WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Menjadi Keluarga Besar


__ADS_3

Bu marni meminta maaf kepada semuanya untuk masalah yang terjadi.


" ibu enggak petlu minta maaf, mereka saja tidak tau diri, apalagi srtelah mendengar cerita ibu. Kalau saya sudah lapapitkan ke polisi atas pencemaran nama baik, hal itu pasti ada aja di setiap keluarga bu. Lain kali kalau ada yang memperlakukan keluarga ibu seperti itu bilang sama kita kita, buat kita lawan sama sama. Mulai saat ini kita menjadi keluarga besar, gimana menurut yang lain." kata bu lela


" saya setuju bu, apalagi kita memiliki anak seorang dokter jadi enggak khawatir lagi masalah kesehatan kita." kata bu sofie


" bener itu bu, dan kita kita akan terus cantik..." kata yang lainnya.


" ngomong ngomong pengantin nih mau honeymoon kemana." kata bu lela


" belum kepikiran bu mau kemana." jawab evan


" iya sih.. Takutnya kamu lagi honeymoon di luar kota ada pasien membutuhkan pertolongan kamu lagi." kata pak handoko


" iya kan masih ada dr. Helmi dan dr. Bambang pak, masa anak kita mau honeymoon di ganggu, pokoknya kamu mau kemana bilang ke ibu ya." kata bu sofie


" iya bu, makasih banyak." jawab evan, tamu yang datang saling berganti mengucapkan selamat kepada evan, terutama teman teman bu sofie, bu fitri dan bu lela. Karena sudah waktunya jum'atan evan dan bapak bapak yang lain pergi ke mesjid. Disaat para laki laki ke mesjid ibu ibunya masih mengobrol di ballroom hotel.


" bu bolehkan sewaktu waktu kita main atau menginap di rumah ibu." kata bu sofie


" boleh banget bu, kalau memang ibu ibu berkenan tidur di rumah kami, alhamdulillah rumah baru evan sangat luas dan banyak kamar juga. kita bisa kumpul kumpul disana. Saya mengucapkan terimakasih kepada semuanya atas doa dan dukungan untuk kami" kata bu marni


" kami yang harus berterimakasih bu, kalau.rnggak ada evan mungkin saya akan kehilangan anak saya satu satunya, bahkan dia mengobati saya dan membuat saya jadi tetap muda." kata bu lela


" saya juga belum mengucapkan terimakasih ke pak idris dan bu amel atas hadiah rumahnya, berkat ibu akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan suami saya." kata bu marni


" sama sama bu, itu enggak seberapa bila dibandingkan anugrah yang diberikan tuhan kepada saya yang selama ini saya dan suami nanti nantikan, selama ini mungkin biaya untuk berobat saya jauh lebih besar dubandingkan harga rumah itu, tapi berkat evan saya bisa memiliki keturunan." kata bu amel

__ADS_1


" pokoknya bu, ibu tidak sendiri lagi mulai saat ini, ibu dan yang lainnya harus sering berkunjung ke rumah saya juga, nanti ella dan yasmin pun sama jangan segan segan ya karena kalian adik adiknya evan berarti kalian juga anak ibu." kata bu sofie


" terimakasih bu." jawab ella dan yasmin, yasmin merasa bahagia berkat evan, dia tidak sendiri lagi, banyak yang sayang sama dia, dia pun meneteskan air matanya.


" kok kamu nangis sayang, kenapa kamu enggak mau ibu anggap anak ya." kata bu sofie


" bukan begitu bu, aku bahagia karena sekarang aku banyak yang sayang, aku enggak sendiri lagi, untung aku bertemu kak evan kalau enggak aku mungkin saat ini masih tidur di jalanan, makan makanan sisa orang bahkan enggak makan." kata yasmin


" kamu boleh mengingat itu sayang, tapi sekarang kamu udah jadi anak ibu kan, jangan pernah merasa sendiri lagi ya, apa yang dimiliki ibu itu milik kamu." kata bu marni lalu memeluk yasmin dan mencium keningnya. Bu marni pun menjelaskan ke ibu ibu yang lain siapa yasmin dan bagaimana perjumpaan mereka.


