
Setelah makan dan mengobrol, nita karena sudah sore pamitan pulang dari sana naik ojek online, evan yang mengetahui kehodupan nita memberikan uang ke saldo rekening digitalnya, evan beralasan sebagai uang operasional awal nita bekerja di perusahaan itu. Evan dan nazwa pun pulang ke rumah, evan mengantar terlebih dahulu nazwa lalu pulang ke rumahnya.
dimalam hari evan membuat pil dan cream untuk kecantikan, setelah jadi evan menyiapkannya di kotak untuk ibu marni, ella, nazwa, nita dan bu citra calon ibu mertuanya. Evan juga menyiapkan sample untuk dibuat secara masal di DFG. Di pagi hari evan tidak sempat untuk berolah raga karena cape semalam habis membuat obat.
" tumben kamu enggak lari pagi dan kelihatannya kamu cape banget nak, apa kamu sakit." kata bu marni
" enggak bu, semalam aku habis membuat pil dan cream untuk kecantikan itu, nanti aku kasih buat sample untuk dibuat di pabrik DFG dan aku juda sudah siapkan untuk ibu dan ella, " kata evan
" mana obatnya, sini ibu pengen cepat cepat memakainya," kata bu marni antusias. Evan pergi ke kamar mengambil obat yangbaudah disiapkan.
" ini paket yang akan di produksi, kalau ini untuk ibu tersayang supaya lebih cantik dan kelihatan fresh." kata evan
" cara pakainya gimana nak," kata bu marni sudah pengen memakainya
" ibu minum 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, sama untuk creamnya juga 2 kali." kata evan. Bu marni membawa kotak itu kemarnya. Setelah 15 menitan ada teriakan.
" Ã aaaaahhhhhhhhh." teriak bu marni mengagetkan, evan yang kaget pun bergegas ke kamar ibunya.
" ibu kenapa, kok teriak." kata evan
" maaf nak, tadi ibu kaget melihat muka ibu di cermin." kata bu marni
" kenapa gitu bu, obat yang aku buat merusak muka ibu." kata evan, dia pun terkejut jangan jangan obat yang dia buat salah.
" enggak apa apa nak, ibu kaget aja melihat muka ibu jadi seperti ini, halus, keriput dimuka ibu juga hilang serta plek hitam juga sama hilang, nih lihat." kata bu marni sambil menunjukan mukanya.
" wow ibu cantik... Kaya ABG lagi bu." kata evan, ibu marni pun bahagia mendapat pujian itu.
" ada apa sih bu, bikin aku kaget sama nih lihat aku jadi buru buru tadi." kata ella sambil melihat ke wajah ibunya. Dia pun kaget melihat wajah mulus ibunya itu
__ADS_1
" bu ini ibu kan... Ella enggak sedang mimpi.." kata ella
" iya siapa lagi, memang ada siapa dirumah ini." kata bu marni
" kok ibu bisa kulit mukanya mulus begitu, kulit ella kalah deh sama ibu, terus tadi ibu kenapa teriak." kata ella
" ibu tadi teriak karena sama kaget juga melihat kulit ibu, srtelah kakak mu kasih pil dan cream ibu langsung mencobanya dan ini hasilnya." kata bu marni terlihat bahagia
" kak bagi aku juga, masa ibu aja yang dibuat cantik adiknya enggak, nanti aku dibilang adik kakak sama ibu lagi." kata ella
" iya nanti kakak kasih. Tuh lihat plek dan jerawat kamu." kata evan
" makanya aku minta kak." kata ella sambil menarik tangan evan. Evan pun pergi lagi ke kamarnya untuk mengambil obat untuk ella setelah itu memberikannya ke ella, ella pun langsung pergi ke kamarnya setelah menerima obat tersebut.
" wah ini bakalan laku keras nak, tinggal bagimana kita memasarkannya dan membuat iklan supaya terkenal dan laku dipasaran." kata bu marni
" iya bu, semoga aja bisa diterima dipasaran, jadi nanti DFG akan tambah berkembang lagi, nanti buat di rumah perawatan kecantikan akan ada cream untuk lulurannya juga bu, semalam aku belum sempat membuatnya ." kata evan
" pagi pak, nazwanya sudah siap belum ya." tanya evan ke pak hadi yang sedang duduk di taman.
