
Setibanya di rumah bu marni mengecek kembali barang barang untuk besok, dia meminta pak agus, pak budi dan pak johan standby jam 5 di rumah karena maximal jam 6 harus sudah berangkat karena acara ijab qobul rencananya jam 7 pagi karena tidak banyak orang dari pihak evan 3 mobil sudah cukup.
" bu kalau karyawan perusahaan Devano property dan DFG di undang." kata evan
" di undang dong nak, malahan ibu suruh supaya mereka datang pagi juga biar meramaikan dari pihak kita." kata bu marni. Setelah makan malam bu marni mengecek kembali apa saja yang akan dibawa dan menyuruh bi siti untuk membuat sarapan lebih pagi. setelah itu mereka pun pergi istirahat.
Pagi jam 4 mereka sudah bangun dan sarapan lalu bersiap siap. Evan pun memakai jas di hari penikahannya itu.
" anak ibu ganteng banget deh." kata bu marni
" iya nih gantengnya anak ibu, enggak nyangka ibu nak, bisa menemani kamu sampai ke pernikahan kamu." kata bu surti, dia pun memeluk anak angkatnya itu.
Semuanya sudah siap jam 6 mereka pun berangkat ke tempat dimana acara akan dilaksanakan dengan dikawal mobil patwal, evan memberi kabar ke nazwa bahwa dia sudah berangkat, nazwa juga mengabarkan bahwa dia sudah jalan duluan malahan. Setelah menempuh perjalanan 40 menitan mereka tiba ditempat acara untungnya mereka dikawal patwal jadi bisa lebih cepat. Para petugas polisi itupun sudah diberikan instruksi supaya menjaga ketertiban di lokasi acara. Disana sudah ada karangan bunga ucapan bahagia. Nita dan dina membantu para penerima tamu dari WO. Pak Handoko, Pak Sandi dan bu sofie sama bu lela sudah ada disana, mereka ikut ke rombongan evan. Evan di dampingi bu marni sama ella dan yasmin, dibelakangnya bu surti, bu sofie dan bu lela. Tak lama pak menteri dan bu fitri tiba disusul pak akmal, pak idris dan pak gubernur.
Pembawa acara pun memulai acara pernikahan tersebut. Evan di terima bu citra, lalu bu citra mengalungkan bunga kepada evan lalu masuk ke mesjid. Disana sudah hadir dari pihak KUA, pak menteri dan pak gubernur menjadi saksi pernikahan evan dan nazwa. jam 6.47 menit acara pun dimulai. Pihak KUA menanyakan terlebih dahulu kesiapan semuanya. Dilanjutkan khutbah nikah, setetelah itu penghulu menyerahkan prosesi ijab qobul ke pak hadi selaku wali yang akan menikahkan. Tepat jam 7.17 menit Pak hadi memegang tangan evan lalu membaca ijab qobul
" saya nikah dan kawinkan putri kandung saya Nazwa Amalia Baskoro binti Hadi Wibowo Baskoro dengan evan devano putra dengan mas kawin uang 7.777.000 dan emas 7 gram di bayar tunai.".
" saya terima nikah dan kawinnya Nazwa Amalia Baskoro binti Hadi Wibowo Baskoro dengan mas kawin uang 7.777.000 dan emas 7 gram di bayar tunai.".
" bagaimana saksi SAH." kata penghulu
" SAH..SAH.." kata saksi dan yang hadir. Lalu Nazwa didampingi bu citra datang ke tempat acara diikuti nita dan dina. Penghulu pun membacakan doa lalu membacakan apa saja yang ada di buku nikah, setelah itu evan dan nazwa menandatangani surat nikah, lalu mereka saling bertukar cincin, nazwa mencium tangan evan, evan pun diminta mencium kening nazwa. mereka pun berphoto dengan memegang surat nikah, lalu mereka melakukan sungkem kepada orang tua. Setelah itu berphoto bersama. Tak ketinggalan bu sofie, bu fitri, bu lela dan yang lain meminta di photo juga. Setelah itu mereka pergi ke Ballroom untuk acara syukuran. Acara syukuran itu dilakukan jam 9 sesuai undangan, tamu undangan pun sudah datang dari pagi.