" benar benar evan anak yang baik, saya enggak salah mengangkat anak itu menjadi anak." kata bu sofie


" iya udah kita bangun panti asuhan aja kalau begitu." kata bu lela


" iya bu, kak evan udah bilang ke aku, kedepannya kalau ada rezeki mau bangun panti asuhan, dan kak evan juga meminta kita di rumah perawatan kecantikan supaya setiap bulan memberikan donasi ke yayasan yayasan panti asuhan." kata nazwa


" nanti saya juga bilang sama suami." kata bu lela dan ibu ibu lainnya.


" oh iya bu, maaf sebelumnya, kalau boleh tau evan itu memiliki bakat pengobatan dari siapa ya." kata bu sofie


" dari eyang ayahnya bu, soalnya eyangnya itu tabib. kalau tegas, tanggung jawab itu dari ayahnya, kalau bakat usaha mungkin dari saya." kata bu marni


" komplit memang ya." kata bu lela. Bu marni meminta supaya menambah lagi konsumsi karena masih ada yang datang. Bahkan tetangga rumah belum semuanya datang. Rekan kerja pak hadi juga belum datang karena memang bertepatan hari kerja. Tak lama bapak bapak datang pulang dari mesjid. Mereka pun langsung makan yang telah disiapkan pihak hotel.


" pah kita belum ngasih hadiah loh sama evan dan nazwa." kata bu lela


" udah kok, nanti dikirim ke rumah kamu ya nak." kata pak sandi

__ADS_1


" iya pak, terimakasih banyak." kata evan dan nazwa


" ini dari ibu buat menantu," kata bu lela sambil mengeluarkan kotak perhiasan lalu memberikannya ke nazwa


" terimakasih banyak bu, ini terlalu mewah buat aku bu." kata nazwa


" kamu harus terima pokoknya, dan ini untuk anak ibu yang cantik." kata bu lela, memberikan kotak perhiasan ke ella dan yasmin, tadi dia menyuruh karyawannya untuk membelikan perhiasan buat adiknya evan.


" ayo di buka, dan harus di pakai ya." kata bu lela, ella dan yasmin membuka kotak perhiasan.. Disana terdapat kalung yang indah sesuai dengan usia mereka. Bu marni pun memakaikannya di leher ella dan yasmin.


" tetimakasih banyak bu atas hadiahnya, ini bagus banget." kata ella dan yasmin


" sama sama sayang, ibu senang kalau kalian senang." kata bu lela lalu memeluk dan mencium ella dan yasmin.


" nah kalau ini hadiah dari kami, mohon di terima ya." kata bu sofie lalu menyerahkan amplop disusul oleh yang lainnya


" terimakasih bu, tanpa harus memberi hadiah pun kami sangat senang atas kehadiran semuanya disini." kata evan


" ngomong ngomong kalian pulang atau menginap disini dulu." kata bu sofie


" menginap semalam disini bu, kita ingin berkumpul dulu disini." kata bu marni


" untuk merayakan kebersamaan kita kedepannya kita adakan liburan keluarga." kata bu lela


" boleh tuh nanti kita harus agendakan." kata bu sofie


" nak kami pamit pulang dulu ya, saya ada agenda rapat soalnya. Laun kali kita kumpul lagi." kata pak sandi

__ADS_1


" iya pak, terimakasih." kata evan dan nazwa serta bu marni dan bu citra. Yang lainnya pun pamitan pulang tinggal keluarga evan dan nazwa yang ada disana. Mereka pun pergi ke kamar untuk istirahat. evan dan nazwa pun masuk ke kamar yang sudah di siapkan untuk mereka.


__ADS_2