WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Kehidupan Baru


__ADS_3

Di dalam kamar evan dan nazwa duduk di sofa. Nazwa pun menyandarkan kepalanya di bahu evan.


" sayang, enggak kerasa ya, kita sekarang sudah jadi suami isteri, tolong ingatkan aku kalau ada yang salah ya, kamu juga kalau ada apa apa harus bicara sama aku, kamu sekarang sudah menjadi tanggungjawab aku." kata evan


" iya ya kak, iya kak kita sama sama aja saling mengingatkan, kalau aku ada salah kakak juga ingatkan, aku bahagia banget bisa jadi istri kakak, dan banyak yang sayang sama kita, oh iya kak mana handphone aku mau ganti wallpaper dan photo profile kakak, boleh kan." kata nazwa


" sama aku juga bahagia bisa memiliki isteri yang cantik, boleh dong kamu ganti aja sayang." kata evan, lalu mencium kening nazwa, nazwa pun memeluk evan sambil mengganti wallpaper dan photo profile di handphone evan, tak lupa dia juga mengganti nama kontaknya.


" oh iya pak sandi bilang mau kirim hadiah ke rumah, kira kira apa ya dan ini hadiah dari yang lainnya." kata evan


" iya apa ya, ini aja perhiasan yang dari bu ella kelihatan mahal banget." kata nazwa, evan pun mengeluarkan amplop dari saku jasnya, lalu membuka isinya, ternyata cek di dalamnya, dari bu sofie 100 juta, bu fitri 50 juta, bu amel 100 juta, ibu ibu lainnya 20 juta dan 50 juta.


" kak banyak banget ini, mau kakak gunakan untuk apa." kata nazwa


" kita buka rekening aja, untuk kehidupan baru kita ini sebagai tabungan buat anak anak kita nanti." kata evan


" aku setuju kak, kita enggak tahu kan kehidupan kita kedepannya, baiknya memang kita tabung buat masa depan anak anak kita nanti, iya kalau bisa kita juga sisihkan dari penghasilan kita ke tabungan ini." kata nazwa


" kamu atur aja, sekalian buat rekening untuk kamu jadi kalau ada keperluan, aku bisa transfer ke kamu. Oh iya sayang disinikan ada mallnya pasti ada toko perhiasan, aku mau beli untuk ibu, ibu kamu dan bu surti. Menurut kamu gimana." kata evan


" aku setuju kak, iya udah kita beli sekarang aja." kata nazwa mengajak evan untuk berganti pakaian terlebih dahulu. Setelah itu mereka pergi ke mall, nazwa tanpa canggung canggung lagi dia terus memeluk evan, sampai di toko perhiasan evan menyuruh nazwa untuk memilih. Nazwa memilih kalung yang sama buat ibu ibunya itu.

__ADS_1


" kak, apa enggak apa apa samaan, kan mahal ini, kakak ada uangnya." tanya nazwa


" ada sayang, ibu kamu, ibu aku juga sekarang, jadi aku enggak mau membedabedakan mereka, kenapa ibu surti aku belikan juga karena dia yang telah merawat aku, aku harus bisa menerima keberadaan keluarga kamu dan sebaliknya kamu juga harus bisa menerima keluarga aku." kata evan, evan menyerahkan kartu ATMnya ke nazwa untuk membayarnya dan memberitahu PIN ATMnya tersebut.


" iya kak, makasih ya." jawab nazwa, lalu meminta di bungkus ke pelayan toko, setelah itu evan pergi ke toko jam tangan mau mrmbelikan buat kakek baskoro, pak hadi dan pak braja.


" habis ini mau kemana lagi kak." kata nazwa


" udah sih, tapi kalau kamu mau apa iya udah terserah kamu sayang." kata evan


" boleh enggak kita cari makanan dulu, aku lapar, tadi makan di hotel sedikit soalnya." kata nazwa


" iya sama aku juga, iya udah kita cari makan kalau begitu." kata evan, mereka pun pergi mencari makanan. Selesai makan mereka berdua kembali ke hotel. Sampai di kamar mereka duduk di sofa.


