
Waktu pertemuan jam 10an, jadi evan mengajak ikhwan temannya untuk pergi ke kantin terlebih dahulu.
" ini kesemlatan kita van, buat lebih kenal sama orang orang dari dinas kesehatan sama rumah sakit." kata ikhwan, ikhwan masih belum tau kalau evan sudah bekerja di rumah sakit dan kejadian waktu itu belum sepenuhnya yakin bahwa evan sudah memiliki lisensi dokter, evan izin keluar karena mereka kira bahwa evan keluarga pasien bukan oŕang yang melakukan pengobatannya.
Jam 9.40 menit para mahasiswa kedokteran masuk ke Auditorium, Auditorium pun menjadi penuh karena dari semua angkatan datang terutama mahasiswa semester akhir, mereka ingin magang dan bekerja di rumahsakit. Dekan fakultas kedokteran pun memberikan sambutan supaya para mahasiswa bisa mendengarkan pengarahan dari dinas kesehatan dan sebagai kuliah umum serta peluang mahasiswa untuk bekerja di rumah sakit. Para mahasiswa pun bersemangat. Setelah itu pembawa acara mempersilahkan para tamu untuk hadir kedalam ruangan.
pembawa acara memperkenalkan pak tanjung, bu astuti, pak akmal, bu sri dan pak handoko sama bu sofie. Bu sofie berjalan masuk sambil melihat ke arah para mahasiswa, dia mencari keberadaan evan. Pembawa acara mempersilahkan pak akmal untuk berbicara terlebih dahulu.
" terimakasih banyak kepada bapak dekan dan para mahasiswa semuanya, mohon maaf kedatangan saya dan yang lainnya mendadak, pertama saya di ajak oleh senior, mentor saya pak tanjung karena beliau ingin memberikan kejutan dan berbagi ilmu dengan kita semua sebagai bentuk syukur beliau sembuh dari penyakitnya. Kedua saya ingin merealisasikan janji saya kemarin kepada pak dekan bahwa saya akan berkunjung kembali ke kampus ini. Sebagai kita ketahui semuanya bahwa perkembangan teknologi dibidang kesehatan terus berkembang, dan baru saat ini juga saya melihat bahwa keahlian dokter itu tidak dilihat dari usia, memang kehalian akan timbul karena jam terbang dia dalam mengobati pasien. saya harap para mahasiswa disini akan menjadi dokter dokter hebat, saya yakin dengan keuletan belajar kalian itu semua akan tercapai, jujur saja kita dari dinas kesehatan membutuhkan banyak dokter untuk membantu masyarakat. Saya tidak akan panjang lebar, biar ahlinya saja yang akan bicara banyak. Terimakasih." kata pak akmal. Selanjutnya pak tanjung dipersilahkan untuk bicara.
__ADS_1
" selamat siang semuanya, terimakasih atas waktunya, hari ini adalah kebebasan saya sembuh dari penyakit yang selama ini saya derita, kemarin saya kira hari ini adalah hari pemakaman saya, untuk itu saya datang kesini sebagai bentuk rasa syukur saya karena dari kampus ini saya juga belajar dan orang yang menyembuhkan saya juga berasal dari kampus ini. Berkat sakit saya juga membuka mata saya bahwa Umur bukan jadi patokan seorang dokter memiliki keahlian, kemampuan untuk mengobati pasien, dan penggabungan teknik pengobatan tradisional dan modern pun itu sangat diperlukan, kita harus melihat kebelakang bahwa dulu itu tidak ada namanya dokter yang ada adalah seorang tabib. Jadi jangan remehkan kamampuan seorang tabib itu, mereka malahan lebih ahli dibandingkan dokter, karena mereka mampu memeriksa, mengobati dan meracik obat, sedangkan dokter hanya memeriksa dan meresepkan obat saja. untuk itu saya ingin mengucapkan terimakasih kepada seorang mahasiswa disini yang telah mengobati saya, dia bilang memiliki kemampuan dalam mengobati dari leluhurnya seorang tabib. Yang awalnya saya juga tidak percaya kalau saya tidak mengalaminya sendiri, saya meminta izin supaya anak ini maju kedepan." kata pak tanjung, semua mahasiswa saling melihat satu sama lainnya. Dekan dan dosen pun saling melihat siapa anak didik mereka yang sudah diakui keahliannya sama pak tanjung. Melihat tidak ada yang maju, pak tanjung pun menanyakan nama evan ke pak akmal.
" saya tau dia itu rendah hati, atau mungkin pemalu, saya rasa mahasiswa ini akan menjadi kebanggaan kampus ini, walau dia masih seorang mahasiswa tapi sudah memiliki keahlian dan sudah memiliki lisensi dokter, ini mungkin pertama kali ada seorang mahasiswa yang masih belajar sudah memiliki lisensi dokter dan sudah bekerja di rumah sakit. untuk itu saya harap kepada evan devano putra maju kedepan." kata pak tanjung. Tepuk tangan pun bergema di Auditorium, evan pun maju ke depan dengan dilihat ratusan pasang mata. Evan menyalami dekan, dosen, pak akmal dan pak tanjung.
" ini dia anak yang saya bilang tadi, anak yang sudah menyembuhkan saya dan sempat saya ragukan itu." kata pak tanjung
" mungkin kalian bertanya kenapa anak yang belum lulus kuliah sudah dapat lisensi kedokteran, saya yang memberikan lisensi itu karena evan telah menyembuhkan saya juga, dan beberapa pejabat jadi saya telah melihat dan merasakan sendiri keahlian evan ini, untuk itu saya tidak ragu untuk memberikannya lisensi dokter karena memang keahlian dia sangat dibutuhkan. Saya harap dengan kejadian ini bisa menambah semangat kalian untuk terus mengasah kemampuan kalian." kata pak akmal
" waktu itu dr. Helmi datang kesini memberikan kuliah umum, kami belum begitu menanggapi hal ini, tapi sekarang kami tau bahwa ada mahasiswa kami yang telah memiliki keahlian dan lisensi dokter bahkan itu sudah diakui sama senior dibidang kesehatan sendiri, kamu telah menjadi kebanggaan kampus ini, saya yakin dengan keberadaan kamu akan membuat kampus ini terkenal." kata dekan fakultas kedokteran.
__ADS_1
" saya masih perlu banyak belajar pak, mohon ajaran dan bimbingannya, mohon maaf kalau saya banyak izin, karena saya juga harus menunaikan kewajiban saya sebagai dokter di rumah sakit." kata evan
" malahan kami bangga kamu bisa langsung mempraktekannya bahkan kamu bisa mengalahkan senior kamu." kata pak dekan
" kamu juga bisa membuka lapangan pekerjaan untuk teman teman kamu di DFG dan di rumah perawatan kecantikan E&N." kata pak handoko
" kejutan kan ibu datang kesini." kata bu sofie
" iya bu, kok enggak bilang sih mau datang kesini." kata evan
__ADS_1
" kalau bilang bukan kejutan dong, bu astuti ngajak ke rumah perawatan kecantikan E&N." kata bu sofie
" iya sudah kesana aja bu, disana ada ibu kok. Oh iya sebavai rasa terimakasih saya ke pak dekan dan para dosen saya ingin memberikan suplemen untuk memulihkan kebugaran tubuh." kata evan, evan mengambil kotak obat lalu memberikan obat ke dekan dan para dosen. Bu sofie menanyakan kepada evan membawa pil kecantikan atau tidak.