwa


" oh iya yah, bu, besok aku diajak ibunya kak evan mencari lokasi untuk apotik dan rumah kecantikan, aku disuruh kak evan mengelolanya." lanjut nazwa


" bagus itu, jadi kamu bisa belajar bagaimana caranya mengelola usaha apalagi berhubungan dengan kuliah kamu." kata pak hadi


" iya pak, itu tujuannya kak evan sulaya aku bisa langsung mempraktekan ilmu yang aku dapat di kampus nantinya." kata nazwa


" kamu harus bersyukur nak, evan sudah memeberikan kepercayaan sama kamu, jadi dia benar benar suka dan sayang sama kamu, calon menantu ibu benar benar anak yang baik." kata bu citra


" rencananya namanya mau pakai inesial aku sama kak evan yah, bu." kata nazwa


" oh iya gimana tadi daftar ulangnya." kata pak hadi


" lancar pak minggu depan kita mulai masuk, tadi kak evan yang bayarin biaya kuliah aku semuanya. Uang dari ayah aku pinjamkan ke nita yah, kasian tadi dia kurang buat bayar biaya kuliahnya, nanti aku akan dibantu nita mengurus apotik itu." kata nazwa


" bagus, sekalian kamu bisa batu dia." kata bu citra


" iya biar kamu ada temannya juga." kata pak hadi


" kamu dengar enggak.gimana perkembangan usaha DFG." kata pak hadi

__ADS_1


" alhamdulillah usaha DFG berkembang, dan pesanan sudah banyak, dan nanti obat obatan yang ada di apotik dan rumah kecantikan itu di supply dari DFG, sekarang kak evan mau bikin formulanya untuk obat obatan kecantikan itu." kata nazwa


" nanti ibu minta ya kalau udah ada, supaya ibu tambah cantik, orang orang akan tambah iri deh sama ibu, karena cantik dan akan memiliki menantu yang luar biasa." kata bu citra bangga. Setelah mengobrol mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk istirahat.


__ADS_2