
Evan beristirahat di ruangannya, evan merasakan energi ditubuhnya terkuras. Evan harus berlatih kembali, evan berencana sepulangnya nanti dia akan berlatih. Tak lama handphonenya berbunyi.
" kak masih di rumah sakit." kata nazwa
" masih, ini baru selesai mengobati pasien, kamu dimana." kata evan
" sekarang aku lagi di kamar aku, aku tadi langsung pulang ke rumah, oh iya kak besok pengumuman test masuk perguruan tinggi negeri. Kakak pulang jam berapa?." kata nazwa
" belum tau nih... Mungkin sebentar lagi, nanti aku kabari kalau mau pulang." kata evan
" iya kak, iya udah kakak harus istirahat." kata nazwa
" kamu juga ya, maaf ya aku enggak bisa menemani kamu tadi." kata evan
" enggak apa apa kak, lagiankan aku pulang sama ibu dan adik adik, terus kakak juga harus kerja. Kakak pulang naik apa?" kata nazwa
" aku naik taxi aja kayanya, enggak enak juga kalau nyuruh pak budi atau pak agus jemput." kata evan
" nanti nanti kakak bawa mobil sendiri aja, kalau ada panggilan ke rumah sakit." kata nazwa
" iya, kalau pun enggak pakai mobil aku bisa naik motor supaya cepat." kata evan
" iya udah kakak istirahat aja dulu, pasti cape, coba kita udah nikah ya, nanti aku bisa pijitin kakak." kata nazwa
" kalau aku terserah kamu aja, kalau sekarang kamu sudah siap menerima aku jadi suami kamu, iya udah kita nikah, tapi kalau memang kamu belum siap, apalagi masih mikir mikir ya jangan, jangan sampai kamu nantinya kecewa." kata evan
__ADS_1
" aku udah yakin kok kak, kakak bakalan jadi suami aku, tapi enggak tau juga kakak mungkin yang akan menyesal." kata nazwa
" kita jalankan saja, kalau memang harus secepatnya nikah, enggak masalah juga." kata evan
" iya kak, awas kabari aku ya." kata nazwa
" iya sayang." kata evan. Tak lama pak handoko datang lagi kè ruangan evan, beliau mengetahui bahwa evan masih berada disana.
" Kamu belum pulang, mau naik apa pulangnya, nak." kata pak handoko
" sebentar lagi pak. naik taxi aja pak, enggak enak kalau menyuruh sopir jemput," kata evan
" iya sudah nanti biar dari rumah sakit ini saja yang mengantar kamu pulang, nanti saya bilang.maaf ya saya enggak bisa antar kamu. Karena saya ada pertemuan lagi, makasih ya berkat bantuan kamu pasien yang susah ditangani oleh dr. Helmi kamu bisa menanganinya." kata pak handoko
" makasih banyak pak. Itu kan kerjaan saya pak, jadi enggak perlu mengucapkan terimakasih." kata evan. Pak handoko menelepon bagian operasional rumah sakit meminta dia untuk mengantarkan evan pulang. Evan memberi kabar ke bu marni dan nazwa bahwa dia diantar oleh pihak rumah sakit. Sepanjang perjalanan pak johàn sopir rumah sakit dan evan mengobrol.
" panggil nama saja pak, enggak enak dipanggil dokter, saya belum pantas dipanggil dokter." kata evan
" iya deh, saya panggil nak aja ya, karena kamu seumuran dengan anak saya juga." kata pak johan, evan pun menanyakan kondisi keluarga pak johan, dia pun banyak bercerita. Sampai di rumah evan mengucapkan terimakasih ke pak Johan dan memberikan uang.
" nak enggak usah, ini kan tugas saya, saya ditugaskan pak handoko untuk mengantar jemput kamu, jadi kalau mau ke rumah sakit bilang saja ke saya, kecuali ada hal yang urgent saya akan telepon kamu ada dimana." kata pak johan
" ambil pak, itu rezeki keluarga bapak.,iya pak nanti saya hubungi bapak. makasih ya pak." kata evan
" terimakasih nak, kamu sangat senang bisa bertemu sama kamu, walaupun kamu memiliki kemampuan kamu enggak sombong dan mau mengobrol dengan saya." kata pak johan
__ADS_1
" kalau ada apa apa kabari saya saja pak ya, saya senang bisa memiliki banhak saudara." kata evan
" iya nak, saya jalan dulu, sampai ketemu lagi." kata pak johan. Evan pun masuk ke dalam rumah, disana bu marni, ella dan yasmin sedang berkumpul mau makan malam.
" kamu udah sampai nak, ayo makan sama sama." kata bu marni
" iya bu, aku mau bersih bersih dulu ya." kata evan lalu dia masuk ke kamarnya, seleaai bersih bersih dia pergi meja makan.
" kok lama nak pulangnya, memangnya ada pasien lagi." kata bu marni
" iya bu ada 1 yang aku sembuhkan, terus tadi aku diperkenalkan sama dokter dan staf rumah sakit lainnya. Nanti aku diantar jemput bu dari pihak rumah sakit." kata evan
" hebat kamu nak, sudah mendapatkan perlakuan istimewa seperti itu, tapi ingat jangan sampai kamu menjadi besar kepala dan sombong." kata bu marni
" iya bu, oh iya bu aku tadi.mengusulkan supaya di rumah sakit menjual bahan bahan obat herbal, aku juga sudah bilang ke pak handoko bahwa DFG bisa mensupply bahan bahan tersebut, nanti sekalian obat obatan produk DFG." kata evan
" kamu benar benar mirip sama ayah kamu, bisa mendapatkan peluang sekecil apapun itu, jujur saja tadi pas makan siang ibu juga kewalahan menerima permintaan pesanan dari tamu tamu yang hadir." kata bu marni
" iya bu, ini saatnya kita bangkit kembali, supaya ayah juga bahagia disana." kata evan
" iya nak, ayah kalian pasti bangga dan bahagia. Melihat kalian tumbuh dewasa pada akur, apalagi ada anak ibu yang gemesin ini." kata bu marni sambil mencubit pipi yasmin. Mereka pun makan malam sambil mengobrol.
" nak, ibu melihat nazwa sangat perhatian dan sayang juga sama keluarga ini, ibu juga melihat dia ada sedikit khawatir dengan kondisi kamu karena masih ada peluang untuk orang lain masuk kedalam hati kamu. gimana kalau kita secepatnya aja adakan pernikahan supaya dia enggak merasa khawatir, ibu yakin nazwa bisa menjadi isteri yang baik, sekarang nazwa sering bersama kita, pasti aja akan ada tanggapan orang yang nyeleneh." kata bu marni
" kalau aku sih bu kapan pun enggak jadi masalah, jujur aja aku juga memang merasa nazwa cewek yang baik sari keluarga baik juga, dan dia cewek pertama buat aku mudah mudahan yang terakhir juga. yang jelas aku enggak mau memaksakan kehendak, kalau memang nazwa mau sekarang sekarang ini enggak masalah. Aku dan nazwa sudah bertunangan, ada sebagian kewajiban yang harus aku berikan kepada dia kerena aku sudah mengikat dia.." kata evan
__ADS_1
" kita tunggu saja dari keluarga nazwa seperti apa, betul apa kata kamu, kita jangan sampai memaksakan kehendak, kemauan kita sendiri." kata bu marni. Karena merasa lelah mereka pun pergi ke kamar masing masing. Evan sudah berencana untuk berlatih.