" eh kamu nak, sebentar lagi, biasa kalau cewek tuh lama kalau udah urusan dandan." kata pak hadi
" ayah ngomong apa sih." kata nazwa yang bafu datang bersama bu citra
" biasa kalau cewek udah di depan cermin suka lama." kata pak hadi
" oh iya bu ini pil dan cream yang saya janjikan itu, pakainya 2 kali sehari pagi dan malam ya." kata evan, lalu menyerahkannya ke bu citra
" terimakasih ya nak, kalau begitu ibu mau coba deh sekarang." kata bu citra, lalu masuk kembali ke dalam rumah
__ADS_1
" kak untuk aku mana, kok cuma buat ibu aja, untuk isterinya enggak." kata nazwa. Evan pun memberikannya ke nazwa, nazwa pun sama setelah pamitan dia masuk lagi ke dalam rumah mau mencoba pil dan cream yang diberikan evan.
" tuh kan apa yang bapak bilang, kamu sih jadi lama lagi." kata pak hadi. Setelah 15 menit berlalu ada teriakan dari dalam rumah. Pak hadi buru buru masuk, evan yang sudah mengetahui hal itu hanya duduk di kursi taman. Tak lama pak hadi, bu citra dan nazwa keluar rumah. Bu citra tersenyum lebar mengetahui efek obat dan cream pemberian evan sangatlah luar biasa.
" kak lihat kulit aku jadi mulus dan bersih gini, makasih ya sayang suamiku." kata nazwa memeluk evan, dia lupa disana ada orangtuanya karena sangat gembira
" eeeehhhhh. Kita udah enggak dianggap pak." kata bu citra
" maaf bu, habisnya aku senang banget lihat kulit aku ini, ini yang akan di pakai di rumah perawatan kita itu kak." kata nazwa
" iya nanti ada cream untuk luluran juga, jadi nanti seluruh tubuh akan terawat." kata evan
" iya nak tadi ibu kaget melihat muka ibu jadi halus dan mulus seperti ini, jadi pengen cepat cepat merasakan lulurannya juga nih." kata bu citra
" iya bu, semalam enggak keburu buat untuk lulurannya, mudah mudahan minggu ini bisa sebelum launching rumah kecantikannya." kata evan
" ini bakalan meledak dipasaran nak, rumah kecantikan kalian juga akan rame kalau melihat hasil seperti ini." kata pak hadi
" iya pak, semoga saja usaha ini berjalan dengan baik dan berkembang, karena ini usaha pertama kita." kata evan
" iya pah, doakan ya." kata nazwa
" itu pasti nak, kita orang tua selalu mendoakan anak anaknya, tapi ingat kuliah kalian jangan sampai terlena ya, jangan mentang mentang kaluan sudah bisa menghasilkan uang kalian lupa kuliah kalian." kata pak hadi
" iya pak, insyaAllah yang akan menjalankannya nanti karyawan kita hanya mengawasi saja." kata evan
" melihat kalian seperti ini, bapak tambah yakin kalau kamu bisa menjaga dan membahagiakan nazwa, dengan adanya perusahaan kalian tentunya kalian akan lebih sering bersama, makanya lebih baik kalian cepat cepat saja menikah supaya enggak ada gosip yang enggak enak, jadi kalian juga sudah enak kalau tinggal bersamanya." kata pak hadi
" itu hal itu saya serahkan kepada bapak dan ibu kapan mau dilaksankannya." kata evan
__ADS_1
" insyaAllah minggu ini ibu mau ngobrol sama ibu kamu gimana baiknya." kata bu citra
" iya bu, saya ikut gimana baiknya." kata evan, setelah itu evan dan nazwa pamitan pergi ke kampus. Selama perjalanan evan dan nazwa mengobrol masalah masa depan dan masalah perusahaannya.