
Setelah mengobrol mereka pun istirahat, di kamar evan melakukan meditasi untuk memperkuat tubuhnya. evan merasakan tubuhnya menjadi lebih bertenaga dan evan merasakan bahwa energi di dalam tubuhnya meningkat. Evan bersih bersih lalu istirahat.
Di pagi hari evan dan yang lainnya sarapan bersama, ella, yasmin dan jaka siap siap pergi ke sekolah, begitu juga evan dan nazwa pergi ke kampus, evan mampir terlebih dahulu ke rumah dulu untuk mengambil berkas persyaratan untuk pendaftaran pernikahannya di KUA bersama pak hadi dan bu citra, setelah itu evan dan nazwa pergi menjemput nita dan dina di rumah perawatan kecantikan E&N. Baru setelah itu pergi sama sama ke kampus.
Di fakultas kedokteran evan mengikuti kuliahnya, sama halnya dengan nazwa. Selesai perkuliahan Nazwa dan nita pergi ke kantin untuk makan. Disana nazwa memberi kabar dan menanyakan keberadaan evan. Nazwa dan nita memesan makanan lalu mengobrol.
" naz, aku lihat kamu udah enggak minta uang sama orangtua kamu. Dan waktu itu kamu bilang biaya kuliah kamu evan yang bayar, apa benar itu." kata nita yang penasaran
" memang setelah aku tunangan sama kak evan semuanya biaya hidup aku dari dia, kalau pun ayah kasih aku tabung nit." jawab nazwa
" enak banget kamu naz, sekalinya dapat cowok baik banget, bertanggung jawab lagi, evan memang ganteng tapi yang aku salut sama dia itu ya tanggungjawab dan kerja kerasnya itu loh, semoga aku juga dapat cowok kaya evan." kata nita
" aku bersyukur nit, memang awal pertemuan aku sama kak evan gara gara kakek sakit... Eh malahan jadi jodoh aku, sebentar lagi aku jadi isteri dia." kata nazwa
" masih lama kali ada 7 bulanan lebih." kata nita
" enggak nit, hari jum'at ini aku sama kak evan akan melakukan ijab qobul dulu, semalam kita membahas rencana itu, kakek aku sih yang usul, karena kita kan selalu bersama sama, kata kakek biar enggak jadi fitnah lebih baik kita melakukan ijab qobul dulu baru nanti acara resepsinya." kata nazwa
" seriusan naz, kamu memang udah yakin mau nikah secepat ini." kata nita
" iya nit, nunggu apalagi kita udah terus bersama, aku rasa enggak ada salahnya juga kita nikah muda toh kak evan juga sudah memiliki penghasilan sendiri dan pastinya kak evan adalah calon suami aku yang baik yang Allah berikan untuk aku." kata nazwa
" apa dengan cepat cepat kamu melakukan pernikahan, akan menimbulkan omongan orang tuh." kata nita
" semalam kita sudah bahas itu, yang akan ngomongin aku pasti ada aja, tapi setidaknya aku bisa menjelaskan itu karena kita sudah sah menjadi suami isteri." jawab nazwa
" terus kuliah kamu gimana." kata nita
" kita usahakan untuk tidak memiliki anak dulu, kalau pun Allah memberikannya sekarang iya enggak masalah, kalaupun memang harus berhenti kuliah aku enggak masalah juga, kedepannya aku bisa mengembangkan usaha sendiri, aku ikuti apa rencana Allah aja nit" kata nazwa.
" iya sih naz, kita juga dulu enggak kefikiran bisa kuliah bareng, apalagi kita bisa kerja bareng seperti saat ini, jujur aja aku salut sama evan femikiran dia itu jauh dengan pemikiran aku dan mungkin anak anak.seusia kita ini." kata nita
__ADS_1
" iya nit, aku juga sama berfikir kaya kamu, apa aku layak untuk kak evan, apalagi sekarang kak evan sampai diaku anak sama bu sofie dan bu fitri." kata nazwa mengungkapkan ke khawatirnya kepada nita
" tapi aku yakin naz, evan cowok baik, buktinya dia sangat sayang sama keluarganya, yasmin yang bukan adik kandungnya pun dia perlakukan dengan sangat baik." kata nita
" iya nit, makanya aku yakin banget kak evan bisa jadi imam aku kedepannya. Apalagi keluarga aku sendiri sangat mendukung hubungan aku sama kak evan, dan ibunya kak evan juga baik banget ke aku sudah menganggap aku sebagai anaknya sendiri." kata nazwa
" jujur aja naz, alu sangat iri sama kamu, tapi aku juga mengucapkan terimakasih ke kamu yang sudah banyak membantu aku selama ini, kamu juga mau berteman dengan aku walaupun kondisi keluarga aku berbeda sama kamu." kata nita. tak lama ada mahasiswa yang menghampiri mereka berdua.
