
Bu marni masih belum yakin akan kejutan yang istimewa itu, walaupun sudah melihat sertifikat kepemilikan rumah tersebut.
" kamu dapat ini darimana nak, jujur sama ibu." kata bu marni
" ini pemberian dari pasien aku bu pak idris dia temannya pak handoko yang waktu itu aku obati dia karena mereka ingin memiliki anak, dan alhamdulillah saat ini isterinya bu amel sedang mengandung anak kembar masuk di 4 minggu kehamilannya. Ini sebagai hadiah ke aku sama sebagai bentuk nazar mereka kalau mereka memiliki anak. Kalau ibu enggak percaya ibu bisa telepon pak handoko karena tadi pak idris memberikannya dihadapan beliau dan bu sofie isterinya pak handoko." kata evan. Supaya bisa memberikan keyakinan pada ibunya dan enggak membuat khawatir evan mengeluarkan handphonenya lalu menelepon pak handoko. Tak lama telepon evan diangkat pak handoko.
" hallo, ada apa nak, tumben telepon saya." kata pak handoko
" maaf pak sebelumnya, saya sedang berada di rumah yang diberikan pak idris tadi, akan tetapi enggak percaya pak, untuk itu supaya ibu enggak khawatir tetang saya makanya saya mau minta tolong bapak menjelaskan ke ibu saya." kata evan
" oooh.... dikira saya ada apa, saya kaget soalnya enggak biasa kamu telepon saya, saya khawatir ada orang yang membuat onar sama kamu. Iya udah berikan handphonenya ke ibu kamu." kata pak handoko. Evan pun memberikan handphonenya ke ibunya.
" bu ini telepon dari pak handoko." kata evan, bu marni pun menerima telepon dari pak handoko.
" hallo.... selamat sore pak." kata bu marni
" hallo juga bu, bagaimana kabarnya bu." kata pak handoko
" alhamdulillah baik pak, iya ini pak evan mengajak saya ke rumah di perumahan elite, saya sudah melihat sertifikatnya memang atas nama dia, tapi saya masih takut dan khawatir aja anak saya ini melakukan hal yang tidak baik untuk mendapatkan rumah ini." kata bu marni
" oh masalah itu.. Ibu enggak usah khawatir, evan anak yang baik, tadinya dia memang menolak menerima itu, tapi dipaksa sama teman saya pak idris untuk menerimanya karena dia sangat bersyukur atas kehamilan isterinya yang sudah lama mereka nantikan, evan juga tadi bicara sama saya, dia merasa enggak enak, tapi saya sudah jelaskan juga ke dia bahwa itu rezekinya nak evan, pemberian itu juga saya menyetujuinya, jadi tidak masalah, biaya yang telah dikeluarkan oleh teman saya untuk mendapatkan keturunan sudah sangatlah banyak, tadi pak idris dan isterinya bilang buat apa harta kalau enggak bisa diturunkan ke anak anaknya, makanya beliau memberikan rumah tersebut ke evan sebagai rasa terimakasih dan bentuk nazar mereka." kata pak handoko
" oh begitu pak, kalau begitu saya jadi tenang sekarang, terimakasih banyak pak." kata bu marni
__ADS_1
" iya bu tenang saja, evan anak yang baik banget sampai saya dirawat sama dia, saya sudah anggap evan sebagai anak saya bu, enggak apa apa kan. tapi saya akan marah ke dia kalau dia enggak ngasih tau saya waktu pembukaan rumah perawatan kecantikannya, saya juga ingin bertemu sama ibu dan calon isteri serta keluarga evan." kata bu sofie yang mengambil handphone pak handoko
" iya bu terimakasih banyak, alhamdulillah evan banyak yang sayang jadinya, terimakasih bu, tadi evan juga sudah memberitahu saya untuk mengingatkan mengundang ibu sama bu fitri juga." kata bu marni
" berarti benar tadi yang diomongin evan bahwa dia sudah memberitahu ibu dan calon isterinya untuk mengingatkan dia mengundang saya. Pokoknya saya harus duluan menerima perawatan di rumah perawatan kecantikan itu kalau enggak saya marah pokoknya." kata bu sofie
" iya bu nanti saya suruh nazwa untuk mengingatkan juga." kata bu marni
" iya bu terimakasih banyaknya, maaf kalau ada ucapan saya yang tidak berkenan, nanti kita harus meluangkan waktu untuk bertemu langsung waktu itu saya tidak bisa menemui karena orang tua saya sedang sakit. Saya nanti minta nomor kontak ibu ya" kata bu sofie
" iya bu, terimakasih banyak." kata bu marni, telrpin pun di tutup, bu marni menyerahkan handphone evan. Setelah itu bu marni sujud syukur. " pak keinginan kamu sudah diwujudkan sama anak kita, bapak kan yang ingin tinggal di perumahan ini." lirih bu marni, evan pun merangkul ibunya lalu memeluknya.
" makasih ya nak, kamu sudah mewujudkan keinginan ayah kamu, ternyata kamu yang bisa mewujudkan keinginannya, ini kejutan istimewa buat ibu." kata bu marni
" terus kamu mau tinggal disini kedepannya." kata bu marni
" kalau aku terserah ibu, enaknya bagaimana, kalau aku disini ibu juga harus disini, enggak apa apa kan sayang." kata evan
" iya enggak apa apa kak, aku malahan senang bisa berkumpul, lagian kalau nanti hanya kita berdua di rumah segede ini sepi banget kak." kata nazwa
" trus rumah disana bagaimana, ibu enggak mau rumah itu sampai di jual." kata bu marni
" iya jangan lah bu, kita bisa seminggu sekali kesana toh enggak jauh juga, kedepannya rumah disana bisa juga kita pakai untuk tempat perawatan kalau memang yang sekarang kurang. Oh iya bu tadi pagi ibunya nazwa katanya akhir pekan ini mau bertemu ibu membahas tentang rencana pernikahan aku sama nazwa." kata evan
__ADS_1
" terus tadi pak handoko juga ingin gabung di perusahaan E&N buat bu sofie, jadi peluang DFG dan E&N sangat besar, semakin E&N berkembang DFG juga akan ikut berkembang." kata evan
" aamiin." kata bu marni dan nazwa
" untuk apoteker juga aku udah minta bantuan dr. Helmi." kata evan
" bagus kalau begitu kak, memang cukup sulit kita dapat untuk posisi apoteker ini." kata nazwa
" oh iya ini kemasan untuk cream wajah dan obatnya." kata bu marni, lalu mengeluarkan contoh dari dalam tasnya.
" aku suka yang ini bu, bagus kemasannya, terlihat elegan." kata nazwa
" aku ikut nazwa dan ibu aja gimana bagusnya. Oh iya kalau enggak malam ini kita kumpul disini aja ya, lagian kan besok libur." kata evan
" boleh tuh usul kamu nak, disini juga sudah siap semua tinggal membeli makanan saja. Iya udah nak kamu hubungi ibu dan ayah kamu supaya kesini." kata bu marni
" iya bu aku akan hubungi mereka dulu," kata nazwa
" kita juga perlu membawa pakaian ganti, dan membeli makanan untuk persiapan kita kumpul kumpul." kata evan
" kak itu ada tempat BBQan, kita beli bahan bahannya aja ya, sepertinya enak deh kita kumpul bersama keluarga sambil BBQan." kata nazwa
" ibu setuju tuh nak, asyiiik sepertinya." kata bu marni
__ADS_1
" iya udah ibu pilih dulu kamar mau yang mana, sama kamu juga sayang mau yang mana buat nanti kita." kata evan. Mereka pun keliling lagi melihat lihat rumah tersebut.