WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Sudah Sehati


__ADS_3

Kecelakaan tersebut juga tidak menimbulkan korban jiwa, karena kecelakaan tunggal untungnya pak surya menghindar ke arah yang kosong.


" benar kata pak baskoro, kamu bisa mengobati." kata pak edi yang kebetulan menangani kecelakaan itu


" eh ada bapak, iya pak saya hanya bisa sedikit saja." kata evan


" kamu itu ya merendah aja, kamu sama nak nazwa pacaran ya... Coba masih ada ayah kamu, pasti kamu itu disiksa karena udah berani berani pacaran, apalagi pacar kamu cucunya pak bas." kata pak edi, evan dan nazwa hanya tersenyum.


" ayo pak ke rumah dulu, katanya mau main ke rumah. Saya juga sudah bilang ke ibu." kata evan


" kalau senggang saya main ke rumah kamu, nanti saya hubungi kamu, saya minta nomor telepon kamu aja, soalnya saya harus balik ke kantor memberikan laporan dulu." kata pak edi, evan dan pak edi pun bertukar nomor telepon. Evan pun memberikan saran ke pak edi supaya pak edi lebih banyak minum air putih dan mengurangi minum kopinya.


" terimakasih saran ya, secepatnya saya ke rumah kamu kalau begitu, kamu harus mengobati sakit saya." kata pak edi


" siap pak, saya tunggu kedatangannya." kata evan, pak edi dan timnya pun meninggalkan lokasi, evan dan nazwa pun kembali kemotor lalu pergi pulang.


" kamu mau pulang langsung atau mau mampir dulu ke rumah." kata evan pas sudah masuk gerbang perumahan.


" ke rumah kakak aja dulu, di rumah juga belum ada siapa siapa." kata nazwa, evan dan nazwa sampai di rumah evan, evan menurunkan nazwa dulu baru memasukan motornya ke garasi. Setelah itu mereka berdua masuk ke rumah, di rumah ternyata ada jaka yang sedang main sama yasmin dan ella.


" dari mana aja sih kak, sore baru pulang, jalan jalan enggak ajak ajak." kata ella cemberut


" kakak habis daftar kuliah terus makan, terus pergi nonton, dan tadi di jalan pulang ada kecelakaan jadi kakak bantu menolong dulu." kata evan


" terus mana makanan buat kita.. Laper nih." kata ella


" duh maaf ya la, aku enggak kefikiran beli makanan." kata nazwa


" eh dek kamu enggak pulang ke rumah." lanjut nazwa


" di rumah enggak ada siapa siapa kak, jadi aku dari tadi disini main." kata jaka

__ADS_1


" iya udah kalian mau makan apa sih, kita beli online saja." kata evan


" aku mau pizza kak." kata ella


" sama aku juga pengen ngerasain pizza, aku belum pernah makan." kata yasmin.


" iya udah aku pesen deh." kata nazwa, lalu membuka handphone dan membuka aplikasi pesanan makanan online. Evan memesan supaya membeli 4 kotak pizza, 3 kotak untuk di makan rame rame, 1 kotak untuk pak agus dan yang lainnya makan, nazwa pun memesan sesuai permintaan evan, lalu Evan pamitan ke kamar dulu mau bersih bersih dan menyimpan tasnya. Tak lupa evan juga memberikan uang kepada nazwa untuk membayar makanan itu.


" Cie... Cie, kakak udah pake cincin yang sama." kata ella


" apaan sih la, kenapa kamu enggak setuju sama aku ya." kata nazwa sambil malu malu


" kok gitu sih kak, aku setuju banget kak evan jadian sama kakak, apalagi kalau nanti kak evan sama kak nazwa menikah, gimana menurut kamu jaka." kata ella


" aku setuju kak, kakak sama kak evan, kak evan udah nolong aku dan kak evan juga baik orangnya." kata jaka. 30 menit kemudian makanan yang di pesan pun datang, nazwa dan ella pergi ke depan untuk mengambil makanan dan membayarnya.


Tok..... Tok.... Tok


" iya udah kalian makan aja dulu." jawab evan dari dalam kamar, evan merasakan energi di dalam tubuhnya selalu bertambah setelah melakukan pertolongan kepada orang. Setelah menstabilkan energinya itu evan keluar kamar dan pergi ke ruang keluarga. Evan pun memanggil bi siti supaya bisa menikmati pizza juga.


" oh iya den dan non mau minum apa, terimakasih banyak ya den pizzanya." kata bi siti


" sama sama bi, aku jus biasa aja bi, terimakasih." kata evan


" aku juga sama bi." kata ella dan yasmin


" non nazwa sama den jaka mau apa." kata bi siti, lalu menyebutkan buah buahan yang ada


" aku jus strowbery aja bi, terimakasih ya." kata nazwa


" aku jus mangga aja bi." kata jaka

__ADS_1


" di tunggu ya, bibi buatkan dulu." kata bi siti


" kak evan sama kak nazwa benar benar sudah sehati ya, sampai minumannya pun sama." kata ella


" masa sih, memangnya kak evan jus strowbery juga." kata nazwa


" iya kak, kak evan sukanya jus strowbery." kata ella. Tak lama handphone evan berbunyi, setelah dilihat nomor asing.


" hallo.." kata orang disebrang telepon


" hallo... Maaf ini dengan siapa ya." jawab evan


" saya dengan pak handoko yang tadi ditolong kamu nak." kata pak handoko


" oh iya pak maaf, bagaimana kondisi bapak." kata evan


" saya mau mengucapkan terimakasih banyak nak atas petolongan kamu tadi, kata dokter kalau enggak ada pertolongan kamu mungkin bapak saat ini sudah dikuburkan, jadi saya mau mengucapkan terimakasih, berkat kamu juga penyakit saya sembuh, dokter saja sampai bingung seharusnya saya ini sudah di operasi untuk pemasangan ring di jantung saya." kata pak handoko


" sama sama pak, saya ikut senang kalau memang bapak sudah sembuh." jawab evan


" saya ingin mengunjungi ke rumah kamu atau mengajak makan untuk mengungkapkan terimakasih, akan tetapi saya masih ada pekerjaan yang enggak bisa ditinggalkan dan saya sama anak mau ke luar negeri malam ini karena ada saudara yang sakit disana sekalian mau mengurus usaha disana. Saya telepon ini selain mengucapkan terimakasih, saya mau meminta nomor rekening kamu sebagai ucapan terimakasih saya yang sudah menolong dan menyembuhkan penyakit saya ini." kata pak handoko


" enggak usah pak, saya ikhlas kok menolong bapak." kata evan


" tolong saya nak jangan begitu, karena kalau enggak saya merasa enggak enak kalau kedepannya mau minta pertolongan kamu lagi. Mungkin enggak seberapa tapi ini bentuk terimakasih saya, nanti kalau sudah senggang saya ingin bertemu kamu nak." kata pak handoko


" jadinya saya enghak enak pak, saya hanya membanti saja." kata evan


" saya yang akan merasa bersalah kalau saya enggak ngasih apa apa ke kamu." kata pak handoko


" baik kalau begitu pak, saya kirimkan nomor rekening saya nanti." kata evan

__ADS_1


" saya tunggu ya nak, jangan sampai saya merasa bersalah sama kamu, kalau begitu saya tutup, sekali lagi terimakasih atas pertolongannya." kata pak handoko. Evan pun mengirim nomor rekeningnya ke pak handoko. Tak lama ada notifikasi dari bank bahwa ada uang masuk ke rekeningnya.


__ADS_2