
Selesai makan evan dan yang lainnya pulang ke rumah termasuk Nazwa, jaka, dan Nita pegi ke rumah evan. Sampai di rumah evan menerima telepon dari rumah sakit bahwa ada pasien. Evan pamitan pergi ke rumah sakit kepada nazwa dan adik adiknya.
" aku ke rumah sakit dulu ya, ada pasien yang membutuhkan penanganan aku." kata evan
" iya kak, enggak apa apa kan aku disini dulu." kata nazwa
" iya enggak apa apa dong, malahan aku senang ella dan yasmin ada teman dan ada yang jagain." kata evan lalu pergi bersama pak johan
" naz, evan sibuk juga ya, padahal dia belum kuliah kedokteran. Oh iya apa memang boleh evan memeriksa pasien." kata nita
" kak evan udah punya surat izin praktek dokter kok, makanya dia udah di kontrak sama rumah sakit juga. Sebenarnya tanpa kuliah pun kak evan udah enak, karena kemarin aja yang memberikan surat izin praktek dokternya pejabat dari dinas kesehatan, beliau diobati kak evan yang dokter lain sudah angkat tangan tapi oleh kak evan bisa disembuhkan termasuk pemilik rumah sakit yang sekarang kak evan bekerja." kata nazwa
" hebat ya, terus kenapa mau kuliah, padahal dia kan sudah enak gitu." kata nita
" dia ingin nambah wawasan tentang ilmu kedokteran modern, yang sekarang dia kuasai adalah pengobatan tradisional." kata nazwa
" trus kalau ibunya dia kerja dimana." kata nita
" sekarang sedang ngurus perusahaan baru di bidang kesehatan, kak evan juga salah satu pemilik perusahaan itu selain ibunya, kak evan yang memberikan konsep bahkan formula obat obatan yang dibuat di perusahaan itu dari kak evan, obatnya sudah dirasakan sama pemilik rumah sakit dan pejabat dinas kesehatan." kata nazwa,
" terus kenapa kamu naz, pengen cepet cepet nikah, padahal kamu kan baru kenal juga." kata nita
" enggak tau nit, aku merasa nyaman, nyambung gitu sama kak evan, kamu tau waktu sekolah, aku gimana. Tapi pas waktu ketemu kak evan aku merasa beda aja. orang tua aku juga bangga banget, makanya salah satu pengen cepat cepat nikah juga dari mereka, karena mereka takut calon menantunya diambil sama keluarga lain." kata nazwa
" sampai segitu ortu kamu naz." kata nita
" iya nit, alasan kenapa aku mau tunangan buru buru juga karena orangtua juga mendukungnya baik orangtua saya atau orang tua kak evan, sama saya juga mendapatkan perlakuan baik dari ibunya kak evan sama adik adiknya juga." kata nazwa
" saya ikut senang naz, saya lihat evan memang baik banget sama kamu, jangan lupa aja sama saya ya." kata nita
__ADS_1
" makanya kalau apotik dan rumah kecantikan itu jadi, kamu bantu saya ya." kata nazwa
" itu udah pasti naz, saya ingin bahagiain ortu, kamu tau kondisi ortu saya gimana," kata nita, karena sudah sore nita pamitan, dia pulang naik ojeg online. Tak lama bu marni datang dari kantor.
" eh ada nazwa, evannya kemana sayang." kata bu marni
" kak evan pergi ke rumah sakit bu, tadi ada pasien yang harus kak evan tangani." kata nazwa
" oh... Iya udah ibu pamit masuk ke kamar dulu ya, mau bersih bersih dan ganti pakaian." kata bu marni, dia pun langsung ke kamarnya. Ella yang sedang mengerjakan PRnya meminta bantuan ke Nazwa.
" kak, ajarin aku ya.. Ini soal pelajarannya aku enggak mengerti." kata ella
" iya sini kakak ajarin la, mudah mudahan aja aku masih ingat ya." kata nazwa. Nazwa pun memberitahu ella dalam mengerjakan PRnya. Yasmin dan jaka pun sama minta diajarkan ke nazwa. Ibu marni melihat kedekatan nazwa sama anak anaknya itu merasa gembira. Tak lama bu marni keluar kamar, dia melihat suasana kebersamaan seperti itu yang membuat hatinya merasakan senang apalagi di tambah kedekatan nazwa calon menantunya itu.
" bu tadi kak evan bilang ke nazwa katanya mau buka apotik dan rumah kecantikan, tetus kak evan menyuruh aku untuk mengelolanya, menurut ibu gimana ya." kata nazwa
" tapi kan aku belum pernah mengelola usaha bu, ibu bantuin ya." kata nazwa
" iya nanti ibu bantu, tapi ingat kamu yang utama saat ini adalah belajar, jangan sampai kuliahnya terbengkalai sama kamu juga harua bilang sama orangtuanya jangan sampai mereka enggak tau kegiatan anaknya." kata bu marni
" iya bu itu pasti, kak evan juga bilang aku hanya memantau saja, nanti orang profesional yang akan melakukan hal teknisnya, bagaimana perkembangan DFG bu." kata nazwa
" alhamdulillah perkembangan DFG diluar prediksi sebelumnya. Berkat evan permintaan obat obatan produk DFG terus meningkat, bahkan asa beberapa apotik yang audah melakukan order ulang." kata bu marni
" aku dengar bahwa DFG akan mengeluarkan produk.baru khususnya untuk rumah sakit saja." kata nazwa
" iya, dr. Bambang yang menangani itu, mudah mudah 2 hari ini sudah bisa produksi masal. Terus gimana tadi safyar ulangnya." kata bu marni
" alhamdulillah lancar, bahkan tadi kak evan yang bayar biaya daftar ulangnya sekalian biaya kuliah aku bu, maaf ua bu aku jadi merepotkan keluarga ini." kata nazwa
__ADS_1
" enggak apa apa sayang, evan melakukan itu karena ada kewajiban dia untuk memberikan kebutuhan kamu, karena kamu sudah evan ikat untuk dijadikan isterinya." kata bu marni
" aku.merasa enggak.enak aja, baru tunangan kak evan udah mengeluarkan uang untuk aku." kata nazwa
" evan memberikan itu semua berarti dia sayang sama kamu nak, dan uang itu dia hasilkan dari.tenaga dia sendiri bukan meminta dari ibu. Karena evan menolak kalau ibu mau kasih, kamu beri dia dukungan aja, kamu juga harus bisa mengerti posisi evan saat ini, bisa saja kedepannya dia enggak banyak waktu sama kamu. Dia melakukan itu untuk bisa memberikan kebahagiaan sama kamu dan keluarganya." kata bu marni
" iya bu, aku.mengerti itu, aku pasti dukung terus kak evan." kata nazwa
" kalian udah makan belum." kata bu marni
" udah bu, kakak tadi ngajak kita makan di restoran, tapi aku udah lapar lagi." kata ella
" aku juga lapar bu." kata yasmin
" kalian mau apa, biar kita beli aja." kata nazwa
" aku pengen burger kak." kata yasmin
" iya kak aku juga pengen burger." kata jaka
" sama ella juga kak." kata ella
" iya udah kakak pesan ya." kata nazwa, lalu.membuka aplikasi pesanan online, nazwa membeli burger.
" ada uangnya sayang." kata bu marni
" ada bu, waktu itu kan kak evan ngasih aku uang." kata nazwa
" uang aku di rekening digital juga masih ada kok," kata ella. Disisi evan dia baru saja mengobati pasien, setelah istirahat di ruangannya, lalu dia mengabari ke ibu dan nazwa, bahwa sebentar lagi dia akan pulang.
__ADS_1