" kalau kita kasih hadiah mungkin mereka sudah memilikinya, nanti aku akan buatkan pil untuk perawatan mereka aja." kata evan, setelah bercengrama mereka pun pergi mandi dan melakukan sholat berjamaah. Setelah itu mereka pergi ke restoran untuk makan malam bersama keluarga yang lainnya. Di restoran keluarganya sudah berkumpul.


" ini pengantin baru muncul." kata kakek baskoro


" apaan sih kek," kata nazwa malu malu, lalu nazwa mengambilkan makanan untuk evan.


" makasih ya sayang." kata evan, mereka pun makan malam bersama.

__ADS_1


" ibu bahagia banget, bisa melihat kalian sudah menikah." kata bu citra


" iya sekarang tugas bapak sudah selesai buat kamu nak, semua tanggung jawab bapak sudah beralih ke evan. Bapak bahagia melihat kalian dan begitu banyak yang sayang kepada kalian." kata pak hadi.


" ini semua berkat doa bapak dan ibu serta yang lainnya," kata evan. Selesai makan evan memberikan perhiasan kepada ibu ibunya dan jam tangan kepada bapak dan kakeknya.


" pak, bu, ini hadiah dari kami sebagai bentuk kasih sayang kami kepada bapak dan ibu." kata evan, nazwa menyerahkan perhiasan kepada bu citra, bu marni dan bu surti. Evan menyetahkan jam tangan ke kakek baskoro, pak hadi dan pak braja.


" terimakasih ya nak, oh iya kita kasih apa ya buat bu sofie, bu fitri, bu lela dan yang lainnya." kata bu marni


" aku udah bucarakan sama kak evan tadi bu, kata kak evan dia mau ngasih pil untuk perawatan mereka aja, karena kalau barang kemungkinan besar mereka sudah memilikinya ." jawab nazwa


" syukur kalau kalian sudah memikirkannya." kata bu citra


" saya enggak nyangka yang datang tadi banyak banget, ini udah kaya resepsi aja." kata pak hadi


" iya sampai kita minta tambahan makan siang tadi, karena masih ada yang datang." kata bu marni


" saya yang enggak nyangka pak menteri, pak gubernur dan yang lainnya bisa menyempatkan waktu datang, sampai saudara dan teman teman kantor saya bilang hebat banget bisa mendatangkan mereka ke acara ini, apalagi mereka itu dekat banget sama kita." kata bu citra


" kamu kenal mereka di mana nak, sampai mereka menganggap kamu anak mereka." kata pak hadi

__ADS_1


" aku kenal mereka dirumah sakit pak, mereka itu yang aku obati, kalau pak sandi juga sama disana waktu anaknya kecelakaan. Alhamdulillah mereka baik baik dan berkat mereka secara tidak langsung rumah perawatan E&N bisa berjalan dan mendatangkan pelanggan pelanggan kesana." kata evan


" itu rezeki kalian, jangan sampai terputus tali silaturahmi terhadap mereka, bahkan mereka sudah menganghap kita keluarga." kata kakek baskoro, setelah mengobrol mereka pun kembali ke kamar untuk istirahat karena cape sudah dari pagi melayani tamu tamu. Evan dan nazwa pun sama mereka kembali ke kamar, sampai di kamar mereka bersih bersih lalu sholat, selesai sholat evan dan nazwa tiduran di kasur. Nazwa memeluk evan, evan pun mengelus rambut nazwa dan mencium keningnya, lalu entah siapa yang memulai tidak hanya ciuman di kening tapi berlanjut ke hubungan suami isteri di malam pertama mereka. Karena kelelahan mereka pun tertidur dibawah selimut dengan saling berpelukan.


__ADS_2