
Setelah 7 menit, sang pasien pun membuka matanya, pak handoko dan yang lainnya pun merasa takjub akan hal itu, karena selama ini pasien hanya berbaring, kehidupannya pun mengandalkan alat alat medis.
" dimana saya, apa ini di surga.. Saya haus...." kata sang pasien. Perawat melihat ke evan meminta tanggapannya.
" berikan saja air putih, enggak apa apa untuk memulihkan kondisi fisik dan mengisi cairan tubuhnya." kata evan. Perawat itu pun lekas mengambil botol air mineral yang ada disana lalu memberikannya ke pasien, pasien pun minum air itu memakai sedotan. Dia pun begitu kehausan sampai habia setengaj botol.
Setelah minum pasien itu pun melihat ke pak handoko lalu bicara. " handoko, dimana saya, kenapa ada kamu disini.".
" pak akmal, bapak sudah 4 hari di rumah sakit ini, kebutulan saya membawa nak evan kesini untuk mengobati bapak, dan akhirnya bapak bisa diaembuhkan." kata pak handoko
" apa... Saya sembuh.... Siapa tadi yang menyembuhkan saya.." kata pak akmal
" bak evan, dia yang telah menyelamatkan bapak, enggak bapak saja saya juga pernah diselamatkan anak ini." kata pak handoko
" mana mungkin, anak semuda ini menjadi dokter, apalagi bisa sehebat ini, saya rasa dia baru lulus sekolah." kata pak akmal
" memang benar pak, saya baru lulus sekolah." kata evan
" terus dimana kamu bisa belajar ilmu kedokteran." kata pak akmal masih penasaran
" saya belajar ilmu pengobatan tradisonal pak waktu di kampung, ilmu itu saya dapatkan dari warisan leluhur melalui guru saya disana." kata evan jujur
" kamu jangan membohongi saya handoko, dia pasti beljm mendapatkan izin prakter kedokteran, jadi kalau terjadi apa apa kamu bisa dituntut karena melakukan pengobatan ilegal di rumah sakit ini, kamu pasti tau konsekuensinya kan," kata pak akmal
__ADS_1
" saya tau itu pak, tapi demi menyelamatkan bapak saya bertanggungjawab penuh. Karena melihat kemampuan dia waktu mengobati saya, makanya saya berani menanggung itu semua." kata pak handoko, evan yang merasakan ketulusan pak handoko merasa terharu.
" saya belum yakin, mungkin saja kamu hanya mengatasnamakan dia saja, disini ada dr. Helmi dan dr. Bambang juga, pasti dia yang menyembuhkan saya kan." kata pak akmal masih belum percaya
" betul pak, nak evan yang telah menyembuhkan bapak sehingga bapak sekarang bisa siuman seperti saat ini, padahal saya dan dr. Bambang saja enggak bisa melakukan itu." kata dr. Helmi
" betul pak, saya nuga saksinya, anak ini yang telah menyembuhkan bapak." kata perawat
" pak akmal, melalui nak evan ini keajaiban itu datang, kemampuan di dunia kedokteran tidak hanya dilihat dari sisi umur saja, izin praktek hanya sekedar kertas tapi keahlian yang membuktikannya." kata pak handoko
" dokter helmi untuk menyakinkan bapak, lakukan cek kesehatan menyeruruh." kata evan
" iya betul supaya lebih yakin pak akmalnya." kata pak handoko
" saya setuju, segera lakukan cek kesehatannya." kata pak akmal. Dr. Helmi dan dr. Bambang dibantu perawat pergi ke tempat cek kesehatan.
" enggak apa apa pak, itu sangat wajar jangankan beliau pasti kalau orang lain juga enggak akan percaya." kata evan.
 Setelah dilakukan pengecekan kesehatan pak akmal dibawa kembali ke ruangan tersebut oleh perawat. Pak akmal pun menelepon isterinya supaya datang, isterinya pun merasa heran karena tadi dia pulang kondisi suaminya itu sudah parah. " apa jangan jangan ini tanda tanda kepergian suaminya." fikir sang isteri. Dia pun bergegas kembali ke rumah sakit dan menelepon anak anaknya supaya datang ke rumah sakit.