__ADS_1
" selamat ya sayang, kalian sudah resmi menjadi suami isteri, awas kalau melupakan ibu." kata bu sofie, begitu juga bu fitri dan bu lela
" enggak dong bu, masa kita mau melupakan ibu sama bapak." kata evan
" kamu jahat nak, masa ibu enggak diberikan perawatan kaya bu sofie dan yang lainnya." kata bu sri
" maaf bu ya, ibu datang aja ke rumah perawatan kecantikan E&N ya, nanti akan dirawat disana." kata evan
" bener ya, ibu kesana pokoknya. Awas aja kalau ibu enggak secantik ibu ibu yang lain." kata bu sri
" iya bu, itu pasti kok, nanti bapak akan pangling deh ." kata evan.
" itu baru anak ibu." kata bu sri
" kita juga ya nak." kata bu siska dan bu wulan
" ibu juga mau, bisa kan nak." kata bu amel
" bisa aja bu, tapi untuk luluran lebih baik nanti setelah melahirkan saja." kata evan
" iya deh, ibu nurut apa kata kamu, tapi sekarang ibu mau diperiksa sama kamu ya, bagaimana kondisi ibu dan bayi ini." kata bu amel sambil mengelus perutnya. Evan meriksa bu amel.
" alhamdulillah sehat bu, mereka juga sehat, ibu jaga terus nutrisi mereka ya, dan ibu jangan sampai kecapean juga." kata evan
__ADS_1
" iya nak, pokoknya apa kata kamu ibu nurut deh." kata bu amel
" iya nak, ibu bener bener nurut apa kata kamu, oh iya rumah gimana kamu suka enggak." kata pak idris
" terumakasih banyak pak, suka banget dan aku juga baru tau bahwa almarhum ayah dulu menginginkan rumah disana, berkat bapak saya bisa mewujudkan keinginan ayah itu. Sekarang saya dan keluarga tinggal disana." kata evan
" syukur kalau begitu, saya ikut senang, itu enghak sebanding dengan yang telah kamu berikan kepada kami." kata pak idris
" tau enggak nak, setiap saat ibu selalu bicarain kamu bahkan menceritakan sama temen temennya bahwa dia punya anak yang merawat dia." kata pak handoko
" iya pak, sama isteri juga sampai si raka anaknya aja dicuekin, oh iya kapan kamu mau cek kondisi raka nak, soalnya dia harus masuk minggu depan." kata pak sandi lalu memanggil raka
" sekarang juga enggak masalah pak." kata evan
" kaluan harus akur ya, adik sama kakak, tapi adiknya udah nikah duluan ya." kata bu lela
" makasih ya van, kamu udah menyelamatkan aku, tanpa kamu mungkin saya udah didalam kuburan sekarang." kata raka
" sama sama kak, itu udah kewajiban saya kok mengobati kamu, lain kali jangan diulangi lagi ya, kasian bapak sama ibu." kata evan
" iya van, makasih ya. Apa kata ibu kamu mulai sekarang jadi adik aku loh." kata raka. Evan pun memeriksa kondisi raka
" iya kak, makasih ya. Kakak ada keluhan apa." kata evan
__ADS_1
" paling hanya linu aja di tangan sama kadang masih suka mual." kata raka. Evan izin untuk mengobati raka, karena tidak ada masalah yang serius evan memberikan energi untuk menambah ketahan tubuh raka. Evan pun memberikan obat supaya memulihkan lambungnya, evan juga menyarankan kalau nanti mau kembali keluar negeri lagi, raka membawa obat obatan dari DFG.
" makasih ya, saya merasa lebih baik nih, nanti kalau saya sudah selesai study di luar kamu bantu aku ngelola usaha ayah ya." kata raka, raka pun meminta nomor kontak evan, mereka pun bertukar nomor. Mereka pun makan bersama, evan sangat bahagia karena banyak yang sayang kepada dirinya. Nazwa merasa bahagia akhirnya dia menjadi isteri evan dan melihat suaminya itu banyak yang sayang apalagi mereka dari kalangan orang orang terkemuka dan berada.