" boleh duduk disini enggak ya gabung sama kalian" kata mahasiswa tersebut
" silahkan aja, toh ini juga fasilitas umum." kata nita
" boleh kenalan enggak, aku raka sekarang semester 5, pasti kalian mahasiswa baru ya." kata raka
" iya kak kita baru, nama saya nazwa, dan ini nita teman aku." jawab nazwa karena dia mendapat uluran tangan pertama
" salam kenal ya. Oh iya mau enggak kalian gabung di BEM." kata Raka
" iya kak, pulang kuliah kita harus kerja, apalagi libur kuliah." kata nita
" oooh.. Kalian udah kerja toh.. Dimana.." kata raka
" di rumah kecantikan E&N kak." kata nazwa
" boleh enggak saya minta kontak kalian, siapa tau kalian nanti mau gabung, jadi tinggal hubungi saya," kata raka, mereka pun bertukar nomor kontak
" nazwa kamu pulang naik apa.. Terus tinggal dimana." kata raka
" aku tinggal di daerah M kak, biasanya nebeng sama teman kak." kata nazwa
" kalau kamu nit." kata raka
__ADS_1
" kalau rumah sih di daerah S, tapi sekarang aku tinggal di daerah M sama Nazwa, jadi aku suka nebeng sama nazwa." jawab nita
" oooh.. Kalau enggak bareng sama aku aja, rumah aku di daerah L bisa sekalian jalan." kata raka
" terimakasih banyak kak atas tawarannya," kata nazwa. Karena sudah siang dan enggak ada kuliah lagi nazwa kirim pesan ke evan.
" kak masih ada jam kuliahnya, aku sama nita lagi di kantin dosennya enggak datang jadi udah enggak jam kuliah lagi." kata nazwa
" aku sebentar lagi sayang, apa mau di jemput dulu sama pak johan." kata evan
" enggak lah kak, nanti juga kakak pasti lewat sini kan, biar enggak bulak balik. Oh iya kak kita jemput dina dulu ya sebelum pulang, sama dia juga masih ada jam kuliah." kata nazwa
" iya udah kalau begitu, oh iya sayang, tadi ayah kamu bilang bahwa proses pendaftaran pernikahan kita sudah di ajukan dan katanya bisa tanggal 7 besok, jadi kita pergi ke toko perhisan dulu ya sama cari pakaian untuk acaranya, mumpung aku juga enggak ada panggilan dari rumah sakit." kata evan
" beneran kak, aku seneng banget, iya udah kita ke toko perhiasan sama butik dulu ya, lagian di rumah kecantikan E&N enggak ada kabar yang urgent juga. Aku tunggu disini ya kak sayang." kata nazwa sambil tersenyum
" iya, tunggu sebentar lagi ya, nanti aku jemput." kata evan
" ada kabar apa nih sampai senyum senyum gitu." kata nita
" tadi ayah telepon kak evan, katanya proses pendaftaran pernikahan sudah di ajukan dan sudah ditentukan tanggalnya tinggal gedungnya aja, terus kak evan ajak aku ke toko perhiasan dan butik dulu sekarang, mumpung dia enggak ada panggilan dari rumah sakit ." kata nazwa
" terus aku enggak bisa nebeng kamu dong." kata nita
" kamu sama dina ikut aja temani aku ya," kata nazwa
" siap bos..." kata nita. Raka hanya bengong mendengar percakapan mereka. Nazwa mendapat pesan bahwa evan sudah menuju ke tempatnya
" nit ayo siap siap, kak evan udah meluncur kesini." kata nazwa
" kak, kita duluan ya." lanjut nazwa, lalu nazwa dan nita pergi ke tempat mereka biasa di jemput.
__ADS_1