30 menit kemudian isteri dan anak anaknya serta menantunya pak akmal datang ke ruangan tersebut. Melihat pak akmal sedang duduk mereka pun mendekat tanpa melihat disekelilingnya terlebih dahulu.
" pak, bapak sudah sembuh, serius bapak sudah sembuh." kata sang isteri, lalu dia memeluk sang suami dan menangis bahagia, anak anaknya pun bergangian memeluk pak akmal.
__ADS_1
" saya sangat bersyukur karena saya bisa selamat, untuk menyakinkan bapak sudah melakukan cek kesehatan, sebentar lagi hasilnya akan keluar." kata pak akmal
" eh ada pak handoko, maaf pak tadi saya tidak melihat, karena tadi saya sangat bahagia melihat bapak sehat, soalnya tadi saya pulang kondisi bapak sangat memprihatinkan, terimakasih pak." kata ibu sri isteri pak akmal
" saya hanya bisa membantu, nak evan ini yang sudah mengobati bapak bu." kata pak handoko sambil memperkenalkan evan yang berdiri disampingnya.
" serius pak, semuda ini memiliki keahlian luar biasa." kata bu sri
" betul bu, saya tadi menyaksikan evan ini yang menyembuhkan bapak." kata perawat yang selalu menemani pak akmal di rumah sakit tersebut.
" umur bukan sebuah jaminan seseorang memiliki kemampuan atau keahlian bu." kata pak handoko. Tak lama kemudian dr. Helmi dan dr. Bambang datang membawa hasil pemeriksaan, mereka pun berfikir sangat mustahil penyakit pak akmal bisa disembuhkan akan tetapi dengan adanya evan membawa datangnya keajaiban itu sehingga pak akmal bisa sembuh, awalnya dia tidak yakin tapi setelah melihat beberapa kali hasil test mereka pun akhirnya percaya.
" dari hasil test yang baru saja dilakukan, kondisi bapak sudah sembuh." kata dr. Helmi. Pak handoko pun masih kaget akan hasil tersebut. Dr. Helmi pun memberikan hasil itu ke pak akmal. Pak akmal pun membanding hasil sebelum dan sesudah diobati evan. Karena dia memiliki latar belakang kedokteran maka dia tau apa hasil dari test tersebut. Setelah mengetahu hasil tersebut pak akmal berusaha turun dari ranjang untuk menemui evan, evan yang melihat itu bergegas menghampiri beliau.
" sudah pak bapak istirahat saja, bPak masih perlu memulihkan kondisi tubuh bapak karena sudah lama berbaring." kata evan
" terimakasih nak, saya enggak tau bisa membalas ini semua dengan apa, karena kamu sudah menyelamatkan nyawa saya, dan saya bisa sembuh seperti saat ini, saya tau kondisi saya sebelumnya seperti apa, maaf ya tadi saya tidak mempercayai kamu." kata pak akmal sambil membungkukan badannya.
" enggak apa apa, itu sangat wajar apalagi bapak yang bekerja di dunia kesehatan ini, saya tidak memiliki izin praktek kedokteran bisa menyembuhkan bapak mungkin itu mustahil." kata evan
" benar apa kata pak handoko, keahlian tidak bisa dilihat dari umur dan izin saja. Saya hanya berpatokan akan standard prosedur kedokteran saja. Sekali lagi saya mohon maaf, dan terimakasih sudah mengobati saya." kata pak akmal
" awalnya saya juga ragu pak karena tadi saya tidak memiliki izin dan menolak ajakan pak handoko untuk memeriksa bapak, akan tetapi hati nurani saya mengatakan karena saya bisa mengobati orang kenapa enggak saya melihat terlebih dahulu kondisinya dan kebetulan saya bisa mengobati bapak." kata evan
__ADS_1
" luar biasa kamu ini, masih muda tapi memiliki jiwa penolong dan itu yang harus dimiliki seorang dokter, saya salut.. Pak handoko maaf tadi saya berkata kasar ke bapak, terimkasih kamu sudah membawa seoarang ahli muda untuk mengobati saya." kata pak akmal
" sama sama pak, saya memahami hal itu, dan maaf saya baru dapat membawa nak evan ini untuk memeriksa bapak karena saya baru dari luar negeri, terus lupa akan keberadaan nak evan ini kalau tidak diingatkan dr. Helmi dan dr. Bambang." kata pak handoko.